Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 73 Sari Melahirkan


__ADS_3

Sari dibawa kesebuah klinik oleh Anjar dengan Taxi online karena tak mungkin dia membawa Sari dengan motor dalam kondisi kesakitan seperti itu.


"Sakit banget mas!!" teriak Sari menangis terus semenjak tadi membuat Anjar dan sang supir juga jadi bertambak panik mendengar Sari terus berteriak.


"Tolong istri saya sus!!" teriak Anjar begitu tiba di depan klinik.


Sari dibaringkan di atas brankar dan di bawa masuk keruangan.


Setelah diperiksa ternyata ada kelainan pada Sari.


"Pak Anjar, sepertinya posisi bayi bu Sari ini sungsang...sewajarnya kepala biasanya posisinya di bawah ini sepertinya kaki bayi yang berada di bawah." Jelas dokter wanita itu.


"Aduh...jadi bagaimana ini dokter??" tanya Anjar.


"Sebaiknya di bawa kerumah sakit besar saja pak, di sini cuma klinik bersalin bukan rumah sakit, ditakutkan jika terjadi sesuatu dan butuh penanganan lebih, kami tidak bisa melakukannya karena peralatan di sini tidak memadai!!" kata dokter itu lagi.


"Jadi saya harus bagaimana dokter??" kata Anjar.


"Saya akan merujuk istri bapak ke rumah sakit besar karena kelainan pada jalan lahirnya ini!!" Anjar hanya bisa menarik napas panjang dan berat mendengarnya.


Lia baru saja mendaratkan bokongnya di kursi teras, belum juga sempat membuka pintu saat ponselnya berdering...


📱"Assalamualaikum....Lia!!"


📱"Iya mas, ada apa??"


📱"Cepat kamu susul mas dan kakakmu di rumah sakit xxx!!"


📱"Lho, siapa yang sakit??"


📱"Kakakmu sepertinya mau melahirkan!!"


📱"Baik mas, share lock aja alamatnya nanti Lia nyusul kesana."


Telepon terputus....


"Aduh...baru aja aku taruh bokongku belum juga panas pantatku dan belum hilang capekku!!" Lia sedikit mengeluh.


Tanpa sempat masuk ke dalam rumah, diapun menyusul kerumah sakit yang di maksud oleh Anjar.


Sementara di ruangan bersalin Sari terus berteriak-teriak kesakitan.


"Maaf pak Anjar, sepertinya istri bapak ini harus dioperasi karena tepat seperti dugaan keadaan bayinya sungsang di dalam perut, jadi jika tidak segera diambil tindakan maka bisa membahayakan keadaan ibu dan bayinya." Kata dokter yang menangani Sari.


Tepat saat kedatangan Lia kerumah sakit.

__ADS_1


"Kenapa bisa begini mas?? kan perkiraan kak Sari akan melahirkan bulan depan, ini baru menginjak 8 bulan??" tanya Lia.


"Mas juga ngga tau, Lia...tadi sore baik-baik aja sebelum kami berdua bertemu dengan Tyas dan Juan.di taman." Kata Anjar.


"Maksud mas mereka berdua bertengkar??" tanya Lia.


"Bukan Tyas dan Juan, tetapi Sari yang mulai cari gara-gara menyerang mereka dengan kata-kata pedasnya ya dibalaslah oleh Tyas, setelah itu karena merasa tidak ditanggapi oleh Tyas dan Juan akhirnya Sari berteriak-teriak seperti orang gila di taman sebelum akhirnya mengeluh sakit perut." Kata Anjar.


"Dasar memang kok kak Sari ini, sudah salah...berani menyerang orang lagi!!" omel Lia yang menyesalkan tindakan sang kakak.


************


"Apa si Sari itu tadi baik-baik saja ya, Juan??" tanya Tyas pada Juan yang duduk di sampingnya sambil memangku Afifah yang tertidur nyenyak.


"Aku ngga tau mba, sebenarnya ya salah dia sendiri...mestinya orang hamil tua itu banyaklah berbuat baik, jaga kata-kata agar tidak menyinggung perasaan orang lain, takut di doakan dan disumpahin orang yang jelek-jelek, apa ngga tambah susah nanti melahirkannya!!" kata Juan.


"Mungkin dia belum puas kalau belum melihatku menderita, Juan!!" jawab Tyas sedih.


"Dia yang seharusnya menderita bukan mba Tyas dan Afifah!!" desis Juan.


"Lagi pula aku tak akan pernah membiarkan mba Tyas dan Afifah menderita!!" kata Juan lagi.


"Sudah mba kita pulang aja yuk...sebentar lagi mau maghrib kasihan Afifah diajak keluar kalau sudah maghrib!!" kata Juan.


Sementara di rumah sakit xxx...


"Mas, aku takut...ini semua kerjaan mantan istrimu itu!!" maki Sari walaupun keadaannya sudah seperti itu.


"Sudahlah Sari, sebaiknya kamu fokus pada keadaanmu sekarang ini jangan selalu sibuk mencari kesalahan orang lain..." Kata Anjar menggerutu.


"Kamu terlalu mas, selalu saja masih membelanya!!" geram Sari.


"Kubilang cukup Sari...fokus sama keadaanmu sekarang!!" sentak Anjar mulai terpancing emosi.


Anjar mengantarkan Sari sampai pintu ruang operasi. Di sana dia sudah disambut oleh Lia.


****************


"Dek, mas pulang agak terlambat ya...mas mau ketemuan sama Shinta dan Alma!!" pagi itu sebelum berangkat kerja Alfath sudah kembali memperingatkan janjinya pada Shinta untuk bertemu dengan dia dan Alma.


Setegar apapun hati Sasha, tapi dia juga manusia yang punya hati dan punya rasa, mendengar suaminya ingin bertemu dan jalan dengan wanita lain dan bersama dengan putrinya darah daging dari wanita itu, tentu saja hati Sasha pasti terasa sakit walaupun pendekatan itu sudah menjadi kesepakatan mereka berdua agar terkuak rahasia Shinta.


Sasha berusaha tersenyum pada suaminya walaupun terasa sakit.


"Pergilah mas, ngga usah khawatirkan aku dan Fathir, kami akan baik-baik saja kok!!" kata Sasha pada Alfath yang tengah menatapnya dengan rasa tak tega.

__ADS_1


"Maafkan mas ya dek, semoga masalah ini cepat berlalu dan hidup kita bisa damai lagi seperti dulu." Tekan Alfath.


Lalu setelah mengecup kening istri dan putranya, Alfath berangkat ke kantor.


*************


Oek...oek....oek


Lia dan Anjar tersenyum lega saat mendengar suara tangisan bayi itu.


Dokter membawa bayi Anjar dan Sari keluar.


"Selamat ya pak Anjar anak bapak laki-laki!!" kata dokter wanita itu.


Anjar dengan hati berbunga-bunga mengadzani putranya tetapi dia merasa ada yang aneh dari putranya itu.


"Dokter, kenapa anak saya kedua bola matanya buram??" tanya Anjar.


Dokter itu menghela napas dahulu sebelum bicara.


"Inilah tadi yang mau saya katakan pada bapak!!" kata dokter itu pelan.


"Putra pak Anjar itu mengalami kebutaan!!!" jelasnya.


JEDARRRR....


"Buta dokter??? putra saya buta??" tanya Anjar lirih!!


"Apa yang menyebabkan kebutaan pada keponakan saya, dokter??" tanya Lia pula ikut angkat bicara.


"Bayi anda lahir dalam keadaan prematur....pertumbuhan pembuluh darah bayi yang lahir prematur belum sempurna dan akibat terpajan oksigen tinggi, pertumbuhan pembuluh darah akan terhenti dan dapat terjadi kelainan jaringan berupa timbulnya pembuluh darah retina baru yang tidak normal atau dalam bahasa kedokteran disebut neovaskularisasi."


Penjelasan itu tak lagi dicerna oleh Anjar dan Lia, kepala Anjar keburu pusing dan cenat cenut.


"Lalu istri saya sendiri bagaimana keadaannya dokter??" tanya Anjar lagi.


"Sampai kini istri bapak belum juga sadarkan diri!!" Lia dan Anjar saling berpandangan.


"Bayi pak Anjar kita mau masukan kedalam inkubator dulu ya pak !!" kata seorang perawat mengambil alih bayi tersebut dari tangan sang dokter dan membawanya masuk kembali.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Bagaimana kisah Anjar selanjutnya?? mampukah dia menerima keadaan bahwa putranya lahir dalam keadaan buta??


Ikuti terus lanjutan kisah mereka di next episode ya reader...🙏🙏🙏


__ADS_2