
"Cepat bang...aku tak punya banyak waktu itu untuk menunggu abang bengong di situ seperti ayam ketelen karet!!" sentak si pengendara moge tersebut dan sontak juga mengagetkan dan menyadarkan Anjar.
Apalagi dilihatnya si wanita misterius yang tadi jatuh terguling itu mulai bangkit berdiri tegak siap mendatangi dia. Tanpa pikir panjang Anjar naik keatas moge tersebut dan si pengendara langsung tancap gas dan kabur!!
"Siapa sih wanita itu?? hantukah tapi kalau hantu kok bisa keluar masih belum maghrib begini?? tapi kalau bukan hantu kok wajahnya cantik tapi seperti mayat hidup gitu tanpa ekspresi sama sekali." Ucap Anjar.
"Hah??? dia mengejar kita??" teriak Anjar yang tak sengaja menoleh kebelakang.
Si pengendara motor gede itu melihat kearah spion dan jadi panik juga melihat sosok wanita misterius berlari cepat di belakang motornya.
"Aduh...abang ini punya utangkah sama tuh tante-tante?? getol amat ngejar sampai segitunya??" ujarnya sambil menambah kecepatannya.
"Pegangan bang!!!!" teriak nya pada Anjar.
"Jangan panggil namaku Badai kalau aku tidak bisa lolos dari kejaran tante-tante itu!!" gumam pemuda yang menyebut dirinya bernama Badai itu.
Bagaimana ceritanya Badai bisa lewat jalan itu???
***Flashback on***
Pemuda itu menjalankan motor gedenya dengan santai, liburannya kembali ke tanah air membuatnya ingin sejenak bernostalgia melewati jalan-jalan yang sering dia lalui dengan anggota geng motornya dulu.
Setelah empat tahun dia berkuliah di Jepang, dia ingin menikmati keindahan alam kotanya.
Tapi apa yang dia lihat barusan malah memacu adrenalinnya.
Bagaimana tidak, seorang laki-laki muda menggendong bayi dan di kejar-kejar oleh sosok seorang wanita yang memakai jaket abang ojol.
Sesaat lagi tangan itu berhasil mencekik leher orang itu, dia menabrakan sisi mogenya pada bahu perempuan yang tidak dia lihat wajahnya itu sehingga membuat perempuan itu terpental.
Tapi alangkah kagetnya dia mengetahui wanita itu tidak mengalami luka atau cedera apapun bahkan mau bangkit kembali.
Makanya dengan cepat dia berteriak pada Anjar tadi untuk naik keatas motornya.
***Flashback off***
Wanita itu berlari lurus seperti bionik mengejar motor yang ditumpangi oleh Anjar.
Sehingga akhirnya Badai yang memang seorang pembalap mendapat ide cemerlang.
"Pegangan yang kuat bang!!" teriaknya pada Anjar.
Kemudian dia mulai meliuk-liukan laju motornya di jalan raya, di depan mereka ada sebuah truk bermuatan ayam yang akan dibawa kepasar.
Badai sengaja memperlambat laju motornya seolah menunggu wanita itu mendekat.
Benar saja dugaan Badai, wanita aneh itu berlari dengan kecepatan penuh kearah mereka, begitu dia mulai mendekat sontak Badai meliukan badan motornya menyalip truk tersebut.
Wanita itu tak sempat menghindar saat tubuhnya menubruk truk yang ada di depannya dan sangking kerasnya tabrakan tersebut, membuat pintu belakang truk terbuka dan ayam potong yang siap dibawa kepemotongan itu beterbangan menabrak wajah cantiknya yang pucat.
Dia menggeram marah saat buruannya hilang dari pandangan matanya, sementara dari rambut, pakaian dan wajahnya penuh belepotan kotoran ayam.
__ADS_1
Badai mengurangi laju motornya dan berhenti di depan sebuah mesjid.
"Bang, kita sholat maghrib dulu ya?? sudah azan!!" katanya pada Anjar.
Anjar yang masih syok hanya bisa menganggukan kepalanya sambil memeluk Ansar dengan erat.
"Sebenarnya siapa wanita itu bang??" tanya Badai saat mereka berdua melangkah masuk ke halaman mesjid.
"Oh iya sampai lupa...kenalkan namaku Badai...!!" Badai lebih dahulu memperkenalkan dirinya karena dia melihat Anjar masih tampak syok dengan kejadian tadi.
"Eh iya, terima kasih ya dek...sudah mau menolong abang, jika tidak ada kamu tadi mungkin abang dan anak abang sudah bakalan mati!!" kata Anjar.
"Berterima kasih sama Allah bang, aku hanya jadi perantara saja!!" kata Badai.
"Bang kalau boleh kasih saran, sebaiknya abang malam ini jangan pulang dulu kerumah abang, takutnya wanita aneh itu datang tiba-tiba." Kata Badai.
Anjar tampak berpikir. Dia harus menelpon Lia. Dia tidak peduli lagi dengan Sari wanita pengkhianat itu, yang terpenting baginya adalah Ansar dan Lia sekarang ini.
"Mereka itu sebenarnya siapa bang??" tanya Badai lagi.
"Aku tidak tau...bertemu dengan wanita itu juga baru sekali ini!!" lalu Anjar menceritakan awal pertemuannya dengan bang ojol tadi yang ternyata seorang wanita psikopat seperti itu.
"Lalu kemana abang ojol yang asli??" tanya Badai.
"Jika keadaannya seperti itu tadi besar kemungkinan bang ojol asli sudah terbang keakherat." Jawab Anjar sambil bergidik.
"Bang, sebaiknya malam ini menginap saja di rumahku...ayah dan ibuku sedang ada urusan di Bandung jadi aku juga sendirian di rumah." Kata Badai.
Bolehkah adik iparku juga menginap di tempatmu?? aku khawatir dengan keselamatannya!!" ucap Anjar.
"Pasti ada sesuatu yang membuat wanita zombie itu mengejar-ngejar bang Anjar...abang ada membawa barang berharga apa sih??" tanya Badai.
"Bang Anjar membawa barang berharga ini!!" tunjuk Anjar pada Ansar yang ada dalam pelukannya.
Mereka berdua tertawa lalu keduanya pulang tapi sebelumnya Anjar minta diantar kerumah kontrakannya untuk mengambil keperluan Ansar.
"Bang, rumah kontrakanmu memang gelap begitukah??" tanya Badai yang berhenti agak jauh dari rumah kontrakan Anjar.
"Nggalah....biasanya sebelum berangkat Lia tak pernah lupa menghidupkan lampu ruang tamu dan lampu teras, tidak gelap gulita seperti itu." Kata Anjar.
"Kok aneh ya??? coba abang lihat itu seperti ada bayangan orang di dalam rumah, tapi siapa??" tanya Badai.
Ansar yang ada di dalam gendongan Anjarpun mendadak gelisah tapi tidak menangis.
"Bang...sebaiknya kita segera pergi dari sini, firasatku nggak enak nih!!" kata Badai.
Tepat perkiraan Badai, tidak sampai semenit mereka berlalu dari sana sosok yang dilihat Badai tadi entah kapan datang nya tiba-tiba sudah berada di tempat mereka berhenti tadi.
Wanita itu menggeram marah karena sasarannya hilang lagi.
TIBA-TIBA.......
__ADS_1
TINAH...PULANGLAH JANGAN KAMU TERLALU LAMA MENINGGALKAN RUMAH.
Suara itu menggema tetapi anehnya hanya wanita aneh yang ternyata adalah Surtinah itu saja yang mampu mendengarnya.
Tanpa banyak kata, Tinah melesat seperti terbang membelah malam dan hanya meninggalkan bau kotoran ayam yang melengket di seluruh tubuhnya.
Di lain tempat....
"Aduh...mendengar cerita mas Anjar kok aku jadi takut ya??" lirih Lia.
"Ayo cepatlah Lia, kami menunggumu di dalam mobil Agya merah!!" pesan Anjar.
Lia mengedarkan seluruh pandangan matanya di parkiran.
"Dia melihat Anjar melambaikan tangan dari jendela sambil menjulurkan kepalanya.
Bergegas Lia menghampiri mobil itu dan cepat masuk kedalamnya.
"Sebenarnya ada apa sih mas??" tanya Lia pada Anjar setelah mereka ada di dalam mobil.
"Mas dan Ansar dikejar-kejar oleh seorang wanita aneh!!" jawab Anjar.
"Bagus dong mas kalau dikejar-kejar...berarti mas Anjar punya pengagum rahasia!!" kata Lia membuat Badai yang sedang menyetir tertawa mendengarnya.
"Pengagum rahasia gundulmu itu...iya kalau pengagum rahasianya itu manusia normal, lha ini setengah zombie!!" kata Anjar lagi.
"Yang membuat mas bingung adalah, mengapa itu mahluk mengejar-ngejar mas padahal kita tidak saling mengenal??" tanya Anjar.
"Memangnya kalau kita mengejar seseorang itu harus saling mengenal?? nggak juga kan??" jawab Lia lagi.
"Sebenarnya itulah tadi yang kutanyakan bang, ada benda berharga apa yang bang Anjar punya, atau adakah benda milik mahluk itu yang bang Anjar ambil??" tanya Badai.
"Kan tadi bang Anjar sudah bilang bahwa bang Anjar hanya membawa Ansar sebagai barang berharga abang, karena dia adalah putra abang satu-satunya." ucap Anjar.
"Berarti kuncinya ada di Ansar!!" Kata Lia.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu yang selama ini tak pernah dia katakan kepada siapapun.
"Apakah ada hubunganya dengan tanda lahir Ansar itu, ya??" pikir Lia.
"Sepertinya itu bukan tanda lahir biasa, tepatnya itu seperti sebuah simbol!!" pikir Lia.
"Berarti Ansar dalam bahaya saat ini, bagaimana caranya aku bisa melindungi dia ya??" gumam Lia yang mulai gelisah.
"Kenapa kamu diam, Lia?? apakah kamu sedang memikirkan sesuatu??" tanya Anjar.
Lia belum bisa menceritakan kepada Anjar tentang tanda lahir yang dimiliki oleh Ansar, sebab di situ ada Badai yang Lia belum terlalu mengenalnya.
*
*
__ADS_1
***Bersambung....
Ikuti terus kelanjutannya di next berikutnya...dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏