Love You Kapten

Love You Kapten
Hujanpun turun


__ADS_3

Asyifa dan Humaira berjalan-jalan sambil memetik beberapa tangkai bunga, sesekali merekapun saling tersyum.


Syifa kalau kita jadi Dokter nanti, kita juga akan buat rumah begitu yaa! Ucap Humaira sambil tersenyum.


Enggak ah, saya lebih suka rumah kecil yang bisa dihuni bertiga saja, dengan fasilitas seadanya , dan hidup bahagian dengan suami dan anak. Ucapnya sambil tersenyum.


Yeeee enggak asik banget sih hidup kamu? masak sudah jadi dokter tidak mau ngerawat pasien satupun, difikiran kamu mikirnya anak sama suami. Humaira jadi jengkel karena jawaban Asyifa tidak sama dengan planing hidupnya.


Kan tiap orang beda-beda planing Mai, ucap Asyifa dengan terseyum..


Tiba-tiba hujanpun turun dengan deras, Asyifa dan humaira berlindung dipokok pohon pisang hiasan. Hujannya makin lebat, Asyifa mengatakan pada Humaira.


Mai kamu tunggu disini dulu yaa? saya ambilin payung, lagian saya sudah basah setengah.


Iyaa,,, Syifa hati-hati yaa jalannya licin.

__ADS_1


Rahardian mengabil payung karena ia tau kalau Prisilia tidak boleh kena hujan, karena Prisilia tipes, Ya sudah Pril kamu berteduh saja dulu di bawah ayun yaa? karena disini ada kanopinya, biar saya ambilin payung, takutnya nanti hujannya gak reda-reda bisa kemalaman ditaman deh.


Iyaa Dian, hati-hati dijalan yaa? Ucap Prisilia dengan tersenyum.


Rahardian berlari, dengan hati-hati.


Asyifa dan Rahardian berpapasan ketika mengambil payung ditempat penyimpanan. Asyifa berjalan sambil membuka payung.


Rahardian penasaran kenapa bisa bersamaan mengambil payung. Iapun memerhatikan arah yang Asyifa berjalan. Tiba-tiba Rahardian melihat kearah pohon kayu yang akan jatuh dahannya. Iapun berlari untuk membantu mendorong Asyifa agar tidak mengenai dirinya.


Rahardian menghampirinya, apa kamu tidak apa-apa?


Titidak,,,,ucap Asyifa dengan menahan rasa sakit dikepalanya.


Begitulah musibah tidak ada yang tau bagaimana dan dimana! kalau sudah berniat tolong menolong kesampingkan egois dan merasa sok suci.Ucapnya dan meninggalkan Asyifa.

__ADS_1


Ya Allah, emang sih saya salah, tapi saya tidak pernah jumpa dengan orang seperti itu. Kok bisa-bisanya dulu saya bisa jatuh cinta sama orang begituan. Semoga saja suami saya tidak seperti dia,,,iiiih amit-amit deh punya suami begitu. Ucap Asyifa sambil berjalan dengan menahan rasa sakit dikepala.


Untung saja yang jatuh bukan saya, coba kalau saya yang jatuh makin pd tu anak angkat mama. Ucap Rahardian dengan merasa senang.


Dian kok lama bangget ambilin payungnya, saya jadi sejuk tau? Ucap Prisilia dengan manja. Tadi anak angkat mama barengan ambilin payung, trus ada pohon besar yang itu, jatuh dahannya. Jadi saya ikut membantu dia dulu. Jelasnya


Ya sudah yuk kita masuk kerumah. Ucap Rahardian sambil memayungi Prisilia dan menuju kerumah.


Syifaa,,, kok ambilin payung lama bangget sih, mau magrib juga, Ucap humaira karena merasa ketakutan sendirian dibelakang rumah dengan banyak pohon-pohon.


Humaira memang phobia tempat gelap, ia takut kalau Asyifa tidak balik lagi.


Merekapun menuju kerumah, dengan memakai satu payung berdua.


Setelah tiba dirumah, Rahardian membuka baju dikamar mandi, Prisilia juga masuk kekamarnya dan segera membersihkannya. Prisilia memakai baju lengan pendek dengan rok mini terlihat seperti anak-anak ABG.

__ADS_1


__ADS_2