
"Saat itu nenek sayang banget padaku...sampai saat nenek harus kembali ke Indonesia setahun kemudian, saya selalu menangisi beliau!!"
"Setelah hari itu hingga kini, saya tidak pernah bertemu dengan nenek lagi sampai saat pertempuran tadi di pemakaman!!" kata Syahril.
"Hanya yang sempat saya dengar waktu itu saat usia saya 7 tahun abi pernah cerita bahwa nenek tak lagi tinggal di pesantren, entah mengapa...begitu kata abi saat itu!!" cerita Syahril.
"Paman berdua memang belum pernah bertemu dengan nenekmu itu secara langsung, selama teror yang ditimbulkan oleh Ganda Suri dan Surtinah saat-saat kemarin, hanya mereka berdua yang kami lihat tapi tidak dengan nenekmu."
"Kalau tidak salah namanya Nyai Sambang!!" kata Ridwan.
"Nama aslinya bukan Nyai Sambang, paman...tapi nama asli nenek itu Siti Salwa entah mendapat gelaran dari siapa kok berubah menjadi Nyai Sambang!!" kata Syahril.
"Surat apa yang kamu bawa dari abi kamu untuk paman berdua, Syahril??" tanya pak Tio.
"Waduh...saya sampai lupa dengan tugas saya paman!!" kata Syahril sambil cengengesan.
"Ini paman suratnya!!" Syahril menyerahkan sepucuk surat dari abinya untuk Tio dan Ridwan.
Ridwan menerima dan merobek amplopnya pelan dan menelaah isi surat dari menantu Kyai Abdullah itu.
Assalamualaikum
Ridwan...Tio...apa kabar?? semoga kalian berdua baik-baik saja!! tampaknya apa yang diramalkan ayah Kyai pada kita semua sekitar 25 tahun yang lalu kini sudah menjadi kenyataan. Kejahatan terbesar justru datang dari orang terdekat kita sendiri!!
Ada 3 orang yang memiliki 3 tanda lahir yang sama yaitu bulan sabit dalam lingkaran yang mampu menghadapi keangkara murkaan itu, tugas kalian adalah saling membantu satu dengan yang lainnya.
Penyebar kejahatan bukan hanya sekelompok tetapi mereka menyebar jaringannya kemana-mana, tugas kalian saling mendukung, membantu dan melindungi karena akibat perjuangan ini, akan ada banyak nyawa yang dikorbankan.
Dan terakhir yang kalian harus ingat, jangan pernah tinggalkan sholat kalian.
Salam hormat saya
Salman.
Tio dan Ridwan menghela napas panjang. Mereka semua belum tau siapa saja pemilik tanda yang di maksud tetapi mereka sudah kehilangan satu orang dari antara mereka yaitu Anjar.
""Syahril...bisakah kamu memberi petunjuk siapa saja 3 orang yang memiliki tanda lahir itu??" tanya Ridwan pada Syahril.
"Sebenarnya menurut perasaan saya, mereka bertiga itu sudah ada berbaur dengan kalian semua, hanya saja masih takut untuk menampakan diri karena mungkin saja mereka takut kalau-kalau ada pengkhianat di antara kalian semua." Kata Syahril.
"Tugas saya sudah selesai, saya harus kembali pulang ke pesantren..." ucap Syahril.
"Selamat tinggal paman Tio, paman Ridwan, bi Ratna dan bang Alfath...semoga kelak jika umur kita panjang, kita akan bertemu lagi!!" kata Syahril.
Lalu pemuda tampan itu berdiri bersidekap dan sesaat kemudian tubuhnya sudah lenyap dalam pandangan.
__ADS_1
Tapi ternyata pemuda itu tidak pulang ke pondok pesantren tetapi dia berusaha mencari neneknya yang tadi sore menghilang bersama sosok berpakaian hitam.
Sementara itu....
"Sambang...Sambang!! kamu pikir mudah melepaskan diri dari aku kekasihmu sekaligus gurumu ini??
"Sudah lama aku mencari keberadaanmu Sambang, karena aku yakin keyakinanmu akan goyang saat kamu sudah bertemu dengan cucu tercintamu itu ternyata firasatku benar."
Sosok berpakaian hitam itu adalah ki Badra guru sekaligus kekasih Nyai Sambang.
Walaupun dia sudah berusia kepala lima tetapi sama dengan Nyai Sambang, wajah dan tubuhnya tak termakan usia sama sekali.
"Kau Badra...untuk apa lagi kamu mencariku dan menemuiku??" kata Nyai Sambang.
"Aku dulu pernah mengatakan kepadamu jika aku sudah berhasil menemui cucu kesayanganku maka aku akan kembali ke jalan yang benar bersamanya." Kata Nyai Sambang.
"Kamu pikir segampang itu, Sambang?? tentu tidak...kekasihku!!" kata Ki Badra tersenyum licik pada Nyai Sambang.
"Aku ingin pulang, Badra... aku ingin bahagia bersama cucuku Syahril!!" kata Nyai Sambang memohon.
"Apa??? kembali ke jalan yang benar?? tidak salahkah Sambang?? dulu kamu yang mengemus-ngemis padaku agar bisa tetap cantik dan awet muda karena kamu takut wajah cantikmu luntur termakan usia, sekarang kamu yang ingin mengakhirinya??" kata Ki Badra dengan mata berapi-api.
*************
"Kami semua tidak setuju kakak berhubungan dengan pria cabul itu!!" kata Abdullah suatu hari pada kakak lain ayahnya itu.
"Ayah menjodohkan kakak dengan seorang ustadz agar kakar bisa menjadi lebih baik!!" kata Abdullah masih berusaha bicara baik-baik pada kakaknya.
Tapi Siti Salwa berbeda dengan wanita lainnya, jiwa pemberontaknya lebih besar.
"Siti Salwa??? nama itu sama sekali tak cocok untukmu, aku akan merubahnya menjadi Nyai Sambang...kekasih Ki Badra!!" ujar lelaki tampan berpakaian serba hitam itu.
"Tapi semua keluarga menentang hubungan kita, Badra!!" ucap Nyai Sambang.
"Ikutlah denganku, Sambang maka aku akan menjamin kamu akan cantik selamanya, tak akan pernah dimakan oleh usia!! Kesaktian yang kamu punya juga akan berlipat ganda!!" ucap Ki Badra merayu Nyai Sambang.
Memang di manapun tugas iblis itu adalah untuk menggoda manusia!!
Badra salah satu dari iblis berkedok manusia yang menberikan penawaran penawaran yang menggiurkannya pada seorang perempuan.
Sekian banyak wanita biasanya menolak untuk menjadi tua, takut kehilangan kecantikannya karena usia dan itu pula yang juga di takutkan oleh Siti Salwa.
"Baiklah Badra, tetapi jika kelak aku bisa bersama dengan cucuku tercinta, maka aku akan segera meninggalkanmu!!" ucapnya diiringi dengan tawa mengekeh dari Badra.
*************
__ADS_1
"Maaf kak, jika kakak masih tetap bersikeras dengan laki-laki pilihan kakak, dengan berat hati maka kakak harus angkat kaki dari pesantren ini!!" kata Abdullah.
Pada akhirnya Siti Salwa tetap memilih Ki Badra dan berpisah dari keluarganya.
Seperti janji Ki Badra, kesaktian Siti Salwa meningkat berkali-kali lipat begitupun dengan kecantikannya.
Tapi Ki Badra tak juga kunjung menikahi Siti Salwa yang namanya kini telah diganti menjadi Nyai Sambang oleh Ki Badra.
Hingga kabar mengejutkan datangnya dari Fatimah dan Salman. Putri Kyai Abdullah yang tinggal di mesir bersama suaminya.
"Fatimah Hamil dan Nyai Sambang sangat bahagia walaupun Nyai Sambang tidak lagi di perbolehkan bertemu dengan Fatimah.
Pada usia Syahril yang ke lima tahun, sang nenek cantik sudah tak sanggup lagi menahan kerinduannya pada sang cucu lalu nekat pergi ke Mesir menyusul Fatimah dan meninggalkan Ki Badra.
Pada akhirnya dia sempat mengasuh Syahril dan kemudian pergi lagi setahun kemudian meninggalkan semuanya dan memilih untuk tetap hidup sendiri dan mengasah ilmu hitam warisan Ki Badra sampai akhirnya dia bertemu dengan Ganda Suri dan mengangkatnya menjadi muridnya.
Badra terus mencari keberadaan Nyai Sambang hingga akhirnya bertemu dan menyelamatkannya di pemakaman saat terjadi pertempuran sore tadi.
*************
"Kenapa kamu murung Kei??" tanya Juan pada hantu kecil itu.
"Koh, jika waktuku akan tiba nanti, bisakah aku meninggalkan Kei Lin sendiri bersama ibu dan saudara tirinya??" kata Kei Lan sedih.
"Mereka jahat sekali pada Lin, kemarin saja sepulang sekolah aku melihat Lin disuruh menyapu keliling rumah tanpa memberinya makan terlebih dahulu!!" lirih Kei Lan.
"Koh, bisakah kamu membantuku agar Kei Lin bisa melihatku...jadi akupun bisa membantu kesulitan yang dia alami jika kami berdua bisa saling melihat satu dengan yang lain!!" kata Kei Lan.
"Aku ingin melindungi saudara kembarku, aku tak ingin dia teraniaya lagi bersama ibu dan saudara tirinya." Kata Kei Lan.
"Baiklah Kei aku akan mencoba mengajak Kei Lin bicara dulu ya!!" jawab Juan.
Sekarang aku mau pergi sekolah dulu, kamu mau ikut aku atau gimana??" tanya Juan.
"Aku mau ikut saudara kembarku dulu nanti aku akan menyusul Koh Juan!!" sahut Kei Lan lalu melayang pergi.
"Wih...anak mommy sudah rapi dan ganteng!!" kata mommy Santi pada putra tunggalnya itu.
"Ya harus ganteng dong mom...nanti kalau Juan jelek, Tyas dan Afifah akan malu punya suami dan ayah yang jelek!!" jawab Juan santai.
*
*
****Bersambung.....
__ADS_1
Bagaimana kisah Juan selanjutnya dalam menggapai hati Tyas dan putrinya??
Tunggu di next episode ya reader!!🙏🙏