
"Satu susukmu sudah di lepaskan oleh ayahku, itu saja wajahmu sudah keriputan seperti nenek tua, aku curiga kamu ini sebenarnya sudah nenek tua!!" seringai cemooh Tyas spontan membangkitkan emosi Sari.
"Sialan kamu perempuan mulut racun??" sentaknya marah lalu tiba-tiba mendorong Tyas hingga wanita yang sedang hamil tua itu jatuh terduduk.
Tyas tampak meringis kesakitan apalagi terlihat darah merembes di kedua celah pahanya.
Melihat itu Juan lari mengejar kearah Tyas yang kesakitan bersamaan dengan tangan Tyas yang mau ditarik oleh Sari.
"Minggir kamu!!" gantian Sari yang terduduk di semen keras karena didorong oleh Juan dari arah belakangnya!!"
Darah semakin banyak merembes dan wajah Tyas semakin pucat.
"Tolong aku...!!" rintih Tyas kesakitan.
"Awas kalian ya...akan kulaporkan kalian ke polisi!!" geram Juan membuat Sari dan Lia kabur meninggalkan tempat itu.
Dengan cepat Juan menggendong Tyas ala bridal menuju mobilnya. Untung sore ini dia berjalan-jalan dengan mobil mommynya.
"Bertahan ya...sebentar lagi kita sampai rumah sakit!!" ujar Juan melajukan moblnya.
*************
Dengan tergesa-gesa keluarga Sasha menuju rumah sakit tenpat Tyas bersalin.
Alfath jalan di samping Sasha yamg tengah menggendong bayi mereka.
Kalau boleh tau siapa kamu anak muda??" tanya pak Ridwan kepada Juan.
Juanpun memperkenalkan dirinya dan menceritakan awal mula sampai Tyas demikian.
"Jadi selingkuhan suaminya itu penyebab!!" kata pak Ridwan geram.
"Maksudnya om??" tanya Juan tak mengerti.
"Tyas anak om ini, suaminya berselingkuh dengan perempuan yang kamu katakan tadi!!" kata Ridwan.
"Dengan perempuan tadi??" tanya Juan berusaha membandingkan antara Tyas dan wanita tadi.
"Oh namanya tante cantik ini Tyas, thoh!!" gumam Juan sambil tersenyum.
Tapi sebenarnya dia juga kasihan sama Tyas. Dia mencoba membandingkan Tyas dan wanita tadi.
Sesaat dia mengingat perkataan Tyas tadi sebelum dia didorong dan jatuh.
"Susuk?? tapi memang iya sih sepertinya wanita itu menggunakan ilmu untuk menggaet lawan jenisnya." gumam Juan.
"Kasihan tante cantik itu, tapi suaminya juga sebenarnya tidak bisa di salahkan sih...itu semua di luar kesadarannya." Gumam Juan lagi.
Tak lama...
Oek...oek...oek
"Alhamdulillah, ucap semuanya."
WalaupunTyas melahirkan belum genap 9 bulan, mungkin di karenakan hentakan saat dia jatuh tadi, si ibu yang sering stres dan tertekanlah menjadi pemicu kelahirannya lebih awal.
__ADS_1
π±"Assalamualaikum...kamu di mana Juan?? ini sudah jam 9 malam, kenapa belum pulang juga??"
Tampak suara tante Santi mommy nya Juan terdengar cemas.
π±"Juan lagi di rumah sakit bersalin Kasih Ibu, mom!!"
π±"Memangnya kamu mau melahirkan??"
π±"Ya elah...ya bukan Juan lah mom, masa Juan yang cowok melahirkan?? mau lewat mana??"
π±"Ya siapa tau aja kamu mengantarkan pacarmu mau melahirkan!!"
π±'Astagfirullah mom, Juan masih punya iman yang kuat kali...walaupun Juan urakan begini, Juan ngga akan membuat malu mommy dengan menghamili anak gadis orang!!"
π±"Terus kamu di sana ngapain??"
π±"Juan tadi menolong tante hamil yang Juan temui beberapa hari lalu di taman, dia didorong oleh seseorang hingga terjatuh dan dia mengalami kontraksi hebat...untung cepat Juan bawa kerumah sakit bersalin Kasih Ibu ini dan untung tadi Juan jalan menggunakan mobil mommy."
π±"Ya sudah, jam berapa kamu akan pulang??"
π±"Sebentar lagi ya mom!!"
π±"Ya sudah mommy tunggu, Assalamualaikum..."
π±"Waalaikum Salam..."
Lalu sambungan telepon terputus.
"Siapa??" tanya pak Ridwan. Entah mengapa dia sangat menyukai pemuda bertubuh tinggi atletis yang berdiri di depannya ini...walaupun terkesan urakan, tetapi pemuda ini baik, tutur katanya sopan pada orang tua terlebih pemuda ini juga lucu.
"Kalau kamu mau pulang maka pulanglah kasihan mommy kamu menunggu di rumah." Kata pak Ridwan.
"Iya om, Juan mau lihat baby nya mba Tyas dulu!!" mana berani Juan memanggil Tyas dengan sebutan tante di depan pak Ridwan, ayahnya Tyas.
"Anakmu perempuan, Tyas...dia cantik sekali sepertimu, untung wajahnya lebih dominan kepadamu dari pada ke ayahnya." Kata Sasha yang menemani Tyas sementara Alfath menggendong Fathir dan duduk menunggu di luar.
"Baguslah, jadi tak ada kenangan apapun yang dapat diingat selain kenangan pahit yang diberikan mas Anjar padaku!!" ucap Tyas sambil membelai bayinya.
Rasa sakitnya selama berjam-jam tadi terbayar sudah dengan lahirnya sang buah hati.
Tiba-tiba bu Ratna masuk.
"Yas, ada yang ingin menjengukmu!!" kata bu Ratna, dan Sasha pun melihat kearah ibunya.
Sesosok tubuh pemuda jangkung berdiri di depan pintu ruangan memandang ke dalam meminta persetujuan untuk masuk oleh si empunya kamar.
"Masuklah Juan, aku tidak akan memakanmu!!" kata Tyas sambil tersenyum walaupun wajahnya masih terlihat pucat, tetapi tetaplah sangat cantik di mata Juan Fernandes.
"Kenalkan mba, ini namanya Juan yang tadi menolong membawa Tyas ke rumah sakit!!" kat Tyas.
Setelah mengangguk pada Sasha, pemuda itu melihat kearah bayi Tyas.
"Lucunya kamu dek..." ucap Juan sambil membelai pipi mungil putrinya Tyas dengan jarinya.
"Selamat menjadi ibu ya mba, eh tante!!" kata Juan sambil mengulum senyumnya.
__ADS_1
"Mulai lagi mau ngajak ribut, deh!!" kata Tyas kepada Juan.
"Peace..." kata Juan sambil mengangkat dua jarinya.
"Juan pulang duluan ya mba Tyas...mba Sasha...sebab mommy sudah menunggu sejak tadi!!" kata Juan kepada dua ibu cantik itu.
"Permisi mas, om....Juan pulang duluan ya!!" pamit Juan pada Alfath dan pak Rdwan.
"Monggo...hati-hati ya leh!!" kata pak Ridwan.
"Iya om....Assalamualaikum!!"
"Waalaikum Salam!!" sahut Alfath dan pak Ridwan.
"Aku seperti pernah kenal pemilik mata tajam tetapi indah itu, tapi di mana?? aku lupa, rasanya sudah lama sekali!!" bisik pak Ridwan.
Sementara di jalan Juan terus berpikir tentang Tyas dan bayinya sampai dia tak menyadari sosok anak kecil yang duduk di belakangnya.
HOOOIII...
"Keikei, kamu ini muncul tiba-tiba seperti hantu!!" kata Juan kesal.
"Bukannya Keikei memang hantu ya koh??" kata sosok anak lelaki yang dipanggil Keikei oleh Juan.
"Iya...koh Juan kadang lupa kalau Keikei bukan manusia, maaf ya!!" kata Juan.
Keikei si hantu kecil yang mengikuti dan berteman dengan Juan sejak mereka masih berada di Hongkong hingga Juan pulang kembali ke Indonesia, Keikei tetap setia mengikuti dan berteman dengannya.
Pernah suatu kali Juan bertanya apakah Keikei tidak ingin kembali ketempatnya yang semestinya? Keikei hanya bilang dia ingin bertemu dengan Koko dan maminya dulu!! tetapi hingga saat ini Keikei tak pernah bisa menemukan kakak lelaki dan maminya itu.
"Koh Juan kenapa melamun??" tanya Keikei.
"Koh Juan tidak melamun, Kei...koh Juan hanya sedang berpikir bagaimana membebaskan suami teman koh Juan dari pengaruh ilmu gendam??' kata Juan.
"Imu dendam?? ilmu apa itu koh, kok baru dengar??" tanya Keikei balik bertanya.
"Kok ilmu dendam sih?? gendam, yang bisa memanipulasi pikiran seseorang!!" kata Juan.
"Pelet kah??" tanya Keikei.
"Ya seperti itulah!!" kata Juan.
"Kamu kemana aja beberapa hari tidak kelihatan, Kei??" tanya Juan.
"Kei sedang mengikuti seorang wanita, koh...Kei seperti kenal wajah itu tapi Kei lupa di mana!!" kata hantu kecil itu.
"Kei, bisakah koh Juan minta tolong??" tanya Juan.
*
*
Pertolongan apa yang ingin diminta Juan dari si hantu kecil yang bernama Keikei itu??
Lanjut ke next episode ya readerππ
__ADS_1