Love You Kapten

Love You Kapten
Keluarga Dian menitipkan anaknya pada pak zainuddin


__ADS_3

Setelah Selesai membaca doa, rahardian mengecup kening Syifa.


Tiba-tiba Umi dan Tante Yunda membuka pintu, mereka melihat keduanya sedang mengecup kening Asyifa.


Rahardian dan Syifapun sangat malu, apalagi Umi dan Tante Yunda mereka jadi salah tingkah.


Ada apa ma? ucap Rahardian dengan wajah yang memerah. Ia ingin menjelaskan kalau apa yang mereka lihat tidak seperti yang mereka bayangkan.


Maaf nak, mama lupa mau pergi kekamar Uminya Syifa malah nyasar kesini. iyaa iyaa nak ,maafkan kami yaa sudah menganggu waktu kalian. Mereka berdua menutup kembali pintu kamar anak dan menantunya.


Syifa dan Rahardian saling salah tingkah Syifa duduk dikasur dengan posisi membelakangin dirinya, tiba-tiba jantung Rahardian bedegup kencang, iapun mencoba melepaskan dasi dan membuka jas yang ia pakai karena dirinya merasa pengap dan gerah.


Rahardian meraba -raba di saku baju kemeja yang ia pakai, seperti plastik permen. Ia baru ingat kalau itu pemberian dari sahabatnya Rio, ia tersenyum dan mengambinya.Ternyata itu bukan permen, ia membacanya dengan terkejut karena bertulisan Sutra iapun memastikan lebih detail. Rahardian sangat terkejut dan menyimpannya di laci.


Awas kamu Rio yaa,,, Nanti saya akan menjitak kepala kamu.

__ADS_1


keadaan diluar kamar.


Yun, kamu lihat sendirikan apa yang kita lihat tadi. iyaa saya juga lihat. Tandanya Syifa benar-benar sudah ikhlas menerima kalau Rahardian sebagai suaminya.


Iyaa saya juga berharap begitu dan kita benar-benar tidak salah paham lagi seperti yang sudah-sudah, karena kalau Syifa bahagia saya juga ikut bahagia. Ucap umi dan tante Yunda berbarengan.


Kalau anak-anak kita sudah menerima takdirnya mereka, kita sebagai orang tua juga harus merasa senangkan? tanya tante Yunda dengan memeluk umi Asyifa.


Iyaaa mungkin inilah takdir cinta Syifa dan Dian, itu semua kehendak dari Allah mereka berjodohan dengan cara begitu.


Ya sudah mulai sekarang kita besanan resmi yaa! gak nyangka dari kaka leting hingga berbesanan dengan cara begini. Ucap umi Syifa dengan tersenyum bahagia.


Papa Rahardian dari tadi mencari istrinya, mama kemana aja sih, para tamu undangan nyariin mamah, ucap papanya dengan panik.


Iyaa pah, mama kesana sekarang.

__ADS_1


Para tamu undangan dari pihak laki-laki berpamitan untuk keliling monumen sejarah Banda Aceh, rencana utama mereka akan kemesjid Raya Biturrahman , Meseum Tsunami, dan juga tempa-tempat rekreasi lainnya .Mama dan Papa Rahardian juga ikut dengan mereka.


Pak Zainuddin, kami serahkan anak kami pada bapak ya? kalau anak-anak kami berbuat salah semoga bapak menjadi penengah yang baik untuk mereka. Ucap Papa Rahardian dengan penuh haru.


Insya Allah saya akan menjadi ayah terbaik untuk mereka. Ucap Abi Syifa dengan memeluk erat papanya Dian.


Para tamu undangan satu persatu meninggalkan rumah mempelai, hingga suasana rumah dengan sekejap menjadi sepi. Adiknya Asyifa menangis karena teman lari-larinya pada pulang semua.


Umi Asyifa membawa adik Syifa untuk keluar rumah supaya tidak menangis lagi.


Abi Asyifa ditelfon oleh teman sekampusnya untuk keperluan tanda tangan sidang skripsi mahasiswa/i sebagai tugas akhir kuliah.


Rahardian kekamar mandi, untuk menyegarkan badan.


Asyifa juga memakain beberapa pembersih muka karena wajahnya penuh dengan make over. ia mengambil kapas pembersih wajah didalam laci, ia melihat ada beberapa kertas dalam bentuk permen. Iapun mengambilnya dan melihat lebih detail.

__ADS_1


__ADS_2