Love You Kapten

Love You Kapten
angin sejuk


__ADS_3

Rahardian melihat Asyifa sedang membaca buku, Iapun mencoba tidur kembali, tapi dia tidak melihat lagi selimut yang ia gelar semalam. Ia mencari-cari.


Cari apa mas? Ucap Syifa dengan melihat Rahardian linglung mencari sesuatu.


Kamu ada lihat selimut yang dibawah kasur gak!


Asyifa baru sadar kalau yang pindahin selimut tadi adalah dirinya. Iapun bangun dari kasur untuk mengambil selimut yang Dian cari dan memberi pada Dian.


Dian mengelar selimut untuk merebahkan badanya kembali.


Asyifa melihat Rahardian tidur dibawah membuat dirinya tidak tegaan,Mas tidur diatas saja, dibawah dingin, hujannya juga deras banget. Ucapnya dengan lembut.


Rahardianpun bangun karena benar-benar tidak tahan tidur dibawah beralaskan selimut. Iapun pindah dan tidur disamping Syifa.


Syifa jadi ikut salah tingkah, apalagi Rahardian tina-tiba jantungnya berdegup kencang.


Ya sudah saya lebih enak tidur dibawah saja yaa! karena saya suka dingin, ucapnya sambil mengambil selimut kembali.

__ADS_1


Iiiya mas, tidur dibawah saja, ucap Syifa dengan suarnya bergetar. Asyifapun tidak bisa memejamkan mata lagi, iapun bangun dan menuju kedapur untuk membantu uminya.


Rahardian menunggu apakah Syifa balik lagi atau akan pergi memasak! Setelah melihat Syifa membantu uminya didapur Rahardian tidur diatas kasur Syifa.


Akhirnya bisa tidur juga disini! ucapnya dan langsung memenjamkan mata.


Syifa, apa yang kamu pikirkan, kenapa bisa-bisanya hati kamu mudah jatuh cinta? Mas Diankan sudah bilang kalau dia belum bisa menerima kamu seutuhnya.


Syifa, kenapa cepat kali bangun nak , lagian umi cuma panasin lauk saja ini sudah siap, yuk kita tidur lagi, cuacanya juga dingin bangetkan.


Asyifa menuruti kata uminya, iapun kembali kekamar, ia melihat Mas Dian tidur dikasurnya. Kini Rahardian terbangun dan melihat Syifa linglung.


Asyifa pun menurutinya ia mengambil buku untuk membaca buku.


Rahardianpun tertidur dengan lelap.


Syifa benar-benar tidak fokus membaca buku, karena kehadiran mas Dian disamping membuat dirinya deg degan.

__ADS_1


Karena sejuknya udara, Rahardian memeluk bantal guling dengan erat. Tanpa sengaja Rahardian mengenai Syifa. Saking nyamanya dalam tidur Rahardian memeluk Syifa yang sedang membava buku.


Asyifa sangat kaget, deyut jantungnya makin kencang. Asyifa melihat kearah Dian, Dian benar-benar sudah tidur pulas. Ia hanya bisa pasrah , dan memilih untuk memejamkan mata.


Tanpa disadari keduanya tidur dengan pulas.


Jam tujuh dua puluh,


Rahardian terbangun dari lelapnya tidur, baru kali ini dirinya merasakan paling nyaman dalam tidur, dia sangat terkejut kenapa tiba-tiba ada sosok perempuan disampingnya, dan apesnya mereka saling berpelukan.


Ia baru sadar kalau Syifa adalah istrinya, Dian membuka selimut dan melihat dibawah selimut apakah ada terjadi sesuatu diantara mereka.


Setelah menginggat kejadian semalam tidak terjadi apa-apa Dian merasa tenang, iapun mencoba untuk melepaskan pelukkannya.


Asyifa juga terbangun, dan melihat kearah Dian dengan spontan ia menarik selimut dan langsung duduk disamping kasur.


Tidak perlu khawatir kita tidur hanya beberapa jam setelah shalat subuh, lagian saya juga tidak melakukan apapun padamu. Saya juga tidak sengaja memeluk kamu,kamu juga begitukan sama-sama tidak sadar. Impas kan?

__ADS_1


Iyaaa tidak apa-apa Mas lagian apapun yang akan terjadi pada kita, mas Dian berhak kok, karena Syifa sekarang Istrinya mas.


__ADS_2