Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 36 Selamat


__ADS_3

Tapi Alfath sama sekali tak takut pada sosok putih yang dia lihat itu.


"Alfathhh...."


Suara lirih itu terdengar menyedihkan.


Suara itu seperti suara Rani, tetap apa iya?? Rani lho sudah meninggal dua bulan yang lalu!!!


********


Pagi itu Alfath mengajak Sasha untuk mengecekan kandungannya ke dokter kandungan.


"Mas tumben bisa ngajak cek up kandungan pagi hari gini??" tanya Sasha sambil berpaling menatap ayah dari janinnya itu.


"Demi istri tersayang, apa sih yang ngga??" jawab Alfath yang sudah beberapa hari ini selalu tersenyum ceria begitu juga dengan Sasha.


"Belum istri mas...baru calon!!" kata Sasha sambil menepuk lengan Alfath pelan.


"Lagian kenapa sih mas belum boleh nikahin kamu dek?? nyata-nyata anak yang kamu kandung itu anaknya mas, tes DNA juga sudah membuktikan tanpa harus menunggu si kecil lahir dulu!!" kata Alfath.


"Sabar mas...kan adek melahirkam tinggal empat bulan lagi, setelah melahirkan baru nanti kita menikah!!" sahut Sasha menenangkan hati kekasihnya.


"Jangan terlalu ngebut mas, ini jalanan menurun lho...sementara di sisi kiri kita ada jurang yang lumayan dalam." Kata Sasha mengingatkan Alfath.


"Aduh...kenapa remnya ini mendadak blong begini?? padahal tadi bagus-bagus aja...." kata Alfath terlihat panik.


"Mas Alfath...jangan bercanda dong??" teriak Sasha saat mobil yang mereka tumpangi tampak hilang kendali.


"Dek, cepat buka seatbeltmu pada hitungan ketiga kita harus lompat sebelum mobil ini masuk ke jurang karena mas sudah tidak bisa mengontrol mobil yang semakin laju ini!!" teriak Alfath memberi perintah.


"1...2...3...lompat Sasha!!" teriak Alfath saat mobil mereka sudah menabrak pembatas jalan dan meluncur ke dalam jurang.


Alfath selamat karena sesaat kepalanya akan membentur batu, sesosok putih tampak melesat cepat menyelamatkannya.


Sebelum pingsan Alfath masih sempat melihat siapa penolongnya.


"Tolong Shasa, Ran...ku...mohon!!" lalu setelah itu Alfath pingsan.


Mobil yang ditumpangi Sasha meluncur masuk kejurang.


Pada saat Alfath melompat tadi, Sasha tidak sempat ikut melompat karena pintu mobilnya mendadak macet dan tak bisa dibuka. Dalam keadaan panik dan ketakutan, Sasha jatuh pingsan.


Mungkin memang benar kata pepatah sebelum ajal berpantang mati sama seperti kejadian Alfath juga menimpa pada Sasha.


Sesosok tubuh dengan cepat masuk kedalam mobil, membuka paksa dan sebelum mobil menghantam bebatuan di bawahnya dan akhirnya meledak, tubuh Sasha sudah dibawa oleh seseorang.


*********


Sasha mengerjapkan matanya untuk memulihkan ingatannya dulu.


Lalu dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan di mana dia berada saat ini.


Sayup-sayup dalam pendengaran telinganya dia menangkap ada beberapa suara orang mengaji.


Belum sempat dia berpikir lebih jauh pintu kamar terbuka.


"Kamu sudah sadar, nduk??" seorang wanita setengah tua muncul dari arah pintu luar.


"Ibu siapa?? terus saya di mana??" tanya Sasha mencoba bangun tetapi kepalanya masih terasa sakit.


Tiba-tiba Sasha ingat!!


Sasha langsung meraba perutnya. Dan dia bernapas lega karena kandungannya masih selamat.

__ADS_1


"Oooo, panggil saya nyai Hamas...suami nyai Kyai Hamas pemimpin pondok pesantren sekaligus pemimpin perguruan pencak silat di sini!!"


"Kamu minum teh hangat dan makan dulu ya...kasihan bayi yang ada di perutmu kelaparan!!" kata ñyai Hamas.


TOK...TOK...TOK


"Masuklah..." kata nyai Hamas.


Sesosok tubuh muncul di muka pintu.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum Salam..." sahut nyai dan Sasha bersamaan.


"Mas Yusuf???" seru Sasha tertahan melihat seorang pemuda berbaju koko warna putih dan bercelana panjang hitam dengan peci di kepalanya.


"Yusuf??" kata nyai bingung.


"Ini Yusva, dia santri di sini yang tadi menyelamatkanmu dan membawamu ke sini."


"Assalamualaikum, mba Sasha??" kata pemuda yang dipanggil nyai Hamas bernama Yusva.


"Waalaikum Salam...kamu mengenalku??" tanya Sasha bingung.


"Masa mba Sasha ngga kenal sama saya?? sewaktu pernikahan mba Sasha dan bang Yusuf saat itu, kan saya datang dengan Adit!!"


"Saya sepupu sekali bang Yusuf yang waktu itu mba bilang wajah saya mirip bang Yusuf!!" jelas Yusva.


"Hanya pada saat bang Yusuf meninggal, saya tidak bisa datang melayat, saya ikut Kyai Hamas berangkat ke Kairo Mesir." Jelas Yusva.


"Apakah kamu tadi yang menyelamatkan aku, Yusva??" tanya Sasha pelan.


"Iya mba, secara tak sengaja dari atas jurang kencang meluncur sebuah mobil...dan saya tadi tepat berada di bawah jurang sedang mencari dedaunan untuk obat."


****Flashback on****


"Yusva....!!" panggil Kyai Hamas.


Yusva yang baru saja selesai melaksanakan sholat Dhuha langsung mendatangi Kyai tua yang sangat bijaksana itu.


"Yusva, semalam Kyai bermimpi melihat sesuatu yang jatuh dari jurang atas meluncur cepat ke bawah, kamu pergilah lihat sekalian Kyai minta tolong carikan daun sembukan untuk obat sakit perut." Kata Kyai Hamas pada murid sekaligus santrinya yang tertua itu.


"Baik Kyai....saya permisi mau ambil tas rotan untuk tempat dedaunan obat, sekaligus saya juga mau mencari akar ilalang!!" kata Yusva.


Yusva menyusuri jalanan jurang berbatu tajam sambil mengawasi bahan-bahan obat yang akan dia ambil.


Tiba-tiba matanya yang tajam menangkap sebuah mobil meluncur dari atas sampai di pertengahan sesosok tubuh melompat keluar lalu matanya yang memang bukan seperti mata orang awam biasa juga menangkap sosok lain yang menyambar tubuh itu dan membawanya pergi lalu dia melihat di dalam mobil masih ada satu lagi sosok yang akan keluar tapi tidak bisa mungkin pintu mobil itu terkunci dan karena panik justru orang itu tak bisa membuka pintunya.


Dengan cepat Yusva memperkirakan jarak mobil ke dasar jurang...lalu dia mengejar dan menjejakan cepat kakinya melompat tinggi keatas lewat pintu sebelah supir yang terbuka masuk kedalam membopong tubuh wanita yang pingsan itu lalu melompat turun bersamaan bunyi hancurnya mobil menghantam bebatuan di dasar jurang, dia cepat berkelebat lalu tak sampai beberapa detik kemudian, mobil yang ditumpangi Sasha dan Alfath meledak dengan dasyat.


"Alhamdulillah wanita ini bisa selamat dan aku bersyukur bisa tiba tepat waktu!!" ucap Yusva.


"Eh, ini kan mba Sasha istrinya almarhum bang Yusuf?? apa yang terjadi dengan mobil yang dia tumpangi ya??"


Tiba-tiba tubuh Yusva bergetar saat tangannya menyentuh bagian tubuh Sasha yang tidak tertutup kain.


Kilasan demi kilasan melesat di dalam pikiran Yusva yang matanya terpejam


"Kecelakaan yang direncanakan...bahaya...maut... harus menghindar!!" desisnya sambil membuka matanya perlahan.


Dengan cepat Yusva berkelebat pergi dari tempat itu tak selang beberapa detik setelah dia pergi, empat orang dari atas jurang memeriksa, tak puas hanya melihat dari atas mereka turun mengambil jalan memutar.


"Mampus juga wanita bunting itu!!" suara tawa perempuan mengekeh dari balik masker.

__ADS_1


"Ayo cepat kita tinggalkan tempat ini bos, sepertinya tak lama lagi tempat ini bakal heboh!!" kata si hodie bermasker di sebelahnya.


"Ayo...kita akan tunggu dan dengar kabar selanjutnya!!" lalu mereka berempat menyelinap dan menghilang.


***Flashback off***


"Apakah mba Sasha mempunyai musuh??" tanya Yusva sambil meyakinkan terawangannya kemarin pagi tentang apa yang telah dilihatnya dari Sasha.


"Aku punya musuh?? rasanya tidak, Yusva, kecuali seorang wanita yang tempo hari datang ke resepsi pernikahan Tyas sepupuku dan tampak mendendam padaku karena dia beranggapan karena aku telah mengambil mas Yusuf darinya.


Berita mobil yang ditumpangi Sasha dan Alfath yang masuk dan meledak di dalam jurang tersiar kemana-mana.


Alfath yang terlempar jauh dari mobil yang terbakar jadi sorotan.


Ibu Ratna berkali-kali pingsan mengingat anaknya ada di dalam mobil yang meledak masuk jurang itu.


Pak Tio dan Ridwan ayah Tyas serta pak Wiryo mertuanya Sasha bolak-balik mencari kabar tentang Sasha yang belum ditemukan bahkan jasadnya tak ditemukan di mobil yang terbakar.


Alfath syok berat mengetahui calon istrinya tak ditemukan di manapun.


Alfath di temukan tersangkut di batu dalam keadaan pingsan.


Memang benar saat itu Rani lah yang telah menolong tunangannya itu tapi saat dia ingin menolong Sasha sesuai permintaan Alfath, dia sudah terlambat.


Sementara di tempat lain....


"Sial...sial...."


Wanita yang tak lain adalah Sari itu geram bukan main mengetahui bahwa Sasha belum mati.


"Tapi hilang kemana dia??" gumam Sari.


"Aku akan mencarimu sampai di manapun Sasha...kamu kali ini boleh lolos dari kematian, tapi tidak lain kali!!" Sari tersenyum smirk.


Kedua orang tua Alfath datang dari Aussie untuk menyemangati putra mereka yang kini sedang terpuruk karena kehilangan calon istri dan bayi mereka.


*********


"Mba Sasha sekarang sudah baikan??" tanya Yusva menghampiri Sasha yang sedang duduk memperhatikan anak-anak santri sedang berlatih pencak silat di lapangan.


Santri di pondok pesantren Kyai Hamas itu tidak telalu banyak tetapi mereka benar-benar ahli bela diri dan tenaga dalam di samping ilmu agama mereka yang benar-benar digembleng keras oleh sang Kyai salah satunya adalah Yusva yang semenjak lulus SMP masuk ke pesantren itu.


Tak sembarang orang bisa masuk kesana selain para santrinya adalah para laki-laki kecuali nyai Hamas dan dua putri mereka yang juga digembleng sama seperti santri putra lainnya.


Tempatnya pun sedikit tersembunyi di bawah lembah.


"Yusva...kapan aku bisa pulang?? pasti ayah dan ibu serta keluargaku panik karena kehilanganku!!" kata Sasha menatap Yusva.


"Saya ngga ngelarang mba Sasha pulang kembali pada keluarga, tetapi masalahnya apa mba Sasha sudah siap menghadapi apa yang akan terjadi nanti setelah ini??" tanya Yusva.


"Maksudmu apa Yusva?? aku ngga ngerti!!" kata Sasha.


"Makanya kemarin saya tanya apakah mba Sasha mempunyai musuh?? karena seperti yang saya lihat saat menyentuh tangan mba Sasha kemarin, apa yang mba Sasha alami sekarang ini bukanlah secara kebetulan, karena ada dalangnya dibalik ini semua!!" jelas Yusva.


Mobil yang rem nya blonk sampai kecelakaan maut itu terjadi!!" kata Yusva.


*


*


***Bersambung.....


Apakah kecelakaan yang dialami Sasha dan Alfath ada hubungannya dengan sepupu Yusuf si Sari ??

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mendukung karya ini ya, reader??


__ADS_2