
"Lho itu siapa di pinggir jalan sedang mengutak atik motornya, sepertinya motornya mogok!!" gumam Juan.
"Selamat malam...motornya mogok??" sapa Juan berhenti di samping pengendara motor yang sedang memperbaiki motornya itu.
Dia menoleh pada Juan dan Juan pun agak terkejut...
"Pak Ridwan??" kata Juan pada lelaki setengah baya yang tengah memperbaiki motornya itu.
Dia menoleh dan memastikan siapa orang yang telah memanggilnya itu.
"Juan?? kamu Juan kan??" tanya pak Ridwan kaget tetapi juga senang melihat kedatangan Juan yang tiba-tiba.
"Motornya kenapa pak?? kok bisa pas mogoknya di tempat sepi begini??" tanya Juan pada pak Ridwan.
"Bapak dari mana mau kemana??" tanya Juan lagi.
"Saya dari kantor mau pulang, Juan!! tetapi motor saya malah mogok di sini, tadi saya seperti menabrak sesuatu tetapi waktu saya cari malah ngga ada, malah motor saya mogok di sini!!" gerutu pak Ridwan kesal.
"Baru sejak tadi saya menelpon Tyas di rumah, ngga tersambung lagi...perasaan saya tambah tidak enak!!" kata pak Ridwan lagi.
"Ya sudah gini aja pak, di tempat begini mana ada bengkel...bapak naik ke motor bapak terus saya dorong dari samping dengan kaki saya sampai kita menemukan bengkel yang buka 24 jam!!" kata Juan memberikan saran kepada pak Ridwan.
"Oke lah...saya setuju dengan usulan mu, terima kasih ya, nak!!" kata pak Ridwan.
Sepanjang perjalanan mereka tak menemukan bengkel satupun yang masih buka. Malam ini benar-benar sunyi sekali.
Saat mereka melewati kantor yang dijaga oleh beberapa sekuriti.
"Juan...juan...berhenti di sini!!" pak Ridwan meminta Juan untuk berhenti.
"Ada apa pak?? kok berhenti di sini??" tanya Juan tapi berhenti juga.
Pak Ridwan tidak menjawab lalu dia masuk ke pos sekuriti dan bicara sebentar dengan mereka lalu tak lama pak Ridwan masuk menuntun sepeda motornya di samping pos sekuriti ternyata pak Ridwan ingin menitipkan dulu sepeda motor itu di sana lalu kemudian berbalik lagi pada Juan.
"Antar bapak dengan motormu saja, perasaan bapak semakin tidak enak, bapak kepikiran Tyas dan bayinya terus." Kata pak Ridwan.
Tanpa diperintah dua kali, Juan melarikan motornya seperti kesetanan agar bisa segera sampai di tempat tujuan.
Tidak sampai sepuluh menit mereka tiba di depan pagar rumah.
"Pak, mengapa suasananya ngga enak banget di sini??" tanya Juan lalu turun mengikuti langkah pak Ridwan yang sudah masuk menuju ke halaman.
AARRGGHHHH....
Terdengar jeritan Tyas dari dalam rumah.
"Cepat buka pintunya pak...sepertinya tengah terjadi sesuatu di dalam sana!!" teriak Juan.
Dengan segera keduanya berhamburan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Tyas...Tyas..." kata pak Ridwan cemas, apalagi saat pintu kamar itu tak bisa dibuka dari luar.
"Ayah, tolooonggg!!" teriak Tyas.
Karenavtidak sabaran akhirnya pak Ridwan menendang pintu kamar dan tampaklah pemandangan yang sangat menakutkan di depan mereka.
Kepala beserta isi perutnya itu terbang berputar mengelilingi kelambu berusaha masuk kedalamnya dan Tyas yang sibuk memegang bayinya dan entong nasi yang terbuat dari kayu yang setiap saat selalu dipukulkannya kearah kepala terbang itu.
"Siapa kamu??" tanya pak Ridwan dengan suara menggelegar membentak mahluk itu.
Mahluk itu menyeringai memandang remeh pada kedua orang di depannya.
Juan tidak banyak bicara, dia ingat di luar pintu tadi dia sempat melihat batang salak yang berduri di pasang oleh pak Ridwan di depan pintu luar.
Bergegas diambilnya dan dengan cepat dia lalu masuk ke dalam.
Dia tidak banyak bicara saat mahluk itu berfokus pada pak Ridwan, dengan cepat Juan melemparkan batang salak yang berduri itu pada organ dalam mahluk yang melayang di depannya.
Lemparan pertama berhasil dihindari saat mahluk itu dengan berang mau menyerang Juan, dengan cepat Juan melempar lagi batang duri salak kedua dan...
JLEB....
AARRRGGHHH
Terdengar suara raungan kesakitan dari mahluk itu...
Saat mereka berdua menghindar, kepala itu melarikan diri dengan batang salak berduri yang masih menempel dan menancap di usus dan hatinya.
Tyas masih menangis ketakutan sambil memeluk Afifah.
Pak Ridwan menolong putrinya keluar dari dalam kelambu sementara Juan masih mengejar mahluk itu keluar.
Pak Ridwan membawa Tyas dan Afifah duduk di sofa ruang tamu untuk menenangkannya dan tak lama Juan masuk kembali ke dalam rumah dan ikut duduk di dekat Tyas.
Pak Ridwan memberi segelas air pada Tyas dan mengusapkan ke kepala cucunya, seketika bayi perempuan itu langsung menangis keras.
"Alhamdulillah...." kata pak Ridwan dan Juan bersamaan.
"Dari mana datangnya mahluk itu, pak?" tanya Juan.
"Bapak juga ngga tau nak, tiba-tiba itu mahluk nyasar datang kemari!!" kata pak Ridwan.
"Mahluk itu seperti mahluk yang saat di pondok pesantren Kyai Hamas merasuki Tyas, yah!!" kata Tyas.
"Oh iya?? lalu saat itu siapa yang mengusirnya??" tanya Juan.
"Saudara sepupu almarhum suaminya mba Sasha dan adik angkat mas Alfath yang waktu itu baru datang dari Aussie rupanya dia masih dendam, tetapi mengapa padaku??" kata Tyas.
"Tapi syukurlah kamu ngga apa-apa!!" kata pak Ridwan pada Tyas.
__ADS_1
"Ya sudah jika begitu Juan pamit pulang dulu ya pak, ngga enak tadi pergi dari rumah diam-diam!!" kata Juan.
"Juan..."
Juan menatap wajah pak Ridwan.
"Sampaikan salam bapak pada mommymu...dulu bapak, mommymu, Suwiryo ayahnya Yusuf dan Tio ayahnya Sasha berteman sejak SMP...kami berpisah saat mommymu menikah dengan ayahmu dan memilih tinggal di Hongkong!!" kata pak Ridwan sambil tersenyum.
"Akan Juan sampaikan, pak...Assalamualaikum!!"
"Waalaikum Salam!!" kata pak Ridwan dan Tyas bersamaan.
*************
Jalan raya telah sunyi, apa lagi jalan dari rumah Tyas agak jauh ke jalan raya.
"Sepi banget malam ini, baru hawanya dingin menyucuk tulang!!" gumam Juan.
"Perasaan kok ada yang ngikutin dari belakang tapi apa ya??" gumam Juan lagi.
Tiba-tiba Juan merasa ada yang duduk diboncengan belakang motornya.
Juan melirik dari spionnya lalu dia tersenyum smirk saat melihat ada yang numpang di atas motornya.
"Rupanya om cong yang numpang ngga permisi, lihat aja kamu ya..." desis Juan.
LALU...
NGEENNGGGG....
GUBRAKKK...
Sosok putih berikat tali di kepala itu langsung jatuh terjengkang dari atas motor saat Juan secara tiba-tiba melajukan motornya.
"Mampus...rasakan olehmu, siapa suruh jadi penumpang gelap?? kamu pikir aku ini tukang ojek apa!!" gerutu Juan.
Lalu setelah sampai di jalan raya melajukan motornya dengan kencang agar bisa segera sampai di rumah.
Jauh di belakangnya ramai sesama mahluk astral itu tertawa melihat om cong terjungkal dari atas motor lalu jatuh menggelinding ke comberan.
"Makanya jangan suka assl nebeng aja...bayar dong?? numpang terus!! kata tante Key.
*
*
****Bersambung....
Lanjut ke next episode ya reader🙏🙏
__ADS_1