Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 72 Rasakan Olehmu


__ADS_3

"Keterlaluan kamu Sari, bagaimana mas mau ambil baju di dalam??" tanya Anjar sambil berulang kali mengetuk pintu kamar tetapi tak ada sahutan apapun dari Sari.


Dengan menahan kesal Anjar akhirnya tidur di ruang tamu beralas dengan kasur tipis.


Lia yang baru pulang dari bekerja jadi kaget melihat Anjar tidur di luar kamar.


"Lho mas, kok tidur di sini sih?? kok ngga di kamar??" tanya Lia.


"Kakak kamu itu lagi konslet, jadi mas diusir dari kamar!!" kata Anjar.


Lia hanya geleng-geleng kepala melihat itu.


"Mas sudah makan?? ini Lia bawakan makanan nih dari cateringan, kalau mau Lia panaskan dulu!!" kata Lia.


"Boleh deh Lia, mas lihat di meja makan cuma ada nasi secentong sama tempe sepotong, memang mas ini narapidana apa??" gerutu Anjar.


"Ya sudah mas, Lia panaskan nasi dulu di magic com, sekalian Lia panaskan sayur lodeh sama balado telurnya ya!!" kata Lia sambil berlalu.


"Kak Sari sungguh keterlaluan, memperlakukan suami sendiri seperti itu, kalau begitu caranya kenapa dulu mas Anjar dipisahkan paksa dari mba Tyas di saat mba Tyas sedang mengandung lagi!!" gumam Lia.


Sambil menunggu hangatnya nasi di pemanas, Lia juga menghangatkan sayur lodeh dan telur balado untuk disantap oleh Anjar.


Lia juga membuatkan teh jahe hangat untuk kakak iparnya itu.


"Mas Anjar makanlah dahulu, Lia mau mandi membersihkan diri dulu dan mau sholat Isya sebentar nanti Lia kemari lagi untuk membereskan meja makan." Lalu tanpa menunggu persetujuan Anjar, Lia bangkit dan menuju kamar mandi.


"Kasihan Lia, yang punya suami siapa?? yang repot siapa??" gumam Anjar.


Tapi dia bersyukur masih ada Lia yang memperhatikan makanan dan pakaiannya.


*************


"Assalamualaikum cantik???" sapa Juan pada Tyas yang sedang membawa Afifah berjalan-jalan di taman.


"Waalaikum Salam kakak ganteng!!" balas Tyas pada Juan.


"Kok kakak sih?? om dong!!" kata Juan sambil mencium Afifah yang berada di kereta dorongnya.


"Sok tua kamu!!" celetuk Tyas sambil menyentil telinga Juan yang sedang berjongkok di depan kereta Afifah.

__ADS_1


"Aduuuhhh!!" Juan meringis.


"Oo harus nya manggil ayah, gitu kan??" celetuk Juan lalu tanpa meminta persetujuan Tyas pemuda itu mengangkat dan menggendong Afifah.


Tyas termangu mendengar perkataan Juan, pemuda yang terpaut usia empat tahun di bawahnya itu tak ada menampakan perkataan candaan, dia seperti bicara dengan serius.


"Apa?? kenapa menatapku seperti itu?? naksir aku ya!!" kata percaya diri.


"Iiisshhh!!" desis Tyas kesal karena ketauan menatap Juan sementara yang ditatap hanya tersenyum cuek.


"Ayo anak ayah kita jalan-jalan...!!" katanya sambil menggendong Afifah.


Afifah yang biasanya anti dengan orang asing yang baru pertama menyentuhnya pasti dia akan menangis menjerit-jerit jika disentuh apalagi sampai digendong tapi digendong oleh Juan, bayi berumur tiga bulan itu nampak tenang-tenang saja malah terlihat sangat senang.


"Nah sekarang kita sudah nampak seperti keluarga bahagia kan?? siapa sangka aku masih berstatus murid kelas 12 SMA." Celoteh Juan.


"Mba kita jalan ke situ yuk naik komedi putar!!" kata Juan mendahului Tyas sambil menggendong Afifah.


Afifah tampak senang dan tertawa-tawa riang.


Juan dan Tyas juga nampak sangat bahagia.


Dialah Anjar yang secara tak sengaja datang ketaman itu mengantar Sari yang ingin berjalan-jalan cuci mata.


"Tyas sekarang pacaran sama Juankah?? pantas itu anak gencar mencari tau tentang Tyas ternyata ada udang di balik bakwan!!" geram Anjar.


Tetapi dia juga tidak bisa menyalahkan Juan, Tyas berhak bersama siapapun karena mereka sudah bercerai tetapi mengapa harus pemuda tanggung itu??


"Mas kita naik komedi putar yuk!!" rengek Sari.


Awalnya Anjar ragu karena di sana ada Juan dan Tyas.


"Wau...ada mantan istri?? wah, cepat juga dapat pengganti suami?? sudah ngga tahan untuk digoyang ya, mba?? bukan main....dapat berondong ganteng lagi!!"


Mulut racun yang berbisa milik Sari terus berceloteh.


Tyas menoleh kearah pasangan suami istri yang baru saja datang


Awalnya Tyas tidak ingin meladeni Sari karena dia pikir masalah sudah kelar karena mereka telah berpisah, tapi ternyata perkiraan Tyas salah.

__ADS_1


"Hei cowok...kok mau sih sama cewek yang sudah punya anak?? aku punya adik lho masih lajang, karuan ketauan dia perawan!!" sindir Sari semakin tajam.


"Ooh ada mantan pelakor, tho...apakah pikiran dan hidupmu tidak jauh hanya untuk merebut milik orang lain??" balas Tyas.


"Ngga apa dong pelakor...yang penting aku menang bisa mengambil suamimu!!" ledek Sari.


"Wihhh baru ini aku lihat perempuan sudah jadi pelakor kok bangga...kalau aku jadi kamu mestinya malu masih perawan kok dapatnya bekas orang...hasil merebut lagi...seperti perempuan ngga laku aja!!"


"Ingat Sari, aku memberikan Anjar padamu bukan karena aku takut bersaing dengan perempuan macam kamu, tapi karena aku jijik dengan orang-orang macam kalian...ingat Anjar...Sari, hukum karma itu ada suatu hari kalian berdua akan merasakan sakitnya karma itu tunggu saja hari kedatangannya dan aku berharap semoga Allah masih memanjangkan umurku sehingga aku masih bisa melihat kalian berdua menderita!!" perkataan Tyas tenang tapi mampu menusuk dan menggetarkan kedua orang itu.


"Ayo mba tinggalkan saja mereka!!" ajak Juan. Tangan kiri menggendong Afifah tangan kanannya meraih tangan Tyas dan melingkarkan kelengannya persis seperti pasangan bahagia.


Wajah Anjar memerah melihat kemesraan Tyas dan Juan, apalagi dilihatnya Juan sangat menyayangi dan akrab dengan putrinya.


Juan masih sempat menoleh kebelakang kearah Anjar dan Sari sambil tersenyum kemudian mereka berlalu meninggalkan Anjar yang galau dan Sari yang mencak-mencak tak terima.


"Dasar perempuan binal...!!" teriak Sari.


Aaarrgghhh....


Tiba-tiba Sari berteriak kesakitan. Rupanya akibat tekanan dan merasa tegang, perut Sari langsung kram.


"Mas...perutku sakit banget!! sepertinya aku mau melahirkan!!" erang Sari membuat Anjar panik.


Mendengar teriakan Sari, Tyas yang aslinya berhati baik sempat menghentikan langkahnya tapi cepat ditarik Juan untuk cepat berlalu dari situ.


"Biarkan saja suami durhaka dan wanita pelakor itu menyelesaikan masalah mereka sendiri...tujuan kita kesini tadi mau menyenangkan Afifah bukan mau terlibat sama masalah mereka." Kata Juan kemudian menarik tangan Tyas untuk berlalu sementara di belakang sana Anjar terlihat kalang kabut karena Sari terus menerus berteriak kesakitan.


*************


Sari dibawa kesebuah klinik oleh Anjar dengan Taxi online karena tak mungkin dia membawa Sari dengan motor dalam kondisi kesakitan seperti itu.


"Sakit banget mas!!" teriak Sari menangis terus semenjak tadi membuat Anjar dan sang supir juga jadi bertambak panik mendengar Sari terus berteriak.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka selanjutnya di next episode reader🙏🙏


__ADS_2