Love You Kapten

Love You Kapten
telfon dari humaira


__ADS_3

Umi Syifa masuk kekamar dan menangis, karena ia juga sangat menyesal karena sudah menikahkan Syifa dengan Dian, ia menyesal kenapa menerima informasi disatu pihak, pasti Syifa sangat tersiksa dengan menjadi dewasa belum saatnya.


Apalagi Syifa bukan perempuan yang pernah pacaran, dia tidak berpengalaman apapun dibidang percintaan, hari-harinya dipenuhi dengan buku, tapi kini ia berstatus istri.


Syifa umi harap kalian bisa bahagia dengan pilihan umi. ucap uminya dalam doa.


Syifa masuk kekamar dan melihat Rahardian tengah serius berbicara di telfon, setelah selesai iapun menutup panggilan.


Syifa,saya tidak bisa menunggu besok lagi, karena besok saya harus berangkat kebali, ada kunjungan mendadak.


Iyaa mas, ucap Syifa.


Saya disana satu minggu, kalau kamu tidak kebandung dulu juga boleh, kamu bisa menghabiskan waktu dengan abi umi disini. Ucap Dian sambil mengemasi pakaianya didalam tas.


Setelah selesai berberes kaduanya menuju bandara.


Tiba dibandara, Dian mencium kening Syifa , keduanyapun saling salah tingkah.


Syifa pamit yaa mas? Assalamualaikum


Waalaikumssalam

__ADS_1


keduanya terpisah oleh jarak dan waktu


Asyifa pulang dari bandara dengan menaiki motor iapun langsung pulang menuju kerumah.


Syifa kamu kemana saja? ucap umi


Ngantarin Mas Dian kebandara umi! mas Dian ada tugas dari kantorny, beliau kebali untuk waktu yang lama.


Syifa walau suami kamu tidak ada dirumah, tapi kamu sebagai istri harus selalu ada dirumah nak! jelas uminya dengan menasehati Syifa.


Umi, mas Dian juga izinin kok Syifa disini selama beliau dibali.


Sayang mau suamimu dimanapun Syifa tidak boleh jauh dengan rumah suamimu,besok kamu balik kebandung nak yaa?


Insya Allah Syifa istri yang sholeha.Ucap umi sambil memeluk anaknya.


Umi Asyifa menuju kekamar, maafin umi nak, inilah waktu umi melatih dirimu untuk dewasa. Ucap uminya sambil menangis dikamar.


Asyifa sangat sedih karena disatu sisi ia akan tinggal dengan uminya selama Dian tugas diluar kota.


Umi, kenapa Umi begitu dengan Syifa, Syifa masih belum siap untuk kebandung dulu, umi, harusnya umi ngedukung Syifa dan menyemangati Syifa. Umi dilubuk hati Syifa yang terdalam Syifa benar-benar tidak siap untuk menjadi seorang istri. Syifa terus- menerus meratapi dirinya sendiri.

__ADS_1


Ya Allah apakah ini jalan hidup yang terbaik untuk hamba. Asyifa mengemaskan baju satu persatu untuk memasukkan kekopelnya.


Azan zuhur mulai terdengar,


karena kelelahan iapun ketiduran dikamarnya,


Umi Asyifa memasuki kamar anaknya, ia melihat Air mata jatuh dipipi Syifa. Ia sangat paham dengan kondisi labil anaknya.


Syifa,umi dan abi mendoakan yang terbaik untukmj nak, maafin kesalahan umimu. Ucap umi dari kejauhan.


Setelah selesai shalat zuhur, umi Asyifa langsung menuju ke apotik untuk berjualan obat-obatan. Sedangkan Abi Syifa sibuk dengan aktifitas ngajar mengajar


Suara dering dari hpnya, membuat ia terbangun dari lelapnya tidur.


Humaira menelfon Asyifa.


Asyifa menangis dan menceritakan semua apa yang ia alami beberapa hari ini.


Humaira sangat shok atas kabar dari sahabatnya.


Syifa? kok bisa gitu yaa? disatu sisi saya sangat senang mendengarnya. Tapi disisi lain pasti kamu sangat menderita harus mengalami hal yang bukan sepantasanya kamu alami. Syifa yang sabar yaa? kalau kamu benar-benar tidak nyaman dengan situasi ini. kamu minta cerai saja dengan Mas Dian.

__ADS_1


Mai, tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jadi janda.


__ADS_2