
"Wih...anak mommy sudah rapi dan ganteng!!" kata mommy Santi pada putra tunggalnya itu.
"Ya harus ganteng dong mom...nanti kalau Juan jelek, Tyas dan Afifah akan malu punya suami dan ayah yang jelek!!" jawab Juan santai.
"Sepertinya sudahbada yang kebelet pengen cepat nikah nih!!" kata mommy Santi sambil tersenyum.
"Ya sudah Juan pergi dulu ya mom sekalian mau jemput calon istri!!" kata Juan blak-blakan.
Susanti hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan putra tunggalnya itu.
TIIIT TIITTT
"Cie...cie...yang sedang dijemput sama calon!!" goda Ridwan pada Tyas yang memerah wajahnya.
Tyas yang sudah rapi dengan seragam putih perawatnya segera menuju rumah Sasha yang sedang bermain bersama Fathir, Alma dan Afifah.
"Fifah...ibu berangkat kerja dulu ya!! jangan nakal di rumah ya, ibu cari uang supaya Afifah bisa sekolah!!" kata Tyas mencium putri dari Anjar suaminya.
"Sudah siap tuan putriku??" tanya Juan pada Tyas lalu melajukan motornya.
Sementara dari tempat tak terlihat sepasang mata menatap Tyas dengan sedih.
"Maafkan mas Anjar dek, jika mas Anjar tidak berkhianat, sudah tentu sampai sekarang kita masih bersama!!" ternyata itu adalah roh Anjar yang masih setia mendatangi Tyas dan Afifah.
"Mas hanya bisa mendoakan agar Juan bisa melindungimu dan putri kita...dan dari tempatku ini akupun akan berusaha untuk melindungi kalian, aku tak akan pergi sebelum teror yang menimpa kalian ini benar-benar selesai!!" kata Roh Anjar lalu melayang pergi mrnuju ke rumah Badai.
Roh Anjar mendekati bayi mungilnya yang sekarang sudah bisa tengkurap.
Tampak Ansar tengkurap di lantai sementara Lia sibuk berberes di rumah Badai.
Badai pun tampak sibuk dengan bisnis onlinenya. Dia ingin bisa membiayai Lia, dia dan Ansar dengan uang hasil keringatnya sendiri bukan dari kedua orang tuanya.
Walaupun Ansar buta tetapi dia tidak tuli. Bayi itu merasakan ayah kandungnya sedang bersamanya.
Ansar tersenyum-senyum sambil memainkan mainan kricik-kriciknya.
"Ansar sayang....ini ayah nak?? Ansar apa kabar?? ayah harap Ansar jangan suka rewel ya...kasihan ibu Lia dan ayah Badai jika Ansar rewel ya, nak!!" kata Anjar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Mendengar ocehan Ansar, Badai menoleh dan dia sedikit terkejut saat melihat secara samar sosok Anjar sedang bersama denhan putranya itu!!
"Bang Anjar??" kata Badai perlahan agar tidak sampai terdengar oleh Lia yang tak jauh dari situ.
Anjar hanya menganggukan kepalanya dan tetap berada di samping Ansar yang sedang bermain.
"Ayah juga akan berusaha melindungimu nak, kamu tenang saja!!" desis Anjar.
Juan menurunkan Tyas di depan gerbang rumah sakit.
"Beb...aku nggak ngantar kedalam ya!! aku sudah hampir telat nih!!" ucap Juan.
"Iya, nggak apa-apa!! kamu juga hati-hati kalau bawa motor jangan suka ngebut-ngebut!!" kata Tyas tersenyum dan melambaikan tangan pada pacar bocilnya itu.
__ADS_1
Ck..ck..ck..ck
"Enak ya...setelah lepas dari mas Anjar, malah dapat berondong tajir dan ganteng lagi!!" satu suara di belakangnya yang membuat mood Tyas tiba-tiba memburuk.
"Ck...wanita ular ini lagi!!" desis Tyas dengan malas.
"Ngapain loe datang kerumah sakit ini?? loe hamil anak berondong tadi!!" ujar Sari mulai menyindir.
"Kalau memang saya hamil anak dia kenapa memangnya?? toh dia sendiri dan saya sendiri..status saya jelas saya janda dan dia perjaka...berbeda dengan kasus kamu dulu, sudah tau mas Anjar dan saya belum bercerai kamu malah seperti kucing garong minta digaruk malah merebut suami orang...seperti tidak ada laki-laki yang lain saja!!" Tyas memang sengaja membesarkan volume suaranya biar orang lain imut mendengarkannya.
Tampak merah padam wajah Sari menahan malu saat semua orang menatap dia.
Niat hatinya ingin mempermalukan Tyas, malah dia sendiri yang mendapat malu.
Sebenarnya tadi dia ke rumah sakit ini mau memeriksakan kesehatannya karena sudah 2 minggu ini dia merasa mual, lemas dan pusing.
Tetapi di gerbang dia malah bertemu denga Tyas dan Juan yang pamer kemesraan dan membuatnya semakin iri dan membenci Tyas.
"Kenapa wajahmu ditekuk sepuluh gitu?? kata temannya uang sama-sama berdinas di pagi di rumah sakit ini.
"Aku bertemu dengan pelakor yang merebut suamiku dulu." Sahut Tyas.
"Oh ya??? apakah dia berulah??" kata temannya lagi.
"Nggak...hanya entah kenapa setiap kali bertemu, dia seperti sengaja mencari gara-gara denganku!!" ucap Tyas geram.
Kembali pada Sari...
"Haid ibu yang terakhir kapan??" tanya dokter wanita itu pada Sari.
DEGGG...
Tiba-tiba jantung Sari berdetak kencang.
"Dua minggu?? apakah aku hamil?? jika aku hamil pasti ini anak James...waduh gawat, mana James sudah balik kenegaranya lagi!!" monolog Sari pada dirinya sendiri.
"Tidak...aku tidak mau hamil tanpa suami, aku harus menggugurkan janinku ini, harus!!" desis Sari mulai was-was.
Dokter segera memeriksa Sari.
"Selamat ya ibu Sari...ibu positif hamil, kehamilan ibu ini baru berusia 3 minggu jadi hati-hati ya, jangan terlalu lelah dahulu!!"
Lemas sudah kedua dengkul Sari mendengar dia sedang hamil.
"Tanpa suami, tanpa Lia adikku...apa yang akan aku lakukan??" batin Sari.
************
"Awhhh sakit...lepaskan rambutku Kanaya!!" pekik Kei Lin meringis kesakitan.
Juan yang kebetulan sekelas dengan Kei Lin membentak Kanaya.
__ADS_1
"Apa...apaan ini?? kamu mau jadi jagoan di sini??" bentaknya menggelegar membuat Kanaya dan Kei Lin kaget setengah mati.
"Hei Juan, kamu tidak usah ikut campur urusan kami!!" balas membentak Kanaya.
"Urusan kami?? urusan loe sendiri aja kali!! saya berhak ikut campur, saya ketua kelasnya Kei Lin sedang kamu anak kelas mana datang-datang bikin onar di sini!! mau kalian bersaudara atau bukan saya tidak peduli, jika kamu masih membuat keributan maka saya akan melaporkanmu pada guru BP ngerti kamu??" bentak Juan Fernandez.
Nyali Kanaya benar-benar ciut mendengar ancaman Juan tadi. Sambil menghentakan kaki nya dia berlalu menuju kelasnya.
"Kamu juga Kei Lin, aku tau kamu mampu membela diri tetapi kamu selalu diam saja ditindas seperti itu??" kata Juan rada kesal pada Kei Lin.
"Awas nanti kamu di rumah ya, Kei Lin!!" bisik Kanaya geram karena tadi sudah dibentak Juan dengan di saksikan puluhan anak yang memandang sinis padanya.
"Aku benci padamu Kei Lin...lihat saja nanti aku akan membuatmu lebih menderita!! dasar anak tak berguna!!" geram Kanaya.
"Kamu dari mana saja Kei Lan?? kamu nggak tau ya kalau saudara kembarmu itu tadi dianiaya oleh saudara tirinya??" bisik Juan kesal pada Kei Lan.
"Hah iya kah??" kata Kei Lan.
"Makanya kamu dari mana saja??" tanya Juan.
"Aku habis dari makam ibu aku, koh Juan!! Kei kangen sama ibu!!" lirih Kei Lan.
Juan tidak jadi marah pada Kei Lan melihat wajah memelas bocah hantu itu.
"Maafkan koh Juan ya Kei...!!" ucap Juan merasa berdosa.
"Kei merasa sedih koh ngga bisa melindungi Kei Lin sehingga Lin selalu dianiaya oleh ibu tiri dan saudara tirinya." Lirih Kei Lan.
Kei Lan terbang melayamg kearah tempat duduk Kei Lin. Mengelus kepala Kei Lin yang bekas dijambak oleh Kanaya tadi sampai kepala Kei Lin tak lagi merasa sakit.
"Kenapa wajahmu ditekuk begitu, Naya??" sapa Cindy teman sebangkunya.
"Aku lagi kesel banget sama ketua kelas 12 Ipa 1 itu!!" kata Kanaya.
"Maksudmu cowok cool yang bernama Juan Fernandez itu kah??" tanya Cindy.
"Dia itu cool banget dan ganteng banget!!" seru Cindy.
"Cool dari mananya?? cowok bar-bar gitu dibilang cool!!" cibir Kanaya.
"Aku jadi tambah benci sama Kei Lin dan Juan...awas aja kalian berdua!!" geram Kanaya.
HUHFTT...
"Apaan sih Cin...kurang kerjaan banget tiup telinga aku!!" kesal Kanaya pada teman sebangkunya itu.
"Kamu yang aneh...mana ada aku tiup telingamu kayak aku kurang kerjaan aja!!" sentak Cindy tak kalah kesal.
*
*
__ADS_1
***Bersambung...
Lanjut ke episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa tinggalkan jejaknya🙏🙏