
"Kalau kamu sudah punya pasangan dan pasanganmu itu lagi hamil kemungkinan kamu terkena sindrom kehamilan simpatik!!" jelas dokter Rudi.
"Hamil??? aku tak pernah berhubungan dengan wanita manapun termasuk dengan Rani kecuali....
Alfath kembali terhenyak.
"Sasha...pasti Sashaku yang sedang hamil anakku!!" Alfath jadi sumringah lagi dan bersemangat lagi.
"Terima kasih atas obatnya dan sarannya ya Rud!!" kata Alfath.
Kini dia yakin, akibat perbuatannya malam itu Sasha telah mengandung darah dagingnya.
"Aku akan mencarimu, Sha...aku tidak peduli walau harus mencari keujung dunia sekalipun...aku akan mencarimu...aku tidak ingin kamu menanggung beban seorang diri tanpa ada aku di sampingmu."
"Aku akan bertanggung jawab pada semua perbuatan yang telah aku lakukan padamu!!"
"Mba...sepertinya mba Sasha ini sedang hamil deh...syukurlah sebelum Yusuf meninggal dia telah meninggalkan Yusuf kecil di dalam rahimmu jadi walaupun dia telah pergi meninggalkanmu tetapi akan ada Yusuf junior yang akan menemani hari-harimu!!" jawab Tyas terlihat sangat bahagia.
Sementara Sasha hanya bisa diam membisu.
"Ini bukan anak mas Yusuf tetapi ini adalah darah daging laki-laki terkutuk yang telah memperko*saku di ruangan kantornya malam itu." Kata Sasha lemas.
"Dia ingin melupakan dan memutus semua ingatan kelamnya pada lelaki bejat itu, tetapi mengapa dia justru harus mengandung anak bajingan itu??" rasanya Sasha ingin berteriak meluapkan kekecewaan dan sekaligus kemarahannya.
"Tidak...anak ini tidak bersalah, lalu sekarang ini aku harus bagaimana?" batinnya terus bergejolak, pertentangan demi pertentangan terus terjadi di dalan hatinya.
"Sekarang mba Sasha beristirahatlah...nanti ibu kan bisa pergi ke toko mengecek keadaan di sana." Kata Tyas.
"Yas...Anjar masih kerja di tempat yang dulukah??" tanya Sasha memancing pada Tyas.
"Ngga mba, pas mba Sasha resign...mas Anjarpun dapat pekerjaan di tempat lain, jadi sudah tidak lagi bekerja di sana!!" kata Tyas.
********
Ssstttt
"Lihat pak Alfath...hari ini dia ceria sekali, seperti baru ketiban durian runtuh!!" kata bu Cindy pada Grace.
"Bonyok dong kepala pak Alfath kalau ketimpa duruan runtuh!!" kata Grace.
"Pagi pak???" kata cindy dan Grace bersamaan.
"Pagi semua nya..." jawab Alfath bersemangat.
"Cin...bisakah kamu ke ruangan saya sebentar??" tanya Alfath berbalik badan menghadap Cindy.
"Baik pak!!" jawab Cindy.
"Ada apa ya bos ganteng memanggilku??" tanya Cindy pada Grace.
Grace hanya mengangkat bahu tanda dia pun tak tau!!
TOK...TOK...TOK
"Masuk..."
"Ada yang bisa saya bantu pak??" tanya Cindy pada bos nya.
"Cindy...kamu tau di mana Sasha tinggal??" tanya Alfath.
__ADS_1
"Kan alamatnya ada di CV nya tempo hari pak!!" kata Cindy.
"Saya sudah pernah kesana tapi rumahnya sudah kosong...kata beberapa tetangga Sasha dan bapak mertuanya sudah pindah kelain semenjak anak dan suaminya meninggal dunia." Jawab Alfath.
"Memangnya bapak mau memanggil Sasha kemball bekerja di perusahaan ini??" tanya Cindy.
"Kalau dia mau?? saya akan tetap menerimanya!!" jawab Alfath.
********
Sepulang bekerja Alfath singgah ke supermarket. Entah mengapa dia ingin sekali membuat rendang daging untuk makan malam ini.
"Apa Sasha di sana sedang ingin makanan yang sama denganku, ya?? sebelum aku ngidam, aku mana suka makanan yang berbau daging...sekarang malah ingin makan rendang daging!!" gumam Alfath sambil memarkirkan mobilnya di parkiran supermarket.
Jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam, entah mengapa tidak banyak orang di parkiran itu kalau bisa disebut agak sepi mungkin karena ini malam jumat kliwon.
Waktu mau masuk kedalam supermarket tak sengaja mata Alfath menangkap sesosok wanita mengenakan gaun putih sedang menggendong bayinya.
Alfath berpikir mungkin itu pengunjung supermarket atau mungkin gelandangan yang sedang beristirahat.
Dia lalui saja wanita yang duduk menggendong bayinya itu sambil menunduk.
Alfath masuk untuk membeli daging dan bumbu rendang instan. Saat dia keluar dari supermarket, wanita berbaju putih itu masih duduk di sana.
"Siapa ya wanita itu?? kalau kulihat dari perawakannya seperti ah...ngga mungkinlah...Rani sudah meninggal dua bulan yang lalu, dia sudah tenang sekarang di alamnya yang baru."
"Sebaiknya aku cepat pulang saja mengolah daging ini...aku sudah kepengen banget!!" lalu.tanpa mempedulikan lagi sosok berbaju putih dengan bayinya itu Alfath langsung menuju ke apartemennya.
Dia sudah selesai dengan acara memasaknya dan menata rendang daging serta sepiring nasi putih di meja makan.
"Kok tiba-tiba hatiku sedih ya??? Alfath menangis sendirian di meja makan. Pikirannya selalu tertuju pada wanita yang tengah mengandung benihnya itu.
Benar firasat Alfath...Sasha memang kepingin makan rendang daging, tetapi kemana dia mencari sudah malam begini??
Tyas masih di rumah sakit, ibu, ayah dan bapak mertuanya sedang pergi, dia sekarang sendirian saja di rumah.
"Mas Yusuf....adek kepingin makan rendang, tapi ngga tau mau cari kemana??? kenapa sih mas waktu pergi ngga ngajak Sasha aja?? Sasha sekarang sendirian, Sasha rasanya ngga sanggup hidup tanpa mas Yusuf!!" isak Sasha.
"Seandainya mas Yusuf masih hidup, tentu mas akan menuruti apapun yang Sasha pengen!! Sasha pengen makan rendang, mas...."
Sasha hanya bisa mengelus perutnya saja. Sebenarnya dia bisa pesan lewat online tetapi dia ingin rendang itu dibuat oleh seseorang...seseorang yang sangat dia benci!
"Aku pengen beli tapi bayi di dalam perutku ingin laki-laki itu yang memasaknya untuk kami!!"
"Jangan begitu dek....bunda sangat membencinya, jika adek sayang bunda...berhentilah ngidam yang aneh-aneh!!" Sasha masih terisak dan kesedihannya bagaikan maghnet yang tersambung ke hati seseorang.
Ya, Alfath juga tengah menangis sambil sesuap demi sesuap makanan ke dalam mulutnya.
Tak sengaja Sasha menatap keluar jendela kaca sambil menunggu ayah, ibu dan mertuanya pulang.
"Eh, siapa itu???" gumam Sasha sambil menghapus sisa air matanya takut dia salah lihat.
"Itu seperti ada orang yang duduk di bawah pohon, tapi siapa ya?? apa penglihatan mataku aja yang buram karena kebanyakan menangis??" lirih Sasha.
Ditajamkannya penglihatan untuk melihat lebih jelas apakah sosok itu orang atau cuma bayangan kayu aja.
"Memang bayangan orang berbaju putih sedang duduk sambil menggendong sesuatu di pangkuannya.
Tiba-tiba Sasha mendengar seperti ada suara tangisan bayi bersamaan dengan suara seorang wanita yang merintih kadang bersenandung pelan.
__ADS_1
"Waduh...kok bulu badanku mendadak merinding ya?? apa ada miss kun di sekitar sini ya??" gumam Sasha.
"Sasha....!!!"
Suara lirih itu ada dekat dengan Sasha.
Sasha ingin lari menjauh tetapi kaki-kakinya terasa sangat berat seperti diganduli batu gunung se truck.
Perlahan dia tabahkan hati untuk menoleh pada asal suara itu tadi.
Tepat di belakangnya berdiri sosok yang dia lihat di luar tadi sedang menggendong sesuatu ternyata yang digendong itu adalah seorang bayi.
Sasha hanya terpaku melihat sosok pucat pasi yang berdiri tak jauh dari depannya. Masih untung Sasha diperlihatkan wajah aslinya dan bukan wajah penuh luka dan darah seperti para satpam apartemen itu.
"Ibu Rani??" desis Sasha.
Sasha karena sejak kematian Yusuf tak pernah lagi membaca berita dan menonton televisi maka dia tak tau jika Rani tunangannya Alfath telah meninggal bunuh diri dua hari sebelum meninggalnya Yusuf.
"Ibu kok bisa masuk kemari?? Sendirian sambil gendong bayi lagi!!" kata Sasha.
"Sha...tolong aku???" kata Rani.
"Kok minta tolongnya ke saya bu, kan ibu bisa minta tolong pada tunangannya ibu!!" kata Sasha.
"Aku tidak bisa Sha...Alfath membenci aku....sampaikan maaf atas segala dustaku kepadanya.
"Aku telah mengkhianati dia dengan perselingkuhanku, Sha...dan anak ini bukanlah anak dia....tapi anak pria lain!!"
"Tapi bu, saya juga punya masalah yang rumit dengan pak Alfath!!" jawab Sasha.
"Kamu dan aku beda, Sha...anak yang kamu kandung itu adalah benihnya sementara anak yang aku kandung ini bukan benihnya!!"
"Tolong aku Sha...supaya aku bisa pergi dengan tenang!!"
"Sha...Sasha....bangun jangan tidur di sofa...." sebuah tangan mengguncang tubuhnya yang ternyata adalah tangan ibunya.
Sasha langsung gelagapan seperti orang habis tenggelam.
"Hanya mimpi...syukurlah!!" kata Sasha dengan napas terengah-engah dan dahinya basah oleh keringat.
"Kenapa tidur di sini??" tanya ibu.
"Kalian lama sekali...Sasha bosan dalam kamar terus jadi Sasha keluar dan bobo di sofa." Kata Sasha lagi.
Lalu matanya memandang ke sekelilingnya mencari sesuatu.
"Apa yang kamu cari Sasha??" tanya ibunya.
"Ibu Rani...!!" ucap Sasha.
*
*
***Bersambung...
Bagaimana perasaan Sasha seandainya dia tau bahwa Rani telah meninggal dinia??"
Mohon selalu dukungannya ya reader tercinta...
__ADS_1