Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 35 Meminta Untuk Melamar


__ADS_3

"Lia, mbak masih dendam dengan perempuan yang bernama Sasha itu...jika dengan jalan kasar kita tidak bisa menyingkirkannya, maka kita akan melakukannya dengan cara halus!!" kata Sari sambil menyeringai jahat.


"Apalagi yang akan mbak lakukan sih??" kata Lia sang adik.


Sari hanya bermain dengan seringaian di mulutnya.


********


"Ngapain kita meronda sampai berempat begini??" tanya Sarkam pada ketiga temannya.


"Aku dan Aco ngga mau ya di suruh tinggal di pos lagi berdua aja...aku ngga berani...nanti aku dan Aco pingsan lagi!!" kata Santos yang trauma sehabis melihat penampakan Rani dan bayinya waktu itu.


"Terus kalau kita berempat meronda, siapa yang akan menjaga pos??" kata Bahar.


"Bahar...pos ini tidak akan melarikan diri walaupun kita meninggalkannya sendirian di sini karena pos ini tidak punya kaki!!" jawab Santos.


"Ya sudah...kita harus bergerak cepat ditakutkan ada penghuni apartemen yang memerlukan bantuan kita!!" kata Sarkam.


Akhirnya mereka berempat berjalan mengelilingi apartemen.


"Kalian lihat, apartemen milik bu Rani masih kosong bahkan garis polisi masih terpasang di pintu depannya." Kata Sarkam.


"Ayo cepat...jangan lama-lama di sini aku seram, tau!!" kata Santos.


Mereka bergegas mau meninggalkan tempat itu, tiba-tiba mata Aco menangkap sesuatu di apartemen ujung yang agak gelap karena memang belum ada penghuninya.


"Teman-teman, coba lihat deh...kalian lihat sesuatu ngga di apartemen ujung yang belum ada penghuninya itu."


"Memang apa lagi yang kamu lihat, Aco??? kamu ini sudah penakut tetapi matamu tajam amat!!" kata Bahar tetapi mereka bertiga juga mengarahkan pandangan pada tempat yang ditunjuk Aco.


Mereka berempat terdiam seperti orang terhipnotis saat mereka melihat bayangan putih yang dilihat Aco dan Santos tempo hari sedang bernyanyi sambil menggendong bayinya.


"Kam...Sarkam....apa kamu melihatnya?? bisik Bahar pada Sarkam dan ketiga temannya.


"Kita pura-pura aja ngga liat lalu kita cepat-cepat kabur tinggalkan tempat ini." Kata Santos.


"1...2...3....kabur..." kata Sarkam memberi aba-aba.

__ADS_1


"Kalian baru percaya kan??" kalau hanya aku yang bilang kalian ngga akan percaya!!" kata Aco.


"Aku percaya kok sama kamu, Co...buktinya sangking percayanya aku padamu bahkan kita berdua pingsan bersama di sini di pos ronda ini!!" kata Santos.


"Ya sudah, kita setel ayat kursi aja yuk di ponsel..." ajak Bahar.


"Aduh kalau lama-lama begini aku bisa stres sendiri!!" kata Aco pada Santos.


"Rasanya kalau aku dapat pekerjaan lain, mending aku resign saja!!" kata Aco sementara Sarkam dan Bahar hanya diam mendengarkan cerita temannya.


Sebenarnya dia pun membenarkan apa yang diucapkan oleh Aco dan Santos. Seandainya saja mereka dapat pekerjaan baru, mending pindah kerja aja dari pada tekanan mental setiap malam.


********


📱"Assalamualaikum!!"


📱"Waalaikum Salam..."


📱"Apa kabarmu Son..."


📱"Baik ayah..."


Tentu saja keputusan Alfath itu membuat kedua orang tuanya di Aussie terkejut mendengarnya.


📱"Kenapa mendadak sekali, Alfath??"


📱"Alfath tak ada waktu lagu yah...takut bayi yang ada di dalam kandungan calon istri Alfath keburu brojol duluan.


📱"Maksud kamu calon istrimu hamil duluan??"


Alfredo ayah Alfath terkejut sangking syoknya sampai-sampai istrinya yang sedang merajut jadi kaget.


"Ada apa sih yah?? kok kayaknya kaget banget begitu??" tanya istrinya.


"Bagaimana ayah ngga kaget bu, putramu satu-satunya itu sudah menghamili anak gadis orang dan sekarang ngebet pengen menikahinya..katanya kalau kelamaan takut brojol...gitu katanya!!!"


"Brojol itu apa sih bu??" ayah Alfath balik bertanya.

__ADS_1


Alftedo adalah bule asli Aussie sedangkan istrinya ibu Alfath adalah Chinese Jakarta.


Mau tidak mau ibu Alfath jadi tertawa ngakak mendengar pertanyaan suaminya.


📱"Halo...kok ibu sama ayah malah tertawa sih??"


Alfath menggerutu mendengar tawa kedua orang tuanya.


📱"Baiklah boy, kami berdua akan segera datang ke Indonesia, kami penasaran pada calon menantu kami!!"


Ponsel di tangan Alfredo langsung direbut istrinya.


📱"Kamu hebat son, kami akan melamarkan wanita itu untukmu...kamu jagalah calon istri dan cucu ibu, ya!!"


Alfath sangat senang karena kedua orang tuanya sangat setuju untuk melamar dan menjadikan Sasha istrinya.


Alfath ingin ke dapur mengambil air minum. Lampu memang di matikan tetapi dia masih bisa melihat sesosok tubuh berpakaian putih duduk di pojok ruangan.


Alfath menajamkan penglihatannya untuk melihat lebih jelas pada sosok yang dia lihat.


"Itu apa ya??" pikir Alfath.


Tapi Alfath sama sekali tak takut pada sosok putih yang dia lihat itu.


"Alfathhh...."


Suara lirih itu terdengar menyedihkan.


Suara itu seperti suara Rani, tetap apa iya?? Rani lho sudah meninggal dua bulan yang lalu!!!


*


*


****Bersambung....


Akankah Rani meminta maaf atas pengkhianatannya pada Alfath ??

__ADS_1


Ikuti terus lanjutan ceritanya ya guys...terima kasih...


__ADS_2