Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 84 Kisah Hidup Vallen


__ADS_3

"Persiapkan diri kalian, apa saja yang akan dibawa besok!!" kata Alfredo lagi.


Lalu Vallen masuk kedalam kamarnya. Dia membuka sebuah kotak kecil yang selalu dia simpan semenjak dia diangkat sebagai anak oleh keluarga Alfredo.


Dia adalah salah satu anak cenayang yang berhasil selamat saat keluarganya dibantai oleh sekelompok orang yang mencari keturunan terakhir yang mempunyai simbol bulan sabit dalam lingkaran.


Ayah, ibu, paman, bibi dan seluruh saudaranya berupaya melindunginya walaupun nyawa mereka menjadi taruhannya.


***Flashback on***


Vallen berkumpul dengan seluruh keluarganya di pesta sederhana pernikahan kakak sulungnya.


Dari pagi hingga siang hari berjalan seperti biasa. Mereka bahagia merayakan hari pernikahan putri sulung mereka.


Tetapi siapa menduga memasuki sore suasana bahagia menjadi bencana.


Ternyata pernikahan ini modus semata, ternyata keluarga suami kakaknya ini memang merencanakan semua sekaligus pembantaian keluarga Vallen.


Vallen sedang buang air kecil dengan diantar bersama ibunya di belakang.


Saat mereka kembali kedepan, Vallen melihat sendiri para anggota keluarga suami sang kakak membantai keluarganya.


"Vallen, bawa kotak ini...pergilah lewat jalan rahasia...cepatlah!!! Mommy akan melindungimu!!" seru mommy nya.


Vallen menggerakan sepuluh jarinya.


"Jangan mendebat mommy, Vallen...cepatlah pergi selamatkan dirimu dan kalung leluhur keluarga kita!!" lalu ibu Vallen mendorong Vallen cepat sebelum mereka melihat Vallen.


Dengan mata kepalanya sendiri dari tempat persembunyiannya Vallen melihat ibunya ditusuk pedang hingga menembus belakangnya.


Vallen ingin berteriak tapi dia ingat pesan ibunya lalu dia pergi sebelum mereka menemukan persembunyiannya.


"Bodoh semua....!!" Pedro suami kakak Vallen yang tega membunuh istrinya sendiri itu berteriak marah.


"Mencari dan membunuh seorang anak kecil saja kalian tidak mampu!!" teriaknya.


Vallen terud berlari keluar perkampungan malam itu. Dia tidak berani berjalan melewati jalan biasa karena perbatasan kampung dijaga oleh orang suruhan Pedro.


Vallen terpaksa harus melewati hutan belantara dengan baju compang camping terkoyak duri dan semak belukar.


Keadaannya sungguh menyedihkan saat keluar dari hutan. Dengan menumpang sana sini dia sampai ke kota besar meninggalkan desanya agar selamat dari kejaran para penjahat yang mengincar kalung warisan keluarganya.


Di samping mall, Vallen terduduk kecapean. Rasa haus dan lapar begitu menderanya.


Nasib baik masih berpihak padanya saat seorang ibu yang baik hati menolongnya, dan kebetulan ibu itu mengerti bahasa isyarat yang dimaksud oleh Vallen.


"Kamu anak siapa?? ganteng sekali kamu nak, siapa orang tua yang tega membuang anak seganteng ini??" setelah menoleh kiri dan kanan dia tak melihat anak ini bersama siapa pun, ibu yang ternyata adalah ibunya Alfath menggandeng tangan Vallen.


"Kamu mau ikut sama ibu dan jadi anak ibu??" tanya ibu Alfath.

__ADS_1


Alangkah gembiranya dia saat melihat Vallen menganggukan kepalanya.


"Terima kasih ya Allah...doa hamba terkabul bisa mempunyai anak lagi walaupun bukan anak kandung hamba sendiri, tapi hamba janji akan mencintai dan menyayangi seperti anak hamba sendiri!!" digandengnya tangan Vallen menuju mobil.


"Anak siapa itu bu??" tanya Alfredo suaminya.


"Adiknya Alfath!!" jawab istrinya.


"Hah??? kok bisa?? ibu selingkuh dari ayah??? tega ibu ya!!" Alfredo nyerocos dan langsung ditutup mulutnya oleh tangan istrinya.


"Ayah ini bicara apa sih??" kata istrinya.


"Bocah ini namanya Vallen, ibu menemukannya tadi di parkiran sana...jadi ibu bawa kemari aja!!" kata istrinya.


Saat suaminya ingin berinteraksi dengan Vallen, istrinya memberi isyarat pada suaminya.


"Anak itu gagu yah...dia tidak akan mengerti ayah bicara apa kecuali ayah menggunakan bahasa isyarat.


"Tapi kok ibu bisa mengerti apa yang dimaksudkannya?" tanya Alfredo.


"Ayah lupa ya...dulu ibukan seorang perawat anak-anak disabilitas." Kata istrinya.


"Jadi ibu tau apa saja yang dikatakan anak ini!!" kata istrinya lagi.


Sejak saat itu hidup Vallen terlindungi oleh ibu dan ayah angkatnya itu.


Vallen memandang sedih pada kalung perak berbandul bulan sabit yang ada di dalam kotak beludru itu.


"Sudah setahun sejak peristiwa itu terjadi, kini tiba saatnya aku harus memakai kalung ini!!!" gumam Vallen dalam hati.


"Mommy, daddy, kakak...i miss you all..." tampak air mata Vallen menetes di kedua pipi chubynya.


"Kalian tak usah khawatir sekarang, Vallen tinggal bersama orang-orang yang menyayangi Vallen!!" ucap Vallen dalam hati.


Dipakainya kalung itu di leher mungilnya.


"Kalung ini sama persis seperti tanda lahir yang ada di belakang punggungku!! " batin Vallen.


"Aku harus pergi dari kota ini, keluarga baruku membutuhkan pertolonganku di sana!!" Vallen terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


TOK...TOK...TOK


"Vallen...ayo!!" suara ibu angkatnya mengagetkan Vallen.


"Aku akan pergi, kalian para pembunuh keluargaku bersabarlah...kelak aku akan kembali lagi...aku yang akan mencari kalian semua kelak!!" kembali mata kecil itu menyorotkan kebencian.


"Ayo Vallen...bersiaplah!!" teriak ibu Alfath.


Vallen keluar kamar dengan menggeret satu koper kecil pakaiannya.

__ADS_1


Mereka memilih penerbangan pertama.


"Cucu kita sudah bisa apa ya, yah??" tanya istrinya.


"Sudah bisa be*rak!!" sahut suaminya spontan membuat Vallen terkikik mendengarnya.


Diam-diam Alfredo melirik Vallen.


"Kok Vallen tertawa??? artinya tanpa bahasa isyarat Vallen mengerti dong??" batin Alfredo.


"Terkadang aku merasa ada yang ganjil dengan anak angkatku ini, tapi istriku sangat menyayanginya seperti putranya sendiri dan tampaknya Vallen pun sangat menyayangi istriku!!" batin Alfredo lagi.


"Ibu kangen sama mereka semua, yah!!" kata ibu Alfath.


"Tampaknya setelah menikah dengan Sasha, Alfath sudah jinak sekarang!!" kata ibu Alfath.


"Memang Alfath hewan liar dan buas makanya harus dijinakan segala??" gerutu suaminya.


"Buktinya, dia berhenti ngga mabuk lagi...itu sudah satu kemajuan besar!!" kata istrinya.


"Vallen, kamu beristirahatlah...perjalanan kita lumayan lama, kumpulkan tenagamu!!" ucap ibumya Alfath sambil menggerakan jari jemarinya dan Vallen mengangguk dengan melakukan hal serupa.


"Bicara apa sih dua orang gagu nih??" kata Alfredo kesal.


************


"Aduh guru...semua bahan yang diperlukan sudah ada tinggal satu yang belum dapat, yaitu ayam cemani nya." Kata Nyai Ganda Suri.


Ayam cemani adalah ayam yang berwarna hitam sampai ke dagingnya. Biasanya ayam ini dipakai untuk syarat suatu ritual.


"Susah sekali mencarinya Nyai ditambah lagi harganya yang memang mahal!!" keluh Ganda Suri


"Kamu yang punya keperluan, kamulah yang harus menyanggupinya...bila perlu kamu jual semua hartamu atau jual ginjalmu agar murid kesayanganmu ini bisa kamu hidupkan kembali." Gerutu Nyai Sambang.


"Pokoknya besok malam ayam itu harus ada karena besok adalah malam yang tepat untuk memulai ritual kita!!" kata Nyai Sambang.


"Guru mau beristirahat dulu, tolong jangan kamu ganggu!!" kata Nyai Sambang.


Nyai Ganda Suri sekali lagi mengecek persiapan untuk esok hari sambil menunggu ayam cemani yang dia pesan dari seseorang untuk ritual membangkitkan muridnya si Surtinah itu.


*


*


****Bersambung....


Berhasilkah ritual pemanggilan arwah itu dilakukan???


Ikuti kisah selanjutnya di next episode ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2