
"Aku tak mendengar bunyi binatang malam tak merasakan angin berhembus, malam terasa sedemikian mencekam!!" kata Juan.
"Ayo kita masuk saja koh....aku ngeri juga lama-lama di luar gini!!" kata Kei Lan.
"Hantu kok takut sama hantu sih Kei??" kata Juan sambil tertawa.
"Namanya juga takut koh, ngga pandang bulu kali!" ucap Kei Lan lalu melayang masuk kedalam rumah.
*************
"Tio...tadi malam aku tuh bermimpi aneh!!" kata Ridwan saat mereka sedang istirahat siang di kantornya.
"Aku mimpi bertemu almarhum guru kita Kyai Abdullah, di sana kulihat ada kamu juga!!" kata Ridwan.
"Kok kita mimpinya sama ya??" tanya Tio.
"Akupun mimpi bertemu almarhum guru kita Kyai Abdullah...dan di sana juga ada kamu."
"Guru mengatakan agar kita segera bersiap-siap karena kejahatan baru akan lahir dan lebih dahsyat dari pada dulu!!" kata Tio.
"Dan guru menanyakan apakah kita masih menyimpan sepasang gelang mustika pemberian guru itu kan??" kata Ridwan lagi.
"Tepat sekali....guru memang bertanya seperti itu, berarti kita berdua memang didatangi oleh almarhum guru di dalam tidur kita!!" kata Tio.
"Eh, aku lupa tanya sama kamu...semalam rumahku diketuk orang tapi saat Tyas mengintip keluar, tak ada siapa pun di luar sana!!" kata Ridwan.
"Oh iya, aku juga lupa cerita bahkan rumah Alfath pun diketuk orang tapi tak ada orangnya." Kata Tio menimpali.
"Juan juga begitu tapi putra kak Susanti dan kak Lee itu sangat berani, dia mencari keluar siapa pengetuk pintu itu!!"
"Aku juga senang Wan, di saat kondisi seperti ini kita masih bisa bertemu anak para sahabat seperjuangan dulu." Kata Tio.
"Aku juga tidak menyangka jika Juan itu adalah putra kak Susanti!! awalnya aku melihat mata dan wajahnya mirip sekali dengan kak Lee ternyata dugaanku benar saat aku tanyakan itu waktu dia datang kerumah."
"Tampaknya Juan itu menyukai Tyas!! aku akan dengan senang hati merestui hubungan mereka berdua!!" kata Ridwan.
"Putra kak Susanti itu lho masih kelas 12...emang dia serius menjalin hubungan dengan wanita yang usianya jauh lebih dewasa dari pada dia??" tanya Tio tertawa.
"Apa maksud guru kita itu ya Tio??" tanya Ridwan kembali ke mode serius.
"Dan aku penasaran siapa pengetuk pintu tengah malam itu hingga semua bisa diketuk secara bersamaan pintu rumah kita.
**************
"Assalamualaikum??"
"Waalaikum Salam!!"
Bu Ratna yang sedang menyapu teras di sore itu menghentikan pekerjaannya.
__ADS_1
"Ooo pak Wiryo?? dan ini?? kalau tidak salah Yusva kan??" tanya bu Ratna.
"Benar bu...terima kasih ibu masih ingat sama saya!!" jawab Yusva sopan.
"Mari masuk pak...nak Yusva!!" ucap bu Ratna.
"Sebentar ya pak, saya buatkan minum dulu sementara menunggu ayahnya Sasha lagi sholat ashar, tadi ngga sholat di kantor sebabnya!!" kata bu Ratna.
Tak lama ayah Sasha keluar kamar.
"Eh ada tamu, kamu Wir...lho ini kan Yusva??" kata pak Tio.
Yusva sungkem pada Tio lalu mereka melanjutkan pembicaraan lagi.
"Tio, apakah Ridwan sudah pulang?? Tanya Wiryo.
"Sudah...apa kamu juga ingin bicara dengannya?? nanti aku telepon supaya dia bisa datang kemari!!" kata Tio.
Tak lama setelah ditelepon oleh ayahnya Tyas, pak Ridwan datang bersama Tyas dan Afifah tak lama juga menyusul Sasha yang menggendong Fathir dan bu Titin yang menggandeng Alma.
'Yusva...!!" teriak Sasha senang bertemu lagi dengan orang yang pernah menolongnya dulu.
Lalu pembicaraan mereka pun di mulai.
Yusva tampak menyimak pembicaraan ketiga orang tua yang ada di depannya.
"Tapi mimpi kalian itu aneh ya, apa mungkin ada hubungannya dengan selarik cahaya merah yang dilihat oleh Yusva ya??" tanya pak Wiryo.
"Apa kamu melihat sesuatu semalam Yusva??" tanya Ridwan.
"Hanya selarik cahaya merah melintas di atas atap rumah dan menghilang di kejauhan!!" tutur Yusva.
"Tampaknya semua berhubungan juga dengan mimpi kita yang secara bersamaan itu, Tio!!" ujar Ridwan.
"Sepertinya Yusva harus menunda kepulangan ke pesantren Kyai Hamas!!" kata Yusva.
***************
"Apa??? apa maksudmu Alma hilang??" tanya Alex saat Chintia menceritakan tentang hilangnya Alma dan bu Titin.
"Kamu gimana sih?? kita sudah sepakat untuk memeras dia jika jadi menikah dengan kamu nanti!!" kata Alex geram.
'Tampaknya mereka pergi saat kita kencan malam itu!!" kata Chintia lagi.
"Apa kamu memegangkan uang kepada wanita tua itu??" tanya Alex.
"Mana ada!!" kata Chintia.
"Lalu dia pergi kemana jika tanpa uang sepeserpun?? memang mereka jalan kaki apa??"
__ADS_1
"Kamu sudah menanyakan kepada Alfath??" tanya Alex lagi.
"Sudah...yang ada malah aku yang dimaki-maki...katanya dia tak mau tau cari Alma sampai ketemu!!" kata Chintia.
"Sebaiknya kita selidiki tempat tinggal Alfath diam-diam, siapa tau kita bisa menemukan petunjuk!!" jawab Alex.
"Tapi Alfath sudah bilang bahwa bukan dia yang membawa lari bi Titin dan Alma!!" jawab Chintia.
"Aduh Chintia...kamu ini polos, lugu, atau memang goblok sih?? memang ada maling teriak maling??" kata Alex geram pada kelakuan Chintia.
"Terserah kamu sajalah!!" jawab Chintia.
Sementara itu di perusahaan Alfath...
"Mba Cindy...aku melihat beberapa hari ini pak Alfath tampak murung, kenspa yah??" tanya Grace pada teman satu ruangannya itu.
"Dulu saat kepergian Sasha bos terlihat sangat frustasi, setelah mereka menikah pak Alfath tampak sangat bahagia, tapi beberapa hari ini terlihat murung kembali...ada apa yah??" tanya Grace.
"Paling ngga dikasih jatah sama istrinya!!" kata Cindy.
"Ah mba Cindy ada-ada wae!!" kata Grace tertawa.
"Pelankan suara tawamu, di saat seperti ini pak Alfath biasanya suka sensitifan, salah-salah ntar kamu langsung dipecat, baru nyaho...!!" kata Cindy berbisik.
**************
"Koh Juan lagi apa gelap-gelapan di ruang tamu gini??" tanya Kei Lan tiba-tiba muncul mengagetkan Juan.
"Kei...mau copot jantungku melihat wajah putihmu tiba-tiba muncul...seperti hantu aja!!" bisik Juan takut terdengar oleh mommy nya.
Kan Kei memang hantu koh??" jawab Kei Lan meringis.
"Koh Juan lagi menunggu ketukan pintu tengah malam itu, koh Juan penasaran siapa sebenarnya si pengetuk pintu itu." Jawab Juan.
"Menurut koh Juan, apakah tengah malam ini dia akan datang lagi meneror kita dengan ketukannya??" tanya Kei ikut berbisik.
"Entahlah Kei...tapi firasat koh Juan mengatakan demikian!!" jawab Juan lagi.
"Makanya kamu jangan ribut ngajaki koh Juan ngobrol melulu nanti pertama takut mommy dengar terus kita disuruh tidur, yang kedua koh Juan tidak bisa konsentrasi mendengarkannya!!"
*
*
***Bersambung...
Akankah ketukan misterius itu datang lagi??
Nantikan kelanjutan ceritanya di next episode🙏🙏
__ADS_1