
"Kamu juga Li...jaga Sasha ya!!" kata Yusuf lagi.
"Iya bawel...biar kamu ngga ngomong juga pasti akan aku jaga!!" kata Ali sambil cemberut.
"Siapa dua cewek yang di sapa Yusuf itu?? Sasha??? pasti cewek yang digonceng itu yang namanya Sasha!!" batin Tania yang sempat mendengar pembicaraa ketiganya di dekat gerbang tadi.
"Kok kayaknya kak Yusuf perhatian banget sama tuh cewek, pacarnya kah??" Tania kembali bertanya-tanya.
Sementara Tania lagi berpikir lewatlah Ramlah dan Fauziah di sampingnya.
"Menurutmu Yusuf Darmawan itu suka sama Sasha ya..." kata Ramlah.
"Iya ya, perhatian banget sama Sasha...tapi sebagai teman aku bersyukur, lepas dari pacar tukang selingkuh seperti Ali, malah dapat yang ganteng dan soleh seperti Yusuf!!" kata Fauziah.
Tania membatin, "oh, cewek tadi yang dimaksud mereka, tho..." seringaian nampak di wajah Tania.
"Mba Sasha, jujur sama Tyas...mba Sasha suka ngga sama Yusuf??" tanya Tyas.
Lama Sasha terdiam sambil memandang kesamping kearah Ali yang melayang di samping motor mereka.
Ali yang dipandang oleh Sasha pura-pura liat ke arah lain tidak mau melihat ke arah Sasha.
Sasha mengerti perasaan Ali lalu dia menjawab pertanyaan Tyas.
"Ngga lah Yas...kami itu kan awalnya dekat saat ketemu di pemakaman waktu itu, hanya itu kok!!" jawab Sasha.
"Terus apa mba Sasha masih mencintai Ali??" tanya Tyas lagi.
"Aku....!!"
Justru jawaban Sasha yang menggantung itu membuat Ali sedih.
"Kalaupun aku bilang bahwa aku masih mencintai Ali apakah itu tidak berlebihan?? secara aku dan Ali sekarang sudah berbeda!!" kata Sasha yang tentu saja dapat di dengar olehnya.
Ali tergugu mendengar suara hati Sasha.
Jika tau cintamu padaku sedalam itu, tentu aku tak akan berkhianat seperti saat itu." Desis Ali perlahan.
"Sepertinya Yusuf itu suka sama mba Sasha..." kata Tyas.
"Ah...jangan mengadi-ngadi kamu Tyas!!" ucap Sasha .
"Mba, sekarang logika aja...kalau Yusuf ngga suka sama kamu, ngapain dia hari-hari nyamperin kamu di kelas Ips??" tanya Tyas.
"Dia hanya memenuhi permintaan terakhir Ali untuk menjagaku, Yas!!" ucap Sasha lirih.
"Ah...mengadi-ngadi tuh Ali, kalau hanya menjaga mba Sasha aku juga bisa...kita berdekatan rumah lagi!! apa kabar Yusuf yang tinggal diujung kulon kok disuruh menjagamu!!" kata Tyas sambil mengomel sambil membawa motornya.
"Sudah kamu fokus aja bawa motor, nanti kita nabrak lho!!" kata Sasha memperingatkan.
"Yas...ntar malam ibu mengundang Yusuf dan ayahnya makan malam di rumah, ayah Yusuf kan temannya paklek dan ayahku!!"
"Kamu mau ikutkan??" tanya Sasha pada sepupunya itu.
"Nanti dulu mba, sebab mas Anjar ngapelin Tyas nanti malam!!" kata Tyas.
"Ya kamu ajak mas Anjar makan malam sekalian, sekalian juga penjajakan dengan keluarga!! sampai kapan kalian akan menyembunyikan hubungan kalian!!" Tyas terdiam mendengar perkataan sepupunya itu.
__ADS_1
"Iya deh, nanti kucoba sampaikan ke mas Anjar, mba!!" kata Tyas.
"Berarti sehabis lulus ini kalian akan langsung nikah dong...secara kamu pacarannya sama aki-aki!!" Sasha mengulum senyum menggoda sepupunya.
"Enak aja...mas Anjar lho usianya baru 24 tahun, mba!!" kata Tyas ngedumel ngga terima.
"Kalau mba Sasha sendiri rencana sehabis lulus nanti, gimana??" tanya Tyas.
"Aku???"
Sasha sejenak menatap pada Ali yang melayang di sampingnya ikut mendengarkan pembicaraan mereka.
"Dulu Ali mengajakku bertunangan dulu selepas lulus sekolah...lalu kami akan menikah setelah lulus kuliah!!" kenang Sasha sambil menghapus air matanya.
"Mba Sasha percaya ucapan Ali?? iya bertunangan sama mba Sasha selulus sekolah tetapi menikahnya sama Rina setelah sekolah!!" geram Tyas.
"Dua manusia ngga tau diuntung gitu kok mau dipercaya...orang seperti Ali dan Rina itu ngga pantas lagi diberikan kepercayaan...untung keduanya sudah mati, kalau ngga mba Sasha akan menderita dibohongin terus berkepanjangan." sahut Tyas pedas.
Sekali lagi Sasha menatap Ali yang juga menatapnya dengan sendu.
"Iya aku salah beb, maafkan aku...sebagai penebus kesalahanku, aku akan menyatukan kamu dan Yusuf, setelah melihat kamu bahagia barulah aku bisa pergi dengan tenang!!" gumam Ali tak terdengar oleh Sasha.
"Sudah sampai...." kata Tyas.
"Yas, parkirkan di garasi ya...mba Sasha mau pipis dulu sudah kebelet nahan dari tadi!!" kata Sasha lari duluan.
Ali menatap Tyas lalu seringai muncul di bibirnya.
"Ini nih si mulut comel, ngember, kompor mleduk...mumpung ngga ada Sasha harus kuberi pelajaran nih, apakah si gas bocor ini antara mulut sama kenyataannya sama beraninya??" lalu Ali melayang mendekati Tyas yang lagi video call sama pacarnya Anjar.
"Hah??? baju putih??" Tyas menoleh kebelakang yang di maksud oleh Anjar pacarnya.
"Mana sih mas??? Tiang garasi itukah yang mas Anjar maksud??" tanya Tyas lagi.
"Bukan dek, masa mas ngga bisa bedakan mana tiang mana manusia??" kata Anjar.
"Wah mas Anjar ini jarang video call sekali vicall malah ngajak ribut nih..." kata Tyas antara jengkel dan juga takut.
"Siapa yang ngajak ribut sih sayang...tuh dia ada di belakangmu sambil tersenyum lagi melambaikan tangan sama mas Anjar...jangan-jangan kamu bawa selingkuhanmu ya!!" Anjar sudah mulai diliputi hawa cemburu pada Tyas.
"Wah kalau nuduh kira-kira mas...coba sebutin gimana ciri-cirinya!!" kata Tyas mulai merinding antara takut dan penasaran.
"Orangnya tingginya itu kurang lebih 170 an ngga gemuk ngga kurus, matanya sipit seperti orang Chinese gitu terus kulitnya putih, terus...."
Belum sempat Anjar menyelesaikan ucapannya, Tyas sudah menyambung...
"Terus ada tahi lalat di pipi kiri dan di dagu kanannya gitu??" tanya Tyas mulai merinding.
"Kalau tahi lalat, mas itu ngga jelas hanya yang mas lihat dagu dan bibirnya terbelah sih!!!" kata Anjar.
Tuutttttt...
Tyas lari ngibrit keluar dari garasi dan langsung memutuskan sambungan teleponnya membuat Anjar yang malah kepikiran Tyas selingkuh, rasa curiganya semakin menjadi-jadi.
Tyas mengatur nafasnya yang kocar kacir karena ketakutan. Dia duduk di teras rumahnya sambil sesekali melirik kearah garasi budenya.
"Gila...apa iya yang dilihat mas Anjar itu tadi hantunya Ali?? ah, ngga mungkin dah...itu tadi pasti setan-setan terkutuk!!" desis Tyas.
__ADS_1
Begitu nafasnya tidak lagi sesak, barulah Tyas mengangkat telepon dari Anjar.
"Kok diputus sih dek, bener ya dugaan mas kalau kamu selingkuh, itu tadi nyatanya vicall dari mas langsung kamu putuskan!!" suara Anjar dari sana langsung terdengar marah.
"Apa sih mas??? tadi Tyas putuskan sambungan teleponnya karena Tyas takut...sebab ciri-ciri orang yang mas bilang itu sudah meninggal dua bulan lalu dan dia itu kan pacarnya kakak sepupu Tyas, mas Anjaarrrrr!!" teriak Tyas antara jengkel tapi juga takut.
"Apa Yas??? jadi yang di belakang kamu itu tadi hantu??" tanya Anjar ikut merinding.
"Tau ah...!!" kata Tyas lalu memutuskan sambungan teleponnya karena jengkel pada Anjar seenaknya menuduh dia berselingkuh.
"Ancriitttt nih anak, aku di bilangnya setan...setan terkutuk!!" gerutu Ali.
"Awas aja kamu ya...berani-beraninya mengatakan aku setan....setan terkutuk, kujahili memang kamu, Yas!!" seringai Ali.
"Aduuhh...apa iya Ali jadi hantu ya??? tapi tempo hari aku memang pernah dengar Sasha menyebutkan nama Ali sih...kupikir dia hanya salah sebut!!" Tyas meringis.
"Mana ayah belum pulang kerja lagi, mana aku berani masuk ke dalam rumah!!"
"Kurang ajar kamu, Li...dulu semasa hidup kamu ngerepotin, sekarang sudah meninggal malah menakutin...dasar ngga tau balas budi loe....!!" umpat Tyas kesal.
Sementara Ali yang berdiri tidak jauh dari Tyas hanya tersenyum senang melihat penderitaan Tyas yang ngga berani masuk kedalam rumahnya sendiri.
"Aku ketempat bude aja ah...sekalian numpang makan di sana!!" ucap Tyas lalu bangkit dari duduknya.
Ali menyeringai puas setelah ngerjain Tyas.
"Syukurin...salah sendiri ngatain aku yang ngga-ngga!!"
Lalu Ali melayang memasuki kamar Sasha. Dilihatnya gadisnya itu tengah duduk termenung sambil memandang keluar jendela, sepertinya dia habis menangis sampai dia tidak menyadari kehadiran Ali di sampingnya.
"Sayangku!!" kata Alialu duduk di samping Sasha.
"Eh...kamu dari mana aja!!" Sasha nampak kaget lalu cepat menghapus air matanya.
"Aku habis ngerjain Tyas...habis kesel aku, masa aku dikatain sama dia setan...setan terkutuk?? kurang ajar, ngga!!" kata Ali sambil cemberut.
"Spontan Sasha tertawa geli!!"
"Lha kamunya ngerasa ngga?? kalo ngga ngerasa ya ngga usah marah!!" kata Sasha.
"Iya ngga ngerasa lah babe, aku kan ngga suka jahil sama orang, kecuali sama preman tempo hari dan Tyas, sihhh!!" Ali nyengir sendiri.
"Aku ngga rela melihat gadis yang kucintai disakiti oleh orang lain, sudah cukup hanya aku yang menyakiti, jangan ada orang lain lagi yang berani menyakitimu atau dia akan berurusan denganku!!" Ali terus nyerocos tanpa dia sadar Sasha menatapnya dalam-dalam.
"Li....!!" panggilnya lirih sambil terisak.
Air mata terus membanjiri pipinya yang kemerahan, membuat Ali jadi berhenti berkoar-koar sendiri dan terpaku menatap wajah sedih kekasihnya.
*
*
****Bersambung.....
Andaikan waktu bisa kuulang kembali, aku akan kembali menata hari bersamamu lagi😥😥😥
Jangan lupa dukungannya di novel baruku ini ya reader...like, komen, vote, favorite dan rate nya😊😊
__ADS_1