
Para karyawan hanya bisa melonggo, ternyata laki-laki yang mereka kagumi adalah sosok pengantin baru. Mereka melihat tangan Asyifa penuh dengan inai ditangannya.
Yaaah sudah sold out, ucap para karyawan barengan.
Rahardianpun tersenyum dan pamit meningalkan toko tersebut.
Asyifa dan Rahardian menuju kearea parkiran, merekapun segera membawa motornya pergi meningalkan mall, Asyifa dan Rahardian pergi kemesjid Baiturrahman untuk menunaikan shakat magrib.
Rahardian meminta hp Asyifa dan menulis nomor hpnya, kalau sudah siap nanti hubungi saya yaa? Ucap Rahardian dan langsung masuk kekamar wudhuk khusu para laki-laki.
Begitu juga Asyifa, langsung masuk ketempat wudhuk wanita, dan segera menunaikan Shalat Magrib.
Setelah selesai shalat magrib Asyifa berjumpa dengan rombongan mamanya tante Yunda,
Tante Yunda? ucapnya dengan tersenyum!
itukan menantu kamu yun,ucap para tamu rombongan dari bandung.
Tante Yunda pun menghampirinya dan mencium pipi kanan dan kiri Asyifa.
kamu dengan siapa kesini nak?
__ADS_1
Dengan Mas Dian tan, ucap Syifa dengan malu.
Syifa, kamu jangan pangil nama tante, panggil saja mama yaa! syifakan sudah jadi mantu mama.ucap tante Yunda dengan memeluk syifa.
Iyaa maa, ucapnya dengan tersenyum.
Masya Allah yun, saya pikir istrinya Dian cantik karena ketebelan make over, tapi tanpa diriaspun lebih cantikan asli yaa? puji sang ibu-ibu.
Pengantin baru zaman sekarang, malamnya bukan istirahat malah jalan-jalan keluar.
Syifa baru sadar kalau dirinya tidak bisa shalat dan barusan dia shalat magrib.
Syifa, kalian mau singgah bareng mama dan papa dihotel?
Iya sayang, ucap mamanya dengan tersenyum.
Asyifa menelfon Dian,
Mas, mama dan papa beserta rombongan ada disini! mereka ajak kita kesana!
Bilang sama mama dan papa , besok saja, karena saya lagi capek dan kelelahan banget ni.
__ADS_1
Ohh,,,yasudah kalau begitu. Ucap Asyifa menutup telfonannya.
Maa,,mas Rahardian katanya capek banget pingin istirahat saja.
Ya sudah sayang,kalian istirahat saja dulu, sebenarnya mama ingin duduk dan banyak hal yang ingin tanyakan padamu nak,tapi yasudahlah.
Iyaa maa,Syifa pamit dulu, Asyifa bersalaman dengan para ibu-ibu.
Rahardian sudah tiba diparkiran menuggu Syifan. Kamu lapar gak? gimana kalau kita makan saja dulu? ucap Rahardian dengan memberi helm pada Syifa.
Dirumah juga banyak lauk mas, kita makan dirumah saja.Ucap Syifa dengan ramah.
Rahardian sangat cangguh ketika berbicara dengan Syifa, karena Syifa begitu sopan dan formal berbicara dengannya.
Syifa, bisa gak kamu ngomongnya biasa saja dengan saya, layaknya teman atau kakak dan adik, saya benar-benar tidak nyaman kalau dispesialkan sama kamu begitu. Ucap Rahardian dengan sedikit kesal.
Asyifa serba salah dibuatnya, sebenarnya mas Dian ini maunya apa sih? Mas suami saya, dan perasaan Syifa juga tidak formal sekali ngomongnya.
Iyaa kamu yang saya kenal dirumah pak Jasafat sangat beda dengan Syifa yang saya kenal sekarang. jelasnya makin kesal,
Ya sudah lebih baik kita tidak usah ngomong apapun lagi , kecuali kalau ada hal yang penting.ucap Syifa dengan kesal.
__ADS_1
Bukan begitu maksud saya!
Stop, saya tidak mau dengar apapun lagi, sekarang yuk kita pulang kerumah. Saya juga sudah lapar dari tadi temanin orang luar mencari baju. Ucapnya dengan judes. Ya Allah ampunilah dosa Syifa pada suami Syifa, karena sudah menjawabnya.