
Yusuf Darmawan menyumpah dalam hatinya karena acara pelepasan ini belum kelar-kelar juga padahal dia ingin segera pergi ke uks menemui Sasha untuk mengetahui bagaimana keadaan gadis itu.
Begitu acara selesai Yusuf langsung mau kabur tetapi seorang gadis cantik yang menjadi ketua osis yang baru sekarang mencegatnya.
"Hai kak Yusuf...mohon kerja samanya ya...jika ada hal yang Tania belum tau kakak bisa kok langsung ingetin Tania!!" senyum gadis berlesung pipit itu mengembang tulus.
"Oohhh tentu saja Tania, dengan senang hati saya akan ikut bantu memantau kegiatan kalian para anggota osis yang baru, kok...tenang saja, kita pasti akan saling berbagi ilmu!!" ucap Yusuf.
"Oh iya, sudah dulu ya...saya mau ke uks sebentar!!" kata Yusuf lagi.
"Kak Yusuf sakit??" tanya Tania.
"Bukan saya, tetapi teman!! saya permisi duluan ya!!" lalu tanpa menunggu persetujuan Tania Yusuf segera ngacir ke uks tempat Sasha tadi digendong oleh Adit sepupunya.
"Kak Yusuf memang ganteng banget, sudah ganteng, baik dan pinter lagi!!" Tania tersenyum samar sambil memandangi punggung Yusuf dari belakang.
"Dit, Sasha ngga apa-apa, kan??" Yusuf masuk dengan tergesa-gesa kedalam uks.
"Ngga apa-apa, bang...bebebmu itu baik-baik aja, kok!!" goda Adit diiringi tawa Tyas, Ramlah dan Fauziah. Sedangkan Sasha dan Yusuf tampak kemerahan wajah masing-masing.
Ali berdiri termangu di sudut ruangan. Walaupun sudah menjadi roh, tetapi dia tidak tuli dan tidak buta, telinganya masih berfungsi dengan baik untuk mendengar dan matanya berfungsi dengan baik untuk melihat.
"Apakah Sashaku sekarang mulai ada rasa pada Yusuf??? tetapi wajarlah dia menyukai manusia nyata seperti Yusuf, bukan mahluk roh seperti aku!!" karena tidak tahan mendengar perkataan bekas teman-temannya yang menggoda Yusuf dan Sasha maka Ali segera keluar dan menghilang dari tempat itu.
Ali menuju kegudang belakang tempat dia dulu dan Rina sering memadu kasih dan kepergok oleh Sasha.
Hatinya perih jika mengingat semua itu, dia tidak bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Sasha kepadanya!!!
Wajar jika Sasha mulai berpaling hati kepada Yusuf, selain ganteng dia pinter pula dan yang terpenting dia manusia nyata dapat dilihat oleh orang banyak dan dapat disentuh oleh Sasha. Tidak seperti dia, hanya ada waktu-waktu tertentu dia dan Sasha bisa bersentuhan dan tidak setiap saat bisa mereka lakukan.
"Terlambat menyadari itu sakit, ya???" sebuah suara di belakangnya membuat Ali terlonjak kaget.
Di belakangnya sudah berdiri juga sesosok tubuh gadis mengenakan seragam sekolah tahun 90 an.
"Kamu murid di sini??" kata Ali padanya.
"Iya, aku mati bunuh diri di belakang gudang itu karena mengiris urat nadiku sendiri!!" kata sosok mahluk itu.
"Mengapa kamu mengiris urat nadimu sendiri??" tanya Ali.
"Karena aku kecewa...aku telah berselingkuh dan karena kecewa padaku maka pacarku ngebut-ngebutan di jalan lalu akhirnya dia meninggal kecelakaan."
"Begitu aku tau dia meninggal kecelakaan aku putus asa dan diliputi perasaan bersalah yang berkepanjangan, karena tak sanggup lagi menahan kesedihan aku mengakhiri hidupku dengan jalan mengiris urat nadiku sendiri!!"
"Aku berharap dengan memilih mati, aku bisa bertemu lagi dengan kekasihku tetapi sudah tiga puluh tahun berlalu, aku tak pernah melihatnya lagi!!"
Hiks....hiks....hiks....
__ADS_1
Hantu cewek berseragam putih abu-abu yang tangannya penuh darah itu menangis.
"Siapa namamu??" kata Ali.
"Namaku Sila!!" jawabnya.
"Aku Ali!!" kata Ali.
"Kamu mati kenapa, Li??" kaya hantu Sila.
Ali menceritakan tentang kronologis kematiannya pada Sila.
"Menurutmu jika kamu bisa membuat kekasihmu bahagia maka kamu bisa kembali??" tanya Sila.
"Iya...dan aku berniat mendekatkan dia pada Yusuf, laki-laki yang aku percaya bisa menjaga dan melindunginya dan tidak akan menyakitinya seperti aku yang selalu menyakitinya semasa hidupku dulu!!" kata Ali.
"Walaupun aku harus merasakan sakit saat Sasha dimiliki laki-laki lain, tetapi jika melihat dia bahagia maka aku akan ikut bahagia juga."
"Jadi tempat tinggalmu di gudang ini??" tanya Ali.
"Iya...dan masih ada lagi tante kunti yang tinggal di pohon bambu kuning dekat pojok gudang itu."
"Kok wajahmu ngga serem, Sil??" tanya Ali penasaran.
"Kamu mau lihat wajahku versi serem??" tanya Sila.
"Sekarang bagaimana?? kamu sudah agak mendingan??" tanya Yusuf yang duduk di pinggir bed Sasha.
"Sudah agak enakan..." jawab Sasha.
"Segerrr, emang enak kita jadi obat nyamuk??" kata Tyas lalu saling berpandangan dengan Fauziah dan Ramlah.
"Ya sudah kalau sudah agak enakan aku sama Tyas balik kelas dulu ya...Fauziah dan Ramlah nanti temani Sasha sampai kelas antar sampai bangkunya!!" titah Yusuf.
"Yaela bang...kirain kita-kita ini tukang ojek apa!!" gerutu Ramlah.
Lalu Ramlah dan Fauziah kembali ke kelas mereka.
"Ali tadi kemana ya??" batin Sasha.
"Taraaaammmm....kamu mencariku baby??" kata Ali tiba-tiba muncul mengagetkan Sasha.
"Kamu dari mana??? kok ninggalin aku sendirian??" Sasha cemberut dan ngambek.
"Sayang...aku tuh ngga kemana-mana, hanya di sini-sini aja!!" kata Ali membelai rambut Sasha.
"Jangan jauh-jauh...nanti kamu pergi lagi ninggalin aku!!" kata Sasha bergumam pelan.
__ADS_1
Ali memandang Sasha dengan penuh kasih sayang.
"Aku akan meninggalkanmu jika tiba waktunya kamu telah menemukan seseorang yang bisa menggantikan aku di hatimu!!" bisik Ali.
******
"Siang kak Yusuf!!"
Yusuf yang sedang terburu-buru mau pulang terpaksa menghentikan langkahnya menoleh kepada seseorang yang menyapanya.
"Eh, Tania...siang juga!!" kata Yusuf.
"Kak Yusuf sudah mau pulang??" tanya Tania.
"Iya...memang kenapa Tania?? ada yang bisa saya bantu??" tanya Yusuf.
"Iya kak, kita ini para anggota osis baru, kita yang baru gini pasti minta banyak bimbingan dari anggota osis yang lama terutama dari kak Yusuf!!" kata Tania sambil matanya tak lepas memandang dan mengagumi pemuda tampan yang soleh itu.
"Oh boleh...tapi hari ini saya ngga bisa Tania, saya dan ayah ada keperluan sore ini!!" kata Yusuf.
"Ooh ngga bisa sore ini ya kak!!" kata Tania sedikit kecewa.
Dia sudah lama mengagumi sosok Yusuf Darmawan kakak kelasnya yang sekaligus menjabat sebagai ketua osis itu.
Saat dia duduk di bangku kelas sebelas dan dipercaya sebagai ketua osis pengganti Yusuf dia jadi senang banget karena bisa sering berdekatan dengan Yusuf.
"Iya...maaf ya Tania...mungkin lain kali saya akan bamtu!! saya permisi duluan, ya!!!" kata Yusuf lalu pergi lebih dahulu.
"Sabar Tania...dia lama-lama pasti akan terpikat juga dengan senyuman mautmu...bersabar aja!!" gumamnya.
"Suf, jangan lupa nanti malam ya!!! ajak bapak sekalian!!" kata Sasha saat bertemu di gerbang sekolah.
"Beres...!!" Kata Yusuf.
"Tyas...jangan ngebut-ngebut ya...Sasha belum sembuh benar!!" kata Yusuf pada Tyas.
"Kamu juga Li...jaga Sasha ya!!" kata Yusuf lagi.
"Iya bawel...biar kamu ngga ngomong juga pasti akan aku jaga!!" kata Ali sambil cemberut.
"Siapa dua cewek yang di sapa Yusuf itu?? Sasha??? pasti cewek yang digonceng itu yang namanya Sasha!!" batin Tania yang sempat mendengar pembicaraa ketiganya di dekat gerbang tadi.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk karya baruku ini ya reader tercinta...love you😊😊