Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 63 Masih Jadi Incaran


__ADS_3

Sementara sambil duduk pak Ridwan masih berpikir serius.


"Wanita iblis itu sudah kembali semenjak kejadian dua puluh tahunan itu berlalu."


"Tyas dan bayinya dalam bahaya, aku harus menceritakan hal ini kepada Tio takut juga berpengaruh pada Sasha dan bayinya!!" kata pak Ridwan menggumam.


**************


"Yah, kenapa ayah gelisah sejak tadi?? ayo masuk ke dalam ngga enak sama keluarga yang lain!!" bisik bu Ratna pada pak Tio.


"Ayah tadi melihat wanita itu, bu??" kata pak Tio.


"Wanita siapa yah??" tanya istrinya.


"Wanita yang menyebabkan Ratih meninggal waktu itu!!" bisik pak Tio.


Seketika wajah Ratna memucat. Ingatannya kembali pada masa 23 tahun yang lalu, saat adiknya meregang nyawa saat melahirkan karena awalnya sangat ketakutan pada sosok wanita iblis yang awalnya jadi sahabat lalu menjadi musuh.


"Wanita iblis yang bernama Surtinah itu!!" gumam Ratna.


"Di mana ayah melihatnya??" tanya bu Ratna.


"Di bawah pohon dekat tenda itu!!" tunjuk pak Tio.


Tak lama...


DDRRTTT...DDRRTTT


📱"Assalamualaikum!!"


📱"Waalaikum Salam!! ya ada apa Wan??"


📱"Dia sudah kembali, Yo...semalam hampir Tyas dan Afifah terbunuh...untung aku dan Juan segera datang kalau ngga mungkin Tyas dan Afifah hanya tinggal nama."


📱"Kamu yakin itu dia??"


📱"Aku yakin Yo...walau sudah puluhan tahun berlalu!!"


📱"Sebenarnya sih aku juga tadi sempat melihatnya, Wan...dia sedang berdiri di bawah pohon dan sedang mengawasi kami di sini.


📱"Ternyata wanita iblis itu belum mati, Wan!!


📱"Dia tidak akan mati semudah itu...karena setan selalu melindunginya.


📱"Kamu dan Ratna berhati-hatilah...telepon Sasha dan Alfath agar juga berhati-hati, jaga putranya baik-baik!!"


Tak lama sambungan telepon terputus.


"Bu, sebaiknya kita jangan terlalu lana di sini, kasihan Tyas dan Afifah sendirian seperti semalam jika kita tak ada." Kata pak Tio.


Sementara dari balik pohon tampak seorang wanita cantik berdiri sambil memegang kerudungnya.


"Rasakan oleh kalian...ini baru permulaan dari dendamku...terorku akan terus berlanjut pada diri kalian semua!!" gumamnya lalu lenyap entah kemana.


************


"Sari...bangun dong, mas mau berangkat kerja nih!! masa mas ngga ngopi ngga sarapan apapun sih?? kita harus berhemat Sar, pengeluaran kita bulan ini hampir melebihi limit gajiku!!" teriak Anjar.


"Ck..apa sih mas, berisik banget?? masih pagi nih!!" dengan malas Sari menggeliatkan tubuhnya sambil menarik selimut.


"Pagi kepalamu itu?? ini sudah jam 9 tau, mas kan masuk jam setengah sebelas mau pergi kerja ngga makan apa-apa??" tanya Anjar geram.


Diam...Sari tertidur kembali.


"Bagus Sari, jangan katakan aku jahat padamu ya!!" lalu dia ambil air segelas dan menyiram wajah Sari dengan kesalnya.


"Tolong hujan...banjir..." kata Sari gelagapan sambil duduk di tempat tidur.


"Bagus...ya!! tidur terus...suami mau berangkat kerja ngga diurusi!!" kata Anjar kesal.

__ADS_1


"Apaan sih mas?? kan ada Lia yang mengurus sarapan dan kebutuhan mas Anjar kalau pagi??" kata Sari juga kesal karena tidurnya jadi terganggu


"Yang jadi istrinya mas Anjar ini siapa sebenarnya?? Sari atau Lia??" mata Anjar menyorot tajam menatap istrinya itu.


"Kalau begitu maumu baiklah...aku akan menikahi Lia dan menceraikanmu...kamu mau seperti itu??" tanya Anjar tegas yang membuat Sari jadi gelagapan juga.


"Iya...iya...!!" walau sambil bersungut-sungut dia bangun juga menuju kedapur.


Anjar hanya menghembuskan napas kasar melihat kelakuan istri keduanya itu.


Lalu dia pergi mandi dan siap-siap mau berangkat kerja.


Lagi-lagi dia dibuat kesal oleh istrinya itu.


"Sari ini masak apa sih?? buat mie rebus, mienya secentong airnya sewajan...buat kopi, airnya seteko gula sama kopinya cuma sesendok...ngga pernah ada beresnya ya, kerjaan Sari ini!!" gerutu Anjar semakin kesal.


Lalu tanpa menyentuh semua yang ada di meja, Anjar berangkat bekerja.


Anjar berinisiatif singgah ketaman untuk makan mie pangsit yang selalu mangkal didepan komplek rumahnya dulu waktu masih bersama dengan Tyas.


Tiba-tiba netranya menangkap dua orang wanita cantik tengah mendorong kereta bayi di taman sambil bersenda gurau.


"Tyas...Sasha!!" Anjar tercekat melihat mantan istrinya sedang bersama dengan bayi mereka.


Tyas dan Sasha nampak sangat bahagia.


"Dek Tyas, Sasha!!" sapa Anjar.


Kedua wanita cantik itu berhenti bersenda guraunya dan memandang kearah orang yang menyapa mereka.


"Eh mas Anjar...!!" kata Sasha datar sementara Tyas menatap Anjar sesaat lalu memalingkan wajahnya seolah jijik melihat wajah mantan suaminya itu.


"Kalian sedang weekend dengan sikecil ya??" tanya Anjar basa basi.


"Mba Sasha, ayo kita pulang hari sudah mulai panas!!" kata Tyas mengalihkan pembicaraan.


"Sebegitu bencikah kamu sama mas Anjar dek, sampai mas tidak kamu pandang sama sekali!!" lirih Anjar sedih.


Kalau dulu makan mie di pinggir jalan sebelum berangkat kerja?? yang ada Tyas malah mengoceh panjang kali lebar kali tinggi, ya makanannya ngga higienislah...maklum, Tyas kan seorang perawat.


Sekarang?? boro-boro diperhatikan?? bekal makan aja paling juga Lia yang menyiapkan jika dia pun ngga sibuk.


"Yas, tidak kah kamu ingin agar mas Anjar sesaat saja melihat Afifah??" tanya Sasha sambil mendorong kereta bayi mereka.


"Ngga perlu, mba!! toh dia juga bakal punya anak dari si Sari itu, tanpa dia anak aku juga tidak kekurangan apapun!!" jawab Tyas.


Lalu keduanya melanjutkan pulang kerumah Tyas dengan berjalan kaki.


Dari pagi sampai sore jika Tyas libur, dia dan Sasha akan menghabiskan waktu di rumah Tyas di komplek perumahan itu.


Sangking asyiknya mereka berbincang-bincang sampai mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang tengah mengawasi mereka.


************


"Keikei...kamu dari mana saja?? mentang-mentang sudah bertemu dengan kembaranmu, sahabat sendiri dilupakan!!" kata Juan pura-pura merajuk.


"Ih...siapa yang melupakan koh Juan?? Keikei hanya membantu menjaga Lin agar dia tidak di semena-menakan oleh ibu tiri dan saudara tirinya itu!!" jawab Keikei.


"Kirain kamu sudah lupa sama koh Juan!!" kata Juan sambil mengacak rambut bocah hantu yang sebenarnya seusia dengan dirinya itu.


"Terus kamu apakan si Kanaya dan ibunya itu??" tanya Juan.


"Kuberi dia mata pelajaran yang tak pernah dia lupa seumur hidupnya." Kata Keikei senyum-senyum.


"Jangan katakan kamu sudah memperlihatkan wajah aslimu yang menyeramkan pada mereka, ya??" kata Juan lagi.


"Tepat sekali, aku memperlihatkan wajahku yang penuh darah seperti pertama aku ditabrak oleh mobil dulu dan apa hasilnya?? Ibu dan anak itu tampak syok setengah mati melihat penampakanku!!" kata Keikei sambil senyum-senyum.


"Dasar kau!!" kata Juan lalu mereka berdua tertawa.

__ADS_1


Dua mahluk yang berbeda dunia itu tampak akrab sambil naik moge milik Juan. Tujuan Juan ingin menjenguk Tyas pasca sehabis di datangi kuyang malam itu.


"Koh...kita mau pergi kemana??" tanya Keikei.


"Temeni kokoh ke rumah pujaan hati koh Juan, ya!!" kata Juan tersipu-sipu.


"Oohh kakak cantik yang punya dedek bayi yang lucu itu kah??" tanya Keikei.


"Pintar Kei...tepat sekali !!" kata Juan.


Mereka tiba di dekat rumah Tyas. Rumah itu tampak sepi.


""Sepertinya mba Tyas di rumah ayahnya, deh!!" kata Juan.


Mereka bersiap untuk meninggalkan tempat itu saat mata Keikei menangkap sesuatu.


"Koh, stop dulu...coba koh Juan lihat wanita berbaju hitam itu, perasaan sejak tadi berdiri aja di bawah pohon dekat seberang jalan itu tetapi matanya menghadap ke rumah pujaan hatinya koh Juan!!" kata Keikei.


Mau tidak mau Juan berhenti tidak jadi menjalankan motornya, pandangannya mengikuti arah telunjuk Keikei.


DEG...


"Orang itu???" pikir Juan.


"Baju yang dia kenakan sama persis seperti yang dikenakan oleh orang yang tadi ada di taman...mau apa dia di sana?? mencurigakan sekali??" gumam Juan.


"Koh...ada yang aneh pada orang itu!!" bisik Keikei pada Juan.


"Apa yang aneh, Kei??" tanya Juan.


"Di bilang hantu tapi dia itu manusia, tapi di bilang manusia juga bukan, sih!!" kata Keikei juga bingung membahasakan pengertiannya.


"Maksudmu dia manusia tetapi menganut ilmu sesat??" tanya Juan membantu menjelaskan pada Keikei.


"Tepat koh...menurut penglihatanku dia itu sudah lumayan tua, tetapi karena ilmu hitamnya, maka dia akan selalu awet muda sampai berumur ratusan tahun pun."


"Sebenarnya dia sama saja seperti orang yang sudah mati, karena hidupnya sudah dia gadaikan pada iblis." Kata Keikei lagi.


"Mengerikan sekali ya, mahluk seperti itu!!" kata Juan.


"Tapi omong-omong, mau apa dia berdiri di bawah pohon terus menhadap rumah mba Tyas begitu?? apakah dia mempunyai niat yang tidak baik??" gumam Juan lagi.


"Sebaiknya aku pagari rumah mba Tyas itu dengan kekuatanku, agar tak satupun kekuatan jahat mampu mencelakakan pemiliknya." Kata Juan lagi.


Dan sepertinya si wanita berkerudung itu tau jika dia sedang diawasi maka dia pun pelan-pelan menghilang.


"Koh Juan hebat...." kata Keikei bertepuk tangan.


"Kei salut sama orang seperti koh Juan ini, mempunyai ilmu dan dipergunakan untuk jalan kebaikan!!" kata Kei tersenyum kagum pada sahabat manusia nya itu.


*************


"Yas, mba diceritakan oleh paklek bahwa semalam kamu dan Afifah di datangi kuyang hingga masuk ke dalam rumah...benar begitu??" tanya Sasha.


"Benar mba!!" kata Tyas.


"Jika ingat itu maka Tyas jadi trauma sendiri karena Tyas dengan mata kepala Tyas sendiri mahluk itu ada di depan kelambu Tyas sedang menjulur-julurkan lidah panjangnya berusaha untuk menembus masuk kedalam kelambu." Kata Tyas lagi.


"Lagian kamu juga sih, mba dan mas Alfath sudah mengajakmu untuk ikut tapi kamunya ngotot tidak mau, baru ayah dan ibu tidak ada di rumah, paklek belum pulang sementara kamu hanya berduaan saja dengan Afifah di rumah!!" kata Sasha.


"Iya mba, untuk ayah segera datang ditemani oleh Juan, kalau tidak mungkin Tyas dan Afifah sekarang hanya tinggal nama!!" kata Tyas masih ketakutan jika ingat kejadian semalam.


*


*


***Bersambung...


Lanjut ke next episode ya reader...selamat membaca dan jangan lupa dukungannya ya!!😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2