Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 53 Kisah Juan Dan Kei


__ADS_3

"Kamu kemana aja beberapa hari tidak kelihatan, Kei??" tanya Juan.


"Kei sedang mengikuti seorang wanita, koh...Kei seperti kenal wajah itu tapi Kei lupa di mana!!" kata hantu kecil itu.


"Kei, bisakah koh Juan minta tolong??" tanya Juan.


"Mau minta tolong apa, koh??" tanya Keikei si hantu kecil.


"Koh Juan minta tolong bantu suami teman Juan yang kena pelet, Kei...cari tau apa kelemahannya!!" kata Juan.


"Baik koh, Keikei akan bantu!! kok sepertinya koh Juan niat banget bantu?? jangan-jangan koh Juan suka sama itu cewek ya??" goda Kei yang membuat pipi Juan yang putih jadi memerah.


"Dia sudah jadi istri orang, Kei...koh Juan hanya kasihan melihatnya bersedih terus lagian koh Juan usianya 4 tahun lebih muda darinya.


Juan memarkirkan mobil di garasi. Lampu teras yang tadi mati kini menyala pertanda mommy Santi belum tidur.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum Salam!!"


"Kok mommy belum tidur??" tanya Juan lalu menutup pintu dan menguncinya.


"Kamu pikir mommy bisa tidur kalau anak lanangnya masih kelayapan di luar sana?" tanya mommy Santi.


"Kan kelayapan nolong orang mom bukan kelayapan percuma!!" jawab Juan.


"Kamu sudah makan ??" tanya mommy Santi.


"Belum mi, Juan sholat dulu baru pergi makan...kalau mommy ngantuk, tidurlah dulu!!" jawab Juan lagi.


Sepeninggal mommy nya dan setelah selesai sholat, Juan duduk sambil mengunyah makanannya sambil terus memikirkan kejadian sore tadi.


"Perempuan yang kudorong tadi sore memang memiliki aura yang sangat gelap.


"Dulu semasa aku kecil, aku dan opa pernah menolong orang yang suaminya juga terkena guna-guna seperti suami mba Tyas itu, semoga pengalamanku dan bantuan dari Keikei bisa membantuku untuk menolong mereka yang membutuhkan pertolongan kami."


"Koh Juan, Kei sudah menyelidiki wanita yang koh Juan maksud, perempuan dengan rambut sebahu dan kulit sawo matang kan?" kedatangan Keikei yang tiba-tiba membuat Juan tersedak.


"Kei, bisa ngga sih kalau datang itu beri salam kek!!" ucap Juan kesal.


"He..he..he, maaf koh...!!" hantu kecil itu hanya cengengesan karena dia tau Juan tidak pernah benar-benar marah padanya.


"Cepat sekali kamu melihatnya, Kei??" kata Juan.


"Menurutmu, bagaimana Kei??" tanya Juan.


"Gimana apanya, koh??" tanya Keikei.


"Masih bisa diobati kan? Tanya Juan.


"Yang Kei lihatkan baru cewek itu, sementara cowok yang jadi korbannya belum Kei lihat!!" sahut Keikei.


"Koh, malam ini Kei mau pergi ya!!" kata Keikei.


"Kamu mau kemana Kei??" tanya Juan pada sahabat hantunya itu.


Tatapan Kei seperti murung. Ingatannya seperti kembali ke masa dua belas tahun yang lalu.


***********

__ADS_1


"Fang...aku tak sanggup hidup seperti ini terus!!" keluh seorang wanita cantik berkulit putih sambil menyuapi kedua anak kembarnya.


"Sabarlah Mei...abang juga tengah berusaha untuk mencari pekerjaan lagi!!" ucap lelaki muda yang belum genap berusia 23 tahun itu.


Fang dan Mei Lan menikah di usia yang masih muda. Usia Mei saat itu baru 16 tahun dan Fang suaminya 17 tahun.


Pernikahan mereka yang tergolong sangat muda membuat kedua keluarga tidak menyetujuinya dan mereka harus terusir dari keluarga masing-masing.


Dengan modal nekad dan tentunya modal cinta dan tanggung jawab pada bayi yang tengah dikandung oleh Mei Lan membuat kedua pasangan muda mudi yang tengah di mabuk asmara itu nekad hidup keluar dari lingkungan keluarga mereka.


Tetapi saat anak kembar mereka berusia 4 tahun, hidup mereka semakin bertambah sulit ditambah lagi karena krisis ekonomi saat itu membuat Fang dipecat dari pekerjaannya.


"Sabarlah Mei...abang juga lagi berusaha!!" kata Fang suaminya.


Ternyata kesabaran Mei setipis embun pagi karena suatu hari dia bertemu dengan ibunya yang meminta dia untuk kembali pada keluarganya dan meninggalkan Fang.


Kei Lin saudara perempuan Kei Lan yang kebetulan saat itu sedang bersama ibunya langsung dibawa oleh ibu dan neneknya pergi dengan mobil.


Bersamaan dengan itu Kei Lan muncul bersama sang ayah.


"Kei...ayah....!! Teriak Kei Lin memanggil ayah dan saudara kembarnya yang terus mengejar mobil mereka.


Kei Lan terus berlari mengejar mobil yang melaju semakin jauh itu sementara Fang juga sedang berusaha mengejar putranya.


Malang memang tak dapat ditolak, dari arah berlawanan mendadak ada sebuah mobil berkecepatan tinggi tanpa sempat mengerem lalu menabrak kedua ayah dan anak itu tanpa mereka sempat menghindar tanpa Fang tau bahwa mobil itu adalah mobil Tang Jhan lelaki yang selalu mau mengambil Mei Lan darinya dan juga orang suruhan keluarga Mei Lan untuk mencelakai Fang, hanya Fang bukan Kei Lan tujuan pencelakaan itu, tetapi karena Kei juga ada bersama ayahnya, Kei pun juga terkena langsung tubrukan maut itu.


Fang langsung meninggal saat itu juga, sementara Kei sebelum menutup mata masih sempat melihat siapa penabrak dia dan ayahnya sehingga timbul tekad di hati bocah 4 tahun itu jika dia pun mati, dia akan menuntut balas kematiannya dan ayahnya.


Mendengar suami dan putranya meninggal, Mei seperti orang gila menangisi mereka.


Penyesalan memang selalu datang terlambat, niat hatinya untuk pergi bersama ibunya malah merenggut nyawa Fang dan Kei Lan dalam kecelakaan maut itu.


Tetapi sayang, selang dua tahun kemudian Mei pun meninggal dunia meninggalkan putrinya Kei Lin.


Sebenarnya Tang Jhan sangat mencintai anak tirinya itu tetapi karena pekerjaannya, dia akhirnya memutuskan untuk menikah lagi dua tahun kemudian dengan janda satu anak.


Hidup Kei Lin pun juga ikut menderita karena jika ayahnya tidak di rumah maka ibu dan saudara tirinya menyiksanya.


****************


Juan berangkat sekolah seperti biasa dengan mogenya.


Di tengah jalan dia melihat Anjar jalan bergandengan tangan dengan Sari menuju ke tukang bubur ayam.


Juan langsung berhenti di samping abang sepupunya itu.


"Bang??" kata Juan.


"Kamu?? ngapain kamu??" bentak Sari.


"Juan?? kalian saling mengenal ya??" tanya Anjar.


"Iya mas, bocah ingusan ini mendorongku kemarin di taman sampai aku jatuh terduduk!!" lapor Sari.


"Bagaimana aku tidak mendorongmu, kamu kasar sama seorang wanita yang sedang hamil tua, kamu dorong dia hingga dia hampir kehilangan bayinya!!" balas Juan tak kalah sengit.


"Oohh ini pacar atau istri bang Anjar??" tanya Juan memandang agak sinis pada Sari.


"Pacar, tapi jika nanti mas Anjar bercerai dari istrinya maka kami akan segera menikah!!" ucap Sari dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Sari!!" sentak Anjar membuat Sari jadi cemberut.


Juan geleng-geleng kepala melihat mereka. Saat mendekat pada Anjar dia langsung menohok dengan kata-katanya.


"Hati-hati bang, jangan bermain api jangan sampai sepatu kaca abang buang yang didapat malah sepatu bolong dan jebol!!" kata Juan sambil berlalu.


Anjar tercenung mendengar perkataan Juan, sementara Sari menatap sinis dan tajam pada Juan.


"Bocah ingusan itu, mau ikut campur urusanku, tapi hmmmm...sepertinya tubuhnya lebih bagus dari pada mas Anjar, pak Alfath belum bisa kudapatkan, sepertinya bocah itu oke juga, sudah ganteng pasti oke juga di atas ranjang!" Sari tersenyum smirk.


"Ayo mas, Sari laper...kita jadikan makan bubur ayamnya??" tanya Sari manja sambil menarik tangan Anjar. Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, Anjar mengikuti keinginan Sari.


*****************


Juan berhenti di pinggir jalan karena melihat seorang gadis yang memakai seragam sekolah sama sepertinya didorong dan dipaksa turun dari sebuah mobil mewah di pinggir jalan.


Lho, itu kan Kei Lin dari kelas 12 Ipa 1??" gumam Juan lalu mendekati gadis keturunan Chinese yang berusaha berdiri sambil menepuk rok bagian belakangnya yang kotor karena jatuh terduduk di aspal tadi.


Kei Lin masih berusaha untuk berdiri saat ada tangan terulur di depannya.


Kei Lin mendongak dan sedikit terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya sambil mengulurkan tangan.


"Ju...Juan!!" lirih Kei Lin.


Sementara sosok bocah kecil yang duduk di belakang Juan pun juga menatap Kei Lin dalam-dalam.


Seantero sekolah tau siapa cowok yang wajahnya tak kalah dari artis-artis mandarin itu. Setengah tahun lalu saat kemunculannya yang fenomenal, wajah tampan dan orientalnya, kecerdasannya bukan hanya itu saja tetapi pengetahuannya tentang obat-obatan dan banyak menyembuhkan para siswi yang sering kesurupan membuatnya jadi sangat terkenal di seluruh sekolah, mengalahkan ketos dan wakil ketos sekolah, mengalahkan para tim basket yang terkenal ganteng, padahal Juan itu urakan tetapi tidak pernah mengganggu siapapun.


"Ayo bangun...kamu pikir tanganku tidak pegal terulur terus menerus begini??" tanya Juan mengagetkan lamunan Kei Lin.


Kei Lin menyambut uluran tangan Juan dan berdiri.


"Terima kasih!!" kata Kei Lin lirih.


"Kamu bertengkar lagi dengan saudaramu si Kanaya Faradhita yang sok cantik itu??" kata Juan.


Bukan Juan namanya kalau gaya bicaranya tidak lemes dan pedas mengalahi cabe sekebon jika sudah berkomentar.


"Naiklah...kita berangkat bareng!!" katanya.


"Keikei kamu pindah kedepan kokoh!!" itu yang sempat didengar oleh Kei Lin tanpa mengerti apa maksud perkataan Juan.


Kanaya Faraditha sekelas sama Juan Fernandes, cewek sok kecantikan dan kecentilan juga sombong itu!! begitulah penilaian Juan. Berbeda dengan Kei Lin yang pendiam tetapi merupakan sosok gadis yang cantik dan cerdas.


Kelas mereka bersebelahan. Juan di kelas 12 Ipa 2 dan Kei Lin di kelas 12 Ipa 1. Tapi bukan itu yang Juan pikirkan, wajah Kei Lin mirip sekali dengan seseorang tetapi Juan lupa itu siapa!!


Begitupun dengan Keikei yang duduk di depannya. Beberapa hari lalu dia bertemu dengan Kei Lin yang sedang menangis duduk di sebuah taman karena kelaparan dan tak boleh masuk ke dalam rumah karena dia tak sengaja memecahkan porselen milik ibu tirinya.


Cuaca yang sangat dingin ditambah perut yang dalam keadaan lapar membuat Kei Lin meringkuk di bangku taman, tertidur berselimutkan dinginnya malam.


*


*


Bersambung


Apakah Kei Lin adalah saudara kembar Kei Lan si hantu kecil yang sejak lama terpisah?? bisakah Juan membantu Anjar agar terlepas dari guna-guna Sari??


Ikuti terus dan lanjut ke next episode ya reader!!😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2