Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 37 Yusva Darendra 1


__ADS_3

"Makanya kemarin saya tanya apakah mba Sasha mempunyai musuh?? karena seperti yang saya lihat saat menyentuh tangan mba Sasha kemarin, apa yang mba Sasha alami sekarang ini bukanlah secara kebetulan, karena ada dalangnya dibalik ini semua!!" jelas Yusva.


Mobil yang rem nya blonk sampai kecelakaan maut itu terjadi!!" kata Yusva.


Sasha masih menggelengkan kepalanya.


"Jadi aku harus bagaimana Yusva?? jika aku di sini terlalu lama bagaimana dengan kedua orang tuaku, bagaimana dengan..." Sasha tidak melanjutkan ucapannya.


"Bagaimana dengan laki-laki yang sekarang bersama mba Sasha itukan?? begitukan maksud mbba Sasha??" tanya Yusva.


"Mba sekarang keselamatan mba Sasha dan bayi yang mba kandung itu menjadi taruhannya..." kata Yusva.


"Sebagai adik ipar, walaupun hanya ipar sepupu dan sekarang malah sudah tidak ada ikatan apapun lagi, saya masih peduli pada keselamatan mba Sasha..." terang Yusva lagi.


"Berapa lama aku harus tinggal di sini Yusva?? tak bisakah keluargaku diberi tahu dulu tentang keberadaanku di sini??" tanya Sasha memohon.


"Saya yang akan memberi tahu mereka, mba...saya minta ijin dulu pada pak Kyai untuk keluar sebentar menemui keluargamu...cukup kedua orang tuamu tidak pada Tyas dan suaminya karena saya takut salah satu dari mereka bakal keceplosan bicara." Kata Yusva.


*********


Alfath duduk di kursi kebesarannya. Sudah sebulan sejak berita hilangnya Sasha dan sampai kini tim SAR pun tetap tak bisa menemukan jenazah Sasha.


Tok...tok...tok


"Masuklah Cindy??" kata Alfath dari dalam.


"Pak Alfath...tempo hari kita mencari cleaning service merangkap office girl kan?? saya sudah ketemu satu calon yang memenuhi kriteria perusahaan pak!!" lalu Cindy menyerahkan berkas lamaran pada Alfath.


Walau dia dalam keadaan berduka tetapi pikirannya masih berjalan normal.


"Sepertinya aku pernah melihat wajah ini, tapi di mana ya??" batin Alfath masih terus mengamati wajah gadis yang ada di foto terlampir itu.


"Bagaimana pak?? terima atau tidak??" tanya Cindy pada bosnya itu.


"Terserah kamulah Cindy, kamu atur saja...kepala saya pusing!!" kata Alfath.


Cindy memandang prihatin pada bos nya itu. Sedikit banyak dia tau masalah yang dihadapi bos nya sekarang ini.


"Semoga pak bos cepat bisa menemukan Sasha...kasihan pak Alfath!!" gumam Cindy sambil keluar dari ruangan Alfath.


"Sari Inayah!!" panggil Cindy dari pintu pada gadis yang duduk tenang di ruang tunggu kantor.


"Iya mba...!!" Lalu gadis bernama Sari Inayah itu masuk keruangan dan duduk di hadapan Cindy.


"Kamu diterima bekerja di sini, besok pagi pukul 7 pokoknya sebelum kami semua datang, kamu sudah harus datang membersihkan semua ruangan di lantai dua ini...membuatkan minuman untuk semua karyawan, dan menunggu tugas lain untuk kamu kerjakan, kamu jangan jauh-jauh jadi saat kami perlukan kami langsung bisa mencarimu!!" perintah Cindy.


"Sudah mengertikah kamu pada tugasmu, Sari??" ulang Cindy.


"Sudah mba!!" jawab Sari mantap.


"Ya sudah kamu persiapkan diri dulu hari ini untuk besok...selamat bergabung di perusahaan ini ya...semoga kamu betah!!" kata Cindy.

__ADS_1


Sari keluar dari perusahaan besar itu sambil tersenyum smirk.


"Tidak sia-sia aku berkencan dengan playboy yang bernama Anjar itu, syukurlah dia tak mengenaliku saat membuat kerusuhan saat di resepsi pernikahannya.


"Semua yang berhubungan dengan Sasha harus hancur...Sasha tak bisa kudapatkan, Tyaslah sebagai ganti tumbalnya!!" batin Sari sambil tersenyum.


**********


"Mas, kok baru pulang sudah larut malam gini??" tanya Tyas pada suaminya.


Pernikahan mereka baru memasuki bulan keempat dan alhamdulillah Tyas sudah hamil delapan minggu.


"Iya dek...mas Anjar capek sekali hari ini!!" kata Anjar.


"Kamu juga jangan terlslu capek, kasihan kandunganmu!!" ucap Anjar sambil mengelus perut istrinya.


"Mas mau mandi dulu ya, dek habis itu mas mau tidur...mas ngantuk dan capek berat!!" ucap Anjar.


"Mas ngga mau makan dulu??" tanya Tyas.


"Panaskan untuk besok pagi aja dek!!" kata Anjar lagi.


Tyas hanya menghela napas. Dia harus bisa memaklumi pekerjaan suaminya yang lebih banyak bertugas di lapangan ketimbang di kantor.


Sudah sebulan ini suaminya selalu pulang larut malam dan tak pernah lagi makan malam di rumah.


Terkadang jika Tyas berdinas pagi, bahkan dia tak sempat bertemu dengan suaminya itu.


Dia mencintai Tyas karena Tyas adalah calon ibu dari bayinya sementara dia pun memerlukan kehadiran selingkuhannya itu karena mereka adalah dua wanita dengan sentuhan yang berbeda...gila memang, tapi itulah kehidupan yang kini tengah dijalani dan dilakoni oleh Anjar.


Dia harus pandai bersandiwara di depan Tyas agar tidak sampai salah sebut nama.


*********


"Assalamualaikum??"


Saat pak Tio dan bu Ratna sedang duduk di ruang keluarga, ada seseorang yang tengah memberi salam dari luar.


"Waalaikum Salam!!" jawab keduanya.


"Siapa itu, yah??" tanya bu Ratna.


"Entahlah bu, sebentar ayah bukakan pintu dulu!!" lalu Pak Tio segera beranjak dari duduknya menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


"Selamat malam pak!!" kata tamu tersebut.


"Ooh selamat malam, mari silakan masuk!!" kata pak Tio mempersilakan masuk tamu mudanya tersebut.


Seorang pemuda memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru dan memakai levis biru dan sepatu kets warna putih.


Wajahnya tampak teduh dan tenang, bola matanya yang selalu berbinar dan bening seperti kaca dengan senyum manisnya serta sikapnya yang santun mengingatkan pak Tio pada almarhum menantunya dulu.

__ADS_1


"Menantunya??? tunggu sebentar, mengapa wajah pria yang ada di depannya itu sangat mirip dengan Yusuf Wardhana??" gumamnya.


"Masuklah nak!!" kata pak Tio.


"Siapa yah??" tanya bu Ratna istrinya.


Bu Ratna menjenguk keruang tamu untuk mengetahui siapa tamunya tersebut.


"Yusuf....!!


Bu Ratna tertegun melihat tamunya yang datang itu.


Si tamu tampan menyalami bu Ratna dan mencium tangannya dengan takzim.


"Dia bukan Yusuf menantu kita bu...dia Yusva!!" kata pak Tio.


"Ibu ingat ngga saat Sasha dan Yusuf menikah dan datang tamu yang bikin heboh karena wajahnya sangat mirip dengan Yusuf menantu kita, ya...dialah Yusva Darendra sepupu Yusuf!!" terang pak Tio.


"Yusva...apa kabarmu nak!!" kata bu Ratna.


"Alhamdulillah saya baik bu!!" jawab Yusva sopan.


"Bu, dibuatkan minum dulu dong!!" kata pak Tio.


"Oalah...hampir lupa yah..." kata bu Ratna tersipu.


Setelah bu Ratna menyajikan teh hangat untuk Yusva dan suaminya serta sepiring bolu barulah Yusva mulai mengatakan tentang maksudnya.


"Bu, pak...saya datang kemari karena ingin menyampaikan amanat seseorang." Kata Yusva.


"Apakah Tyas dan suaminya tinggal di sini??" tanya Yusva lagi seperti ragu-ragu.


"Tidak...mereka tinggal di rumah mereka sendiri sekarang!!" jawab bu Ratna.


Yusva tampak bernapas lega. Sebenarnya dia percaya pada Tyas tetapi tidak dengan Anjar suami Tyas. Entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang tengah disembunyikan lelaki itu dari keluarganya. Tetapi dia tak mau suudzon kepada siapapun.


"Pak...bu...saya mau menyampaikan pesan dari Sasha." Bisik Yusva agak pelan.


"Apa??" teriak bu Ratna tanpa sadar.


"Bu...tahan dirimu!!" jawab suaminya berusaha setenang mungkin padahal hatinya juga sebenarnya sudah kebat kebit mendengar nama putrinya yang telah menghilang hampir dua bulan itu disebut oleh Yusva.


*


*


***Bersambung....


Siapakah selingkuhan Anjar suami dari Tyas itu??


Jangan lupa like, komen, vote, favorite dan rate nya ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2