Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 64 Menguak Cerita Lalu


__ADS_3

"Lagian kamu juga sih, mba dan mas Alfath sudah mengajakmu untuk ikut tapi kamunya ngotot tidak mau, baru ayah dan ibu tidak ada di rumah, paklek belum pulang sementara kamu hanya berduaan saja dengan Afifah di rumah!!" kata Sasha.


"Iya mba, untung ayah segera datang ditemani oleh Juan, kalau tidak mungkin Tyas dan Afifah sekarang hanya tinggal nama!!" kata Tyas masih ketakutan jika ingat kejadian semalam.


"Bagaimana rupa mahluk itu Ya?" kata Sasha ingin tahu.


"Aku tak bisa melukiskannya dengan kata-kata, mba...mengerikan sekali!!" jawab Tyas.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum Salam!!"


Eh Juan, masuklah!!" kata Sasha.


"Terima kasih mba!! gimana kabarnya mas Tyas??" tanya Juan.


"Alhamdulillah dia baik hanya masih syok itu nyatalah!!" kata Sasha.


"Juan, mahluk itu sebenarnya hantu atau apa??" tanya Tyas pada Juan.


"Mereka itu manusia seperti kita, mba...hanya saja menempuh jalan yang salah untuk mencapai sesuatu!!" kata Juan.


"Apakah mereka tinggal berbaur dengan kita manusia begini?" tanya Juan penasaran.


"Bisa jadi...karena jika bergabung dan berbaur begini mereka bisa dengan mudah mengetahui ibu hamil juga bayi-bayi!!" jawab Juan lagi.


"Hei...gelang di tangan kalian ini gelang apa??" tanya Juan melihat gelang yang melingkar di tangan Tyas dan Sasha dan sama persis satu dengan yang lain!!


"Ini dulu gelang ibu kami saat ibu mengandung kami, ya anggaplah gelang tolak bala!!" sahut Sasha.


Awhhhh....


Keikei mendesis saat dia mendekat kesamping Tyas dan Sasha untuk melihat adik bayi.


"Gelang itu auranya besar sekali....bagi para mahluk halus seperti kami gelang itu sangat mengerikan!!" desis Keikei.


"Lagian kamu juga ngapain mblusuk-mblusuk di dekat mereka??" tanya Juan.


"Kei pengen lihat adik bayi yang lucu-lucu itu, Koh!!" kata Keikei.


Berarti untuk sementara mereka aman dengan memakai gelang itu, aku merasa antara orang berkerudung hitam dengan kuyang dengan keluarga Tyas pasti ada hubungannya...sepertinya mahluk itu menyimpan kebencian pada Tyas dan ayahnya!!" gumam Juan pelan.


"Juan, kok bengong...kamu mau minum apa?? atau ambil saja di dalam kulkas di dapur ya..." kata Tyas.

__ADS_1


Bukannya mengambil minum, Juan malah bertanya!!"


"Mba Tyas...keluarga mba Tyas punya musuh?" tanya Juan.


"Waduh kami kurang tau, kenapa memangnya kamu tanyakan itu??" tanya Tyas.


Sepertinya hal yang meneror mba Tyas ini ada hubungannya dengannya sesuatu dari masa lalu!!" jawab Juan.


"Mengapa kamu bisa berpikir begitu, Juan??" tanya Sasha.


"Entahlah mba, tapi aku punya firasat semua yang terjadi ini ada kaitannya!!" kata Juan.


Tiba-tiba bu Ratna keluar sambil membawakan gorengan.


"Eh ada tamu kok ngga dikasih tau ibu biar ibu buatkan teh!!" kata ibu Ratna.


"Ngga apa-apa kok bu, santai aja!!" kata Juan.


"Ayahnya Tyas dan Sasha sudah banyak bercerita tentang ibumu dan persahabatan mereka dulu!!" kata bu Ratna ikut nimbrung dengan mereka.


"Kebetulan ada ibu nih, bu Sasha mau tanya...apa keluarga kita punya musuh??" tanya Sasha langsung pada inti permasalahannya.


Lama bu Ratna terdiam mencerna omongan Sasha dan kemudian dia seperti menerawang kembali.


"Untungnya Ridwan bukanlah tipe laki-laki yang gampang tergoda oleh wanita lain."


"Tentu saja Ridwan menolak mentah-mentah untuk berselingkuh dengan Surtinah, demikian nama wanita pengkhianat itu."


"Akhirnya Ridwan dan Ratih tetap memilih untuk meneruskan pernikahan mereka dan ternyata membawa dendam bagi Surtinah."


"Dia pergi kurang lebih setahun lamanya...setelah Ratih mendekati waktunya melahirkan tiba-tiba Surtinah datang dan dari situlah awal teror di rumah kami dimulai." kata bu Ratna.


Juan tampak manggut-manggut.


"Lalu apa pada saat itu ada yang bisa mengalahkannya??" tanya Juan.


"Gelang yang ada di tangan Ratih dan ibu yang sekarang kami turunkan untuk Tyas dan Sasha untuk menjaga agar mahluk itu tidak bisa menyentuh mereka.


"Apakah dia benar-benar menampakan wujud aslinya dihadapan kalian semua??" tanya Juan lagi.


"Iya...dan gara-gara dia maka adikku ibunya Tyas hampir keguguran dan menyebabkan dia harus kehilangan nyawanya."


"Kalian berhati-hatilah menurut firasatku, dia akan kembali untuk mengganggu kalian lagi hingga dendamnya terbalaskan terutama pada keturunan tante Ratih."

__ADS_1


Kita kembali pada saudara kembar Keikei si hantu kecil.....


"Kei Lin...enak ya, ayo cepat bangun siapkan sarapan pagi aku dan ibu mau ikut casting pagi ini...aku tidak mau pergi dalam keadaan perut kosong." Teriak Kanaya dari pintu kamar.


Sebenarnya Kei Lin sudah bangun semenjak subuh tadi tetapi karena penyakit tipesnya kumat karena dia sering kali terlambat makan bahkan tidak diberi makan pun sering ibu dan saudara tirinya lakukan.


"Kei lagi sakit bu!! badan Kei sakit sekali!!" lirih Kei Lin.


"Alasan saja kamu ya, Kei...jangan harap kami berdua iba kepada keadaanmu!!" bentak ibu tiri dan saudara tirinya.


Dengan terpaksa walaupun setengah sempoyongan Kei Lin mencoba bangun dari tempat tidur dan menuju dengan tertatih-tatih pula dia melangkah menuju dapur.


"Kok ngga ada kapoknya dua monster laut ini menyiksa saudari kembarku, ya??" geram Keikei.


"Awas ya kalian, dulu Lin memang tidak ada penjaganya, tetapi Lin yang sekarang beda!!" gumam Keikei sambil menyeringai.


Tiba-tiba Kanaya berteriak keras saat meliha sapu yang ada di kamar Lin meliuk-liuk dan terangkat lalu terbang menghantam Kanaya.


"Ada apa Naya??" teriak mama Astrid.


"Sapu di kamar Lin terbang dan menghantamku, mah??" balas berteriak Kanaya.


"Ah kamu ini menghalu terus kamu ya...!!" sentak mama Astrid pada Kanaya.


Kanaya mulai berpikir, jangan-jangan rumah ini sekarang berhantu?? mengingat sampai di situ membuat bulu badannya jadi meremang tak karuan!!


Sementara Kei Lin dengan tubuh sempoyongan dan kepala yang masih sangat sakit mulai membuat nasi goreng untuk ibu dan adik tirinya.


"Aduh...perutku lapar banget, dari semalam aku belum makan apapun!!" lirih Kei Lin.


Semua keluh kesah yang dilontarkan Kei Lin didengar oleh Keikei dengan perasaan sedih.


"Kasihan kamu Key Lin...andai ibu dan ayah masih hidup kita tak mungkin hidup menderita seperti sekarang ini!!" ucap Keikei sedih.


"Mulai sekarang aku akan menjadi penjagamu, aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!!"


"Kapan papa pulang sih mah?? rumah semakin seram aja...!!" kata Kanaya sambil bergidik.


*


*


***Bersambung....

__ADS_1


Lanjut ke episode berikutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya..like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏


__ADS_2