
Setelah menyantap makanan pembuka, para pelayan menghidangkan makanan kedua, Asyifa sangat terkejut melihat beberapa makanan mewah tertata rapi diatas meja.Sebelumnya ia tidak pernah melihat hidangan ala chef didepan matanya, kini ia melihat seisi meja penuh dengan makanan serba mewah.
Dian menyuapi Asyifa ikan salmon yang dimasak setengah matang, yang diatasnya diberikan caviar.
Asyifa membuka mulutnya dengan malu-malu. " Pasti mahal banget makanan itu ". Ucapnya dalam hati.
Hayo lagi melamun tentang makanan yaa? ucap Dian dengan tersenyum manis kearah Syifa.
Sebenarnya saya juga baru makan makanan begitu, tapi jujur saya tidak suka dengan makanan kebarat-baratan gitu.Ini semua rekom dari mama, Saya lebih suka mie rebus, Ucap Dian dengan tersenyum.
Iyaa Mas saya juga baru pertama kali lihat makanan sebanyak dan semewah ini. Sebelumnya saya sering lihat di tv tv.
Kalau kamu gak suka saya ganti makanan lain saja yaa? tanya Dian dengan ragu.
Ooooh, tidak usah Mas cukup ini saja, lagian saya juga udah mau kenyang kok. Asyifa mengambil beberapa potongan ikan salmon dan steak daging.
Dian tersenyum melihat kepolosan Asyifa, dia paham kalau masakan itu masih baru dilidahnya. Dian berpura-pura cangguh dengan masakan itu agar Asyifa tidak merasa malu. Padahal masakan yang dihidang diatas meja merupakan masakan kesukaan dia dari kecil.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Asyifa dan Dian menuju kamar untuk beristirahat. Dian membuka pintu kamar, mereka melihat banyak taburan bunga diatas ranjang. Bahkan disana terdapat dua handuk berwarna putih yang dibalut seperti burung merpati laki-laki dan burung merpati perempuan.
Keduanya saling salah tingkah, apalagi Asyifa masih sangat kaku dengan kejadian dirumah kini terjadi lagi divilla.
Dian masuk dengan perasaan campur aduk. Iapun mencoba mencairkan suasana. Ada-ada saja para penjaga Villa masak handuk diatas kasur. Ucapnya sambil memindahkan dua burung tersebut.
Asyifa hanya terdiam, Tiba-tiba lampu mati. Asyifa sangat terkejut dan berlari kearah Dian,ia memeluk Dian dengan kencang.
Dian makin deg degan dengan apa yang Syifa lakukan, Dian berjalan menuju arah lampu dengan memegang tangan Asyifa.
Shalat, iyaa saya belum shalat Insya, ucap Dian dengan polos.
oh iyaa Mas,
"Dian menuju kearah samping "
Mas,kamar mandinya dibelakang Mas bukan disitu Ucap Syifa dengan tersenyum manis pada Dian.
__ADS_1
Diapun makin salah tingkah, ia segera menuju kamar mandi.
Santai Dian, santai, kamu itu cowok , cowok itu harus gagah.Ucapnya sambil melihat dirinya dikaca kamar mandi.Iapun berputar-putar dalam kamar mandi menenangkan hatinya yang makin berdebar kencang.
Asyifa diluar sangat takut dan kahawatir, mereka berdua saling salah tingkah tiap berhadapan dikamar.
Syifa bukankah dulu kamu sendiri yang mengatakan kalau kamu jatuh cinta pada Mas Dian. "Dan sekarang Mas Dian itu adalah suami kamu" Ucap Syifa yang sedang berbicara pada diri sendiri.
Dengan penuh percaya diri, iapun mencoba mencairkan suasana, ia tau kalau Mas Dian dikamar mandi juga sedang tidak baik-baik jantungnya.
Asyifa merias diri seperti yang ia lakukan dikamar dirumah Mas Dian.
Asyifa mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Mas Dian.
Mas, mas Dian?
Dian mendengar penggilan dari Syifa langsung membuka pintu.
__ADS_1