
Dan seiring dengan perkataan Tyas, darah segar itu sedikit demi sedikit berkurang dan akhirnya berhenti merembes.
Tyas mengambil buku Yasin dan membacakannya untuk mantan suaminya itu.
"Selamat jalan mas Anjar...pergilah dengan tenang!!" ucap Tyas dalam hati diiringi oleh doa-doanya.
"Juan juga bersimpuh di samping abang sepupunya itu...sekali lagi maafkan Juan ya bang!!" lirihnya.
Tiba-tiba Kei datang dengan panik menghampiri Juan.
"Koh...koh Juan...gawat koh...ada beberapa mahluk berjubah hitam menarik paksa roh bang Anjar!!" kata Kei Lan.
"Mereka berusaha mau membawa roh bang Anjar pergi...sepertinya itu kaki tangan orang yang juga menjadikan Surtinah sebagai iblis pembunuh...jika mereka sampai berhasil membawa roh itu pergi, sudah bisa dipastikan mereka akan menawannya dan menjadikannya roh maha jahat yang tak akan pernah kembali ketempat yang semestinya, roh bang Anjar akan tergantung di antara langit dan bumi selamanya!!" kata Kei Lan.
Juan segera bangkit berdiri, dia membisikan sesuatu pada Yusva, Tio, Ridwan, Vallen dan tak ketinggalan Badai.
Juan, Kei, Yusva dan Ridwan akan mengejar para mahluk itu sementara yang lainnya tinggal untuk berjaga-jaga di tempat.
Juan, Yusva dan Ridwan duduk bersila membentuk lingkaran saling berpegangan tangan satu dengan yang lain di kamar Juan.
Roh mereka yang akan pergi mengejar para mahluk itu.
Ketiga nya beserta Kei Lan melayang menembus dinding bergerak cepat mengejar para mahluk yang menyeret paksa roh Anjar yang meronta-ronta minta dilepaskan.
"Lepaskan diaaa....!!!!" bentakan menggelegar dari Ridwan menghentikan pergerakan para mahluk berjubah itu.
Dua mahluk menahan roh Anjar sementara yang empat menghadapi rombongan Juan.
Saat mereka semua berjibaku, Kei diam-diam menghampiri ketiganya secara diam-diam.
Dua mahluk itu merantai sebelah kaki Anjar dengan rantai bola besi...lalu ikut membantu keempat temannya yang kewalahan melawan Yusva, Juan dan Ridwan.
Kei bukanlah roh kemarin sore. Sudah belasan tahun dia berkelana ditambah lagi dia selalu ikut bersama Juan.
Dia paham bola roh yang mengikat kaki Anjar itu hanya bisa dibuka oleh kalung mustika yang ada di leher Vallen.
Dengan cepat dia menyelinap pergi kembali kedunia manusia menemui Vallen.
Bocah itu masuk kedalam kamar ikut duduk bersila lalu rohnya kemudian ikut melayang bersama Kei Lan.
Mereka berdua mengendap-endap. Tampak Vallen melepaskan kalung mustika warisan turun temurun keluarganya, dia merapal sesuatu lalu dia mendekatkan kalung tersebut pada bola rantai yang membelenggu kaki Anjar.
KLAK...
Cengkeraman rantai membuka. Dengan cepat Vallen menarik tubuh Anjar. Kei memberikan isyarat pada Juan.
Tiga dari mahluk itu sudah dimusnahkan.
Tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak nyaring seperti memanggil bala bantuan.
__ADS_1
Melihat hal itu Yusva memberi kode pada Juan dan Ridwan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu apalagi dia melihat Kei dibantu Vallen telah berhasil membebaskan roh Anjar.
Keenamnya melayang cepat meninggalkan area pertarungan sebelum bala bantuan dari para mahluk itu datang.
Mereka terbang dengan cepat menuju ke cahaya putih tempat awal mereka masuk tadi.
AAHHHH...jerit Kei Lan dan Vallen bersamaan saat ada sepasang tangan menarik kaki mereka.
"Cari mati!!" gumam Vallen.
Dari telapak tangannya melesat cahaya seputih perak menghantam kearah tangan yang mencengkeram kakinya.
CRASSS....AAARGGGGHHHH
Terdengar bunyi menggidikan dan raungan mahluk yang memegang kaki Vallen.
Berbeda dengan Vallen yang bisa dengan mudah meloloskan diri, Kei yang memang adalah roh tidak bisa melepaskan cengkeraman tangan mahluk yang memegang kakinya.
Kaki Kei ditarik keluar dari cahaya yang akan membawa meeka menyeberang kedunia manusia.
"Koh Juan...tolong Kei!!!" teriak Kei Lan saat kelimanya sudah hampir keluar dari cahaya itu sementara Kei ditarik masuk kembali.
"Kalian semua duluan, aku akan menolong Kei sahabatku terlebih dahulu!!" serunya.
"Tapi Juan portal cahaya itu sebentar lagi akan tertutup dan kamu akan terkurung di dunia roh selamanya!!" seru Ridwan.
"Percayalah padaku...aku akan segera kembali membawa Kei Lan!!" teriak Juan lagi melayang cepat mengejar Kei Lan.
AAHHHHH...
Kei berteriak dan bergidik ngeri menyaksikan mahluk yang menariknya hancur seperti debu terkena telak pukulan Juan.
Belum hilang kaget dan terkejutnya, tangan Kei sudah ditarik oleh Juan kembali menuju portal cahaya yang hampir menghilang.
BISMILAHIRRAHMANIRRAHIM...
Sedetik lagi portal akan tertutup, secepat kilat Juan menarik tangan Kei Lan menerobos cahaya putih itu.
DAN BLAMMM...
Keempatnya masuk ketubuh masing-masing kecuali Anjar dan Kei Lan.
"Syukurlah kita semua selamat tanpa kurang suatu apa...jika terlambat sedikit saja maka kita akan terkurung di sana selamanya tersesat tak punya tujuan di antara dimensi waktu." Kata Yusva lega.
Tampak pak Ridwan mengusap permukaan roh Anjar.
"Insya Allah ini akan aman sampai saatnya kamu benar-benar pergi nanti!!" kata Ridwan pada mantan menantunya itu.
"Terima kasih yah....!!" kata Anjar pelan.
__ADS_1
**************
"Astaga....gagal lagi gagal lagi....!!" teriak Nyai Sambang.
"Daripada kamu pelihara murid bodoh begitu, mending kamu pelihara ayam saja!! ada gunanya, telur dan dagingnya bisa dimakan, lha si Surtinah ini apa yang dimakan??" geram Nyai Sambang.
"Sabar guru...jangan marah-marah melulu...tidak semua kesalahan ada pada Surtinah, buktinya dia bisa merasuki Anjar...hanya saja Anjar berusaha melawan dan lebih memilih mengakhiri hidupnya dari pada tubuhnya dikuasai oleh iblis!!" kata Ganda Suri.
"Lalu mahluk suruhanmu untuk membawa roh Anjar pasti gagal juga!! hadeuh...mengapa hidupku selalu dikelilingi para mahluk bodoh sih??" teriak Nyai Sambang gusar.
Sementara itu....
"Kenapa mas Anjar dan Lia serta bayi buta itu belum juga pulang sih??" gumam Sari.
Sudah tiga hari Sari tinggal sendirian di kontrakan. Dia pergi malam pulang pagi..tapi rupanya dia mulai bosan juga dengan hidup yang seperti itu.
Akhirnya Sari membulatkan tekad untuk menelpon...tetapi tak juga tersambung. Lalu dia berinisiatif menelpon Lia. Panggilan kelima baru telepon tersambung.
📱"Apa-apaan kamu Lia?? kakak menelponmu tidak juga kamu angkat, sudah merasa jadi orang penting, kau??"
📱"Maaf ini siapa ya??"
Sebuah suara laki-laki dari sana bertanya.
📱"Kamu yang siapa?? mengapa ponsel adikku ada padamu??"
📱"Ooh rupanya kamu kakak Lia tho..."
📱"Mana adikku??"
Suara Sari terdengar dingin dari seberang sana .
📱"Lia sedang memandikan Ansar juga membuat maka malam!!"
📱"Kamu siapa?? mengapa anak dan adikku bisa ada bersamamu??'
📱"Mana suamiku aku mau bicara sebentar dengan dia!!"
📱"Kamu ngga tau atau pura-pura ngga tau?? bang Anjar sudah meninggal!!"
JEDAR....
Hancur luluh sudah perasaan Sari. Dia sering bertengkar dengan Anjar...tetapi dia tidak memginginkan Anjar tiada.
*
****Bersambung....
Bagaimana langkah Sari selanjutnya mendengar Anjar sudah ti!ada??
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya🙏🙏🙏