Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 83 Kedatangan Nyai Sambang


__ADS_3

"Menurut koh Juan, apakah tengah malam ini dia akan datang lagi meneror kita dengan ketukannya??" tanya Kei ikut berbisik.


"Entahlah Kei...tapi firasat koh Juan mengatakan demikian!!" jawab Juan lagi.


"Makanya kamu jangan ribut ngajaki koh Juan ngobrol melulu nanti pertama takut mommy dengar terus kita disuruh tidur, yang kedua koh Juan tidak bisa konsentrasi mendengarkannya!!"


*************


Cahaya merah terang itu melesat cepat kemudian menukik menuju kebelakang sebuah kebun kosong di belakang sebuah rumah tua.


Perlahan cahaya itu membentuk satu sosok yang awalnya samar semakin lama semakin jelas.


Satu sosok tubuh tinggi semampai dengan rambut disanggul dan wajahnya yang sangat cantik seperti remaja berumur 17 tahun.


Gadis berbaju merah itu melangkah pelan tapi pasti menuju ke pintu dan mulai mengetuknya.


TOK...TOK...TOK


Dari dalam rumah Nyai Ganda Suri muncul dan terlihat sumringah melihat kedatangan si cantik berbaju merah itu.


"Nyai Sambang...syukurlah Nyai akhirnya mau keluar dari tempat pertapaan mengunjungi muridmu ini!!" Nyai Ganda Suri terlihat sangat takzim menyalami dan mencium tangan wanita yang tak lain adalah gurunya sendiri.


Nyai Sambang masuk dan pintu yang dilewatinya dengan cepat tertutup dengan sendirinya.


"Ada gerangan apa kamu memanggil gurumu ini, Ganda?? awas kau jika berani memanggil hanya untuk cipika cipiki saja denganmu."


"Kamu sungguh-sungguh mengganggu kesenangan gurumu ini, kamu tak pernah sekalipun menyambangi kediaman guru, begitu ada kesulitan baru kamu ingat pada gurumu ini!!" Nyai Sambang menatap tajam pada murid tunggalnya itu.


"Ada masalah apa kamu memanggilku, Ganda??" tanyai Sambang.


"Ikutlah kedalam keruang pemujaan guru!!" ucap Nyai Ganda lalu melangkah mendahului gurunya.


Di dalam ruang pemujaan yang semerbak wangi dupa dan bebauan bunga ada sebuah peti mati terletak di tengahnya.


Nyai Sambang dan Ganda Suri melangkah menuju peti mati yang terbuka itu.


"Ishhh...bangkai siapa ini, Ganda??? tua, jelek, buruk rupa begini??" tanya Nyai Sambang mulai mengomel lagi.

__ADS_1


"Maafkan saya guru, dia adalah murid saya Surtinah...dia sudah meninggal beberapa hari lalu karena seluruh ilmu kesaktian dan pantangannya sudah dicabut dari tubuhnya oleh seseorang yang saya juga belum mengetahuinya pasti guru!!" ucap Ganda Suri.


"Terus maksud kamu apa?? gurumu ini disuruh memandang hasil kreasi yang buruk rupa ini??" omel Nyai Sambang.


"Murid mau meminta tolong pada guru, sudilah kiranya membangkitkan murid saya Surtinah ini guru!!" ucap Nyai Ganda Suri pelan.


"Kamu kan bisa melakukannya sendiri, kenapa harus meminta tolong kepadaku??" ucap Nyai Sambang.


"Maafkan saya guru, saya sudah mencobanya tetapi gagal!!" ucap Ganda Suri menunduk.


"Bagus...setelah kamu gagal membangkitkannya baru kamu mengingat gurumu ini, begitu Ganda??" omel Nyai Sambang.


"Bukankah waktu itu aku akan menurunkan ilmuku yang satu ini, tetapi kamu keburu turun gunung mau mengejar mantan terindahmu si Ji An Lee itu anaknya Shinsei Chang itu kan??"


"Sekarang hasilnya apa?? pemuda beristri itu tidak kamu dapatkan, ilmu yang seharusnya sudah kamu kuasai kamu lepaskan, kamu malah luntang lantung ngga jelas hidup di tempat seperti ini, mengambil murid yang juga sama bodohnya denganmu, guru berani bertaruh pasti dia ini murid yang bodoh...terlihat jelas dari gambaran wajah buruknya ini!!" Nyai Sambang yang memang terkenal cerewet terus mengomeli muridnya dan Ganda Suri hanya bisa terdiam menunggu omelan gurunya pada dirinya itu selesai dengan sendirinya. Karena dia tau watak wanita cantik yang tak diketahui berapa usianya yang sebenarnya itu.


Dia tau setelah puas mengomelinya, pasti akhirnya gurunya itu akan membantu semya kesulitannya.


"Sungguh kau mengganggu kesenangan gurumu saja, aku harus rela berpisah dengan berondongku entah untuk berapa lama gegara mengikuti panggilanmu yang sungguh tidak penting ini, Ganda Suri!!" wanita cantik itu kembali mengomel.


"Sudahlah...dua hari lagi itu malam 1 suro, kita akan mulai ritual pemanggilan arwahnya kembali, karena aku yakin si bodoh ini juga sama seperti dirimu luntang lantung di luar sana tak bisa menemukan jalannya."


"Surtinah guru!!" jawab Nyai Ganda Suri.


"Kenapa namanya kampungan betul sih??? lidahku pun terasa kelu hampir terpeleset saat menyebut namanya." Kata Nyai Sambang.


"Jangan kamu harap si Surtinah itu akan sama seperti Surtinah yang dulu saat dia masih hidup, karena sosoknya kini tak lain adalah mayat hidup yang dibangkitkan saja!!" jelas Nyai Sambang.


"Maksud guru, bagaimana?? apakah dia tidak akan mengenaliku lagi sebagai gurunya???" tanya Ganda Suri.


"Tepatnya begitu, dia terlahir kembali tetapi tak lain hanya sebagai mesin pembunuh dan penyelenggara balas dendam yang tak bisa dia lakukan saat semasa dia hidup dulu, tapi ada pantangan yang harus dia hindari, karena dia akan dibangkitkan tepat di malam satu suro, maka orang yang akan membunuh dan membinasakannya adalah orang yang lahir pula di malam satu suro itu, dia mempunyai tanda lahir berbentuk bulan sabit melingkar di punggungnya."


"Setauku hanya ada dua orang yang mempunyai tanda lahir seperti itu, yang pertama adalah Kyai Abdullah gurumu, tetapi Kyai Abdullah telah lama meninggal dunia, jadi tinggal satu orang lagi, itu adalah tugas murid bodoh sepertimu yang harus mencarinya, mau kamu buka satu persatu baju orang, itu urusan kamu yang jelas dua puluh lima tahun sejak meninggalnya Kyai Abdullah, barulah dia lahir, mungkin sekarang dia masih seorang bocah yang jelas dia laki-laki tapi jangan kamu tanyakan pada gurumu ini di mana bocah itu sekarang berada karena aku pun tidak tau di belahan bumi yang mana bocah itu tinggal tetapi yang jelas suatu hari dia akan menampakan dirinya untuk memberantas angkara murka yang ditebarkan oleh muridmu si Susur itu." Kata Nyai Sambang.


"Apakah bocah itu mempunyai tanda khusus selain tanda lahir itu guru??" tanya Nyai Ganfa Suri.


"Tanda berwarna merah di telapak tangan yang sebelah kanan, itu adalah kemampuannya sama seperti Kyai Abdullah yang hobinya mempreteli ilmu orang lain!!" jawab Nyai Sambang.

__ADS_1


"Sekarang kamu siapkan dulu persyaratannya, Ganda!! dan semua persyaratannya sudah harus kamu penuhi sebelum hari pelaksanaan itu, Ganda!!" jelas Nyai Sambang.


"Apa saja persyaratannya guru, biar saya siapkan terlebih dahulu!!" ujar Ganda Suri.


*************


"Kamu kenapa Vallen?? ibu lihat beberapa hari ini kamu kelihatan gelisah sekali??" suatu pagi di Melbourne Australia tempat kedua orang tua Alfath dan anak angkatnya Vallen Alfredo, karena sudah diadopsi dan diangkat anak oleh keluarga Alfredo maka nama belakang Vallen pun diselipkan nama keluarga besar Alfredo.


Vallen tampak menggerakan sepuluh jari tangannya memberi isyarat pada ibu angkatnya itu.


"Apa??? kamu bilang kakakmu dan keluarganya ada dalam bahaya??" tanya ibu Alfath.


"Apa sih bu?? kenapa pagi-pagi gini sudah ribut aja??" Kata suaminya.


"Kata Vallen dia merasa Alfath dan keluarganya ada di dalam bahaya besar." Kata ibunya.


"Benar begitu Vallen??" tanya Alfredo pada putra angkatnya itu.


Vallen hanya mengangguk memgiyakan dengan anggukan kepalanya.


"Bagaimana ini yah?? apakah kita harus pulang ke Indonesia??" tanya ibunya Alfath.


"Benar bu, kita memang harus pulang, selain ayah kangen sama mereka dan cucu kita, kita memang tidak bisa mengabaikan begitu saja ucapan Vallen karena ucapannya sering terbukti benaล•." Ucap suaminya lagi.


"Sebenarnya Vallen mengatakan apa sih bu??" tanya Alfredo.


"Dia bilang akan ada bahaya yang mengintai mereka, tetapi Vallen tidak menjelaskan secara rinci, bahaya apa itu."


"Ada baiknya kita memang harus pulang bu, besok pagi kita ambil penerbangan pertama!!" sahut Alfredo juga jadi ikutan cemas.


"Persiapkan diri kalian, apa saja yang akan dibawa besok!!" kata Alfredo lagi.


Lalu Vallen masuk kedalam kamarnya. Dia membuka sebuah kotak kecil yang selalu dia simpan semenjak dia diangkat sebagai anak oleh keluarga Alfredo.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Apa isi kotak itu sebenarnya?? Ikuti terus lanjutan kisah mereka ya reader.๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2