Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 51 Bangkitnya Sebuah Rasa


__ADS_3

"Terkadang aku sangat membenci Sari, tapi di waktu yang lain aku begitu bergairah melihatnya seolah-olah dia wanita paling cantik yang pernah kutemui!!" Akhirnya Anjar juga beranjak pulang setelah pergantian shift siang ke malam.


Dia membuka pagar halaman saat melihat Sari duduk di teras depan rumah.


Bukannya mengucapkan salam, Sari malah merengek manja.


"Mas Anjar....Sari telepon sejak tadi ponsel mas Anjar ngga aktif, mas kemana aja sih??" Sari merajuk sambil menunjukan ekspresi cemberut.


"Kerjalah Sar, mas Anjar mau punya bayi kalau ngga kerja anak dan istri mas mau makan apa??" jawab Anjar lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa dengan wajah lelah.


Sari ikut masuk ke dalam rumah dan duduk di pangkuan Anjar.


"Sar, turun...kenapa harus duduk dipangkuanku, tuh sofa lebar!!" kata Anjar pada Sari.


"Mas, kenapa sih?? kok beda banget sekarang sama Sari?? ooh, takut ketauan Tyas, ya...gampang mas tinggal ceraikan saja habis perkara!!" ucap Sari dengan santainya.


"Sari....jaga bicaramu!!" bentak Anjar.


"Sampai kapanpun aku tak akan pernah untuk menceraikan istriku, Tyas...ingat itu!!" ucap Anjar datar.


"Lalu hubungan kita selama ini mas anggap apa??" tanya Sari kesal.


"Sari, hubungan kita hanya sebatas suka sama suka, kamu membutuhkan aku dan aku membutuhkanmu, hubungan kita seperti simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, apa sekarang kamu mau kita melakukannya lagi?? kata Anjar menyeringai pada Sari tetapi tatapan matanya terasa kosong dan hampa, seperti kosongnya hati Anjar.


PLAK....


Sari menampar pipi Anjar keras karena kesal.


"Kenapa kamu menamparku, Sari?? apakah perkataanku menyinggungmu??" tanya Anjar.


Entahlah semenjak dia makan dan minum di tempat tante Sari kemarin, hasratnya kepada Sari lenyap seketika seperti ada sesuatu yang mengusir paksa rasa itu.


"Maafkan aku Sari, tapi aku mengatakan apa adanya kan?? kita hanyalah dua orang yang saling membutuhkan.


Tiba-tiba


BRAKKK....


Nampak Tyas dan pak Ridwan ayah Tyas menendang pintu membuat Sari dan Anjar kaget bukan main.


"Seandainya saya melihat bukan dengan mata kepala saya sendiri, mungkin saya tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh putri saya!!" suara pak Ridwan tampak bergetar hebat.


Jangankan ayahnya, Tyas aja seorang karateka pemegang sabuk hitam, apalagi ayahnya??


"Satu lelaki tikus got dan yang satu perempuan comberan!!" bentakan pak Ridwan menggetarkan hati keduanya.


Mulut Sari tampak komat kamit sesaat.


"Mau apa kamu komat kamit?? mau baca mantera ilmu peletmu?? mungkin bagi manusia hina dina ini peletmu mujarab karena kalian sama-sama dari tempat yang kotor, tetapi bagi saya...ilmu peletmu itu tidak mempan." kata pak Ridwan.


PLAK...


Tepukan keras di dahi Sari membuat perempuan muda itu menjerit kesakitan.


Pak Ridwan menepuk di pertengahan jidat Sari yang berisi susuk berlian.


Sebenarnya tepukan itu tidak begitu keras tetapi karena pak Ridwan mengerahkan tenaga dalamnya sekaligus untuk mengeluarkan susuk itu membuat Sari menjerit keras.


Sebuah benda kecil menggelinding ke lantai lalu dipungut oleh pak Ridwan sesaat digenggamnya saat dia membuka genggaman tangannya benda itu sudah hancur seperti debu.

__ADS_1


Melihat itu Sari berteriak marah...


"Dasar laki-laki tua gila!!" jeritnya.


Tyas maju mencengkeram kerah bsju Sari.


"Apa kamu bilang?? ayahku laki-laki tua gila?? lalu apa sebutan yang pantas untukmu?? perempuan comberan atau perempuan selokan??" desis Tyas.


Sari yang tidak begitu tau tentang Tyas sangat meremehkan wanita itu apalagi dilihatnya Tyas hanya seorang perempuan hamil tua yang selama ini diam saja melihat kelakuannya dan Anjar, tetapi malam ini Sari kena batunya.


"Hei perempuan bunting, sini kamu kalau berani...jangan bersembunyi di bawah ketek ayahmu...kuambil suamimu aja kamu hanya bisa diam dan menangis??" ledek Sari membakar amarah Tyas yang sudah sekian lama ditahannya.


Tyas meraih jemari Sari dan meremasnya dengan kuat membuat perempuan itu berteriak untuk kesekian kalinya.


"Bukan aku tak mau memperjuangkan suamiku sendiri, tetapi kalian berdua sama-sama sampah, sampah mau diapakan juga akan tetap berakhir di pembuangan, karena kamu dan dia sama-sama menjijikan!!" laluTyas menghempas jemari tangan Sari.


Anjar tampak tak percaya bahwa perkataan itu semua keluar dari mulut istrinya yang selama ini lemah lembut dan manja.


"Ayo yah...Tyas jijik berdekatan dengan dua manusia ini!!" kata Tyas menarik tangan ayahnya.


Bagaimana tadi Tyas dan pak Ridwan bisa berada di sana???


****Flashback on***


Tyas pulang kerumah ayahnya setelah seharian berkeliling dalam keadaan kacau.


Dia sama sekali tak menyangka kalau ayahnya sudah pulang dinas dari luar kota.


"Dari mana aja kamu nduk?? wanita hamil kok keluyuran di luar saat maghrib begini, mau ketempelan mahluk halus, kamu??" tanya pak Ridwan yang baru saja selesai melaksanakan ibadah sholat maghrib.


Dan benar saja, pak Ridwan yang memang bukan orang sembarangan menyadari bahwa Tyas datang tidak sendiri.


"Siapa kamu??" bentak pak Ridwan pada sosok yang menempel di belakang Tyas.


"Kamu diam Tyas, tetap berdiri di situ jangan bergerak!!" titah pak Ridwan.


Sewaktu di puskesmas tempo hari Tyas pernah berkata, seandainya ada ayahnya tentu bisa mengatasi masalah ini...tepat!! pak Ridwan hampir sama kemampuannya seperti Yusva dan Valen, tapi pak Ridwan sangat jarang menggunakan kemampuannya itu!!


Pak Ridwan mengambil tasbih yang dipegangnya lalu melemparkan kepada Tyas.


PLAKKK...


AARRGGHHH...


Bukan hanya pekikan Tyas karena tak sempat menghindari lemparan tasbih yang mengenai jidatnya tetapi ada pekikan mengerikan dari arah belakang Tyas, kemudian pak Riwan berteriak lagi!!


"Kamu siapa?? mau apa kamu mengikuti anak saya sejak tadi??" geram pak Ridwan.


Sesosok tubuh keluar dari belakang Tyas.


"Mahluk apa kau ini, jelek sekali?? dibilang mahluk pesugihan bukan, ooo kamu pasti mahluk yang suka membalikan mata manusia, ya!! supaya orang jelek sekalipun tetap terlihat cantik dan tampan di hadapan orang lain." Kata pak Ridwan.


"Kamu enyah dari tubuh orang itu, pergilah...atau aku akan membuatmu musnah??" ancam pak Ridwan yang membuat mahlum itu ketakutan setengah mati lalu melenyapkan diri.


"Kita kerumahmu Tyas, sepertinya suamimu dalam bahaya...mahluk tadi adalah mahluk suruhan orang yang mengguna-gunai suamimu juga untuk mencelakakanmu." Desis pak Ridwan lalu menarik tangan Tyas yang akhirnya mengikuti langkah ayahnya dengan malas.


****Flashback off****


Melihat kejadian yang berbanding terbalik dari perkiraannya, membuat Tyas jadi kecewa, marah juga kesal.

__ADS_1


"Ingat Sarinten...aku diam bukan takut padamu dan segala jenis ilmu peletmu, tetapi karena aku sudah jijik dengan kalian berdua."


"Dan kau Anjar, awalnya dengan segala kebesaran hati aku berniat untuk memaafkanmu mendengar kamu terkena guna-guna dari perempuan itu tetapi ternyata aku salah...suamiku ini memang benar-benar seorang bajingan." Jawab Tyas.


"Ingat Sarinten...jika aku mau aku bisa mematahkan buku-buku jari tanganmu, jangan kata hanya tanganmu, tangan si penjahat kelamin itupun bisa aku patahkan, kamu sudah merasa tadi gimana rasa sakitnya remasan tanganku di jarimu??" seringai Tyas nampak tidak main-main.


"Ayo yah, kita pulang saja!!" ujar Tyas kecewa.


"Yas...Tyas....tolong dengarkan mas dahulu, biar mas jelaskan sama kamu!!" teriak Anjar mengejar Tyas tapi segera ditahan oleh pak Ridwan.


"Biarkan dia sendiri dulu Anjar, ayah tau masalahmu sangat pelik di karenakan oleh perempuan itu!!" tunjuk ayah Tyas pada Sari.


"Sebenarnya ayah sangat kecewa padamu, tapi ayah sendiri sudah melihat bagaimana keadaanmu!!" kata pak Ridwan lalu pergi menyusul Tyas.


"Sebaiknya kamu pulanglah Sari, aku lelah dan ingin beristirahat!!" ucap Anjar datar dan tak terbantahkan lagi. Akhirnya Sari pulang dengan hati kesal dan tangan yang sakit.


"Aduh gimana nih?? susuk berlian di dahiku telah di keluarkan dan hancurkan paksa oleh laki-laki tua itu." Geram Tyas.


"Awas kamu Tyas, aduh...sakitnya tanganku!!" Sari meringis merasakan sakit di tangannya.


*************


"Eh, ada tante pemarah itu lagi!! senyum Juan terkembang saat dia melihat adaTyas sedang duduk menyendiri di taman sambil termenung.


"Hai tante cantik??" sapanya.


Tyas mengangkat wajahnya memindai suara orang dewasa siapa yang berani memanggilnya dengan sebutan tante!!


"Ahhh kamu lagi!!!" seketika wajah Tyas berubah bertambah jutek setelah melihatnya.


"Kamu mau apa sih??" tanya Tyas kesal.


"Taman ini kan bukan milikmu, taman inikan milik umum, suka-suka aku dong mau ada di taman ini atau ngga!!" jawab Juan enteng.


Tyas jadi bertambah murka, niat hati ingin menyendiri sendirian, malah datang lagi pemuda Sontoloyo itu.


"Ya sudah, bangku di taman ini kan banyak, mengapa kamu kok duduk di bangku yang aku duduki??" kata Tyas mulai menaikan intonasinya.


"Sekali lagi saya harus katakan bahwa apapun yang ada di taman ini siapa saja boleh menggunakannya bukan semata hanya untukmu." Kata Juan lagi.


"Terserah kamulah..." kata Tyas lalu berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Juan Fernandes yang semakin melebarkan senyumnya karena melihat Tyas kesal.


"Hamil aja cantik, apalagi kalau sudah melahirkan!!" gumam Juan sambil tersenyum simpul.


"Mau apa sih bocah itu?? lama-lama kuhajar juga itu bocah!!" geram Tyas.


"Nah...ini dia si wanita tersakiti!!" tiba-tiba Sari muncul di samping Tyas dengan Lia adiknya.


"Hu...kacian...sakit ya bu suaminya selingkuh dengan perempuan lain?? makanya ngga usah hamil, jelek tau badanmu itu...mana mau lagi Anjar dengan perempuan buncit sepertimu??" ejek Sari dan sontak membuat Tyas naik darah.


"Aku heran sama kamu....apakah kamu bangga sudah menjadi perusak rumah tangga orang lain?? seandainya keadaan di balik, kamu atau adikmu ada di posisi aku?? apakah kamu masih bisa tertawa bahagia??"


"Aku tidak butuh suami tidak setia, aku pintar dan aku berpendidikan tinggi walaupun aku bercerai dari Anjar, aku masih bisa bekerja mencari uang untukku dan anakku, aku juga cantik, bukan seperti kamu terlihat cantik hanya karena susuk yang kamu pakai."


"Satu susukmu sudah di lepaskan oleh ayahku, itu saja wajahmu sudah keriputan seperti nenek tua, aku curiga kamu ini sebenarnya sudah nenek tua!!" seringai cemooh Tyas spontan membangkitkan emosi Sari.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Bagaimana reaksi Sari selanjutnya??? Yuk ikuti kisahnya di next episode🙏🙏


__ADS_2