
Asyifa membuka pesan whatssup yang dikirim dari kelompok dan membaca lokasi tempat mereka berkemah.
Oh, disitu, dekat dengan villa mama, ya sudah kamu boleh ikut berkemah tapi kamu tidurnya divilla mama yaa? karena saya juga ikut kesana, kebutulan kami juga ada acara perkemahan antar jurusan. jawab Rahardian dengan tenang.
Asyifa sangat shok mendengar apa yang disampaikan oleh suaminya.Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Setalah merasa cukup beristirahat, Rahardian beranjak dari kursi dan mengambil handuk untuk kekamar mandi.
Asyifa terdiam seperti patung ditengah-tengah kamar. Ia tidak menyangka kalau izin yang diberikan oleh suaminya harus nginap di villa orang tua Mas Dian. Dan naas lagi Mas Dian juga ikut acara perkemahan dengan mahasiswa/i yang satu jurusan.
Sontak jantungnya berdebar kencang, ia tidak menyangka kalau mereka nginap divilla, apalagi disana tidak ada sesiapapun. mama dan papa Mas Dian tidak disana, apalagi bik Inah.
Harusnya saya tidak ikut berkemah, karena Mas Dian pasti akan ikut berkemah dengan anak-anak yang satu jurusan dengannya.
Aduh, emang benar yaa kalau hari apes itu tidak ada dikalender. Ucap Asyifa dengan perasaan panik.
Iapun mengambil beberapa baju untuk dibawa keperkemahan, wajahnya sedikit kesal karena ia tidak cek ricek dulu sebelum meminta izin.
Bagaimana dengan Humaira pasti dia sangat kecewa karena kami tidak bisa tidur bareng. Ucap Asyifa dalam hati. Ia ingin menghidar secara baik-baik dengan suaminya tapi malah harus kevilla barengan.
__ADS_1
Tanpa sadar Asyifa memasukkan baju begitu banyak didalam tas, Rahardian melihat Asyifa dengan keheranan.
Syifa kalian berapa hari disana? ucap Rahardian dengan memecahkan keheningan.
Asyifa tersentak dan melihat tas yang ia pengang dipenuhi dengan baju-baju gamis.
Iapun sadar dan menyimpan kembali bajunya, tititgaa hari Mas.ucapnya dengan terbata-bata.
Ya sudah yuk kita shalat dzuhur, ucap Rahardian dengan memakai baju koko putih.
Asyifa sangat bingung dan merasa cemas karena apa yang ia rencanakan diluar dugaan.
Nak Dian, Nak Dian.
Asyifa dan Mas Dian saling bertatapan. Dianpun membuka pintu.
Ada apa bik Inah?
eeem,,,eemm,, non Prisil diluar! katanya mau jumpa nak Dian. Bik Inah merasa bersalah karena mengatakan Prisil didepan Asyifa.
__ADS_1
Iapun keluar untuk menjumpai Prisilia dengan mengunakan peci hitam.
Dian,,,,,Prisilia langsung memeluknya,
Ia melepaskan pelukan dari Prisilia, Kamu apa-apaan? bentak Rahardian pada Prisilia.
iapun melepaskan pelukannya dan langsung menampar Dian.
Jadi ini , ini maksud kamu kita akan mencoba jalanin hubungan? ucap Prisilia dengan nada marah pada Rahardian.
Kamu menikahi orang lain dan mencoba jalanin hubungan dengan saya? apa itu adil Yan?Ucap Prisilia dengan kesal padanya.
Saya sudah jauh-jauh hari mengatakan pada kamu,kalau saya belum bisa menerima siapapun dulu. Kami menikah diluar dugaan, mama yang menjodohkan kami. Jelas Rahardian pada Prisilia.
Asyifa meneteskan air mata mendengar jawaban dari Mas Dian.
Maksud kamu? kamu tidak mencintai istri kamu? ucap Prisilia dengan menyakini dirinya.
Rahardian hanya terdiam,ia tahu kalau Asyifa pasti akan kecewa jika mendengar jawabannya darinya. Rahardian tidak menjawab apapun.
__ADS_1
Dian, kamu itu laki-laki yang selalu saya cintai bahkan dari dulu! kenapa kamu luluh dengan perempuan yang begitu?