
Mendengar cerita Rina aku pun jadi tidak tega memutuskan gadis itu...lalu aku harus bagaimana?" Ali masih duduk di taman menunggu pukul tujuh malam dan langsung mau menjemput Rina di rumahnya.
Sementara di rumahnya Sasha yang kecewa dengan Ali duduk termenung di teras.
"Hai anak gadis pamali melamun malam-malam gini!!" kata Tyas yang tiba-tiba sudah ada di samping Sasha.
"Kamu Yas...bikin jantungan aja tau!!" gerutu Sasha.
Tyas hanya tersenyum sambil duduk di samping Sasha.
"Yas...aku mau tanya bolehkah??" tanya Sasha lagi.
"Boleh...tapi jangan nanya yang sulit-sulit ya, aku malas berpikir orangnya." Kata Tyas.
"Aku boleh kenalan sama yang namanya Rina itukah??" tanya Sasha pelan.
Tyas tertegun sesaat mendengar apa yang di tanyakan sepupunya itu.
"Rina anak baru yang ada di kelasku itu??" tanya Tyas.
"Ohh dia anak baru ya...!!" kata Sasha yang hanya dianggukan saja oleh Tyas.
*****
"Li, kok kamu kayaknya ngga semangat bertemu dengan aku??" tanya Rina karena dilihatnya Ali hanya diam menunduk sambil memainkan sedotan di gelasnya.
"Li..." tegur Rina lebih keras.
HAHHHH...
Ali Wardhana tergagap mendengar suara yang agak keras dari Rina.
"Iya Sha, ada apa??" katanya spontan dan lagi-lagi lidahnya berkreatif menyebutkan nama yang salah dihadapan orang yang salah.
"Sha???? aku Rina...kok Sha???" kata Rina mengerutkan dahinya.
"Maaf Rin, aku ngga fokus gara-gara mikirin sepupuku yang sore tadi buat janji mau minta aku antar ke gramedia!!" bohong Ali.
"Oohhh, kirain pacarmu yang lain!!" tawa Rina seolah menertawakan kebodohan Ali yang tidak bisa tegas dalam bersikap.
"Ya sudah kalau kamu juga punya janji mau antar sepupumu, kita habis ini pulang saja...kasihan jika dia nunggu terlalu lama!!" kata Rina.
"Bener Rin??" tanya Ali seolah tak yakin dengan pendengarannya.
"Iya Li...apa sih yang ngga buat pacar aku!!" goda Rina pada Ali yang membuat Ali senang dan pengen cepat-cepat pulang menuju rumah Sasha.
__ADS_1
Karena sebenarnya dari tadi Ali itu tidak berhenti memikirkan Sasha apalagi berkali-kali dia telepon, ponsel Sasha tidak aktif.
Dengan semangat Ali mengantar Rina pulang dan langsung menuju ke rumah Sasha.
Tapi dia kecewa melihat lampu di rumah Sasha sudah padam pertanda penghuninya sudah pads tidur.
"Hai...ngapain lue celingak celinguk di depan halaman rumah sepupu gue...mau maling atau mau mesum??" sebuah suara mengejutkan Ali membuat dia hampir terduduk di tanah.
Rupanya Tyas dengan mengendarai sepedanya baru pulang dari warung.
"Sialan loe Yas...bikin gue jantungan loe!!" gerutu Ali.
"Karena loe sudah sampai kemari, singgah dulu kerumah gue...sekalian ada yang ingin gue bicarakan dengan loe!!" ajak Tyas.
Ali sesekali masih menoleh kearah rumah Sasha berharap kekasihnya itu keluar dari rumahnya.
Tyas menyuguhkan sirup dan membuka martabak telur dan nartabak manis yang dia beli tadi.
"Di makan, Li...!!" kata Tyas.
"Li...bagaimana perjanjian taruhan gilamu itu?? sudah berakhir atau belum?" tanya Tyas sambil menguyah sepotong martabak telur.
"Belum Yas...gue masih harus kencan dengan Rina kurang lebih sebulan lagi!!" kata Ali risau.
"Jujur Yas, gue masih cinta sama Sasha...tetapi gue juga mulai suka sama Rina apalagi sebulan kemarin kami selalu bersama di tambah lagi sebulanan mendatang, gue mulai nyaman ada di dekatnya." Jujur Ali.
Tyas terdiam. Bukan ranahnya untuk mencampuri urusan seseorang walaupun itu sepupunya sendiri, apalagi itu urusan cinta dan perasaan.
"Gue hanya minta sama eloe selesaikan masalah cinta segi tiga kalian, karena bagaimanapun gue ngga mau melihat sepupu gue menderita gara-gara lie dan Rina!!" tekan Tyas.
"Dan nampaknya gue harus turun tangan untuk meluruskan kesalah pahaman ini!!" Tyas membatin.
Seperti janjinya, Tyas mengenalkan Sasha pada Rina. Karena Rina termasuk cewek yang asyik Sasha yang tertutup jadi nyamannya dengannya tanpa Ali tau soal kedekatan dan pertemanan Rina, Tyas dan juga Sasha.
******
Sasha datang kekelasnya Tyas bermaksud menemui sepupunya itu. Tak disangka dia disuguhkan pemandangan kemesraan Ali dan Rina di dalam kelasnya.
"Maaf...Tyasnya kemana ya??" tanya Sasha bertanya seolah tidak mengenal Ali.
Sontak Ali melepaskan rangkulannya di bahu Rina saat melihat Sasha di depan pintu.
"Eh, Sasha...masuk sini!!" teriak Rina dari dalam kelas.
Wajah Ali memucat karena para pacarnya saling mengenal satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Tyas lagi ke kantin deh kayaknya...sini kukenalkan dengan temanku, namanya Ali Wardhana...orangnya asyik lho..." kata Rina tanpa tau sebenarnya Sasha dan Ali itu pacaran.
"Aku sudah kenal kok..." kata Sasha tanpa mau menatap Ali.
"Ya sudah...aku susul Tyas ke kantin dulu ya!!" kata Sasha bersiap berdiri.
"Eh tunggu...aku ikut deh, aku juga lapar!! kamu mau titip??" kata Rina pada Ali.
"Eng...enggak...nggak usah!!" jawab Ali agak terbata-bata.
Mereka berdua berjalan sambil bercanda dan meninggalkan Ali sendirian bengong di kelas.
****
"Rin maaf ya jika aku bertanya seperti ini, apakah kamu sama Ali itu pacaran??" tanya Sasha suatu hari.
Awalnya Rina agak terkejut mendengar perkataan itu karena sebelumnya tanpa Sasha tau Tyas sudah mengatakan pada Rina kalau Sasha itu pacar Ali.
"Pantas Ali dan Sasha sama-sama terkejut waktu itu!!" pikir Rina.
Mengapa Sasha berusaha untuk menahan diri melihat kedekatan Ali dan Rina?? itu tak lepas dari campur tangan Tyas yang mengatakan Rina dan Ali hanya pacaran bohongan karena Ali harus menyelesaikan taruhannya.
"Sha...jangan marah sama Ali karena dia dan Rina pacaran karena demi sebuah taruhan!!" begitu kata Tyas menjelaskan.
"Benar begitu, Li??" tanya Sasha suatu hari meminta kejujuran pemuda itu.
Walaupun dengan berat hati akhirnya Alu menceritakan semua pada Sasha. Cewek yang polos dan lugu itu hanya bilang, "kenapa dari awal kamu ngga ngomong sama aku?? jadi aku ngga perlu merasa cemburu begini!!"
Jawaban polos Sasha membuat Ali semakin merasa bersalah pada pacarnya itu.
"Kamu percaya aku kan?? aku sayang sama kamu, Sha...sehabis lulus sekolah ini aku akan meminta kedua orang tuaku untuk mengikat hubungan kita kejenjang pertunangan dulu!!" begitu kata dan janji yang diucapkan Ali saat itu.
"Aku dan Ali tidak pacaran kok Sha...Ali sudah cerita tentang taruhan itu dan juga banyak cerita tentang cintanya ke kamu!!" kata Rina tersenyum walaupun sambil menekan perasaannya.
"Mohon maafmu, Sha...tapi aku juga cinta dan sayang sama Ali walaupun aku sekarang tau bahwa aku hanya dijadikan pacar taruhannya, tetapi justru kejujurannya itu yang membuatku tak bisa marah padanya dan semakin mencintainya." batin Rina.
*
*
****Bersambung....
Bagaimana kelanjutan cinta segi tiga mereka??
Mohon dukungannya selalu untuk novel terbaruku ini ya reader🙏🙏
__ADS_1