
Asyifa melihat kearah Rahardian dan Papanya, iapun tidak ingin mengatakan yang sebenarnya didepan kedua orang tua Rahardian. Iapun memilih diam.
Tiba-tiba ibu dokter masuk kekakamar dan memeriksa satu persatu kedua orang tua Asyifa dan Rahardian.
kedua pasien saya butuh oksigen, saya harap.satu orang saja yang menemani mereka.Ucap bu dokter pada kedua pihak.
Asyifa menawarkan diri untuk menjaga mereka, rahardian abi, dan papanya keluar kamar denga perasaan was was.
Syifaa,,,apa yang harus tante lakukan menebus kesalahan ini nak? kenapa tante tidak bertanya-tanya dulu padamu dan langsung mengambil kesimpulan yang tak pasti.
Syifa tante minta maaf , bahkan maaf saja tidak cukup menebus dosa yang tente lakukan untukmu.
Asyifa juga ikut menangis , bahkan ia buntu untuk memikirkan apapun didepannya.
Umi Ayifa juga mulai sadar, dokter ingin keluar untuk memberitaukan kalau keduanya sudah sadar, Umi Asyifa menarik tangan dokter dan memohon, buk dokter saya mohon jangan pergi dulu.
__ADS_1
Umi Asyifa merasa iba pada tante Yunda, walau tidak sadarkan diri tapi ia mendengar pengakuan sahabatnya.
Umii,bagaimana kabar umi? ucap Syifa dengan terurai air mata.
Maafkan umi juga nak, umi telah salah mendapatkan informasi yang fatal untuk kamu. umi juga yang memaksakan kamu untuk menikah diusia sekarang.
Tidak itu semua salah saya,saya yang paling ceroboh disini. ucap tante Yunda dengan memukul kepalanya di dinding.
ibu dokter hanya duduk diam tidak tau masalahnya apa,ia tidak bisa membantu apapun pada mereka.
Itu semua juga salah Syifa sendiri, pertama tinggal rumah tante Yunda , syifa sudah jujur pada tante Yunda kalau Syifa jatuh cinta pada anaknya. Dan tente Yunda kedubay, Mungkin dari situ tante Yunda berfikir kalau Syifa masih cinta sama anaknya dan tante yunda mikir kalau kami sudah saling dekat.
Ucap Ayifa sambil membelakangi keduanya, iapun menitikan air mata karena tidak bisa ditahan.
Syifaa? panggil uminya,
__ADS_1
Asyifa berbalik arah dengan memasang wajah tegar dan menahan air matanya.
Iyaaa Umi,umi jangan bersedih yaa, tante juga Insya Allah Syifa sudah mengiklaskan semuanya.
Syifa anak umi, apakah yang kamu bicarakan itu tulus dari lubuk hatimu nak? tanya umi
Iyaa Syifa, kalau kamu tidak setuju tante juga akan Ikhlas kalian bercerai sekarang juga. Ucap Tante Yunda dengan mengurai air mata.
Insya Allah Syifa siap menerima mas Rahardian sebagai suami Syifa, yang penting umi dan tante janji, jangan sampai abi dan om tau kalau selama ini kita sama-sama salah paham.
Syifa, tulusnya hati kamu nak, tante sangat berjasa padamu nak , niat Tante sangatlah baik , mewujudkan sesuatu yang kamu sukai,bahkan kalau kamu curhat pada tante tentang perasaanmu pada dosenmu, tante juga akan membantumu. Tapi niat yang tante lakukan justru membuatmu tenggelam nak.maafkan tante
Maafin umi karena telah menghancurkan masa depanmu. umi Ayifa memohon ampun pada Ayifa.
Umi tante, jangan membuat Syifa jadi anak durhakan, Syifa sudah mengiklaskan semuanya, karena Abi yang menikahkan Syifa, jadi itulah yang terbaik untuk Syifa. Sekarang Syifa minta tolong pada Umi dan Tante untuk menyembunyikan rahasia ini.
__ADS_1