
Ali meringis mengingat masa-masa kelam itu. Itulah mengapa dia bertekad untuk membuat Sasha menemukan orang yang tepat untuk hidupnya sebelum dia benar-benar pergi dan tak bisa kembali lagi di dalam kehidupan Sasha.
"Alannnn!!"
Suara cempreng mama Lili melihat anak lelaki yang tinggal satu-satunya itu kacau dan berantakan.
"Kamu kenapa Alan?? kok tampak berantakan gini??" tanya mama Lili.
"Tadi di jalan sepi Alan dicegat oleh sepeda motor entah mereka mau apa dari Alan hanya yang Alan bingung salah satu dari empat pemuda bertopeng itu adalah murid Alan, ma??" kata Allan.
"Whatt?? muridmu?? berani sekali dia??" kata mama Lili dengan geram.
"Tapi tadi ada kejadian aneh lho mah..." kata Alan.
"Kejadian apa, lan??" tanya mama Lili sambil sibuk mengobati luka memar di dahi Alan.
"Pas Alan mau dikeroyok oleh mereka tiba-tiba ada sepotong kayu melayang sendiri membantu Alan menghalau para berandalan itu." kata Alan menceritakan tentang pengalamannya tadi.
"Untung saja ada sesuatu yang tak terlihat itu membantu Alan, mah...kalau ngga bisa bonyok tadi Alan dipukuli mereka!!" ucap Alan.
Sementara Alan dan mamanya saling ngobrol, Ali masuk ke dalam rumah.
Di kamarnya tak ada yang berubah. Foto Ali tetap tergantung rapi saat memakai seragam sekolah.
Juga buku-buku lalu komik dan semua koleksi Ali tetap tersusun rapi bahkan spring bed yang selalu menemani tidurnya selama ini tetap berdiri kokoh di sana.
"Selamat tinggal semuanya!!" desis Ali.
"Semoga jika kak Alan nanti menikah dan punya anak, mereka betah bermain di kamar ini."
Ali meraba semua barang kesayangannya yang kini hanya tinggal kenangan.
*******
"Yah, ada yang ingin Yusuf bicarakan dengan ayah!!" kata Yusuf Darmawan pada pak Wiryo ayahnya.
"Apa itu Suf..." kata pak Wiryo.
"Yah, Yusuf ingin ayah melamarkan Sasha untuk Yusuf!!"
Uhuk...uhuk...
Pak Wiryo yang sedang meneguk teh hangat di cangkirnya spontan terbatuk-batuk kaget.
"Apa Suf?? ayah ngga salah dengar??" kata pak Wiryo kurang yakin dengan pendengarannya.
"Kan ayah sendiri bilang bahwa Yusuf itu tidak boleh pacaran makanya Yusuf ta'aruf untuk meminta petunjuk jodohnya Yusuf dan Yusuf sudah memilih Sasha untuk pendamping hidup Yusuf."
"Tapi kalian masih sama-sama berumur delapan belas tahun, Suf...apa ngga kemudaan??" tanya ayahnya.
"Apakah usia bisa menjadi jaminan seseorang itu untuk berubah dewasa, yah?? banyak juga yang sudah usia dewasa tapi kelakuannya masih kekanakan saja."Jelas Yusuf.
"Yusuf tidak memaksa Sasha untuk tinggal bersama serumah dengan Yusuf, Yusuf akan memberikan juga kebebasan untuk Sasha bisa kuliah lagi, bekerja, tetapi kebebasan dalam arti tidak lupa batasannya sebagai seorang istri!!"
"Yusufkan mempunyai toko online Insya Allah bisa menanggung hidup kami berdua, yah!!" kata Yusuf lagi.
Pak Wiryo menarik napas terlebih dahulu kemudian menghempasnya pelan.
__ADS_1
"Baiklah Suf, jika kamu inginnya begitu...malam ini kan orang tua Sasha mengundang kita untuk makan malam di rumahnya...nanti akan ayah utarakan niat baik kamu itu pada keluarga Ratna, semoga mereka bisa merestui hubungan kalian.
"Terima kasih ayah atas pengertian ayah!!" kata Yusuf terharu lalu memeluk ayahnya.
********
Sebelum maghrib Yusuf dan ayahnya tiba di kediaman keluarga Sasha. Sebelum makan malam, mereka sholat berjamaah.
Tampak ayah Sasha pak Tio, Ridwan ayah Tyas dan Wiryo ayah Yusuf tampak asyik mengobrol akrab. Mereka memang tiga sahabat sejak masih di bangku SMP.
Tyas, bu Ratna dan Sasha sibuk menata makanan di meja makan sementara Yusuf sibuk dengan ponselnya...bukan hanya sekedar melihat-lihat sosial media, dia sibuk melayani pembelian di toko onlinenya.
"Yo...ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu!!" kata pak Wiryo pada Tio ayah Sasha.
"Apa itu Wir??" kata Tio.
"Aku ini sekedar menyampaikan pesan dari Yusuf anak aku, Yusuf ingin sekali menyambung tali silaturahmi di antara kita bertiga agar tidak putus dengan memintaku melamar putri tunggalmu, Sasha." Kata pak Wiryo.
"Kalau aku tidak keberatan, Wir...karena aku sudah berkali-kali bertemu dengan putramu itu."
"Dia anak yang baik, sopan, soleh dan bertanggung jawab!!" kata pak Tio lagi.
"Tapi berpulang lagi pada si punya diri, dialah yang berhak menentukan...nanti setelah makan malam kita akan bicarakan!!" ujar pak Tio.
"Makanan sudah siap!!" kata ibu Ratna.
Keluarga besar itu akhirnya makan di satu meja makan bersama.
"Sasha...nanti sehabis sholat Isya berjamaah ada yang ingin ayah sampaikan ke kamu!!" ujar pak Tio pada putrinya.
Mereka asyik makan sambil sesekali melemparkan candaan sementara di luar sepasang mata menatap kedalam rumah dengan sedih.
"Sasha duduk...Tyas jika mau ikut mendengarkan boleh kalau ngga mau ya pergi nonton kartun sana!!" kata pak Tio.
"Pakde...." sungut Tyas cemberut.
"Sasha...ada yang mau di sampaikan pak Wiryo padamu!!" kata pak Tio sementara Sasha sudah siap mendengarkan walau dengan jantung yang terasa mau melompat dan Yusuf...pemuda tampan itu tampak tenang menunggu ayahnya menyampaikan pembicaraannya.
"Nak Sasha...tadi bapak, ayah dan paklek mu sudah berunding...bapak hanya menyampaikan permohonan dari Yusuf."
"Sha...apakah kamu bersedia jika Yusuf mau melamarmu untuk menjadi istrinya??"
HENING....
Sasha menunduk sesaat lalu memandang ibunya minta persetujuan lalu memandang ayahnya dan Tyas serta pak Ridwan pakleknya lalu terakhir pada sosok yang berdiri tegak mematung di tengah pintu mendengar ucapan ayah Yusuf itu.
Ali berusaha menguatkan hatinya untuk ikhlas demi kebahagiaan Sasha akhirnya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Sha...." kata Yusuf Darmawan memanggil Sasha dengan lembut.
"Ijinkan aku menggantikan dia di hatimu ya...ijinkan aku menggantikan dia untuk menjagamu sekarang!!" kata Yusuf dengan lembut seperti biasanya.
"Aku tau tak mudah bagimu untuk menggeser dia di hatimu aku juga tidak mau memaksamu untuk melupakan dia, tetapi aku ingin menjadi masa depanmu dan dia adalah masa lalumu." ucap Yusuf sambil menatap mata Sasha.
"Bagaimana nak??" kata ibu Ratna.
Setelah agak lama terdiam akhirnya Sasha mengatakan sesuatu...
__ADS_1
"Sasha bersedia bu!!" jawab Sasha sambil menunduk.
Bukan tanpa alasan Sasha mengatakan semua itu, tetapi tepatnya dia tak ingin Ali berlama-lama ada di dunia manusia yang mestinya bukan jadi tempatnya lagi, dia ingin Ali bisa pergi dengan tenang tidak harus memikirkan tentang semua kesalahannya dan tentang kebahagiaan Sasha lagi.
"Alhamdulillah..." kata mereka semua.
"Apa??? mba Sasha mau nikah??? terus nanti Tyas sama siapa dong?? rengeknya membuat semua orang yang ada di situ tertawa melihat kelakuan Tyas yang lucu.
"Berarti kita harus cari hari yang baik untuk mereka berdua, Wir...!!" kata Tio.
"Sha...mulai sekarang ngga boleh panggil nama lagi sama calon suami!!" kata Yusuf menggoda Shasa.
"Jadi panggil apa dong??" kata Sasha bingung.
"Panggil abang kek, panggil mas kek!!" kata Yusuf.
"Panggil kakekmu kek..." cibir Tyas gemas.
Akhirnya sudah di tentukan bulan depan mereka berdua akan dinikahkan karena bulan depan sudah selesai ujian akhir.
Keluarga Yusuf pulang begitupun Tyas dan ayahnya.
Sasha duduk di kursi belajarnya dan menatap bulan purnama yang bersinar terang.
"Beib...."
Sasha menoleh pada suara yang menyapanya.
"Mengapa kamu menangis??" tanya Ali sambil mengusap rambut Sasha dengan lembut.
"Mestinya kamu bahagia!!" kata Ali sambil tersenyum berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"Iya...aku berusaha bahagia agar kamu bisa kembali ke dunia kamu sendiri!!" ucap Sasha sedih.
"Sha...sepertinya juga malam ini adalah malam terakhir aku bisa menemanimu!!" kata Ali.
"Maksudmu apa Ali?? kamu tega pergi ninggalin aku??" isak tangis Sasha tertahan. Hanya bahunya saja terguncang keras menahan isak tangisnya.
"Sasha...Yusuf itu pemuda baik dan aku yakin sedikit demi sedikit dia bisa membantumu melupakan aku!!"
"Ayo kita keluar melihat bulan!!" ajak Ali sambil menggandeng tangan Sasha.
Mereka berdua duduk di ayunan sambil memandang bulan untuk terakhir kalinya.
"Mereka berdua duduk sambil bercerita dan makin lama genggaman tangan Ali ke tangan Sasha semakin samar dan semakin samar terakhir kali Ali mencium kekasihnya sebelum dia benar-benar menghilang dari pandangannya.
"Selamat tinggal sayang...jika Allah mengizinkan suatu saat nanti kita akan di pertemukan lagi...."
"Selamat jalan Ali...semoga kamu bisa beristirahat dengan tenang sekarang!!" Sasha menghapus air matanya dan berusaha untuk tetap tegar.
*
*
****Bersambung....
Bagaimanakah kisah Sasha dan Ali selanjutnya??? bisakah suatu hari mereka bertemu lagi???
__ADS_1
Hayo jangan lupa dukungannya ya reader...like, komen, vote, favorite dan rate nya...terima kasih...