
Selamat tinggal sayang...jika Allah mengizinkan suatu saat nanti kita akan di pertemukan lagi...."
"Selamat jalan Ali...semoga kamu bisa beristirahat dengan tenang sekarang!!" Sasha menghapus air matanya dan berusaha untuk tetap tegar.
Sebulan kemudian.....
Ujian sudah berakhir dan itu artinya hari pernikahan Sasha dan Yusuf sudah semakin dekat.
Dan sudah selama itu juga Ali tak lagi muncul lagi, dia sudah benar-benar pergi sekarang.
Sasha juga mencoba mengikhlaskan kepergian Ali, bukankah itu tujuannya dia mau menikah dengan Yusuf di usia yang relatif muda itu?? agar Ali bisa beristirahat dengan tenang!!
"Sha...hari ini terakhir kita bertemu setelah itu kita menjalani pingitan dan mas ngga bisa bertemu denganmu dulu sampai hari pernikahan kita tiba." kata Yusuf.
"Iya mas...gimana baiknya aja...Sasha nurut aja sama calon suami!!" kata Sasha.
Sore itu entah mengapa Sasha pengen banget beli siomay di ujung jalan mau menuju ke rumahnya maka pergilah dia naik motor maticnya.
Saat melewati jalan yang agak berair secara tak sengaja karena menghindari pejalan kaki, Sasha tak sengaja menyipratkan air genangan itu pada kaki seseorang yang baru turun dari mobilnya.
"Hei...mata kamu buta ya!!! sayang mbak...cantik...cantik matanya buta!!" semprot lelaki itu sedikit kasar.
Sasha yang pada dasarnya berperangai lemah lembut segera ingin meminta maaf, tetapi....
"Masya Allah...."
Sasha sampai ternganga melihat orang itu.
Bibir dan dagu terbelah, tahi lalat di dagu dan di pipi dan mata elang itu...juga hidung mancung itu??
"Woi...terpesona loe ngeliat kegantengan gue??? biasa aja kali liat gue!!! loe bukan tipe gue banget!! bukannya minta maaf malah bengong!!" mulut itu seperti semburan racun ular berbisa terus nyerocos.
"Maaf!!" kata Sasha pelan.
Dia benar-benar syok melihat lelaki berbaju biru laut dan celana hitam itu.
Ya, benar...dari ujung rambut sampai ujung kaki pria muda itu betul-betul mengambil semua wajah Ali Wardhana hanya dia lebih tinggi dan lebih dewasa dari Ali selebihnya mereka seperti pinang dibelah dua.
Dalam gugupnya Sasha tak bisa lagi berbicara apapun, kerinduannya yang membuncah malah membuat hatinya sakit mendengar perkataan kasar pria itu.
"Mau beli berapa bungkus neng Sasha?? kata mang Engkus si penjual siomay.
"Sebungkus aja bang!!" kata Sasha.
"Ngomong-ngomong kapan nih undangan pernikahannya, neng??" tanya mang Engkus.
__ADS_1
"Minggu depan mang!!" kata Sasha sambil tersenyum manis tanpa mempedulikan tatapan mata sinis si mata elang itu.
Sementara itu...
"Sepertinya aku pernah melihat gadis berlesung pipit ini, tapi di mana ya??" kata pria muda itu.
"Alfath....sudah belum sih belinya??? lama amat??" seraut wajah muncul dari balik kaca mobil.
"Astagfirullahaladzim..."
Sasha sampai berdzikir dalam hati.
"Wanita itu??" rambut ombaknya, kulit hitam manisnya hanya kulit dan warna bola matanya saja yang berbeda tapi keseluruhannya termasuk suaranya adalah suara Rina!!" Sasha membatin.
"Sabar beib, ngantri....!!" kata pria yang dipanggil Alfath itu.
Setelah selesai buru-buru Sasha membayar siomaynya lalu segera meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.
"Mas nya beli bera....!!" mang Engkus menggantungkan kata-katanya saat dia melihat pada wajah Alfath dan tertegun.
"Kenapa mang??" tanya Alfath.
"Oh tidak den...adennya mau beli berapa bungkus??" kata mang Engkus tapi tak mau melihat ke wajah Alfath lagi.
"Kenapa sih?? tadi si cewe rese itu juga terkejut lalu bungkam saat melihatku sekarang si tukang siomay ini gitu juga...emang ada apasih dengan wajahku??" Alfath membatin heran saja.
"Wajah aden ini mirip sekali dengan den Ali pacarnya neng Sasha dulu..." batin mang Engkus lagi.
Memang semasa hidupnya Ali dan Sasha sering mampir membeli siomay mang Engkus bahkan sampai Ali meninggalpun mang Engkus juga tau.
"Kenapa sih wajahmu kok ditekuk gitu, yang??" tanya Rani pada tunangannya.
"Ngga apa-apa, Ran!!" kata Alfath.
"Terus ini celanamu kok bisa basah begini??" tanya Rani lagi.
"Ohh, tadi aku nginjek genangan air waktu turun dari mobil!!" kata Alfath.
"Untung tadi Rani pakai headset jadi dia tak mendengar saat aku ngomel-ngomel sama tuh cewek rese!! entah kenapa saat tadi aku melihat wajahnya perasaan aku tuh bawaannya mau marah..aja!!" batin Alfath.
"Ini calon pengantin bukannya diam di rumah malah ngelayap beli Siomay!!" kata Tyas.
Tapi Sasha hanya diam dan dengan lesu dia membuka bungkusan siomay dan pelan-pelan memakannya sambil melamun.
"Mba Sasha kenapa sih??? Kesambet tuyulnya mang Engkus ya??" kata Tyas bingung melihat kelakuan kakak sepupunya itu.
__ADS_1
"Mba tadi ketemu orang yang mirip banget dengan Ali dan Rina!!"kata Sasha.
"Sudah gitu mba tadi dimarahi lagi sama dia gara-gara mba ngga sengaja nyipratin celana hitamnya dengan air dipinggir jalan." kata Sasha.
"Kok bisa sih??" kata Tyas.
"Motor mba Sasha menginjak air terus tuh cowok yang mirip Ali pas turun dari mobilnya, jadi kena deh..." kata Sasha lagi sambil mengunyah pelan siomaynya.
"Sayang....besok kamu ada acara ngga, kalau ngga ada kita hangout yo..." ajak Rani.
"Aku males Ran...besok mami sama papiku mau datang dari Aussie, aku harus menemani mereka!!" jawab Alfath.
"Beib...perasaan kamu tuh sibbuuuuk melulu, kapan sih kamu punya waktu untuk aku?? aku ini tunanganmu, lho..." Rani langsung cemberut.
"Ran, sebelum dulu kita bertunangan...kita sudah komitmen pada pekerjaan kita masing-masing!!"
"Kamu tau aku sibuk mengurus perusahaan, bebanku tidak ringan Ran...semenjak kakakku meninggal, semua tampuk pimpinan dan tugas dilimpahkan padaku...dan kamu sudah tau itu."
Rani hanya cemberut mendengar perkataan tunangannya itu.
"Sudah sampai Ran...aku langsung pulang ke apartemen ya...aku mau langsung mandi dan tidur aku lelah banget!!" lalu tanpa mendengar persetujuan pacarnya, Alfath lalu langsung cabut ke apartemennya.
Sebenarnya sudah beberapa hari ini dia selalu mendapat mimpi yang sama setiap malamnya.
Dia selalu bermimpi melihat seorang pemuda yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Dia sendiri heran, dia belum lama datang ke Indonesia karena menggantikan posisi kakaknya yang meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.
Dia dan Rani kuliah di Aussie dan bertunangan juga di Aussie. Mereka berniat untuk menikah awal tahun depan.
Rani dengan setia mengikuti Alfath hingga kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan keluarga Alfath sebagai sekretarisnya.
Tetapi mengapa pertemuan dengan gadis muda di tempat siomay tadi selalu mengganggu ingatannya??
Dia tidak mengenali gadis itu bahkan baru bertemu sekali ini tetapi mengapa dia seperti pernah melihat dia sebelumnya??
Alfath tampak memijit keningnya memikirkan pekerjaan, tunangannya, mimpinya dan sekarang gadis yang menjengkelkan itu...!!
*
*
****Bersambung...
Jangan lupa dukungannya ya reader...like, komen, vote, favorit dan rate nya!!
__ADS_1