
Di dalam sana Sasha tengah berjuang antara hidup dan mati mempertaruhkan nyawanya, karena dia merasakan kesakitan yang luar biasa sementara bayinya belum mau keluar juga.
"Mau apa kamu berdiri di dekat jendela??" bentak Yusva pada sosok berpakaian hitam itu.
Alfath bingung karena tak melihat sama sekali siapa yang dibentak oleh Yusva.
Valen mendekat pada Alfath lalu menggenggam tangannya erat.
Tak lama tampaklah sosok wanita berkerudung hitam dan berbaju hitam berdiri dekat jendela kamar.
"Pantas Sasha susah melahirkan, rupanya ada kamu di sini...kamu pergi atau saya akan menyakitimu..."gumam Yusva pelan.
Seolah tak gentar sosok itu menoleh pada Yusva.
"Astagfirullah!!" desis Alfath ngeri.
Matanya memancarkan sinar berwarna merah menatap Yusva, di bawah matanya tampak lingkaran hitam kebiruan dari dari lehernya ada lingkaran seperti luka bekas sayatan.
"Apa itu??" tanya Alfath dengan suara bergetar.
"Kuyang!!" jawab Yusva singkat.
Yusva maju mendekat sambil memainkan tasbih di tangannya dengan mulutnya yang masih berkomat kamit membaca doa.
Valen menarik tangan Alfath untuk ikut maju bersama Yusva.
Alfath pikir bocah itu tadi bermain dengan tusuk sate yang dia ikat dan dia mainkan ternyata itu adalah sebuah senjata.
Mahluk itu mundur saat Yusva maju tetapi tak disangka dia menjejak kakinya ketanah lalu terbang kearah Alfath.
Alfath masih tertegun tak tau mesti apa saat kedua tangan berkuku panjang itu mengarah kearah leher Alfath.
Tetapi dengan cepat dari balik punggungnya Valen mengacungkan tusuk sate yang dia ikat menjadi satu itu.
JLEP....
AAKHHH....
Dengan gerakan cepat Valen menusuk leher wanita itu tepat di lingkaran lehernya yang terluka.
Tusuk sate menancap dalam dan membuat wanita itu berteriak marah dan kesakitan.
Langkahnya mendekati Alfath mundur. Dia menatap tajam penuh kebencian pada Yusva, Valen dan Alfath. Setelah itu dia mundur dan menghilang.
Barulah setelah itu terdengar suara bayi menangis di dalam.
Oek...oek...oek
"Alhamdulillah..."
Mereka semua yang ada di situ mengucap syukur.
__ADS_1
"Siapa ayahnya??" kata dokter sambil membawa bayinya keluar untuk diazankan.
Alfath maju menyambut bayinya dari tangan dokter. Bayi lelaki bulat yang montok itu tampak lucu dan diam tertidur saat ayahnya mengazaninya.
"Terus ibunya bagaimana keadaannya dok??" tanya Alfath.
"Ibu Sasha masih belum sadarkan diri pak karena terlalu banyaknya pendarahan pasca melahirkan tadi."
Tiba-tiba seorang perawat keluar dengan tergesa-gesa.
"Dokter, ibu Sasha membutuhkan transfusi darah segera karena keadaannya sangat lemah dokter!!"
"Apa golongan darah yang dibutuhkan dokter??" kata bu Ratna dengan panik.
"Golongan darah AB bu, adakah di antara kalian yang memiliki golongan darah AB??" tanya dokternya.
"Golongan darah saya AB dokter, kata Yusva...ambil darah saya aja!!" katanya lagi.
"Ya sudah mas nya ikut suster itu untuk memdonorkan darahnya!!" lalu Yusva pergi ke ruangan sebelah.
************
"Maaf mba, bos besar ngga ada ya, kok jam segini belum datang??" tanya Sari sambil menatap pintu ruangan kerja Alfath yang terkunci.
"Iya Sar, bos lagi mengantar kedua orang tuanya!!" kata Cindy tapi tak beranjak melihat kearah laptopnya!
"Ohhh!!" hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya sambil pura-pura berlalu padahal hati Sari sangat kecewa tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu.
"Apa aku sudah jatuh cinta sama pak Alfath, ya?? niat hati awal aku hanya ingin membalas dendamku pada mereka berdua tetapi ternyata aku malah jatuh hati padanya!!" Sari terus bergumam sambil meloby ruangan.
"Pak Alfath dan mas Anjar memang dua sosok yang berbeda.
Sosok pak Alfath adalah sosok yang dingin tetapi seksi, sementara sosok mas Anjar adalah sosok yang hot.
Sari tersenyum sendiri saat kemarin Anjar berniat mencari istrinya lagi. Tetapi lagi-lagi usahanya digagalkan oleh Sari dan akhirnya mereka berdua berakhir lagi di ranjang rumah Anjar.
"Aku tak akan pernah membiarkanmu kembali pada istrimu, mas Anjar...bahkan aku berniat kamu dan pak Alfath untuk menjadi kekasihku seterusnya...biarkan Sasha dan seluruh orang yang dekat dengannya akan hancur sehancur-hancurnya...rasakanlah oleh kalian pembalasanku."
"Tetapi sepertinya aku harus memperkuat ilmu pengasihanku deh...sebab Alfath susah sekali ditaklukannya!!" gumam Sari sambil melamun.
"Sari...Sari...!!"
"Apa yang kamu lamunkan Sari sampai tak mendengar Grace memanggilmu!!" kata Cindy.
"Maaf mba...saya rada kurang enak badan, jadi telinga saya rada terganggu." kata Sari.
"Fokus Sari, kalau pak Alfath yang memanggilmu dan kamu sampai tak mendengar maka habislah sudah kamu dimarahinya." Kata Cindy sambil berlalu.
"Memarahiku?? yang benar saja...malah dia yang akan kubuat takluk padaku!!" gumam Sari sambil menyeringai dengan angkuh dan percaya diri.
***********
__ADS_1
"Alhamdulillah....akhirnya keadaan bu Sasha membaik juga!!" kata perawat dan dokter yang menanganinya.
"Yusva, terima kasih kamu telah menyelamatkan ibu dari bayi saya!!" ucap Alfath tulus kepada Yusva.
Yusva yang tubuhnya masih lemas hanya mengangguk dan tersenyum.
Dua jam kemudian akhirnya Sasha sadar juga.
Alfath yang selalu setia menunggunya akhirnya bernapas lega.
"Sayang...akhirnya kamu sadar juga!!" kata Alfath menggenggam tangan Sasha mencoba membsri kekuatan dan semangat pada wanita.
"Anak kita mana, mas??" tanya Sasha.
"Ada di ruang bayi sayang, masih dimandikan oleh perawat." kata Alfath.
"Adek ingin melihat bayi kita mas!!" kata Sasha lagi.
Tiba-tiba pintu di buka dan seorang perawat masuk dengan menggendong seorang bayi laki-laki yang lucu.
"Sayang...lucu kan bayi kita??" kata Alfath sambil memainkan pipi merah yang mungil itu.
"Lucu dong, siapa dulu ibunya..." kata Sasha.
"Bu mana Tyas??" tanya paknTio, karena perhatian semua orang hanya tertuju pada Sasha dan bayinya.
"Lho beberapa menit yang lalu ada di sini!!" kata nyai Hamas.
"Aduh saya kok punya firasat buruk ya??" kata Yusva.
"Om Tio, Valen...ikut saya mencari Tyas yuk!!" kata Yusva.
Mengapa dia mengajak valen?? karena Yusva tau kalau Valen bukan bocah sembarangan....dia tau Valen yang tadi menusuk leher manusia kuyang itu tadi siang.
Mereka bertiga bergegas mencari keberadaan Tyas.
Valen...ada apa??" tanya Yusva saat melihat Valen berhenti seperti tengah merasakan sesuatu di sekitarnya.
Tampak Valen menggerakan jari-jari tangannya perlahan dan Yusva mengerti arti isyarat itu.
Tak lama Valen lari kearah sebelah kiri sambil memberi isyarat agar Tio ayah Sasha dan Yusva mengikutinya.
Tak jauh dari tempat mereka tampak Tyas berdiri membelakangi mereka.
"Yas...Tyas...." kata pakdenya memanggil nama Tyas. Tetapi Tyas diam seperti tidak mendengar dan tidak merespon panggilan pakdenya.
*
*
****Bersambung....
__ADS_1
Apa yang sebenarnya terjadi pada Tyas??