
Santi adalah seorang single parent. Suaminya meninggal saat putranya Juan masih berusia 5 tahun. Dia adik ibunya Anjar. Ibu dan ayah Anjar tinggal di Batam bersama seorang adiknya lagi. Saat Anjar dan Tyas menikah beberapa bulan lalu, Santi dan Juan sedang pergi ke Hongkong karena kedua mertuanya tinggal di sana jadi mereka berdua tidak bisa menghadiri pernikahan keponakan sekaligus sepupu Juan itu.
Tak lama kemudian...
Na....na....na....na....na....
"Assalamualaikum, mommy!!!"
"Waalaikum Salam, anak mommy yang super duper ganteng!!" balas Santi.
Postur tubuh Juan memang tinggi besar seperti daddynya. Dengan postur 180 cm, Anjar saja hanya sebatas lehernya saja.
Suami Santi keturunan China Kanada otomatis membuat Juan juga terlahir menjadi anak blasteran. Tak ada yang percaya sebenarnya bahwa Juan dan Anjar itu bersepupu, pertama dari segi fisik dan wajahpun mereka jauh berbeda.
"Itu moge bang Anjar, tapi bang Anjarnya mana, mom??" tanya si tampan berlesung pipit itu.
"Juan, ada yang mau mommy bicarakan berdua denganmu!!" kata mommy Santi pada Juan.
"Duduklah!!" titah sang mommy.
Juan duduk di dekat mommy nya dan menunggu apa yang akan di jelaskan oleh wanita cantik itu.
"Tadi sewaktu abangmu berbalik badan mau menuju ke kamarmu, mommy melihat sesuatu yang hitam melingkari belakang kepalanya!!" kata mommy nya.
"Maksud mommy belakang kepalanya berarti di otaknya dong!!" kata Juan.
"Tepat sekali....seperti ada aura hitam yang menyelimuti abang sepupumu itu saat ini." Kata mommy Santi.
Juan terdiam sambil termenung sesaat.
"Bang Anjar terkena guna-guna yang sangat kuat!!" kata Juan akhirnya.
"Sebaiknya kita harus segera menolongnya, mom..." kata Juan lagi.
"Kamu masuklah dia ada di kamarmu sepertinya dia sedang suntuk!!" kata mommy Santi.
Juan Fernandes perlahan masuk ke dalam kamarnya. Dia membuka pintu perlahan agar tidak mengagetkan sepupunya itu.
Di dalam kamar dia melihat abangnya tertidur dengan posisi miring menghadap dinding.
Perlahan Juan mendekat persis seperti apa yang dikatakan mommynya memang ada aura hitam menutupi kepala bagian belakang Anjar.
Sepertinya abangku ini bukan saja kena dari tatapan mata tetapi sudah banyak masuk kedalam tubuhnya dan mengalir melalui setiap aliran darahnya hingga keotak, untung sepertinya dia masih punya sedikit kesadaran mungkin tentang orang yang dicintainya sehingga pengaruh pelet itu tidak bisa sepenuhnya menguasai otaknya tetapi sampai kapan abangku akan bertahan?? jika setiap hari kena dicekoki lewat makanan bahkan mungkin saja lewat penyatuan tubuh mereka." Juan terus menelisik keadaan abangnya dan mempelajari bagaimana cara menghilangkan dan menyembuhkannya.
Tidak heran jika Juan bahkan Santi mengerti akan hal-hal seperti itu. Ayah Juan, Ji An Lee adalah anak seorang shinsei, hanya saja Lee panggilan sang ayah tidak terlalu suka mendalami ilmu pengobatan tersebut dan lebih memilih menjadi seorang nahkoda kapal.
Karena terlalu sering ditinggalkan oleh sang suami, membuat Santi membunuh kesepiannya saat bersama dengan kedua mertuanya dengan mempelajari ilmu pengobatan tersebut.
Hal tersebut rupanya menurun pada putra mereka hingga sekarang.
Walaupun suaminya telah meninggal dunia 12 tahun yang lalu tetapi hubungan Santi dengan sang mertua tetap berjalan sangat baik.
__ADS_1
Juan duduk di tepi ranjang menatap titik hitam di pertengahan leher bagian belakang abangnya.
Tiba-tiba Anjar berbalik dan matanya perlahan terbuka saat melihat Juan duduk di hadapannya.
"Eh Juan, maaf abang capek banget jadi numpang istirahat di kasurmu!!" kata Anjar bangun lalu memijit kepalanya yang terasa pening.
"Abang harus pulang, Juan...abang kena shift siang!!" kata Anjar.
"Makanlah dulu bang sebelum pulang, ayo...." Juan menarik tangan abangnya menuju ruang makan.
"Eh, sudah bangun Njar, makanlah dulu!!" kata tante Santi.
"Juan buatkan jus jeruk buat abang supaya rileks, ya!!" kata Juan lalu berdiri menuju kulkas mengambil jeruk.
Sesekali matanya melirik kearah abangnya yang masih ngobrol dengan mommy nya.
Tanpa sepengetahuan Anjar, Juan memasukan beberapa jenis ramuan obat yang telah dikeringkan dan dicampurnya dengan jeruk dan sedikit susu untuk menetralkan rasa ramuan itu.
"Taraaaaa....juicenya sudah jadi!! di minum ya, bang!!" kata Juan.
Mereka bertiga makan sambil bercerita, Anjar meminum habis juice yang dibuat oleh Juan untuknya.
"Juan, tante...Anjar pulang dulu ya!! sebab mau siap-siap kerja lagi." Kata Anjar yang hatinya sedikt terhibur saat bersama dengan tante Santi dan Juan sepupunya.
Sepulangnya Anjar...
"Bagaimana??" tanya tante Santi.
"Bagaimana apa nya??" tanya Juan.
"Usahakan bang Anjar makan di sini setiap hari, mom...agar Juan bisa mencekoki bang Anjar dengan ramuan yang mampu mengikis sedikit demi sedikit pengaruh ilmu pengasihan di tubuh mas Anjar.
"Kira-kira sudah berapa lama bang Anjar ada di bawah pengaruh ilmu gendam pemikat itu ya, mom??" tanya Juan.
"Mommy kurang tau, Juan tapi sepertinya abangmu itu sudah terlalu sering terkena baik dari makanan yang masuk ke dalam tubuhnya maupun pelet dari luar tubuhnya...sehingga mungkin agak sulit bagi kita untuk menyembuhkannya tetapi Insya Allah semoga dengan ijin Allah kita akan membantunya sedikit demi sedikit terbebas dari pengaruh itu." Kata tante Santi.
"Iya, mommy...ramuan yang Juan campurkan ke dalam minumannya tadi adalah ramuan untuk menolak sesuatu yang jahat untuk masuk ke dalam tubuhnya."
"Jika si pemberi itu ingin mencekoki bang Anjar lagi, maka begitu makanan atau minuman itu masuk, maka akan di netralkan oleh ramuan yang Juan berikan tadi, makanya tadi Juan minta tolong sama mommy untuk sering-sering mengajak bang Anjar makan di sini jadi Juan bisa rutin memberikan ramuannya." Kata Juan sambil senyum-senyum.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?? kamu tidak sedang sakit kan??" tanya mommy nya.
"Sedang sakit?? sakit jiwa maksud mommy??" tanya Juan mendelik.
"Kamu lho yang bilang sendiri, ya...bukan mommy!!" kata mommy nya sambil tersenyum.
"Mom...tadi sepulang sekolah, Juan singgah sebentar di taman yang dekat jalan mau masuk ke rumah bang Anjar..."
"Nah, ketauan kan pulang sekolah bukannya pulang malah ngelayap kemana-mana!!" sergah mommy nya.
"Iisshh mommy kebiasaan deh, belum juga selesai Juan cerita sudah main potong aja!!" kata Juan cemberut.
__ADS_1
"Ya elah...gitu aja marah jagoannya mommy, oke lanjut!!" kata tante Santi yang senang sekali menggoda putranya itu.
"Mommy tau apa yang Juan temui??" tanya Juan bersemangat.
"Ngga...kamu kan belum cerita apa yang kamu temui, mommy kan bukan cenayang, mommy hanya ahli meracik obat saja!!" ucap mommy nya.
"Juan ketemu seorang perempuan, Juan pikir dia masih gadis karena wajah dan tubuhnya imut sekali, apalagi dia sedang berjongkok di tanah sambil memukul-mukul sesuatu di tanah dengan batu besar yang ada di tangannya."
"Jadi Juan tegurlah dia, awalnya Juan panggil dia tante. ternyata dia marah sekali pada Juan...jadi Juan ganti panggilan jadi ibu, eh...dianya jadi bertambah marah pada Juan."
"Lha, kamu juga kurang ajar...kalau manggil orang ngga liat-liat dulu!!" omel tante Santi pada putranya.
"Dia berdiri mom, tingginya hanya sedada Juan ternyata dia sedang hamil!!" wajah Juan berubah saat mengatakan itu.
"Sepertinya dia menyimpan beban yang teramat berat dalam hidupnya, mom!!" gumam Juan.
"Kok kamu tau dia menyimpan beban hidup???" tanya mommy Santi lagi.
"Matanya mom, walaupun dia sudah tidak menangis lagi, tapi matanya masih terlihat sembab dan mommy tau apa yang tadi dia pukul-pukul dengan batu di tanah??: tanya Juan dan disambut dengan gelengan kepala oleh mommy nya
"Itu seperti cincin pernikahan, mom...cincin itu sudah gepeng seperti triplek." Gumam Juan.
"Lalu dia pergi karena kesal sama Juan, terus waktu Juan memperkenalkan nama Juan dan balik menanyakan namanya, dia malah bilang, "ngga urus...." begitu katanya mom!!" tante Santi menahan tawa mendengar cerita putra semata wayangnya itu.
***************
Tyas berjalan tanpa tujuan, dia tidak tau harus menuju kemans membawa langkahnya.
Sudah berkali-kali ponselnya berdering tetapi tidak dihiraukan olehnya.
"Sebaiknya aku pulang saja ke rumah bude, daripada aku kelayapan ngga jelas seperti ini, tubuhku lelah sekali, bukan hanya sekedar tubuhku tapi juga hatiku!!" lirih Tyas.
Tiba-tiba ingatan Tyas menerawang pada wajah perempuan yang sudah merusak rumah tangganya itu.
"Wajah itu...sepertinya aku pernah melihat wajah itu, tapi di mana, ya??" pikir Tyas.
Dia masih asyik berjalan sambil berpikir tiba-tiba dia menangkap sosok wanita pelakor itu sedang ngobrol dengan seorang wanita juga.
Awalnya Tyas ingin melabrak dengan menghajar wanita sialan itu, tetapi dia berubah pikiran. Dia mendekat secara diam-diam dan menguping pembicaraan mereka berdua dari balik pohon di belakang mereka.
"Mba Sari, sudahilah semua ini kumohon...awalanya mba Sari ingin membalas dendam pada Sasha lalu mengapa mba Sari juga merusak rumah tangga Tyas?? apa salah Tyas pada mba Sari??" tanya Lia adiknya.
"Sebenarnya Sasha juga ngga salah pada mba Sari, perjodohan itukan mba Sari yang mau dan bukan bang Yusuf yang menginginkannya, jadi wajar dong jika bang Yusuf menjatuhkan pilihannya pada Sasha, apalagi ayah mereka berteman dekat mulai dulu!!" ujar Lia.
"Liiaaa..." bentak Sari.
"Kamu ini sebenarnya memihak kepada siapa sih?? kok malah menyudutkan mba kamu ini??" kata Sari kesal pada ucapan adiknya membuat sang adik akhirnya diam dan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
*
*
__ADS_1
****Bersambung....
Next episode ya reader...jangan lupa taburan like dan komennya!!!!🙏🙏