
Dian membuka pintu kamar dan melihat Asyifa dengan baju seksinya, membuat Dian makin terpanah dan makin salah tingkah.
Mereka saling memandang dengan pandangan penuh cinta. Keduanyapun saling hanyut dalam ikatakan pernikahan, burung-burung berkicau, dedaunan yang berjatuhan , dengan rintikan hujan membuat keduanya lupa akan jati dirinya.kini keduanya telah sah menjadi suami istri yang saling melengkapi.
Pagi begitu indah, Asyifa melihat wajah suaminya sangat dekat, iapun memandang suaminya begktu tampan, bahkan ia tidak pernah bermimpi laki-laki yang ia kagumi pertama menjadi imam untuk dirinya.
Kini dirinya telah dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa,mau tidak mau itulah yang akan ia jalani dengan hidup barunya. Selain menjadi mahasiswi ia juga telah menjadi seorang istri.
" suasana subuh yang menarik untuk dua sejoli "
Dian membuka matanya dan memandangi Asyifa dengan penuh cinta. Asyifa menjadi salah tingkah dengan tatapan Dian, iapun menundukkan pandangannya.
Ibu Dokter biasa aja, jangan terlalu malu gitu, ucap Dian dengan membelai rambut halusnya.
"Asyifa tersenyum kearah Dian dengan senyuman termanis untuk suaminya.Keduanyapun saling dimabuk cinta".
__ADS_1
Asyifa dapat pesan dari Humaira agar segera berkumpul didepan kemah masing-masing.Dian membaca isi pesan tersebut dan mengabaikan pesan dari sahabatnya.
Kita sholat subuh berjamaah dulu setelah itu baru kita kestan masing-masing ucap Dian sambil mengambil hp Syifa dan mematikan hpnya.
Asyifa menuruti perintah dari suaminya dan segera kekamar mandi untuk melakukan rutinitas mandi fajar walau sedikit berbeda, tapi tidak ada yang canggung bagi dirinya dalam hal itu. karena mandi merupan rutinitas dari waktu kewaktu, beda halnya dengan Dian, ia dintuntun untuk mandi sebelum fajar.
Tentunya air fajar sangat terasa dingin bagi dirinya.
Asyifa keluar dari kamar mandi makin terlihat Fresh, kini gantian Dian yang masuk kekamar mandi, ia sedikit latah dikamar mandi karena airnya begitu dingin.
Dian keluar kamar mandi sudah siap dengan baju koko dan peci hitam.
Asyifa melihat Dian dengan pakaian seperti ustd-ustd membuat dirinya makin jatuh cinta.
Yuk kita Shalat, ucap Dian dengan santai.
__ADS_1
Setelah selesai shalat, Dian menghadap kearah Asyifa dan memberikan tangan lembutnya untuk bersalaman dengan istrinya,Keduanya saling tersenyum bahagia.
Dian melihat kearah jendela dan suasananya tidak terlalu gelap lagi.
Ya sudah yuk saya antarkan kamu kekemah, tempat kalian tidur. Ucap Dian dengan tersenyum padanya.
Gak apa-apa Mas , saya bisa jalan sendiri! lagian villa ini dengan tempat kami berkemah tidak jauh kok. Ucapnya dengan melipat mukena yang ia gunakan untuk shalat berjamaah dengam Dian.
Ya sudah saya akan melihat kamu dari sini yaa? ucap Dian dengan tenang.
Asyifa memakai gamis untuk menuju tenda , ia terlihat anggun. Ia meminta izin pada Dian dan segera meninggalkan lokasi atau Villa.
Dian memastikan Syifa tiba dengan selamat, setelah melihat Asyifa tiba diperkumpulan para mahasiswa lainya iapun menuju kemah jurusannya.
Dian menerima telfonan dari Rio. apakabar bro? tumben telfon pagi-pagi ucap Dian dengan semangat.
__ADS_1
Baik, tumben suara kamu begitu? hayooo? pasti ada sesuatu ni kan? tanya Rio dengan penasaran.