
Tak lama Valen lari kearah sebelah kiri sambil memberi isyarat agar Tio ayah Sasha dan Yusva mengikutinya.
Tak jauh dari tempat mereka tampak Tyas berdiri membelakangi mereka.
"Yas...Tyas...." kata pakdenya memanggil nama Tyas. Tetapi Tyas diam seperti tidak mendengar dan tidak merespon panggilan pakdenya.
"Yas??" panggil Yusva lagi.
Perlahan tubuh itu berbalik sambil menyeringai.
"AstAgfirullahaladzim!!"
Sontak Yusva dan pak Tio serta Valen melompat mundur.
"Nak Yusva, wajah Tyas kok jadi aneh gitu ya?? kok itu sepertinya bukan dia??" tanya pak Tio berbisik.
"Ada yang merasuki Tyas pak!!" bisik Tio.
Tanpa ada yang melihat, Valen merogoh kantongnya.
Dikantong bajunya ada bungkusan hitam yang entah berisi apa, dia meraup sesuatu dari dalam bungkusan hitam itu lalu tanpa bisa dicegah pak Tio dan Yusva tiba-tiba Valen melempar benda berupa pasir berwarna putih yang ada di tangannya ke tubuh dan wajah Tyas.
ARRGGHHH...
Terdengar jeritan panjang dan menyeramkan dari tubuh Tyas seiring dengan keluarnya asap hitam dari ubun-ubun kepala Tyas.
"BOCAH JAHA*NAM...KAU LAGI!!"
Belum sempat Tyas roboh ketanah, pak Tio menyambut tubuh ponakannya itu agar tidak terbanting mengingat usia kandungannya sudah menginjak 6 bulan.
"Aduh...kenapa juga nih anak ngelayap sampai sejauh ini?? memang tadi dia mau kemana sih??" kata pak Tio menggendong Tyas lalu mendudukaya di bangku di belakang puskesmas itu.
"Sepertinya Tyas ini ada yang merasuki, pak!!" kata Yusva.
Valen merogoh celana panjangnya mengeluarkan minyak angin dan menyodorkannya ke pak Tio.
"Wah kamu sudah seperti emak-emak saja, leh...kemana-mana bawa minyak angin." Canda pak Tio pada Valen.
Tyas sudah sadar. Dia langaung menoleh kekaman dan kekiri dengan ketakutan nyata terlihat fi wajahnya.
"Apa yang terjadi pakde?? Yusva?? tanya Tyas pada keduanya.
"Mestinya kami yang bertanya nak?? kamu mau apa berdiri di dekat jurang yang cukup dalam itu??" lalu pak Tio menjelaskan apa yang mereka lihat tadi kepada Tyas.
****Flashback on****
"Aduh aku kebelet mau pipis nih, aku mau ketoilet dulu ah..."
Lalu setengah tergesa-gesa Tyas melangkah meninggalkan rombongan yang sedang menunggui Sasha sepupunya.
"Aduh, kok horor ya suasana di sini??" gumam Tyas sambil mencari toilet.
"Mestinya aku tadi minta temenin kebelakang gini...tapi kok tumben hari ini puskesmas agak sepi apa mungkin karena sudah lumayan siang??" Tyas bermonolog sendiri untuk menghilangkan rasa takutnya.
"Ah syukurlah itu toiletnya!!" gumamnya.
__ADS_1
"Sepertinya di toilet sebelah ada orangnya, seperti ada percikan air...syukurlah, aku tidak sendirian!!" lalu Sasha mulai jongkok menuntaskan hajatnya dengan susah payah karena di sini toiletnya adalah toilet jongkok dan bukan toilet duduk sehingga agak kesulitan bagi wanita hamil sepertinya.
"Kok seperti ada orang yang berjalan mondar mandir di depan kamar mandi ya??" Tyas mulai merasa tidak nyaman, dia merasa bulu tengkuknya meremang.
Dengan cepat dia segera berdiri setelah merapikan pakaiannya lalu dia membuka pintu toilet.
Tyas kaget tak jauh dari pintu tegak berdiri seorang wanita bertubuh tinggi menggunakan baju hitam dan kerudung hitam.
Dia berdiri agak menunduk dan di karenakan kerudungnya terlalu dalam keluar jadi Tyas tidak dapat jelas melihat wajahnya ditambah suasna hari itu yang agak gelap karena tertutup mendung yang menggantung tebal mulai tadi pagi.
"Maaf ya jika mba menunggu kelamaan!!" kata Tyas karena dia pikir si mba berbaju hitam itu sedang menunggu dia di kamar mandi.
Tiba-tiba si kerudung hitam mengangkat wajahnya menatal Tyas dengan tajam.
"Kamu mau pergi kemana?? ayo ikut denganku!!" katanya mengulurkan tangannya.
Tyas melihat tangan halus mulus itu berkuku panjang dan runcing.
"Maaf mba, lain kali aja ya!! saya harus kembali ke dalam sudah terlalu lama saya di sini, pasti mereka sedang mencari saya!!" kata Tyas mulai merasa takut, apalagi pada dasarnya Tyas sejak masih gadis sudah penakut. Baginya lebih baik menghadapi maling dari pada menghadapi hantu karena menghadapi maling, ilmu bela dirinya bisa digunakan tetapi jika menghadapi hantu??
"Ikut...."
Tiba-tiba wanita di depannya membentak keras membuat Tyas jadi kaget sekaligus juga kesal karena dia paling tidak suka jika ada seseorang yang membentaknya.
"Kalau saya bilang tidak ya tidak!!" balas Tyas dengan membentak pula.
Wanita itu menyeringai. Tina-tiba tangannya mulur menarik tangan Tyas yang berdiri agak jauh darinya membuat Tyas kaget dan tak sempat menghindar.
Saat tangannya sudah dipegang oleh wanita itu, seperti kerbau dicucuk hidungnya membuat Tyas menurut saat ditarik tangannya oleh wanita misterius itu diajak kepinggir jurang yang lumayan dalam yang berada di belakang puskesmas.
"Untung kami cepat menemukanmu kalau ngga kamu dan bayimu pasti akan terjun masuk ke jurang itu!!" ucap pak Tio.
"Siapa wanita itu ya pakdek??" kata Tyas.
Wanita itu yang berada di luar jendela mbak Sasha kamu tadi yang menyebabkan Sasha pendarahan terus menerus, untung Yusva cepat tanggap mengajak pakde dan Valen mengejarnya." Kata pak Tio.
Sebenarnya dia itu hantu atau apa sih pakdek??" kata Tyas lagi takut tetapi penasaran.
"Kalau di kampung pakde sana melihat lingkaran hitam di lehernya namanya kuyang...dia senang sekali jika ada wanita hamil, yang melahirkan atau bayi, mereka akan menghisap darahnya dan memakannya!!" kata pak Tio.
"Tapi sepertinya tadi dia belum jadi deh ya, pak...??" kata Yusva.
"Karena tidak ada posisi aman sepertinya di sekitar sini untuk menaruh badannya setelah dia terbang bersama kepalanya dan organ dalam tubuhnya." Jelas pak Tio.
"Dia sepertinya sudah waspada karena tadi lehernya ditancap tusuk sate oleh Valen!!" kata Yusva mengingat kejadian tadi saat wanita itu menyerang Alfath.
"Ayo cepat kita kembali ke depan, ngga baik lama-lama kita di sini!!" kata pak Tio berlalu lalu diikuti Tyas kemudian Yusva yang menggandeng tangan Valen.
Di dalam hati Yusva bertanya-tanya, siapa gerangan bocah tampan bisu yang memiliki warna hazel pada kedua bola matanya tetapi memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh anak seusianya.
"Kalian dari mana aja sih??" kata bu Ratna pada keempatnya.
Pak Tio sengaja tidak menceritakan dulu kejadian itu pada istrinya dan orang tua Alfath.
"Hei boy...kamu daru mana??" kata Alfredo sambil mengacak rambut Valen.
__ADS_1
"Valen, thank you so much!!" kata Alfath sambil memegang tangan Valen mengingat bocah itu tadi telah menolong dan menyelamatkannya.
"Bagaimana keadaan bayinya mba Sasha, bude??" tanya Tyas pada budenya.
Bu Ratna belum sempat menjawab keburu dijawab oleh ibunya Alfath yang nampak bahagia sekali menyambut kelahiran dan kehadiran cucu pertama mereka.
"Bayinya Sasha dan Alfath lucu sekali...persis seperti Alfath sewaktu masih bayi ya, yah??" katanya minta persetujuan suaminya.
"Ibu-ibu...bapak-bapak...saya akan mengantar nyai Hamas dulu pulang ke pondok pesantren ya!!" kata Yusva.
"Nak Sasha...nak Tyas...kalian berhati-hati ya...ini daerah pinggiran, sesuatu yang berbau mistis masih banyak terjadi di sini...jangan pernah tinggalkan sholat dan dzikir kalian, dan untuk nak Alfath...jaga
Sasha baik-baik ya!!" pesan nyai Hamas kepada mereka.
"Jika besok sudah bisa pulang, kalian mampirlah dulu ke pondok ya!!" kata nyai Hamas lagi.
"Sekali lagi terima kasih telah menolong kami ya, Yusva...terus nanti jika gangguan itu datang lagi bagaimana??" tanya Alfath.
"Kamu tak usah khawatir, Valen mampu menjaga kalian!!" ucap Yusva pelan lalu keduanya melirik pada Valen yang asyik memegangi tangan mungil bayi Sasha dan Alfath.
Dalam hati Alfath semakin bertanya-tanya, siapakah sebenarnya Valen??
"Kita mau tidur di sini malam ini bu??" tanya Alfredo pada istrinya.
Iyalah bu, masak kita tega membiarkan calon istri sama calon besan kita di sini?? kita tidur di sini lagi pula besok pagi kita sudah bisa pulang kok!!" kata Alfredo.
Malam itu mereka bermalam di puskesmas yang buka 24 jam dan ruangan tempat Sasha di tempatkan cukup besar jadi kedua orang tua Sasha dan Tyas, kedua orang tua Alfath dan Valen ditambah dengan Alfred.
"Mas, ada makanan apa?? adek lapar!!" kata Sasha saat terbangun di tengah malam merasakan perutnya terasa lapar.
"Mas tadi banyak membeli cemilan, adek mau??" tanya Alfath walaupun matanya masih setengah mengantuk.
Dia singgah sebentar mengecek bayinya yang tertidur di dalam boks bayi. Dia lalu beralih pandangan kearah Valen yang masih main game di ponselnya.
"Valen tidak tidur??" kata Alfath kepada Valen yang tengah memainkan game dengan sedikit gelisah.
Valen menggelengkan kepalanya lalu tangannya menunjuk keluar jendela kaca.
Alfath yang penasaran pun juga menoleh kejendela kaca yang tertutup vitrase dan korden.
Disibakannya gorden sedikit untuk melihat suasana di luar.
Puskesmas ini adalah puskesmas yang baru dibangun jadi kondisi di belakang ruangan tempat dia dan keluarganya menginap ini masih hutan.
"Valen...!!" suara Alfath tampak tercekat sambil matanya tak berkedip menatap keluar.
"Apa itu Valen??" tanya Alfath.
*
*
***Bersambung...
Apa yang sebenarnya dilihat oleh Alfath??
__ADS_1
Yuk..lanjut ke next episide...