
"Mulai sekarang aku akan menjadi penjagamu, aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!!"
"Kapan papa pulang sih mah?? rumah semakin seram aja...!!" kata Kanaya sambil bergidik.
"Makanya jangan kebanyakan nonton film horor, Kanaya!!" kata sang mama sambil berlalu.
Mereka berdua makan dengan lahap tanpa meninggalkan dan menyisakan untuk Kei Lin yang sedang mencuci piring-piring kotor di dapur.
Setelahnya mereka berdua pergi meninggalkan Kei Lin dengan setumpuk pekerjaan.
Keikei yang melihat saudari kembarnya diperlakukan begitu sangat geram.
"Kalian tak akan pernah sampai ke tempat casting itu, akan aku ganggu kalian, lihat aja!!" Keikei tersenyum jahil.
Dengan kekuatannya dia kempeskan keempat ban mobil yang akan dipakai untuk pergo ketempat casting.
"Mama...mama....!!" teriak Kanaya dari garasi.
Mama Astrid yang baru keluar dari kamarnya berlari tergopoh-gopoh keluar rumah mendengar teriakan Kanaya.
"Apa sih Kanaya?? kamu melihat hantu lagi??" teriak mamanya.
"Bukan mama...bagaimana kita mau berangkat kalau ban mobil kita kempes semua?? bagaimana ini, ma??" teriak Kanaya mulai panik.
"Kita naik mobil online aja!!" lalu mama Astrid memesan mobil lewat aplikasi.
Dari dalam Lin tersenyum. Dia tau itu semua keusilan saudara kembarnya.
Dengan kepala yang masih berat dia mencari makanan apa di kulkas yang masih bisa dia makan.
Sesuap demi sesuap dia menyuap nasi yang dia taburi dengan garam karena kulkas dikunci oleh ibu tirinya.
Keikei menitikan air matanya melihat penderitaan saudarinya.
"Seandainya aku masih hidup tidak akan kubiarkan siapapun memperlakukanmu seperti ini!!" bisik Keikei.
***************
"Nyai, ada apa nyai memanggilku keruang semedi??" tanya Surtinah pada Nyai Ganda Suri gurunya.
"Duduklah Tinah, ada satu hal yang ingin kubicarakan padamu."
"Tinah, guruku adalah guru Ridwan dan juga Tio."
"Tetapi sebagai murid wanita satu-satunya dan juga sebagai murid yang tertua saat itu aku tersesat karena mengikuti ajaran Nyai Sambang guru ilmu hitamku."
Seluruh ilmu yang kuwarisi dari guruku sebelumnya telah dimusnahkan oleh Nyai Sambang...jadi sedikit banyak sebagai murid aku tahu kelemahan ilmu dari guruku, tetapi setelah aku keluar dari perguruan, guru pertamaku seolah mempunyai firasat buruk maka sepeninggalku beliau menurunkan satu ilmu dan dua pasang gelang penangkal segala ilmu hitam."
"Nah ilmu itulah yang tidak kuketahui di mana letak kelemahannya...juga gelang yang dua kali sudah membuatmu hampir celaka!!" kata Nyai Sambang.
"Maka dari itu sekuat apapun ilmu pelet yang kamu gunakan untuk mempengaruhi Ridwan, dia tidak terpengaruhkan?? selain tinggi ilmu agama mereka juga menjadikan faktor kokohnya benteng pertahanan mereka, maka dari itu kamu harus berhati-hati dengan mereka." Kata Nyai Ganda Suri.
"Terima kasih guru, aku akan berhati-hati menghadapi mereka!!"
__ADS_1
"Bagaimana?? apa kamu sudah mempunyai target bayi mana atau ibu hamil mana yang akan kamu hisap darahnya??" tanya Nyai Ganda Suri pada murid tunggalnya itu.
"Tenang guru, kemarin aku sudah mengelilingi kampung sampai ke kampung sebelah ada beberapa yang akan menjadi target kita!!" kata Surtinah sambil tersenyum jahat.
"Baguslah, semakin rutin kita minum darah bayi dan ibu-ibu hamil itu semakin kita menuju keabadian dan awet muda." kata Nyai Ganda Suri.
"Kembalilah...aku akan meneruskan semediku kembali!!" lalu Surtinah juga kembali ke kamarnya dan entah apa yang dia lakukan di sana.
***************
"Sari???? bagaimana sih kamu mengatur keuangan??? aku berikan gajiku lima juta rupiah semuanya untuk kamu atur dan kelola, ini belum ada dua minggu itu uang sudah habis, terus aku mau cari kemana?? ingat Sari, setelah aku bercerai dengan Tyas dan memilih menikah denganmu, jabatanku di perusahaan turun begitu juga dengan gajiku, mestinya kamu sadari itu!!" geram Anjar melihat kelakuan boros istrinya.
Lia yang mendengar lagi pertengkaran kakak dan kakak iparnya segera keluar dari kamarnya.
"Ingat Sari kehamilanmu sudah memasuki usia tujuh bulan, jangan sampai nanti pas waktunya lahiran kita tidak punya uang untuk biaya persalinanmu!!" tekan Anjar masih berusaha bersabar.
"Mas, aku juga kepengen shoping seperti wanita-wanita yang lain mas...ke mall, makan dan nongkrong di kafe!!" kata Sari sambil cemberut.
"Hai Sari...ingat, hidup kita ini tidak sekaya mereka...jangan ikuti gaya hidup teman-teman kamu itu!! kamu tidak mencontoh adikmu itu, pergi pagi pulang sudah malam belum di rumah disambut oleh pekerjaan yang terbengkalai yang tidak kamu kerjakan dengan alasan capeklah, ngantuklah..." kata Anjar.
"Dulu semasa dengan Tyas mas tidak perlu memikirkan pekerjaan rumah uang gaji yang mas kasih selalu bisa dikelola dengan baik oleh Tyas...sarapan pagi sudah tersedia begitupun dengan bekal makan siangku."
"Dia posisinya sama denganmu, sama-sama sedang hamil tapi dia tidak malas sepertimu!!"
"Kamu?? jangan kata menyiapkan untuk bekal, untuk sarapan aja buatanmu sudah amburadul tak karuan??" kata Anjar.
"Ya kenapa dulu mas menceraikannya dan menikah denganku??" jawab Sari enteng.
"Mas...lalu bagaimana dengan uang dapur dua minggu kedepannya??" teriak Sari tanpa dosa.
"Tau...urus aja sendiri!!"
BRAK...
Anjar membanting pintu kamar sangking kesalnya.
"Kok marah sih?? aku kan cuma nanya uang belanja untuk dua minggu ke depan kok malah jadi sensi!!" kata Sari.
"Kakak memang salah, diberi uang untuk kebutuhan sebulan malah dihabiskan dalam waktu dua minggu!!" sahut Lia.
"Kamu lagi...sudah makan tidur gratis di sini!!" Sari melotot pada adiknya.
"Maaf kak, Lia tidak makan tidur gratis di sini...Lia makan pakai uang Lia sendiri, Lia tinggal di sini juga ngga ongkang-ongkang kaki, Lia bantu beres-beres rumah bahkan setiap pagi jika Lia ada waktu, Lia lah yang menyiapkan sarapan buat mas Anjar dan bekal makan siangnya, sementara kakak sebagai istrinya?? kakak cuma taunya tidur dan makan juga memerintah dan merengek juga mengamuk aja bisanya." Kata Lia.
"Sebenarnya yang jadi istri mas Anjar ini siapa?? Lia atau kak Sari??" ketus Lia lagi karena rasa kesal yang selama ini dipendamnya, akhirnya dia cetuskan semua.
"Kamu mau merebut suami kakakmu sendiri?? adik macam apa kamu, mau jadi pelakor??" umpat Sari kesal.
"Kan kak Sari sendiri yang mengajari jadi pelakor, coba apa namanya kak Sari telah merebut mas Anjar dari mba Tyas, walaupun dengan cara memelet mas Anjar??" ketus Lia.
"Pelankan suaramu, Lia...kamu mau mas Anjar tau lalu membuang kakak juga anak yang ada si dalam kandungan kakak ini?? kamu tega??" gerutu Sari.
"Tau ah kak...tapi sekali lagi Lia dengar kakak mengatakan bahwa Lia hanya numpang makan tidur; maka Lia akan kembali ngekost sendiri lebih enak ngga harus capek-capek ngurusi suami orang yang istrinya ngga tau terima kasih!!"
__ADS_1
Lalu Lia berbalik pergi meninggalkan Sari dengan hati yang masih kesal dan dongkol.
Mungkin begitulah cinta yang di dapat dengan pelet. Sesuatu yang dipaksakan apalagi memaksakan perasaan, maka hasilnya tidak akan bertahan lama.
Terkadang Anjar merasakan perasaan hambar, kesal dan jengkel pada Sari.
Apalagi saat dia mengingat Tyas dan putri mereka yang hingga kini jangankan menggendong bahkan hanya untuk sekedar mengetahui nama putrinya saja dia tidak bisa.
Keluarga Tyas benar-benar telah menganggapnya sebagai musuh, begitupun kedua orang tuanya di Batam juga ikut jadi membencinya.
Dia benar-benar seperti terbuang sendirian dan kesepian...baru ditambah lagi sifat Sari yang menjengkelkan seperti itu benar-benar membuat dirinya kesal dan marah.
Anjar tidur di kamar tamu tengah malam dia terbangun karena lapar dan dia memutuskan untuk mencari makan di luar, untung hanya gaji yang dia berikan pada Sari tapi uang lemburan dan tunjangan lain tetap dia pegang untuk uang pegangannya.
Berbeda saat bersama Tyas dulu. Dia memberikan seluruh uangnya pada sang istri dan mempercayakan seluruh pengurusannya pada Tyas.
***************
"Mas...adek jadi cemas mendengar cerita ibu tadi sire bersama Juan dan Tyas." Kata Sasha pada suaminya.
"Memang ibu cerita apa??" tanya Alfath.
"Ayah dan paklek punya seorang musuh, sebenarnya condong kearah paklek sih...karena musuh mereka itu adalah sahabat bule Ratih semasa hidupnya.
"Namanya Surtinah!!" kata Sasha.
"Jelek amat namanya, dek??" kata Alfath.
"Hush...nanti dia datang kesini mas mau menghadapinya??" kesal Sasha.
Sasha lalu melanjutkan ceritanya.
"Surtinah ini rupanya juga naksir berat sama paklek Ridwan....cuma saja paklek Ridwan kan saat itu sudah mau nikah sama bule Ratih ya pasti ditolak paklek mentah-mentah lah!!"
"Karena ditolak inilah maka membuat marah dan benci Surtinah pada paklek terutama pada bule Ratih....maka timbullah niat jahatnya untuk merebut paklek dengan cara halus yaitu dengan cara memeletnya."
"Tetapi sayangnya cara itupun tidak berhasil membuat Surtinah semakin murka dan berniat membunuh bule Ratih dan bayi yang dikandungnya."
"Dengan menggunakan ilmu palasiknya yang bisa memisahkan kepala dari tubuhnya dia mau mengisap darah bule Ratih dan bayi yang dikandungnya."
"Tetapi paklek cepat datang dan menggagalkan semua dan karena perkelahian itu membuat Surtinah terluka parah dan melarikan diri."
"Sehingga dia kembali meneror mulai dari pesantren pas adek mau melahirkan hingga pas Tyas melahirkan juga diganggu olehnya." Sasha mengakhiri ceritanya.
*
*
****Bersambung....
Apakah dendam Surtinah terus berlanjut kepada keluarga Ridwan??"
Lanjut ke next episode ya reader!!
__ADS_1