Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 77 Takdir Hidup Juan


__ADS_3

"Ya barangkali mereka tidak makan!!" kata Alfath sambil susah payah menelan salivanya mengetahui putrinya selama ini amat sangat kekurangan.


"Bi, kalian berdua makanlah dulu!! yah, tapi kami juga masak ala kadarnya, bi!!" kata Sasha pada bu Titin dan Alma.


"Jangan bu, bapak sama ibu saja belum makan, masa kami yang numpang makan duluan??" tanya bu Titin.


"Sudah bi ngga apa-apa...kasihan kalau harus menunggu kami!!" kata Alfath.


Entah karena memang lapar, bocah kecil itu langsung lari ke meja makan dan duduk cantik di sana.


"Alma mau makan sendiri atau disuapi??" tanya bu Titin.


"Mamam diyi...!!" sahutnya.


"Ehmmm...inak unda!!" kata Alma sambil mengacungkan jempolnya


"Kalau di rumah Alma biasanya makan apa???" tanya Sasha yang ikut duduk di sebelahnya.


"Mamam mie ama naci aja unda!!" sahutnya lagi.


"Iya bi??" tanya Sasha meyakinkan.


"iya bu, biasanya Alma hanya makan kuahnya mie rebus sama nasi, bibi ajak keliling-keliling supaya dia mau makan!!" sahut bi Titin.


Alfath dan Sasha saling pandang dan menggelengkan kepala merasa iba pada bocah itu.


"Biasanya Chintia makan di rumah juga ya bi??" tanya Alfath.


"Ngga pernah pak, Chintia biasanya makan di luar sama Alex pacarnya...kalau saya dan Alma jika tidak ada beras atau berasnya tinggal sedikit, biasanya satu bungkus mie rebus kita bagi berdua!!" sahut bu Titin.


"Ya Allah, mas!!" desis Sasha sambil menggigit bibirnya.


"Unda...Alma mau nambah nacinya boyeh??" tanya Alma sambil memperlihatkan isi piringnya yang sudah kosong.


Sasha memperhatikan cara bocah itu makan. Begitu hati-hati agar tidak ada sebutir nasi pun jatuh dari piringnya, jika pun ada dia akan memungut butiran nasi itu dan memasukan kembali kepiringnya.


"Boleh...Alma boleh makan sepuasnya!!" kata Sasha.


Sasha meninggalkan bu Titin dan Alma di meja makan. Dia lalu berunding dengan Alfath bagaimana baiknya.


"Mas, apa ngga akan ada masalah jika Alma dan bu Titin mas bawa diam-diam seperti ini??" tanya Sasha.


"Untuk sementara kita ngga ada pilihan, dek...kamu mau mas dipaksa menikahi Chintia??" tanya Alfath.


"Lagipula posisi rumah kita ini berada di belakang rumah ayah dan ibu jadi tidak begitu kelihatan dari jalan raya!!" kata Alfath.


"Terserah mas Alfath ajalah!!" kata Sasha.


"Maafkan mas yang lagi-lagi menyeretmu masuk dalam masalah mas Alfath!!" jawab Alfath.


"Ngga apa-apa mas, kita akan hadapi bersama masalah ini!!" tegas Sasha.


Alfath memeluk istrinya tercinta dan berkali-kali mengucapkan kata maafnya.


Sementara di rumah kediaman ibu Titin...

__ADS_1


Chintia melangkah masuk kedalam rumah dengan langkah gontai. Hari ini dia lelah sekali karena semenjak sore hingga jam sebelas malam tadi dia harus melayani big bos dari sebuah perusahaan tekstil ternama.


"Capek sih...tapi aku puas dengan uang dan pelayanan bos Tama!!" desis Chintia sambil menggigit bibirnya.


"Untung Alex memberiku kebebasan untuk berhubungan dengan pria manapun." Kata Chintia lagi.


Chintia menghempaskan tubuh sintalnya keatas sofa.


"Apa bibi sedang menidurkan Alma ya?? tapi ya iyalah...secara sekarang sudah jam 12 tengah malam!!"


desis Chintia.


Bergegas Chintia pergi kekamar Alma....


"Lho...kok kamarnya kosong??" desis Chintia lalu dengan cepat membuka lemari pakaian.


Hanya beberapa potong pakaian Alma dan bu Titin ya hilang.


Kemana mereka pergi?? masa mereka pergi sendiri jika tidak ada yang mereka ikuti??" hati Chintia mulai ketar ketir.


"Waduh...bagaimana jika mereka hilang benaran?? padahal Alma adalah alatku untuk mendapatkan uang juga untuk balas dendam!!" kata Chintia.


"Kemana mereka pergi, tidak mungkin mereka pergi sendiri jika tidak ada yang membawa karena aku tau bi Titin tidak pernah memegang uang." Geram Chintia.


"Atau?? tapi tidak mungkin dia datang kemari...dari mana dia tau aku tinggal di sini?? kurang ajar kalau memang betul dia...!!" Chintia semakin geram.


Kita tinggalkan dulu Chintia yang sedang dalam keadaan marah besar.


*****************


"Lebih enakan Nyai!!" kata Surtinah.


"Besok malam bulan purnama...kamu carilah darah bayi yang lahir di malam jumat kliwon."


"Tiga kali purnama kamu melakukannya berturut-turut setengah dari ilmu kamu bisa kembali, lumayanlah walaupun hanya setengahnya dari pada tidak bisa kembali sama sekali!!" kata Nyai Ganda menyeringai.


"Bagaimana aku bisa tau itu bayi lahir di malam jumat kliwon, Nyai??" tanya Surtinah.


"Naluri membunuhmu nanti yang akan menuntunmu...untuk besok malam, aku akan memberikan bonus padamu, pergilah kedesa sebelah, besok kan juga bertepatan di malam jumat Kliwon!!" kata Nyai Ganda Suri.


"Lakukan apa yang aku perintahkan dengan baik agar ilmu kamu bisa kembali!!" tekan gurunya itu.


"Baiklah Nyai!!" kata Surtinah.


**************


"Juan, apakah kamu baru saja menggunakan ilmu pencabut raga??" tanya mommy Santi.


"Mommy tau dari mana??" tanya Juan agak kaget.


"Insting mommy yang mengatakan demikian, dari mana saja kamu selama beberapa hari mommy tinggalkan ke Batam??" tanya Susanti.


"Juan...!!" Juan terdiam dulu tak bisa melanjutkan perkataannya.


"Iya...kamu...dari mana saja kamu??" tanya mommynya lagi.

__ADS_1


"Juan habis dari desa xxx dan memberantas kejahatan di sana!!" jawab Juan akhirnya.


"Lalu kepada siapa kamu gunakan ilmu itu??" tanya Santi.


"Pada seorang wanita iblis yang sudah banyak membuat keganasan membunuh di mana-mana!!" jawab Juan.


Susanti terdiam. Ingatannya kembali pada kejadian beberapa puluh tahun silam saat ayah mertuanya kakek dari Juan menurunkan ilmu langka itu pada dua orang remaja lelaki murid Kyai Abdullah dan para remaja itu beserta Kyai Abdullah mencabut seluruh ilmu yang ada pada tubuh gadis muridnya sendiri yang telah menyimpang jauh dari ajarannya dan mengabdi pada seorang wanita iblis bernama Nyai Sambang.


"Apakah Ganda Suri yang di maksud?? ataukah murid si Ganda Suri itu??" pikir Susanti lagi.


"Akhirnya apa yang aku takutkan terjadi juga...keturunanku berurusan lagi dengan wanita iblis itu!!" desis Susanti.


"Aku sudah membawa Juan saat dia berumur 5 tahun pulang ke Hongkong agar tidak berurusan lagi dengan hal-hal seperti itu, seperti pesan daddynya sebelum meninggal, tapi entah mengapa justru di saat usianya menginjak delapan belas tahun, dia terlibat kembali...apakah ini takdir hidupnya??" gumam Santi.


"Juan, kamu tau konsekuensi dari apa yang telah kamu lakukan sekarang ini?? kamu membuka jembatan permusuhan dengan mereka!!" kata Susanti pelan pada putranya itu.


"Juan tau mom, dan Juan sadar itu tetapi Juan juga tidak bisa berpangku tangan melihat kejahatan meraja lela di depan mata Juan."


"Juan mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain, apa salahnya Juan mempergunakannya untuk membantu orang lain terlebih lagi itu menyangkut nyawa wanita yang Juan cintai!!" desis Juan pelan.


"Apa maksud kamu Juan??" tanya mommynya.


"Maaf mommy, Juan jatuh cinta pada mantan istri mas Anjar...awalnya Juan hanya iba melihat nasibnya yang ditinggalkan selingkuh oleh mas Anjar dengan perempuan lain di saat dia tengah mengandung!!" jawab Juan.


"Tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya Juan sadar jika Juan mencintainya dan Juan juga sudah mengenal baik om Ridwan ayah Tyas!!" kata Juan menyebut nama wanita yang dia cintai itu.


"Siapa kamu bilang?? Ridwan??" tanya mommy Santi.


"Iya, mom...kok mommy tampak kaget?? apakah mommy mengenal om Ridwan??" tanya Juan.


Susanti tampak diam dan berpikir.


"Apakah yang di maksud om Ridwan oleh Juan itu adalah remaja yang puluhan tahun lalu pernah di turunkan ilmu langka oleh ayah mertuanya itu??" bisik Susanti.


"Bisakah kapan-kapan kamu ajak mommy menemui wanita yang kamu cintai itu dan juga ayahnya??" tanya mommy Santi pada Juan.


"Tentu saja mommy, kapan mommy ada waktu senggang akan Juan ajak bertamu ke rumah om Ridwan." Kata Juan bersemangat.


************


"Kurang ajar....apa si Alfath itu yang membawa bi Titin dan Alma pergi dari rumah ini??"


AARRGGHHH...


Chintia menendang meja yang rapuh di ruang tamu beralaskan lantai tanah itu.


"Hilang sudah ladang berlianku jika itu memang terjadi, tetapi kapan dia kemari dan bagaimana dia bisa tau?? apakah dia mengikutiku sore tadi?" Chintia terus bermonolog pada dirinya sendiri.


*


*


***Bersambung....


Apa langkah Chintia selanjutnya dan apakah Susanti merestui hubungan putra tunggalnya dengan Tyas??

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya reader dan ikuti terus kelanjutan episodenya!!🙏🙏


__ADS_2