
Awalnya Yusuf agak terkejut melihat kehadiran Ali kembali.
"Kok kamu kembali lagi??" gumam Yusuf pada Ali.
"Entahlah...gue di suruh kembali menyelesaikan masalah gue di dunia ini..." kata Ali.
"Memangnya kamu punya masalah apa lagi yang belum kamu selesaikan?? maaf dari Sasha kan sudah kamu dapatkan, Rina pacarmu aja sudah pergi kok!!" kata Yusuf.
"Suf, pertama aku bilang....aku bukan pacarnya Rina, pacarku cuma satu si Sasha."
"Dan yang kedua jika kamu tanya aku punya masalah apa, aku sendiri juga ngga tau aku ada masalah apa!!"
"Tapi kamu tau Suf yang membuat aku bahagia??" kata Ali dengan mata berbinar-binar.
"Apa??" kata Yusuf.
"Sasha sama sepertimu, sekarang dia bisa melihatku...aku seneng banget, jadi aku bisa ngobrol langsung dengannya dan aku bisa jadi malaikat pelindungnya karena sekarang aku sudah bisa menyentuh dan menggerakan benda apapun yang aku inginkan!!" kata Ali dengan mata berbinar-binar.
"Aku sekarang tau Li, mengapa kamu belum bisa pergi meninggalkan dunia ini!!" jawab Yusuf.
"Karena sebenarnya bukan maaf dari Sasha yang tidak bisa membuatmu pergi, tapi ada hal yang lainnya!!" kata Yusuf.
Ali terdiam mendengar perkataan Yusuf.
"Kamu mencintai Sasha terlalu dalam, selain itu penyesalan juga membuatmu sukar untuk melanjutkan perjalananmu!!"
"Itu artinya, kamu sendirilah yang belum ikhlas meninggalkan dunia ini, Ali!!" jawab Yusuf.
"Mungkin..." jawab Ali.
"Mungkin karena cintaku terlalu dalam padanya dan karena janjiku dulu untuk selalu menjaganya!!"
"Aku tau dunia kami berbeda kini, kami sudah tidak bisa bersatu lagi, paling tidak aku bisa tenang untuk meninggalkan Sasha kalau dia sudah menemukan seseorang yang mampu menjaga dan menjadi pelindungnya, seperti aku yang selalu menjaganya!!!" lirih Ali sambil menangis.
"Dan jika waktunya itu telah tiba, ikhlas ataupun tidak, maka aku harus pergi meninggalkan dia...meninggalkan dia dan melepaskan dia untuk bahagia!!" kata Ali sambil menundukan wajahnya.
"Hei....Ali...Yusuf....kalian sedang ngobrol apa??" tanya Sasha.
Uhuk...uhuk...
Tyas yang berada di samping Sasha jadi terbatuk-batuk mendengar Sasha menyebutkan nama Ali dengan lantang.
"Waduh tiba-tiba gue merinding ya.... " gumam Tyas.
"Apa benar ada arwah Ali di sekitar sini?? aduh....mana gue kebelet mau pipis lagi..."
__ADS_1
"Atmosfernya jadi ngga enak, nih??" gumam Tyas.
"Yas, kamu mau lihat Ali juga??" tanya Yusuf Darmawan.
"Ngga usah Suf, terima kasih banyak atas tawarannya tetapi aku sama sekali tidak tertarik oleh tawaran anda."
"Aku mau hidup dengan normal tanpa ada embel-embel hantu ada di belakangku."
"Aku ngga mau mati muda karena harus sport jantung setiap detik." kata Tyas.
********
"Kamu mau pergi kemana?? aku akan mengantarmu, tidak baik anak gadis pergi sendirian!!" kata Ali saat melihat kekasihnya sudah tampil cantik.
"Aku mau pergi keacara ulang tahun Fauziah!!" kata Sasha.
"Tidak bisakah kamu menunggu Tyas sebentar lagi?? aku benar-benar khawatir melepaskanmu!!" sahut Ali.
"Ngga apa-apa kok, Li...akukan perginya naik taxi online!!" jawab Sasha sambil mematutkan dirinya di cermin.
Motor Sasha tadi dibawa oleh Tyas karena hari ini dia ada ujian kenaikan tingkat karatenya jadi Sasha memilih pergi naik taxi online saja.
Ali melayang mondar mandir di depan pacarnya karena sebenarnya dia tidak ingin melepas Sasha pergi sendiri.
"Atau kamu ajak Yusuf saja pergi bersamamu!! sungguh perasaanku ngga enak banget!!" kata Ali.
"Li, kalau kamu pergi...siapa yang jaga rumah??? ibu kan belum pulang!! terus kalau aku ngajak Yusuf, pastilah dia ngga mau karena ngga diundang...Fauziah kan hanya ngundang teman sekelas aja!!" kata Sasha.
"Ya sudah, nanti begitu ibu atau Tyas pulang kamu susul aja aku kerumah Fauziah, ya?? Kata Sasha membesarkan harapan Ali.
"Ya sudah kamu hati-hati di jalan ya!!!" kata Ali akhirnya.
Sepeninggal Sasha, Ali si arwah tampan itu masih melayang mondar mandir tak tenang, entah mengapa perasaannya sangat tidak enak.
Saat Sasha mau pulang dari jalan utama ke rumah Sasha itu jauh.
Sasha merasa seperti yang ada tengah mengawasinya.
Aduh ojek online yang kupesan kenapa lama sekali??" keluh Sasha.
Jika tau akan kesulitan tranportasi gini dia lebih baik menerima tawaran Fauziah untuk menunggu di rumahnya hingga ojek onlinenya datang.
Rrnnggg...rrrnngggg
Dua buah motor melintasi Sasha. Tiba-tiba dua motor itu kembali lagi membuat jantung Sasha berdetak cepat karena takut.
__ADS_1
Dan benar saja....
"Hai cantik...kok belum pulang??" abang anterin yuk!!" tawar salah seorang dari mereka yang bertindik di alisnya.
"Ngga, makasih...saya nunggu ojek online pesanan saya sebentar lagi datang!!" jawab Sasha pendek.
"Neng cantik, boleh kenalan??" lalu dua motor itu berhenti dan empat orang pengendaranya yang sepertinya anak-anak berandalan, turun dan mendatangi Sasha.
Sasha semakin ketakutan. Sumpah sebenarnya dia tidak pernah pergi sendirian selama ini, selalu ada Tyas atau ada Ali yang dulu semasa hidup selalu menemani Sasha.
"Neng cantik...kami hanya mau kenalan, sombong amat!!" salah seorang dari mereka mencolek dagu Sasha.
"Heh bang...tangannya jangan kurang ajar ya...colak colek segala, saya cewek baik-baik saya ngga suka dipegang oleh laki-laki yang ngga saya kenal!!" ucap Sasha mulai kesal.
"Ihhh sombongnya...semakin marah semakin cantik semakin mempesona kau neng geulis!!" ucap cowok preman yang tadi mencolek dagu Sasha lalu mencium jari tangannys yang dipakai untuk mencolek dagu Sasha tadi membuat Sasha merasa jijik dan juga tambah ketakutan.
Sementara itu di rumah Sasha....
"Aduh...kenapa Sasha kok belum pulang juga ya?? mana tante Ratna dan Tyas belum ada yang pulang juga!!" Ali semakin gelisah.
"Apa aku susul saja si Sasha ya...aku takut terjadi apa-apa dengannya, selama ini dia mana pernah pergi jauh-jauh seorang diri apalagi hanya naik taxi atau ojek online." Gumam Ali.
"Tapi rumah ngga ada yang jaga!!" kata Ali bimbang.
"Ah...persetan dengan rumah, ngga juga rumah ini pindah sendiri...kan nih rumah ngga punya kaki!!" jawab Ali lalu melayang menuju rumah Fauziah.
Tepat dugaan Ali, saat dia berada di persimpangan jalan sepi dilihatnya seorang gadis sedang diganggu oleh empat orang pemuda.
Dan yang membuat Ali murka, ternyata empat preman itu mengganggu Sasha gadis kesayangannya.
Sasha sudah menangis ketakutan ketika tangannya sudah ditarik-tarik oleh salah seorang dari mereka.
Hiks...hiks...
"Ali...tolongin aku!!!" jerit Sasha sambil menangis ketakutan, apalagi jalan di sore saat itu sedang sepi.
*
*
****Bersambung....
Apa yang akan dilakukan arwah Ali pada empat preman yang sedang mengganggu pacarnya??
Ikuti terus yuk...kisah cinta beda dunia antara Ali dan Sasha!!
__ADS_1