Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 61 Menunjukan Jati Diri


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu selama ini?? kamu lho ngga datang di resepsi pernikahanku!!" kata Ratih.


"Aku dapat panggilan kerja, jadi mau ngga mau harus berangkat, maaf ya...tapi kan sekarang aku sudah ada untukmu!!" kata Surtinah sambil tersenyum penuh kepalsuan.


"Tih, ngga bisakah kamu melepas gelang di tanganmu itu?? apakah kamu tidak merasa risih??" tanya Surtinah.


"Risih?? Ngga tuh!! aku malah senang memakainya, perasaanku malah tenang!!" jawab Ratih.


"Kata mbak Ratna aku jangan membukanya, ya sudah...kupakai saja." Kata Ratih yang tanpa mengetahui ada kilatan aneh di mata Surtinah.


"Oo iya, hari sudah malam nih aku pulang dulu ya Tih...besok-besok aku main kemari lagi!!" pamit Surtinah pada Ratih.


Tak lama habis kepulangan Surtinah, Ridwan datang.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum Salam!! eh, mas Ridwan, sudah datang??" sambut Ratih di depan pintu.


"Tadi barusan ada tamukah??" tanya Ridwan sambil memarkirkan motornya di halaman.


"Ada mas, Surtinah!!" kata Ratih sambil membawakan tas suaminya masuk kedalam rumah.


"Apa?? Surtinah??" Ridwan nampak kaget saat Ratih menyebutkan nama Surtinah.


"Dek, hati-hatilah menerima tamu siapapun apalagi mas ngga ada di rumah, siapapun itu...kamu ngga dengar kejadian di kampung sebelah??" tanya Ridwan pada istrinya.


"Dengar bang!! tapi Surtinah itu kan bukan orang lain, dia sahabatku sendiri!!" kata Ratih masih membela Surtinah.


"Manusia bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, dek...bukannya mas berburuk sangka pada sahabatmu, tapi berwaspada pada seseorang itu bukankah perlu?? apa lagi orang tersebut sudah lama pergi terus kembali lagi, kita tidak tau apa yang terjadi padanya selama ini!!" kata Ridwan panjang lebar tanpa dia pernah menjelaskan betapa busuknya kelakuan Surtinah di belakang Ratih.


Karena tidak mau berdebat dengan suaminya, akhirnya Ratih hanya diam mengikuti ucapan Ridwan tanpa mereka ketahui ada sepasang mata dari kejauhan tengah mengawasi mereka berdua.


Setelahnya orang itu kemudian pergi dan lenyap di kegelapan malam.


"Sialan, gelang itu pasti dari Ridwan karena aku lihat kakaknya Ratih memakai gelang yang sama...bagaimana caranya aku mendekat jika gelang itu melingkar di tanganya, begitu disentuh olehnya, tanganku rasanya seperti disiram sama timah panas!!" gumam seseorang yang tadi mengintai yang tak lain adalah Surtinah.


"Mas Ridwan, kamu bukan hanya menyakiti hatiku tapi juga mau melukai tubuhku!!" Surtinah tampak bergeming.


"Aku pergi keluar kampung setahun lamanya untuk menuntaskan ilmuku. Ilmu awet muda yang kupelajari agar kamu bertekuk lutut padaku ternyata sia-sia."


"Sementara laki-laki lain di luar sana banyak yang tergila-gila padaku tetapi kamu menatapku saja tidak mau, sungguh laki-laki tak punya hati!!" geram Surtinah.


"Tapi tak apa, karena sekarang fokusku adalah menghancurkan istrimu dan bayi yang ada di dalam kandunganmu, tampaknya darah mereka lezat!!" Surtinah menyeringai sambil berkali-kali menjilati bibirnya dan menelan salivanya.


Hanya saja tugasku adalah bagaimana caranya agar gelang keparat itu bisa terlepas dari tangan sahabat baik yang aku cintai!!"

__ADS_1


Hi...hi...hi


Surtinah tertawa melengking mendirikan bulu roma yang mendengarnya, bahkan hewan di sekitar hutan pinus jadi kisut dan terdiam.


**********


"Bu, tadi ayah lewat di kampung sebelah, ada beberapa bayi lagi yang meninggal secara misterius bahkan ibu si bayi juga ikut meninggal dengan tubuh mengkerut karena kehabisan darah, mengerikan sekali...siapa sebenarnya yang telah berbuat tega seperti itu??" kata Tio pada Ratna istrinya.


"Itu sudah yah, baru tadi sore mau menjelang maghrib si Ratih nekad pulang sendiri ngga menunggu suaminya datang menjemput seperti biasa, pakai motor maticnya ibu melewati hutan pinus sendirian hanya karena sudah ditunggu oleh teman baiknya, siapa tadi itu ya namanya?? oh iya, Surtinah namanya!!" kata Ratna.


"Berani sekali Ratih itu, kampung sebelah sudah heboh dan ditakutkan si pemangsa itu sudah ada juga di kampung kita, kok malah dia keluyuran sendiri dalam keadaan hamil pula." Gumam Tio.


"Untuk apa dia meminum darah bayi dan ibu melahirkan atau ibu hamil itu, yah??" tanya Ratna.


"Biasanya yang seperti itu adalah mereka yang mempelajari ilmu hitam, biasanya ilmu agar selalu menjadi awet muda, dengan rutin meminum darah bayi atau ibu hamil, maka kecantikannya akan jadi berlipat ganda!!" terang Tio pada istrinya.


"Mengerikan sekali, yah!!" kata Ratna bergidik.


"Tapi ibu sudah berpesan pada Ratih untuk selalu memakai gelang yang ayah berikan untuk ibu dan dia kan??" tanya Tio.


"Sudah yah, semoga dia tidak melepaskan gelang itu dan meninggalkannya di sembarang tempat seperti kebiasaannya pelupanya selama ini!!" gumam Ratna sedikit khawatir dengan kebiasaan pelupa dari adiknya itu.


"Ya, sudah...Sasha mana bu?? sudah tidur??" kata Tio pada istrinya.


"Sudah yah, Sasha juga rewel sejak tadi!!" kata bu Ratna.


************


"Mas, perut Ratih sudah sakit banget, sepertinya sudah waktunya melahirkan!!" desis Ratih menahan sakitnya.


"Sabar ya dek, mas teleponkan mbak Siti dulu, waktu itu mas sudah bilang ke dia sewaktu-waktu kamu mau melahirkan, mas akan telepon dia.


Siti adalah bidan puskesmas yang dinas di kampung mereka kala itu.


"Dek, mbak Siti ngga bisa kesini kalau tidak dijemput sebab motor dibawa oleh suaminya yang pas kena dinas malam hari ini, kamu tahan dulu ya...mas tinggal sebentar menjemput mbak Siti!!" kata Ridwan berusaha setenang mungkin agar tidak ikutan panik.


"Iya, mas tapi cepetan ya mas!!" kata Ratih sambil berusaha menahan sakit.


"Ingat, Ratih...jangan sekali-kali kamu melepaskan gelang di tanganmu itu walau apapun yang terjadi!!" pesan suaminya.


Tak selang beberapa lama Ridwan pergi ada yang mengetuk pintu depan!!


Dengan langkah tertatih menahan sakit Ratih mengintip dari balik korden. Dia berpikir mas Ridwan balik lagi, tapi ngga kedengaran deru motornya??


Di luar dia melihat Surtinah sahabatnya tengah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Awalnya dia sangat senang karena dia melihat sahabatnya mau datang menjenguknya. Tetapi dia terpaku saat melihat dandanan Surtinah dengan baju hitam seperti jubah dan kerudung hitam hampir menutupi sebagian wajahnya dengan bola matanya yang berwarna kemerahan.


"Itu hantu atau Surtinah?? kalau Surtinah mengapa pakaian dan wajahnya seperti pengabdi setan begitu??" gumam Ratih yang mendadak jadi ketakutan.


Tok...tok...tok


"Ratih??? buka pintunya ini aku Surtinah!!"


"Aku akan menolongmu supaya kamu tidak lagi akan merasa kesakitan lebih lama!!" seru Surtinah dari luar pintu.


Mendengar suara Surtinah yang agak aneh, Ratih semakin takut dan terngiang kembali ucapan suaminya tempo hari yang mengatakan padanya untuk selalu waspada pada siapapun apalagi pada orang yang telah lama pergi tau-tau datang kembali, bisa saja dia membawa niat yang tidak baik pada kita.


"Ya Allah, mestinya aku mendengarkan perkataan suamiku waktu itu, jangan-jangan memang benar bahwa Surtinah yang sekarang bukan seperti si Surtinah yang dulu lagi!!" desis Ratna semakin ketakutan apalagi Surtinah bukan hanya sekedar mengetuk pintu, tetapi juga terdengar seperti mencakar dan menggedor-gedor pintu.


Karena takutnya Ratih berdiri di belakang korden jendela yang tebal dan panjang dan mengulung tubuhnya berdiri kaku di sana mengabaikan rasa sakitnya. Sambil bibirnya tak henti melantunkan doa.


Tiba-tiba....


CEKLEK...


Entah bagaimana caranya pintu itu sudah terbuka, padahal Ratih ingat betul sudah mengunci pintunya tadi sebelum suaminya pergi menjemput mbak Siti.


"Ratih??? di mana kamu?? aaahh...pasti kamu sedang kesakitan di dalam kamar ya, biar aku bantu ya? Hihihi...


Sosok Surtinah melayang perlahan tapi pasti kearah kamar Ratih.


Dengan mata kepalanya sendiri Ratih melihat Surtinah mencongkel pintu dengan kuku-kuku jari tangannya yang sangat panjang dan runcing.


"Yuhu...Ratih...ini Tinah, kamu ada di mana??" suara Tinah semakin menyeramkan di telinga Ratih.


Tiba-tiba...


BRAK...


Surtinah nampak membanting piring kue milik Ratih kelantai dengan kerasnya.


"Sialan...kemana perginya kau Ratih?? jangan harap kamu bisa hilang begitu saja dari penglihatanku!!"


"Aku telah menghambat perjalanan suamimu agar tidak bisa cepat sampai tujuan kemudian balik kembali!!" kata Surtinah tertawa mengekeh membuat Ratih harus berusaha menahan perasaan dan menekan rasa takutnya.


*


*


****Bersambung....

__ADS_1


Bagaimana nasib Ratih selanjutnya?? dan siapakah sebenarnya Surtinah itu??"


Lanjut ke next episode dan jangan luoa dukungan nya..


__ADS_2