
iyaa bik tidak apa-apa,
saya sudah menganggap nak Rahardian seperti anak saya sendiri,kalau nak Rahardian terluka saya juga ikut terluka,ucap bik inah dengan wajah yang sedih.
iya bik,mohon maaf sekali lagi yaa,tadi malam saya jaga sudah meminta maaf pada anak tante yunda,
syifa berjumpa dengan nak Rahardian? tanya bik inah penasaran.
tidak bik,saya menulisnya di kertas dan menyelipkannya dikamar, terus saya mendengar seperti suara orang jatuh dibalik kamar tersebut, tapi saya tidak berani lagi melihatnya.Ucap asyifa
apa? tanya bik inah dengan cemas,iapun langsung berlari menuju kamar Rahardian dan membukanya, ia melihat pemandagan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Ia melihat Rahardia mengenakan peci dan memakai baju koko,sembali melipat mushola .Bik inahpun mengucek-ngucek mata, ya Allah nak Rahar, ucapnya sambil matanya berkaca-kaca.
ia bik,untuk hari ini dan seterusnya kita akan melakukan shalat bareng yaa? ucapnya sambil melempar senyum pada bik inah, ia juga tau kalau bik inah selama ini juga tidak pernah shalat bahkan diusiannya yang sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
Alhamdulillah iyaa nak Rahardian, ta tapi nak Rahardian tidak mengalami geger otakkan? kenapa tiba-tiba sudah berubah begini? apa kita harus kedokter atas kejadian semalam? ucap biknah dengan wajah setengah cemas.
bik, apaan sih,bukannya saling mendukung untuk lebih baik malah mencurigai saya . Ucapnya dengan sedikit kesal. Pokoknya selama saya ada dirumah tiap anggota rumah ini wajib shalat bareng,ucapnya sambil menutup pintu.
Rahardian sangat terbuka dengan bik inah,bahkan ia berbicara ceplas ceplos dengan bik inah,sedangkan dengan orang tuanya sangat jarang mereka berkomunikasi.Rahardian memang lelaki yang sangat pendiam,bahkan jika atasannya jika tidak ada lagi pembicaraan terasa cangguh berhadapan dengannya dikarnakan sifat pendiamnya.
bik inah hanya bisa melogo didepan pintu, dan memutar badan untuk berbalik ke dapur.
kok saya jadi cemas yaa? ucapnya dengan bingung.
ada apa bik inah? apa anaknya tante yunda baik-baik saja?
syifa,kamu kuliah dijurusan kedokterankan? apa benturan di otak dapat membuat seseorang berubah menjadi sholeh? tanya bikna dengan wajah polos.
Asyifa tersenyum melihat pertanyaan dari bik inah,,
__ADS_1
bik,sholeh atau tidak seseorang itu bukan terjadi karena benturan,tapi karena Allah memberi ia hidayah untuk lebih baik. Jelasnya pada bik inah.
ta tapi,sejak kejadian tadi malam nak Rahardian berubahnya tadi subuh,ucapnya.
iyaa bik,mungkin Allah memberinya hidayah waktu subuh.
kamu yakin kalau nak Rahadian dapat hidayah? bukan karena kejadian tadi malam? saya tidak mau nak Rahardian gangguan kejiwaanya. Pokoknya kamu harus bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada nak Rahardian? ucap bikna dengan serius.
Asyifapun mulai merasa cemas atas apa yang disampaikan oleh bik inah, iapun mencoba memastikan,apakah yang dikatakan bik inah itu benar atau karena kejadian semalam.
ia berjalan menuju kamarnya Rahardian dia menempelkan telingan dipintu,dan berharap mendengar sesuatu.
Rahardian membuka pintu dengan memakai pakaian olah raga,untuk berolah raga diperkarangan rumahnya.
keduanyapun sangat terkejut, Astaqfirullah ucapnya dalam hati,,,
__ADS_1
Asyifa tidak tau harus berbuat apa, hmmm,,
kenapa harus ber urusan dengan dia terus,ucapnya dalam hati. Keduanya saling diam, Asyifapun menundukkan pandangannya.