
"Mas Anjar...mas kemana aja sih??? Sari tungguin lho dari tadi, Sari sudah bawakan bekal buat kita makan berdua!!" ucap Sari manja sambil bergelanyut di lengan kekar Anjar.
"Aduh Sari...please aku lagi pusing banget...istriku hilang dan ngga ada yang tau dia kemana!!" kata Anjar sambil memijit keningnya.
"Sayang....!! coba lihat aku dulu, aku cantikkan??" tanya Sari sambil merapal sesuatu untuk menundukan kembali hati Anjar.
Sementara dari tempat tak terlihat, Rani mulai gerah melihat kelakuan Sari.
"Sepertinya aku harus memberi pelajaran pada manusia kampret ini, aku bukan lagi Rani yang dulu yang taunya hanya menangis termehek-mehek dan tertawa terkikik-kikik ngga jelas....ngga ada yang lucu ditertawain ngga ada yang sedih ditangisin!!" lalu Rani terbang melayang kearah parkiran di samping gedung yang sepi karena semua karyawan sudah beraktivitas.
Saat Anjar dan Sari akan berciuman, tiba-tiba mata Sari melihat ada sesuatu yang bergerak di dekat kakinya lalu merayap mau memasuki celana panjangnya.
AARRGGGHH...
Sari berteriak kaget sekaligus ketakutan melihat ada ular daun melata mau memasuki celana.
Seketika konsentrasinya pecah lalu bergerak mendorong dada Anjar kebelakang.
"Ada apa sih?? " tanya Anjar juga ikut kaget.
"Ada ular merayap dan melata mau masuk kedalam celanaku." Kata Sari dengan kesal.
"Ya sudahlah aku pergi dulu!!" kata Anjar setelah tadi mereka gagal berciuman.
"Anjar...Anjar...lemah sekali imanmu...tadi kamu menangis-nangis mencari keberadaan istrimu, baru aja disosor bibir monyong seperti bibir Sari sudah klepek-klepek lupa istri!!"
Rani mencibir pada Anjar yang telah ditinggalkan oleh Sari kembali ke pekerjaannya.
Anjar terduduk lemas di samping motornya.
"Syukurin mahluk mesum!!" kata Rani sambil tersenyum menyeringai.
"Ingin rasanya kugetok kepala Anjar ini pakai telur busuk dan kusiram kepala Sari sama air comberan biar ilmu peletnya luntur semua!!"
"Ada apa sih sebenarnya dengan diriku ini?? terkadang aku benci dengan perbuatan yang telah aku dan Sari lakukan dan bersumpah untuk tidak mengulanginya lagi, tetapi saat berhadapan dengan Sari seakan semua menguap begitu saja seolah aku terbuai dengan pesona dan kecantikan Sari!!" gumam Anjar.
"Pesona dan kecantikan kepalamu peang...matamu itu aja yang memang dasar katarak jadi otakmu mesum melulu!!" gumam Rani terus mengejek Anjar tanpa si empunya diri tau bahwa tak jauh di sampingnya berdiri sosok berbaju putih dengan rambut berombaknya sedang mengejek Anjar sedari tadi.
"Oh iya aku lupa...kenapa aku terus di sini?? sementara Alfath kutinggalkan sendirian??? bisa-bisa perempuan lucknuth itu menggodanya!! tak rela aku melihat mantan tunanganku harus bersama dengan kuntilanak hidup itu, aku lebih ikhlas dia bersama dengan Sasha dari pada dengan Sarinem itu!!"
Tanpa menunggu lama Rani melayang kembali ke dalam kantor untuk menemui Alfath sekaligus menjaganya.
Rani sibuk mondar mandir di depan Alfath yang fokus pada laptop di depannya.
Tok...tok...tok
"Masuk!!" kata Alfath.
"Ayah...ibu....!!"
Alfath bangkit dari kursinya dan memeluk kedua orang tuanya yang baru saja datang dari Aussie langsung menuju ke kantor Alfath.
"Kenapa ibu sama ayah datang tidak mengabari Alfath??" tanyanya lalu mempersilakan duduk tetapi dia kaget saat dari belakang ayahnya mengintip sesosok bocah lucu!!
"Hai...kamu siapa??" tanya Alfath.
"Oohh iya...ini Valen!! Valen ini ibu temukan dekat supermarket sedang mengemis entah kemana orang tuanya...Valen ini bisu, Alfath... untung ibu semasa menjadi perawat di rumah sakit khusus untuk orang cacat atau disabilitas dulu banyak mempelajari bahasa isyarat karena mereka banyak mempergunakannya."
"Kemari!!" Alfath melambaikan tangannya pada bocah lelaki bermata Hazel yang berusia sekitar 5 tahun itu untuk mendekat padanya.
Tapi reaksi Valen malah menggerakan tangannya dan terbaca oleh ibu Alfath yang juga ikut memperhatikan sekitar ruangan.
"Valen mengatakan apa bu??" kata Alfredo ayah Alfath.
__ADS_1
"Valen bilang siapa wanita cantik berambut ombak dan berbaju putih yang duduk di sudut ruangan sana..." katanya sambil menunjuk kearah pojokan jendela.
"Makanya tadi ibu ikut memperhatikan juga!!" kata ibunya Alfath.
Valen menggerakan tangannya lagi seolah bicara dengan sesuatu yang tak kasat mata itu.
Sementara dari ujung ruangan Rani menyumpah...
"Anjirrr ni bocah...sudah bisa ngeliat gue, baru bicara dengan bahasa yang ngga gue ngerti!! ngomong apasih nih bocah??"
"Valen bilang apa bu??" tanya Alfath ikut penasaran juga, serem juga iya!!
"Tapi Valen bilang kakak itu baik, dia jagain om itu!!" tunjuknya pada Alfath.
"Syukurlah dia ngomongin aku yang baik-baik...kalo kaga bakal gue sentil jidat jenongnya tuh bocah!!" dari tempat berdirinya, Rani tersenyum manis pada Valen.
"Bu...itu si Valen senyum-senyum sendiri ke tembok, dia ngga kesambet kan?? jangan-jangan anak cenayang nih bocah!!" kata Alfat mulai merasa seram sendiri.
"Sudah...nanti kamu juga akan terbiasa sendiri!!" kata ayah Alfredo pada putranya.
"Alfath...bagaimana kabarnya calon menantu ibu??" tanya ibunya Alfath.
"Ssstttt...bu, tolong jangan bicarakan itu di sini!!" tegur Alfath sambil memberi isyarat dengan matanya.
Seiring dengan itu, Valenpun memberi isyarat dengan tangannya dan hanya di mengerti oleh ibunya Alfath saja. Membuat wanita cantik itu terdiam saat melihat isyarat tangan dari Valen tadi.
Tadi Valen diberi tahu oleh Rani bahwa jangan membicarakan hal itu dulu di dalam kantor ini, ba..ha..ya..!! Itulah isyarat dari Rani yang di mengerti oleh Valen.
"Bu...yah...kita makan di liar yuk...kebetulan kerjaan Alfath sudah selesai pas juga ini masuk waktunya makan siang!!" kata Alfath.
"Lalu mereka berempat keluar dari ruangannya dan tak seperti biasa, Alfath mengunci pintu ruangan kerjanya.
Tepat seperti yang diisyaratkan oleh Rani melalui Valen, sesosok tubuh berdiri di samping pilar besar sedang berusaha menguping pembicaraan mereka.
Sepeninggal mereka dan sebagian orang kantor pergi untuk makan siang, Sari pura-pura membawa lobby duster dan membersihkan ruangan. Dia menoleh kekiri dan kekanan begitu dirasa sepi olehnya, dia mencoba membuka pintu ruangan kerja Alfath.
"Brengsek...dikunci sama dia...!! tumben nih pintu pakai dikunci segala, biasanya juga ngga pernah, apa dia sudah mencurigai sesuatukah??" batin Sari tanpa dia tau bahwa di sana ada cctv yang merekam semua kegiatannya.
"Fath...tadi di luar kami bertemu dengan office girl yang dandanannya menor banget mengalahi karyawan yang kerja di dalam, orang baru ya??" tanya ibu Alfath.
"Iya bu!!" kata Alfath singkat.
"Hati-hati lho sepertinya orangnya ganjen banget!!" kata Ibunya lagi dibarengi oleh gerakan tangan oleh Valen.
"Tuhhh Valen aja setuju sama ibu!! katanya lagi sambil memeluk Valen.
"Kalau Valen mah, biar ibu ngomong salah tetap aja dibenarkan sama Valen, orang Valen anak emasnya ibu!!" kata suaminya.
"Dari mana ibu tau kalau office girl di kantor Alfath itu orangnya ganjen??" tanya Alfath lagi penuh selidik.
"Fath...ibu ini perempuan, mata seorang perempuan itu biasanya lebih jeli dari pada para pria yang kadang melihat wanita hanya dari tampilan fisiknya saja!! seperti ayahmu ini yang matanya masih suka jelalatan melihat perempuan cantik!!" cibir istrinya.
"Astagfirullah bu...kenapa ayah lagi yang jadi sasarannya??" kata Alfredo sambil menggaruk kepalanya.
"Fath...sebenarnya Sasha ada di mana??" bisik Ibunya.
"Sasha di suatu tempat yang aman bu dia juga dilindungi oleh orang-orang yang baik." Jawab Alfath.
"Syukurlah...tapi siapa kira-kira orang yang ingin membunuhnya itu, Fath??" tanya Alfredo pada putranya.
"Sebenarnya Alfath sudah punya gambaran yah, tetapi untuk sementara ini Alfath tahan dulu kecurigaan Alfath untuk mengambil bukti sebanyak-banyaknya!!" kata Alfath.
********
__ADS_1
"Kamu bisa melihatku??" tanya Rani pada Valen yang sedang duduk bermain puzle di dalam ruangan Alfath.
Alfredo dan istrinya sudah pulang ke apartemen Alfath sementara entah mengapa Valen ingin lebih lama berada di ruangannya Alfath.
Alfath yang pada dasarnya penyuka anak-anak langsung akrab dengan Valen walaupun mereka bicara hanya menggunakan bahasa isyarat atau dengan tulisan di kertas saja.
Alfath memperhatikan Valen yang sepertinya tengah berinteraksi dengan seseorang.
"Valen...kamu bermain dengan siapa??" tanya Alfath sambil menulis di kertas.
"Dengan tante Rani!!"
GLEK....
Susah payah Alfath menelan Salivanya begitu mendengar nama itu disebutkan oleh Valen.
"Om tidak usah takut, tante Rani hantu yang baik, dia akan terus menjaga om hingga kelak dia akan kembali pulang ke alamnya sendiri!!"
Alfath terharu mendengar penjelasan Valen. Tiba-tiba Valen memegang tangan Alfath dan bukan main terkejutnya Alfath tepat di depannya Rani duduk masih cantik seperti dulu tetapi wajahnya kini sangat pucat.
"Rani...kamukah itu??" tanya Alfath tercekat.
"Beb...maafkan aku yang telah mengkhianatimu!!" ucap Rani dengan penuh linangan air mata.
"Sudahlah Ran, aku sudah memaafkanmu lagi pula itu sudah berlalu, mengapa kamu tidak kembali pulang kealammu??" tanya Alfath.
"Aku ingin di sini sampai tuntas tugasku untuk menjagamu juga untuk menemui Leonel dan meminta maaf kepadanya!!" ucap Rani.
Tok...tok...tok
Percakapan mereka terputus dan seketika Rani lenyap dalam pandangan Alfath karena Alfath reflek melepaskan pegangan tangannya pada Valen.
"Masuk....!!"
Sari masuk dengan membawa dua gelas es teh dan setoples camilan ke dalam.
"Maaf pak, saya tau ada adik bapak ada di sini jadi saya berinisiatif membawakannya untuk bapak dan adik bapak!!"
"Silahkan pak, saya permisi dulu!!" Sari mengerling genit kearah Alfath lalu keluar."
Tetapi baik Alfath maupun Valen tak ada yang mau meminum dan memakan cemilan itu. Sebenarnya Alfath sudah ingat bahwa Sari Inayah karyawannya inilah yang beberapa bulan lalu menyiram kepala Sasha dengan kuah soto dan sempat di kasuskan oleh Alfath.
Tetapi dia sengaja berpura-pura tidak mengenali Sari sekaligus mau mencari bukti kejahatan gadis itu, apa maksud dia menyusup masuk kedalam perusahaannya.
Apakah dia yang merencanakan kecelakaan Sasha dan dia waktu itu atau bukan!!
Sari tersenyum dari balik pintu dan berharap Alfath mau memakan dan meminum yang dia bawa tadi.
*************
"Hei...rupanya bumil yang satu ini duduk di sini, tho...!!" kata Sasha lalu memeluk bahu Tyas.
"Kenapa?? kangen sama ayah si jabang bayi??" tanya Sasha menggoda Tyas.
"Tyas hanya ngga nyangka bahwa pernikahan Tyas akan jadi seperti ini...ternyata mas Anjar lebih sayang pada wanita yang baru masuk dalam kehidupannya ketimbang aku yang sudah bertahun-tahun bersamanya dan telah mengandung anaknya!!" jawab Tyas dengan wajah murung.
*
*
***Bersambung....
Akhirnya Alfath bisa langsung melihat dan bertemu dengan Rani berkat Valen. Siapakah Valen sebenarnya??
__ADS_1
"