Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 68 Wanita Dari Masa Lalu


__ADS_3

Tinah si wanita yang dicurigai oleh Juan adalah Surtinah melangkah perlahan sambil sesekali menoleh kebelakang.


Dia seperti merasa ada yang tengah mengikuti dia sepanjang perjalanan tadi...


Sebentar-sebentar dia menoleh untuk memastikan siapa yang membuntuti dia sedari tadi.


Tentu Tinah tidak akan pernah tau karena yang membuntuti dia adalah Keikei si bocah hantu.


Dengan cepat Tinah masuk kedalam rumahnya. Dia tersenyum lega, tidak sia-sia pencariannya selama beberapa hari ini keluar masuk kampung mencari ibu hamil dan bayi yang baru lahir


Di kampung ini ada satu orang, di kampung sebelah ada tiga orang. Lumayan untuk santapan bulan ini.


************


Sasha sedang pergi ke supermarket seorang diri tiba-tiba dia melihat seseorang yang mirip seperti suaminya sedang berjalan tergesa-gesa menuju kesebuah kafe yang letaknya di belakang pusat perbelanjaan itu.


Awalnya Sasha berniat untuk memanggil tapi urung dilakukannya entah mengapa dia berinisiatif untuk mengikuti saja secara diam-diam.


"Benar itu mas Alfath, itu dasi yang aku pilihkan untuk dia tadi pagi!!" gumam Sasha.


Tak lama Alfath memasuki sebuah kafe setelah celingukan berusaha mencari akhirnya seorang wanita melambaikan tangannya pada Alfath.


Alfath langsung menghampiri wanita itu yang ternyata datang tidak sendiri, ada seorang balita berusia sekitar lima tahun ada bersama dengannya.


DEG...


Perasaan Sasha tiba-tiba tidak enak.


Dia sengaja memakai masker dan memilih duduk tak jauh dari ketiga orang itu, untung Alfath duduk dengan posisi membelakangi Sasha.


"Ada apa lagi kamu mencariku Shinta?? hubungan kita telah lama usai, aku sudah memiliki istri dan seorang putra." Kata Alfath.


"Dan siapa balita yang bersama denganmu ini??" tanya Alfath lagi.


"Dia...dia putrimu!!" kata wanita yang bernama Shinta itu.


JEDAR....


Bukan main terkejut dan sakitnya hati Sasha mendengar pengakuan wanita itu.


"Pu...putri mas Alfath?? dengan wanita itu??" desis Sasha sambil berusaha menelan salivanya.


"Tidak mungkin Shinta....kita melakukannya hanya sekali saja mengapa bisa jadi?? lagian itu terjadi di saat aku dalam keadaan tidak sadar alias mabuk berat.


"Aku tau mas, kami memang tidak diinginkan, tapi aku mohon...anak ini butuh status." Jawab Shinta sambil terisak.

__ADS_1


"Papah..." gumam balita lucu itu memegang tangan Alfath.


Sekeras-kerasnya hati Alfath menolak, tapi anak itu tetap putrinya darah dagingnya sendiri!!


Alfath memang tidak bisa mengelak lagi karena bocah itu sangat mirip wajahnya dengan dirinya berbeda dengan Fathir yang lebih dominan pada wajah Sasha.


Alfath menarik napas panjang terlebih dahulu.


"Aku akan bertanggung jawab dengan membiayai kebutuhan anakku Shinta!!" kata Alfath.


"Mas, yang aku inginkan...nikahi aku agar Alma juga bisa merasakan bagaimana memiliki keluarga yang lengkap!!" kata Shinta.


"Kamu gila Shinta...aku sudah menikah dan mempunyai seorang putra, bagaimana mungkin aku bisa menikahimu?? tidak, aku tidak bisa mendua dari istriku!!" sentak Alfath.


"Aku tidak memintamu untuk selalu berada bersama kami, tetapi aku ingin kamu bisa sesekali berada bersamaku dan Alma layaknya seperti keluarga utuh walaupun itu hanya seminggu sekali." Kata Shinta lagi.


"Jika kamu tidak bisa mengatakannya pada istrimu maka aku yang akan memohon padanya, bila perlu sujud di kakinya sekalipun." Ucap Shinta disertai dengan deraian air mata.


Sasha bergeming mendengarnya. Di satu sisi dia sangat tidak rela mendengar wanita masa lalu Alfath kembali dan ingin membina rumah tangga lagi dengan Alfath tetapi di sisi yang lain dia bisa merasakan bagaimana perasaan wanita itu karena dia pernah ada di posisi seperti itu sebelumnya.


Tanpa harus menunggu perdebatan dua mantan itu selesai, Sasha pulang kerumah dengan perasaan galau.


"Lho...mana belanjaannya??" tanya ibu Ratna bingung melihat Sasha pulang lenggang kangkung dengan tangan kosong!!"


"Mendadak kepala Sasha sakit bu, tadi mau Sasha paksakan tapi takut ngga kuat!!" ucapnya.


Di dalam kamarnya Sasha juga bingung harus bersikap bagaimana. Pada akhirnya dia menunggu Alfath untuk berkata jujur padanya.


Sepanjang siang Sasha hanya bermain bersama Fathir dan Afifah, karena Tyas mendapat giliran dinas pagi, bahkan mengangkat telepon dari suaminya saja dia merasa enggan.


Dipandanginya Fathir yang mulai tiarap. Ada rasa sedih dalam hatinya jika ingat balita yang bernama Alma itu melewati itu semua tanpa adanya seorang ayah di samping ibunya.


Tetapi mampukah dia berbagi membiarkan suaminya berpoligami, bagaimanakah juga nasib Fathir nantinya??


Saat dilihatnya mata Afifah dan Fathir meredup karena kelelahan bermain, akhirnya dia membawa keduanya ke kamar dan tidur tanpa makan apapun sejak pagi.


Sasha terbangun saat ada tangan mengelus rambut dan mengecup pipinya.


Alfath sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum mesra menatap dirinya seperti biasa tetapi tiba-tiba wajah Alfath seperti berubah menjadi wajah Shinta wanita masa lalu Alfath.


Ditepisnya pelan tangan suaminya lalu dia duduk.


"Kenapa sejak tadi mas telepon ngga diangkat?? kata ibu kamu pergi ke supermarket tapi pulang lagi ngga belanja katanya kamu sakit kepala, memang kamu belanja di supermarket mana??" tanya Alfath dengan lembut lalu ikut duduk di samping Sasha.


"Supermarket yang di jalan jendral Sudirman!!" jawab Sasha singkat.

__ADS_1


DEG...


Sesaat jantung Alfath berdetak. Itu Supermarket yang di belakangnya ada kafenya tempat dia, Shinta dan Alma bertemu tadi.


Tanpa menunggu Alfath melanjutkan perkataannya, Sasha berdiri dan menuju keluar kamar.


"Mau kemana dek??" tanya Alfath.


"Keluar!!' jawab Sasha singkat.


Alfath termangu di tempat tidur. Dia tau sikap istrinya amat tidak biasa hari ini, apakah dia menyembunyikan sesuatu??


Sasha memandikan Fathir dan Afifah karena sebentar lagi Tyas pulang kerja.


Dia tidak mempedulikan Alfath yang ikut duduk di sampingnya samping memperhatikan dua bayi lucu itu, tiba-tiba dia teringat pada Alma...bagaimanakah saat Alma masih kecil tanpanya??


Seketika dia teringat kembali permintaannya pada Shinta tadi siang.


***Flashback on***


Sepeninggal Sasha tadi siang yang tanpa di ketahui kehadirannya oleh Alfath, pembicaraan antata Alfath dan Shinta terus berlanjut.


Shinta tetap keukeuh ingin minta dinikahi oleh Alfath agar Alma mendapatkan status.


Dia tetap mengancam jika Alfath tidak mengabulkan keinginannya, maka dia sendiri yang akan meminta langsung pada Sasha.


"Baiklah Shinta, akan aku kabulkan permohonanmu tetapi tolong jangan katakan apapun pada Sasha, aku tidak mau anak istriku menderita karena pengakuan darimu."


"Beri aku waktu untuk memikirkannya!!" kata Alfath lesu.


"Baiklah Alfath, aku menunggu keputusanmu dan jangan biarkan aku menunggu lama!!" ucap Shimta.


***Flashback off***


"Ayo sekarang Fathir sudahan mandinya, bunda pakaikan baju dulu ya...yang twin kayak adik Fifah!!" ucap Sasha membuyarkan lamunan Alfath.


Diam...itulah sikap yang diambil Sasha sambil dia menunggu kejujuran suaminya untuk menjelaskan semua yang sudah terjadi.


*


*


***Bersambung...


Bagaimanakah nasib rumah tangga Sasha dan Alfath selanjutnya??

__ADS_1


Lanjut ke next episode dan jangan lupa dukungannya🙏🙏.


__ADS_2