
"Terserah loe pade deh...hanya saja setelah sebulan jalan dengan Rina, gue mau uang bagian gue!!" kata Ali Wardhana.
"Beres Li...begitu tugasmu selesai, maka uang langsung kamu terima, CASH..." kata Faisal dan yang lainnya.
*****
"Li, kenapa sekarang kamu terkesan menghindari aku??" tanya Sasha suatu hari kepada Ali Wardhana.
"Menghindari?? nggalah Sha...hanya saja tugas sekolah sangat banyak, tugas kelas kita kan berbeda, lebih berat tugas di kelasku, Sha!!" kata Ali.
Sasha diam mendengar perkataan Ali. Sasha memang tidak suka terlalu banyak bicara yang pada akhirnya akan mengakibatkan mereka bertengkar.
Ali yang melihat Sasha diam jadi ngga enak hati.
"Sabar ya Sha...setelah perjanjianku pacaran dengan Rina selesai dan aku mendapatkan uang taruhanku, kita akan kembali seperti semula lagi!!" bisik Ali.
Diraihnya tangan mungil itu untuk di genggamnya tetapi dengan cepat di tepis oleh Sasha...
"Ngga enak kalau ada yang lihat...kamu juga harus menjaga image kamu kan?? masa dapat pacar anak kelas Ips?? anak Ipa lho rata-rata pintar semua, mestinya harus dapat pacar sesama anak Ipa juga!!" kata Sasha sambil menunduk.
"Kata siapa asumsi seperti itu, Sha??" tanya Ali.
"Kataku...dan ini memang real kan??" kata Sasha.
"Li??" kata Sasha.
Ehhmmm
"Teman sekelasmu yang bernama Puji Rina Amalia itu cantik, ya!!" kata Sasha.
Deg...
Perasaan Ali mendadak tak enak...ada angin apa tiba-tiba Sasha menanyakan teman sekelasnya yang sekarang sedang menjadi pacar taruhannya itu.
"Biasa aja!!" kata Ali pura-pura cuek untuk menutupi kegugupannya.
"Orang cantik kok dibilang biasa aja sih??" tanya Sasha heran.
__ADS_1
"Bagiku kamu jauh lebih cantik dan menarik!!" kata Ali sambil menatap pacarnya yang baru tiga bulan jalan bersamanya secara sembunyi-sembunyi itu.
Sasha menatapnya aneh, pandangannya seperti tengah mengetahui sesuatu tetapi dia berusaha untuk diam saja.
"Sudahlah...untuk apa membahas soal Rina...ngga penting tau!! habis dari toko buku ini kita makan bakso, yuk!!" ajak Ali.
Sasha tidak menolak juga tidak mengiyakan ajakan Ali...dia hanya diam sambil mengikuti saja.
"Kamu mau minum apa Rin?? eh, Sha?? kamu sih bahas Rina melulu dari tadi...aku sampai salah sebutkan jadinya!!" kata Ali merutuki lidahnya yang tidak bisa diajak bekerja sama.
Sasha menatap Ali dalam membuat si empunya mata jadi berdesir menerima tatapan itu.
"Asal kamu jangan salah sebut nama aja di depan dia...nanti di depan dia kamu malah menyebut namaku...kan ngga lucu!!" sahut Sasha sambil tertawa pelan.
Deg...
Lagi-lagi jantung Ali berdetak mendengar perkataan pacarnya yang entah benaran atau hanya sekedar guyonan itu.
Mereka makan dalam diam, Sasha makan sambil menundukan kepalanya.
Ali terus menatap pacarnya itu. Sikap Sasha memang lain dari biasanya.
"Sha...kamu marah sama aku ya!!" tanya Ali pada Sasha.
"Apakah kamu membuat satu kesalahan besar yang membuat aku harus marah padamu??" balik bertanya Sasha.
Ali terdiam mati kutu. Tidak mungkinkan dia harus berkata jujur jika dia juga pacaran dengan Rina walau hanya demi sebuah taruhan!!
"Li, pulang ini aku naik ojek online aja...kamu pulang aja sebab sedari tadi kamu selalu melihat arlojimu terus...aku tidak mau merepotkan jika kamu punya janji penting!!" kata Sasha yang lagi-lagi membuat Ali merasa tidak enak hati.
Rupanya sedari tadi Sasha mengutak atik ponselnya dia sedang memesan ojek online.
"Nah itu ojeknya sudah datang...aku pulang dulu, assalamualaikum!!" tanpa menunggu persetujuan Ali seperti biasanya, Sasha langsung pergi dan menghilang bersama ojek yang membawanya.
Sepanjang perjalanan Sasha merenung. Kemarin Ali pamit pada ibunya, tante Lili katanya mau jalan sama Sasha...ternyata sore harinya Sasha mengantarkan kue untuk tante Lili. Tentu saja mama nya Ali itu bingung. Ya sudah pasti Ali jalan sama Rina.
Dari situ sudah bermula kekecewaan Sasha pada Ali. Sebenarnya Tyas sudah memperingatkan bahwa Ali dekat dengan anak baru di kelas mereka yang bernama Puji Rina Amalia. Tetapi karena Sasha termasuk tipe cewek yang tidak mudah percaya begitu saja pada ucapan tanpa dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, untuk sementara ucapan Tyas dia kesampingkan terlebih dulu!!
__ADS_1
Di saat mendengar apa yang dikatakan tante Lili barusan, baru Sasha sedikit demi sedikit mulai terbuka pikirannya bahwa sudah ada yang tak beres pada pacarnya itu.
"Aku akan ikuti terus permainan cintamu, Li...sampai aku melihat dengan mata kepalaku sendiri tentang kebenaran berita bahwa kamu pacaran dengan teman sekelasmu itu.!!" batin Sasha dengan sedih.
Ali masih termangu saat ponselnya berbunyi;
📱"Ali...kamu kemana sih kok kutelepon dari tadi ngga aktif ponsel kamunya??"
Terdengar suara manja Rina dari seberang sana. Ali memang mematikan ponselnya itu saat bersama denga Sasha tadi, dia tidak mau momen kebersamaannya dengan sang pacar terganggu dengan dering telpon dari Rina, toh mereka janjian untuk jalan juga baru pukul 7 malam nanti itulah makanya Ali sedari tadi melihat arlojinya terus dan sudah tertangkap oleh mata gadis mungil itu.
📱"Iya tadi ponsel kumatikan, aku tadi sedang tidur...maaf ya!!
📱"Tapi nanti malam jadikan kita jalannya?? tapi sebelumnya kamu ketemu mami aku dulu ya...mami mau kenalan sama kamu!!"
"Aduh mati aku...kok jadi rumit begini, sih??" Ali bergumam lirih sambil menggaruk kepalanya sendiri.
📱"Aduhhh, aku belum siap ketemu mami kamu, Rin!!"
📱"Ngga apa-apa kok, Li...mami aku hanya sekedar ingin tau aja cowok yang suka ngajaki aku jalan karena selama ini aku kan juga ngga pernah pacaran dan dekat sama cowok!!
Deg...
Seketika Ali menjadi dilema, Sasha dan Rina sama-sama menjadikan dia pacar pertama mereka...sanggupkah dia menyakiti hati keduanya??"
📱"Oke deh kalau begitu, Rin...ya sudah aku mau mandi dulu ya!!"
Lalu Ali mencoba berkali-kali menghubungi ponsel Sasha tetapi ponsel pacarnya itu selalu di luar jangkauan, Sasha memang sengaja mematikan ponselnya sejak dia tiba di rumah sepuluh menit yang lalu.
"Sha...apa kamu sudah tau tentang hubunganku dan Rina?? maafkan aku Sha...bermula aku terlalu semangat untuk mendapatkan uang sepuluh juta akhirnya semua jadi begini!!"
"Mendengar cerita Rina aku pun jadi tidak tega memutuskan gadis itu...lalu aku harus bagaimana?" Ali masih duduk di taman menunggu pukul tujuh malam dan langsung mau menjemput Rina di rumahnya.
*
*
Kebimbangan terkadang bisa membuat kebingungan dan akhirnya bisa membuat salah mengambil keputusan.
__ADS_1
***Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote, favorit dan rate nya ya🙏🙏