
Asyifa mengirim pesan pada pak Azmi.
Assalamualakum
sebelumnya mohon maaf , jika pak Azmi tidak keberatan, besok apa boleh kita ketemuan ditempat yang kamaren kita jumpa?kalau boleh saya akan menunggu bapak disana jam empat sore.
Hanya dua detik, pesan tersebut langsung terbalas.
Waalaikumssalam, insya Allah boleh.
Asyifa sangat lega, tampa disadari waktu berlalu begitu cepat,Azan magrib mulai terdengar. Asyifa melihat keruang Mushola kecil, ia melihat kebiasaan keluarganya untuk selalu shalat berjamaah dan mereka juga tadarus bersama.
Ini pemandangan terakhir kali ia melihat keluarganya, umi , abi dan adiknya.
Asyifa kedapur untuk mempersiapkan makan malam, ia menggoreng telur untuk menu tambahan sedangkan lauk lainya sudah dimasak oleh umi.
Setelah selesai dihidangkan diatas meja makan, abi dan Umi Asyifa menuju keruang makan.
Abi Asyifa memang tidak banyak bicara, beliau duduk dikursi dan disusuli uminya.
__ADS_1
Syifa, disana kamu harus menjadi istri yang baik, ingat pesan abi sebelum kalian akad nikah. Masih ingatkan apa itu pesan abi?
Jangan keluar rumah tanpa minta izin suami! ucap Syifa dengan menunduk. Ia baru saja mengirim pesan pada pak Azmi untuk ajak ketemuan.
merekapun melanjutkan makan,setelah selesai makan , Asyifa mencuci piring , umi Asyifa membantunya.
Syifa walau disana ada pembantu, tapi umi harap, makanan yang dimakan oleh Nak Dian itu harus dari tangan Syifa yang masak nak yaa? Karena salah satu kecintaan seorang suami itu pada masakan tangan seorang istri, Syifa juga harus pintar-pintar mengatur waktu antara belajar dan mengurus suami.
Iyaa umi, Syifa akan belajar dari bik Inah. Ucapnya dengan santun.
Ya sudah, sekarang kamu sudah bisa istirahat karena besok juga pagi-pagi harus tiba dibandara.
Asyifa menemani adiknya bermain mainan.karena malam ini adalah malam terakhir dirinya bersama kedua orang tuanya.
Setelah selesai Shalat Insya, mereka melihat Asyifa sedang memangku adiknya lagi tidur karena lelah bermain.
Abi, Apakah Syifa kita sanggup menjadi seorang istri? mereka melihat Asyifa dari mushala.
Umi, jangan membuat anak sendiri terkecoh atas pertanyaan-pertanyaanmu. kita sebagai orang tua harus membuat dia percaya diri, dan umi juga jangan menangis didepan dia, karena itu akan menganggu kejiwaan anak.
__ADS_1
Abi nasehatinya gampang! tapi umi seorang ibu bii, umi paham apa yang anak kita alami sekarang.jelas umi dengan merengek pada suaminya.
Ya sudah jadi kita harus apain? kita akan ikut kemanapun anak kita pergi? tanya abi dengan tersenyum.
Abi ini, orang lagi serius malah dibercandain.jawab umi dengan sewot.
Umi ini gimana sih? dijawab salah gak dijawab jiga salah? ucap abi makin lebar senyumnya.
laki-laki emang selalu salah yaa?
Abiiii,,, ya sudah, kita doakan saja semoga anak kita Syifa jadi anak yang sholeha dan istri yang terbaik untuk suaminya, sakinah, mawaddah, warrahmah. aamiin.
Asyifa mengangkat adiknya untuk tidur bersamanya.ia memandang adik semata wayangnya. Ia tidak tau kapan akan berjumpa lagi dengan abi dan uminya.
Tiba-tiba hpnya berbunyi, ia melihat ternyata pak Azmi yang menelfon.
Asyifa ingin mengangkat telfonnya, tapi ia ingat pesan dari abi.iapun mengurungkan niatnya, Asyifa menyimpan hpnya dalam lemari. Beberapa panggilan tidak ia jawab.
Abi dan umi duduk diluar rumah sambil menikmati teh, mereka membicarakan hari kerja masing-masing.
__ADS_1