Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 87 Sari Sembuh


__ADS_3

"Apakah ada orang lain lagi yang memiliki tanda lahir seperti itu selain Kyai Abdullah sendiri??" tanya Ridwan.


"Entahlah...tapi aku yakin masih ada lagi tapi tidak kita ketahui, tetapi aku yakin dia pasti yang akan mendatangi kita!!" kata Tio.


*************


Hari ini Anjar berniat mendatangi Juan terlebih dahulu. Dia ingin meminta maaf atas perbuatan istrinya dan minta tolong Juan mengatakan pada sahabat hantunya itu untuk menyembuhkan Sari.


Dia memarkirkan motor di samping pagar rumah tante nya itu.


"Assalamualaikum...tante Santi??" sapanya.


Santi yang sedang merapikan tanaman anggreknya berhenti untuk menoleh dan melihat siapa yang datang.


""Waalaikum Sslam!!"


"Anjar...kok lama baru mampir kemari??" tanya Santi.


"Iya, tante...Anjar masih sibuk!! Juan nya adakah tante??" tanya Anjar.


"Juan tadi lagi joging pagi tau sama siapa!!" kata Santi kentara sekali dia menyimpan cerita bahwa Juan joging bersama Tyas dan Afifah demi menjaga perasaan Anjar.


Tak lama menunggu Juan datang bersama Tyas dan Afifah...mereka tampak bahagia sekali.


Juan dan Tyas tampak serba salah melihat Anjar duduk di teras bersama mommy Santi.


"Juan, aku dan Fifah permisi aja ya...ngga enak ada Anjar di sana!!" kata Tyas.


"Jangan balik sendiri...tadi pagi aku yang menjemputmu masa sekarang kamu dan Fifah mau pulang sendiri mana hari sudah mulai panas gini...nanti dulu duduk dulu temuin mommy!! nanti aku yang akan mengantar pulang kalian berdua!!" jawab pemuda jangkung itu.


Dengan santai Juan menggendong Fifah masuk ke halaman dan Tyas mengikuti di belakangnya.


"Cucu eyang sudah pulang...sini sama eyang putri!!" kata Santi mengulurkan tangannya pada Afifah dan disambut dengan senang hati oleh bayi umur 5 bulan tersebut sambil tertawa riang.


Inginnya Anjar menyambut putrinya itu ingin menggendongnya karena sejak lahir dia tidak berkesempatan menyentuh darah dagingnya itu.


"Bang Anjar...ada keperluan apa?? duduk bang!!" kata Juan.


"Beb...tolong ambilkan minuman dingin di dapur 2 ya buat aku sama bang Anjar." Kata Juan tersenyum mesra.


Mata Tyas melotot hampir keluar dari rongga nya mendengar perkataan Juan, tetapi dia tidak berkata apa-apa hanya menurut saja!!


Anjar jangan ditanya lagi, hatinya teriris pedih melihat kemesraan Juan dan Tyas tapi segera ditekan dan ditepisnya perasaan itu, mengingat ini semua berawal dari kesalahannya sendiri!!


Setelah minuman dingin datang Tyas hendak beranjak masuk tapi ditahan oleh Juan.


"Tunggu beb, jangan masuk dulu...bang Anjar kemari ada keperluan dengan kita berdua." Kata Juan seketika menghentikan langkah Tyas.


Lalu Tyas mengambil kursi kemudian duduk di samping Juan.


"Begini Juan, Tyas...sebelumnya aku mau minta maaf yang sebesar-besarnya pada kalian berdua pada setiap kata-kata Sari jika ada yang kurang berkenan di hati kalian."


"Mungkin kalian berdua sudah tau bagaimana kondisi Sari sekarang, sudah mau 2 bulan ini Sari dirawat di rumah sakit jiwa."


"Menurut diagnosa dokter, Sari terkena serangan baby blues kalau istilah kedokterannya di karenakan tingkat kesetresannya berkali lipat pasca melahirkan dan mungkin kondisi ini tidak berlangsung lama."


"Tetapi kenyataannya sudah lebih 2 bulan penyakitnya itu tak kunjung sembuh."


"Kemarin Yusva datang berkunjung...Yusva masih sepupu jauh Sari dan Lia." Kata Anjar.


"Yusva siapa?? Yusva yang berasal dari pondok pesantren Kyai Hamas kah??" kata Tyas untuk pertama kalinya setelah bercerai dari Anjar baru dia buka suara lagi!!


"Iya, kok kamu mengenalnya??" tanya Anjar.

__ADS_1


"Kenal lah...dia pemuda yang baik yang menolong mba Sasha sewaktu mobilnya kecelakaan di jurang karena rem mobil mas Alfath blong sepertinya habis disabotase seseorang bahkan hingga kini orang itu belum ketauan siapa!!"


"Selain itu juga Yusva yang menolongku saat aku kerasukan di sana waktu aku melarikan diri karena sudah muak dengan perselingkuhanmu dan Sari!!" kata Tyas tajam.


Anjar tercekat mendengar perkataan Tyas. Susah payah dia menelan salivanya dan menetralkan detak jantungnya karena ucapan Tyas yang langsung menghunjamnya tanpa ampun.


"Maafkan mas, Tyas!!" kata Anjar pedih.


"Lalu Yusva bilang apa, bang!!" kata Juan memutus perseteruan di antara mereka agar tidak berlarut-larut.


"Yusva bilang jika Sari bukan terkeba serangan baby blues tapi terkena lemparan batu mahluk tak kasat mata sahabat dari kamu Juan!!" kata Anjar.


"Ya mungkin sahabatnya Juan jengkel kali karena mulutnya Sari seperti kaleng rombeng!!" kata Tyas kesal.


"Mbak Tyas!!" kata Juan sambil memegang tangan wanita cantik itu.


"Terus bang Anjar ingin apa dari aku??" tanya Juan.


"Abang mohon maafkan Sari, Juan...Tyas...jangan melihat Sari atau abang, lihatlah bayi kami...bayi kami sudah terlahir buta, sejak lahir hingga kini, Sari tak pernah mau menyentuh bayinya sama sekali!!" kata Anjar.


"Tolong katakan pada sahabat hantumu itu, Juan...bantu abang untuk mengobati Sari." kata Anjar masih memohon.


"Baiklah bang, Juan akan katakan pada sahabat Juan untuk menyembuhkan Sari, tapi ingat jika Sari bisa disembuhkan, tolong janga Tyas lagi dan anaknya, jika sampai Juan tau terjadi lagi hal seperti itu, maka maaf saja, Juan tidak akan pernah mau membantu jika suatu hari terjadi lagi hal seperti ini bahkan mungkin lebih parah lagi!!" ancam Juan.


"Baik Juan, abang janji padamu dan Tyas." Kata Anjar.


"Kalau begitu abang pulanglah dan kembalilah lagi besok ke rumah sakit dan lihat apa yang terjadi besok." Kata Juan.


"Terima kasih ya Juan...terima kasih ya dek...!!" kata Anjar pada Juan dan Tyas.


"Iya sama-sama bang!!" kata Juan sementara Tyas hanya diam membisu.


"Lho kok buru-buru pulang, Njar??? sarapan dulu gih??" kata mommy Santi.


"Iya tante makasih...Anjar pulang dulu, kasihan anak Anjar ditinggal di rumah kelamaan...Lia tantenya juga mau pergi bekerja!!" jawab Anjar lalu pamit pulang.


"Aku memang tak pernah ada untukmu, mas!! mengapa baru kusadari bahwa kamu memang tak pernah mencintaiku!!" sesak rasa hati Tyas mengingat semua itu.


"Hei mengapa melamun??" tanya Juan mencolek pipi Tyas.


"Kenapa kamu mau membantunya??" tanya Tyas.


"Kita lihat saja nanti, sudah aku bilang, aku mau membantunya tapi jika dia masih melakukan hal yang sama padamu jika terjadi sesuatu jangan salahkan aku!!" kata Juan.


"Ayolah kita sarapan pagi dulu, sudah ditunggu sama mommy dan Afifah tuh!!" katanya sambil menggamit tangan Tyas dan menggandengnya menuju meja makan.


Tyas tak menolak saat tangan pemuda itu menggandeng tangannya.


**************


"Lia, bisakah sore ini kamu ijin pulang cepat??" tanya Anjar pada adik iparnya itu.


"Memangnya kenapa mas??" tanya Lia.


"Kita akan pergi menjenguk kakakmu di rumah sakit, tadi mas sudah berbicara pada Juan dan Tyas agar mau memaafkan kakakmu itu!!" jawab Anjar.


"Terus?? apakah mereka berdua mau memaafkan kak Sari, mas??" tanya Lia lagi penasaran.


"Dengan syarat!!" jawab Anjar.


"Syarat bagaimana maksud mas Anjar??" tanya Lia menoleh pada kakak iparnya itu.


"Sari harus bisa menjaga sikapnya, jangan sampai menyakiti hati Tyas lagi!!" kata Anjar.

__ADS_1


"Apa bisa mas?? sedangkan kak Sari selalu menyerang terlebih dahulu!!" tanya Lia lagi tak begitu yakin.


"Itu terserah Sari...kita sudah berupaya untuk membantunya, jika dia masih mengulangi perbuatannya berarti dia harus rela menanggung semua akibatnya!!" jawab Anjar.


"Baiklah mas, Lia usahakan pulang cepat sore!!" kata Lia.


Sementara itu....


"Kei...tolong sembuhkan Sari yang kamu lempar kepalanya dengan batu kerikil dua bulan lalu!!" pinta Juan pada Kei Lan.


"Bicara apa sih koh Juan?? kok tuduhannya ke Kei??" jawabnya.


"Kei...koh Juan ngga suka punya teman tukang bohong!!" kata Juan lagi.


"Baiklah...baiklah...tapi jika mulut si Sari itu masih nyinyir setelah sembuh nanti, maka jangan salahkan Kei yang akan membuatnya lebih menderita dari pada sekarang!!" kata Kei Lan akhirnya mengalah pada Juan sahabatnya.


"Kei akan pergi ke rumah sakit untuk melihat sampai sebatas mana kegilaan Sari, he..he..he!!" kata Kei Lan tertawa.


"Terserah kau sajalah!!" jawab Juan akhirnya.


Tak lama Kei Lan melesat pergi menuju ke rumah sakit jiwa tempat Sari dirawat.


Dia mencari sosok wanita yang sangat menjengkelkan itu yang ternyata sedang duduk senyum-senyum sendiri di bawah pohon.


"Itu dia si biang kerok, ternyata sedang melawak di sini!!" ujar Kei Lan menatap Sari dengan sinis.


"Jika bukan permintaan koh Juan, aku tak akan mau mengobatimu...biar saja kamu kena gangguan jiwa di separuh sisa hidupmu sekaligus untuk penebusan semua dosa-dosamu!!" kata Kei Lan kesal.


Dia berputar mencari di belakang tengkorak kepala Sari yang pernah diserampangnya dengan kerikil hingga benjol sekitar dua bulan lalu.


Disibakannya perlahan rambut itu dengan jalan meniupkan angin hingga berhembus agak kencang menyibakan rambut dan memperlihat benjolan warna sedikit kemerahan.


Perlahan Kei meniup berulang-ulang di area yang berwarna kemerahan itu hingga warna kemerahan itu semakin lama semakin memudar lalu hilang sama sekali.


Sari seperti tersentak kaget dan melihat kesekitarnya...


"Di mana aku??" tanya nya pada dirinya sendiri.


"Tempat apa ini??? kok seperti rumah sakit?? eh benar ini seperti rumah sakit jiwa!! siapa yang gila??" tiba-tiba Sari menunduk memandang pada perutnya yang sudah tidak membuncit lagi.


"Lho...seingatku waktu itu aku hamil dan melahirkan, tapi di mana bayiku??" monolog Sari pada dirinya sendiri.


"Suster...dokter...tolong...aku ada di mana??" teriaknya panik.


Seorang perawat berlari menghampirinya.


"Bu Sari...ibu kenapa??" tanya perawat itu.


"Saya di mana suster, mana anak saya, mana suami dan adik saya?? mengapa saya ditinggalkan sendiri di sini??" tanyanya.


"Ibu namanya siapa??" pancing suster itu.


"Bercanda suster ini, masa nama sendiri kok ngga ingat, nama saya Sari...lengkaonya Sari Inayah!!" jawabnya.


"Berarti ibu Sari sudah sembuh sekarang!!" kata suster itu.


"Lagi pula yang bilang saya sakit siapa suster??" teriak Sari lantang dan mulai berkata pedas.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Apakah Sari sadar pada perbuatan nya ataukah semakin menjadi-jadi??


Jangan lupa ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya reader🙏🙏


__ADS_2