
BLASSS....
Sebuah angin keras melabrak tubuhnya dan membuatnya oleng dan sebelum tubuhnya jatuh, sesosok berpakaian hitam entah datangnya dari mana langsung menyambar tubuh Nyai Sambang.
Syarif juga tersentak tetapi dia tak berniat mengejar neneknya itu.
Ganda Suri melotot menyaksikan dirinya hanya tertinggal sendiri di sana.
Syarif menyeringai melihat kearah Ganda Suri.
"Nek, kali ini aku akan bertindak tegas, nenek Ganda sudah banyak melakukan kejahatan, terlalu banyak nyawa melayang karena perbuatan nenek Ganda!!
"Aku akan memusnahkan semua ilmu hitam yang nenek Ganda punya!!" ujar Syarif.
Ganfa Suri menggeleng kepalanya kuat-kuat.
"Jika kamu mau mengambil seluruh ilmuku lebih baik kamu bunuh aku sekalian!!" ucap Ganda Suri.
"Aku bukan Allah, aku bukan malaikat pencabut nyawa, aku hanya manusia biasa, tapi aku tak akan membiarkan nenek berbuat kejahatan lagi." Kata Syarif.
Syarif menempelkan telapak tangannya kebahu Ganda Suri. Tampak seluruh tubuh Ganda Suri bergetar hebat. Wajahnya mengerenyit kesakitan dan dari mulutnya keluar teriakan dahsyat.
Tak lama tubuh itu terkulai lemas tak berdaya. Wajah yang tadinya sangat cantik perlahan berubah menjadi sosok yang sudah tua dan keriput.
"Nek...kita tak bisa melawan hukum alam untuk menjadi tua kemudian mati!!" Kata Syarif.
"Aku pergi nek, semoga di sisa hidupmu kamu bisa berubah menjadi orang yang lebih baik!!" lalu Syarif berdiri kemudian dia berjalan meninggalkan pemakaman itu.
"Aku mau menemui paman Tio dan Ridwan dulu untuk menyampaikan pesan bunda Fatimah dan ayah Salman." Lalu Syarif menuju kearah jalan raya. Dia seperti melangkah biasa tetapi sesaat kemudian bayangan tubuhnya sudah lenyap hanya menyisakan wangi tubuh dan pakaiannya saja.
*************
"mas, kasihan juga nasib Anjar ya!!" kata Sasha di sela-sela sarapan pagi mereka.
"Tapi untunglah mereka bisa mendapatkan orang sebaik Juan yang mau menerima Tyas apa adanya walaupun status Tyas hanyalah janda anak satu tapi tampaknya mbak Santi tak begitu mempermasalahkan soal itu.
"Aku dulu juga janda mas...!!" tekan Sasha.
"Tapi mas sudah mencintaimu jauh sebelum kamu menjadi janda!!" Alfath menggenggam tangan istrinya erat.
"unda...!!" Alma menuju ke ruang makan sambil menggandeng Fatbir yang mulai belajar berjalan kini.
"Lho Alma, Fathir...sudah bangun??" kata Sasha!! duduk sarapan sini sama ayah dan bunda!!" kata Sasha.
__ADS_1
"Unda, Alma bocen di lumah telus...Alma pengen main di halaman lual, cumpek mainnya di falam telus!!" Alma mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Gimana ini mas?? adek sebenarnya takut jika keberadaan Alma dan bu Titin akan ketauan oleh Chintia, tapi kasihan juga jika Alma mainnya hanya di dalam rumah terus!!" bisik Sasha pada suaminya.
"Nggak apa-apa dek...kan rumah kita dikelilingi tembok yang lumayan tinggi." Sahut Alfath mencoba menenangkan istrinya.
"Tapi jangan jauh-jauh mainnya ya Alma!!" sahut Alfath.
"Maacih, ayah maaci uga unda!!" seru Alma senang.
""Apa Chintia masih mengincar anak itu, mas??" tanya Sasha pada suaminya.
"Mas juga kurang tau, tapi bagaimanapun keadaannya mas akan selalu melindungi Alma dari tantenya yang jahat itu!!" jawab Alfath.
Sementara itu di tempat kediaman Alex...
"Bodoh kamu Alex!!" bentak seorang laki-laki yang wajahnya mirip dengan Alex tetapi sedikit lebih tua.
Mengurus satu balita dan pengasuhnya saja kamu tak bisa, mengapa kamu tidak membuat mereka seolah-olah celaka seperti kalian mencelakakan ibunya dulu??" bentak lelaki bertampang garang itu.
"Aku punya tambahan tugas untukmu Alex...cari tahu seorang bocah gagu bernama Vallentino Moralez mereka biasa memanggil dia Vallen." Kata orang itu.
"Siapa lagi bocah itu bang Pedro?? belum kelar tugasku membunuh Alma dan pengasuhnya kini muncul tugas baru lagi!!" Ringis Alex.
Iya dialah Pedro calon suami kakaknya Vallen yang tega berkhianat pada istri dan kekasihnya hanya demi harta dan kedudukan semata.
"Akurat nggak para anak buahmu itu dalam memberikan informasi, bang Pedro??" tanya Alex lagi.
"Sembarangan kamu bicara, Alex...aku tidak mempekerjakan orang bodoh!!" jawab Pedro kesal.
"Kamu yakin pengasuh balita itu hilang ingatan, Alex??" tanya Pedro.
"Yakin bang, bahkan dia tidak mengingat tentang dirinya sendiri." jawab Alex.
Aku mendapat kabar bahwa bocah itu sekarang diangkat anak oleh ayah dari balita yang akan kita bunuh, sungguh kebetulan sekali bukan?? jadi sekali tepuk dua lalat akan mati di tangan kita!!" kekeh Pedro.
"Kenapa bisa kebetulan seperti itu, bang Pedro??" tanya Alex ikutan senang.
"Para iblis merestui perbuatan kita untuk menebar angkara murka, hehehe!!!" jawab Pedro.
"Dan kamu jangan lupa awasi selalu wanita bodoh yang jadi kekasihmu itu, jika bukan karena kecerobohan dia, balita dan pengasuhnya itu tak akan kabur!!" kata Pedro pada Alex.
************
__ADS_1
"Lia, sore ini kedua orang tuaku akan pulang dari Bandung!! begitu suasana tenang aku akan meminta pada kedua orang tuaku untuk melamarmu untuk aku." Kata Badai pada Lia.
"Semoga rencana akan berjalan mulus ya, Lia!!" ucap Badai.
"Amiin!!" jawab Lia segera.
"Badai, apakah menurutmu kedua orang tuamu akan menerima kehadiranku dan Ansar dalam keluarga mereka??" tanya Lia sedikit ragu jika bisa dibilang takut ditolak.
"Berdoa saja, tapi yang aku tau kedua orang tuaku tidak seperti itu!!" kata Badai.
Lia menggendong Ansar dan memandang bayi tersebut dengan penuh rasa iba.
"Ansar yang malang....terlahir dari ibu yang tak pernah mengharapkan kelahiran putranya, dan punya ayah tetapi tak bertahan lama akhirnya ayahmu juga pergi." Lia menciumi Ansar sambil berlinangan air mata.
Melihat kekasihnya menangis, Badai memeluk mereka berdua berusaha memberikan kekuatan.
"Sabar sayang...berdoalah semoga semua ini akan segera berakhir." Badai membelai rambut Lia dan Ansar dengan lembut.
"Aku sudah berjanji pada bang Anjar untuk menjaga kamu dan Ansar, sampai kapanpun akan tetap aku jaga!!" jawab Badai.
**************
"Di mana ya??? gumam Muhammad Syarif agak bingung.
"Cari siapa mas??" tanya Alfath menongolkan kepalanya dari jendela mobil.
"Saya lagi mencari alamat seseorang mas, tapi kok mentoknya di sini?? di sini lho ngga ada rumah lagi!!" kata Syarif.
"Ada rumah di sebelah kanan mas tertutup rimbunnya pepohonan itu!!" jawab Alfath.
"Memangnya rumah siapa yang akan mas cari?? siapa tau saya bisa bant??" tanya Alfath.
"Saya mencari rumah pak Tio dan pak Ridwan, saya hendak menyampaikan surat beliau dari abi saya!!" kata Syarif.
"Ooh pak Ridwan dan pak Tio!! pak Tio itu mertua saya!!" kata Alfath lagi,
"Pak Ridwan dan pak Tio tinggal berdekatan jadi sekalian saja!!" kata Alfath lagi.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Surat apakah yang dibawa oleh Muhammad Syarif untuk Tio dan Ridwan??
Jangan lupa untuk selalu mengikuti kisah mereka dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏