Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 101 Kedatangan Syarif 2


__ADS_3

"Saya mencari rumah pak Tio dan pak Ridwan, saya hendak menyampaikan surat beliau dari abi saya!!" kata Syarif.


"Ooh pak Ridwan dan pak Tio!! pak Tio itu mertua saya!!" kata Alfath lagi,


"Pak Ridwan dan pak Tio tinggal berdekatan jadi sekalian saja!!" kata Alfath lagi.


Mobil Alfath berjalan duluan karena Syarif hendak berjalan kaki saja di belakangnya.


"Assalamualaikum!!" Alfath mengucapkan salam berbarengan dengan tibanya Muhammad Syarif kerumah mereka.


"Waalaikum Salam!!" ucap bu Ratna.


"Bu, ada yang mencari ayah dan paklek Ridwan...ayah dan paklek sudah pulangkah??" tanya Alfath.


"Sudah, baru saja...ayah baru selesai sholat ashar nggak tau kalau paklek kamu!!" jawab ibu.


"Ini siapa Fath??" tanya bu Ratna yang kagum dengan ketampanan remaja di depannya itu.


"Namanya Muhammad Syarif bu...dialah yang sedang mencari ayah dan paklek!!" jawab Alfath.


"Assalamualaikum bibi!!" salam pemuda itu tersenyum pada Ratna.


"Waalaikum Salam...ada perlu apa kamu mencari suami saya nak??? maaf ya jika saya bertanya seperti ini karena beberapa waktu ini keluarga kami ditempa cobaan bertubi-tubi membuat saya tidak bisa mempercayai siapapun!!" jawab bu Ratna tegas.


"Iya bi saya mengerti kok situasinya, ini semua berkaitan dengan berita yang akan saya sampaikan nantinya!!" ucap Syarif.


"Persilakan masuk dulu bu, nggak enak masa ngobrolnya sambil berdiri di depan pintu!!" saran Alfath.


"Oalah...ibu sampai lupa!! Masuk lah nak kita ngobrolnya di dalam saja!!" ajak bu Ratna.


Mereka bertiga masuk dan tak lama pak Tio keluar dengan masih memakai sarung sholatnya.


"Ada tamu rupanya...siapa ini bu??" tanya Tio pada istrinya.


Tanpa disuruh Syarif memperkenalkan dirinya pada pak Tio.


"Maaf paman Tio...apa paman lupa sama saya??" tanya Syarif.


Pak Tio mengerenyitkan keningnya menatap Syarif dari kepala sampai kakinya.


"Siapa ya??? saya seperti pernah kenal denganmu tapi saya lupa saya nggak ingat di mana saya pernah melihatmu!!" jawab pak Tio.


"Saya putra abi Salman dan umi Fatimah, cucu Kyai Abdullah!!" kata Syarif.


"Benarkah?? kamu Syarif yang dulu masih kecil banget saat terakhir kali kami meninggalkan pesantren??" tanya Tio.

__ADS_1


"Benar paman Tio!!" jawab Syarif.


"Oalah nak...paman Tio sampai pangling? habis kamu ganteng banget sekarang!!" jawab Tio sambil memeluk Syarif dengan erat.


"Bu, coba teleponkan Ridwan suruh kemari, ada tamu istimewa gitu!!" kata pak Tio.


Tak lama setelah diberi tahu oleh bu Ratna, Ridwan datang dengan menggendong Afifah karena Tyas mau mandi.


"Lama Ridwan menatap Syarif.


"Syarif...kamu muhamad Syarifkan?? Tanya pak Ridwan menatap lekat wajah Syarif.


"Iya paman...ini aku Syarif..." kata Syarif sambil tersenyum.


"Masya Allah...sekarang kamu sudah dewasa leh...bisa besar juga kamu ternyata!!" olok Ridwan pada Syarif.


"Ya bisalah paman...kan Syarif diberi makan oleh umi dan abi!!" kata Syarif pura-pura cemberut.


"Bagaimana kabar Salman dan Fatimah?? apakah mereka langsung menetap di Indonesia saat kakek Kyai meninggal??" tanya pak Tio sementara Alfath dan bu Ratna cukup menyimak dan menjadi pendengar saja obrolan seru ketiga pria yang berbeda generasi itu.


"Awalnya mereka tidak ingin menetap, paman...tapi siapa lagi yang akan memimpin pesantren sedangkan putri kakek umi Fatimah dan umi Khumairah adalah wanita semua." Kata Syarif.


"Yah sudah...sekarang kamu cerita bagaimana ceritanya kamu bisa pergi meninggalkan pesantren dan tiba di tempat ini!! " kata Tio dan Ridwan penasaran.


"Aa Syarif...dipanggil umi dan abi kependopo!!" kata Aisyah dan Bilal adiknya.


Syarif yang saat itu sedang mengajar para santrinya berhenti sejenak.


Setelah memberikan tugas untuk muridnya, dia lalu mengikuti kedua adiknya menghadap umi dan abinya.


"Assalamualaikum...umi dan abi memanggil saya??" tanya Syarif sopan.


"Ohh ada umi Khumairah dan abi Hasan juga??" kata Syarif menyebut adik ibunya beserta suaminya itu umi dan abi!!!


"Duduklah dulu nak!!" kata abi nya.


"Syarif...kamu tau akhir-akhir ini pesantren kita mengalami banyak teror dan kejadian ganjil."


"Seandainya tidak banyak menghadapi masalah, inginnya abi yang pergi sendiri menemui paman Tio dan paman Ridwanmu...sudah lama sekali kami tidak berjumpa!!"


"Tetapi berhubung keadaan di pesantren sedang genting, maka kami semua ingin mengutusmu menemui beliau-beliau itu!! Kata Salman pada Syarif putranya.


"Kamu kan tau, hanya kamu lah putra abi yang sudah dewasa, tak mungkin kan abi mengutus Bilal yang masih berusia sepuluh untuk pergi??" kata Salman yang masih didengarkan oleh Syarif dengan seksama.


"Kami punya tugas padamu...carilah paman Tio dan Ridwanmu, sampaikan surat ini pada beliau untuk dibaca!!" kata Salman.

__ADS_1


"Surat ini isi nya amat berharga, jadi jangan sampai jatuh ketangan orang lain, Syarif!!" wanti-wanti dari abi nya.


"Karena kondisi kedua pamanmu dan keluarganya juga dalam bahaya!! sepertinya teror yang menimpa pesantren kita, juga berkaitan dengan mereka berdua!!" sahut abi nya lagi.


"Baikah abi...umi...Syarif akan segera bersiap agar siang nanti bisa segera berangkat."


Karena Syarif bukan menggunakan perjalanan biasa, maka jarak tempuh dari pesantrennya ke tempat kediaman kedua pamannya yang semestinya ditempuh dalam dua jam perjalanan dengan pesawat terbang tetapi karena Syarif juga bisa berteleportasi maka hanya dengan sekali kedip dia sampai dan langsung nangkring di atas di pemakaman tempat dia bertemu dengan nenek tirinya bahkan bertempur dengan rombongan Nyai Sambang seperti yang sudah diceritakan sebelumnya.


***Flashback off***


Begitulah kira-kira cerita saya paman!!" kata Syarif menyudahi ceritanya.


"Jadi benar kamu menemukan ketiga wanita jahat itu tadi di pemakaman??" tanya Tio perlahan.


"Iya paman, mereka bertiga seperti berniat jahat pada makam yang baru dikubur tadi!!" kata Syarif lagi.


"Itu adalah makam menantuku yang meninggal awalnya karena kerasukan roh jahat."


"Iya paman aku sempat bertempur dengan mereka."


"Paman tau siapa wanita yang menjadi guru di atas guru para wanita iblis itu??" tanya Salman membuat mereka semua yang ada di situ jadi terdiam ingin tau.


"Dia adalah nenek tiriku...kakak tiri dari Kyai Abdullah!!" kata Syaril.


"Astagfirullahalazim!!" ucap mereka bersamaan.


"Masya Allah...siapa yang menyangka ya?? dulu semasa kami belajar di pesantren, kami ingat bahwa Kyai Abdullah memang mempunyai seorang kakak perempuan tetapi kami sama sekali belum pernah melihat apalagi bertemu dengannya." Tutur Ridwan dan Tio.


"Tapi setelah itu bertahun-tahun kemudian hingga kini kami tidak pernah melihatnya!!" kata Ridwan lagi.


"Semasa saya kecil di rumah abi dan umi yang ada di Kairo, kami pernah kedatangan nenek!!"


"Waktu itu saya juga tidak percaya bahwa itu adalah nenekku walaupun hanya nenek tiri karena kakek Abdullah dan nenek itu berbeda ayah!!" kata Syahril.


"Saat itu nenek sayang banget padaku...sampai saat nenek harus kembali ke Indonesia setahun kemudian, saya selalu menangisi beliau!!"


"Setelah hari itu hingga kini, saya tidak pernah bertemu dengan nenek lagi sampai saat pertempuran tadi di pemakaman!!" kata Syahril.


*


*


****Bersambung.....


Lanjut ke next episode ya reader, jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2