
"Guru mau beristirahat dulu, tolong jangan kamu ganggu!!" kata Nyai Sambang.
Nyai Ganda Suri sekali lagi mengecek persiapan untuk esok hari sambil menunggu ayam cemani yang dia pesan dari seseorang untuk ritual membangkitkan muridnya si Surtinah itu.
"Kamu harus hidup kembali Surtinah...balaskan dendammu pada mereka yang telah menyakitimu." Geram Ganda Suri.
"Tunggulah kalian semua pembalasan dendam dari Surtinah akan segera tiba!!" kata Ganda Suri.
"Tio...Ridwan...semasa remaja kalian berdua telah merecoki aku, kalian ambil seluruh kasih sayang Kyai dan Nyai Abdullah dariku, setelah kalian dewasa muridku lagi yang kalian buat jatuh cinta dan memcampakannya."
**********
"Assalamualaikum!!"
"Waalaikum Salam!!"
"Oh Yusva...ayo kita berangkat!!" kata Lia sambil menggendong Ansar.
Yusva menatap bola mata Ansar yang menatap saja kesatu titik lurus tanpa berkedip.
"Maaf Lia, apakah putranya kak Sari ini buta??" tanya Yusva pelan.
"Iya...!!" jawab Lia lirih.
"Kasihan!!" kata Yusva lagi.
Lalu mereka bertiga pergi dengan menumpang angkutan umum menuju kerumah sakit jiwa yang menangani Sari.
Terlihat Sari sedang duduk termenung sendirian di sebuah taman.
Tatapan matanya kosong menatap kesatu titik yang tak tak tau itu apa!!!
Itu kak Sari, kan?" tanya Yusva.
"Ya Allah...kok kak Sari sekarang jadi seperti ini sih?" gumam Anjar.
Setelah mendapat ijin, mereka bertiga mendatangi Sari.
"Kak Sari, apa kabar kakak hari ini??" Lia menyapa kakaknya.
"Lia membawa Ansar...sekarang dia sudah besar kak...cepatlah sembuh agar kita bisa berkumpul lagi seperti dulu!!" kata Sari memegang tangan kakaknya.
Diam...Sari seolah tak merespon apapun dan semua itu tak luput dari pandangan Yusva.
__ADS_1
Giliran Yusva yang mendekati Sari sekarang.
"Kak, ini Yusva...kak Sari masih ingat sama Yusva kan??" tanya Yusva.
Yusva menyentuh tangan Sari secara tak sengaja. Tubuh Yusva bergetar sesaat dan penglihatannya kembali kemasa pertengkaran antara Sari dan Tyas juga Juan di taman waktu itu (baca bab 72).
"Juan...ada mahluk kecil yang tak kasat mata yang bersamanya, karena kesal lalu melempar kepala Sari dengan batu hingga mengenai syarafnya!!"
"Rupanya mahluk itu kesal karena Sari telah mengganggu Juan, mba Tyas dan putrinya!!" gumam Yusva.
"Hanya bocah hantu itulah yang bisa menyembuhkan Sari karena dia yang telah membuat Sari jadi kurang waras seperti ini!!" gumam Yusva lagi.
"Ada apa Yusva??" tanya Lia.
"Kak Sari ini bukan hilang ingatan pasca melahirkan, melainkan memang ada mahluk yang tak nampak mata yang melempar kepalanya dengan batu karena kesal temannya telah diganggu oleh kak Sari." Kata Yusva.
"Tampaknya hari itu kak Sari sedang mengganggu kebersamaan Juan, mba Tyas dan putrinya...kak Sari mengata-ngatai mereka dengan kata yang tak pantas."
"Mungkin mereka berdua sakit hati dan sakit itu dirasakan oleh mahluk yang selalu bersama dengan Juan, bisa dikatakanlah itu sahabatnya!!"
"Mahluk inilah yang tak terima Juan dan Tyas disakiti hatinya oleh Sari lalu melempar sari dengan batu tepat mengenai syaraf di belakang kepala Sari!!"
"Aduh mulut kak Sari sih lancang bener!! sudah merebut suami orang, masih juga cari masalah dengan wanita itu dan kekasihnya!!" kata Lia.
"Kita harus mencari Juan dan Tyas, suruh mas Anjar minta maaf pada mereka berdua karena jika salah seorang dari mereka saja yang dimintai maaf sedangkan yang satunya tidak, maka tak akan ada gunanya, harus keduanya jadi hantu itupun juga akan memberi maaf dan akan menyembuhkan kak Sari."
"Tapi yang aku takutkan jika sembuh kak Sari akan berulah dengan menyerang mereka lagi, jika sampai hal itu terjadi aku sudah tak tau lagi bagaimana cara mengobatinya kemungkinan kemarahan Juan juga menjadi kemarahan sahabat hantunya itu, jadi walaupun tanpa diminta dia akan kembali menyakiti kak Sari." Terang Yusva kepada Lia.
Lalu setelah puas bersama denga Sari, mereka bertiga pamit pulang.
Di depan rumah Anjar sudah menunggu mereka, bertiga.
"Assalamualaikum!!" kata Yusva.
"Waalaikum Salam!!" jawab Anjar.
"Kalian bertiga dari mana aja??" sudah sore gini baru pulang??" tegur Anjar.
"Kami habis dari menjenguk kak Sari!!" jawab Lia.
"Mas, ada hal penting yang kusampaikan pada mas Anjar!!" ucap Yusva pelan.
Lalu mereka berdua duduk di teras sementara Lia masuk kedalam untuk menaruh Ansar di dalam boksnya.
__ADS_1
"Mas Anjar...sebenarnya aku tadi telah melihat asal dari penyakit kak Sari ini, sebenarnya bukan karena kak Sari habis melahirkan tetapi sehabis kak Sari menghina mba Tyas dan Juan habis-habisan di taman tempo hari!!"
"Mas Anjar pastilah tau itu karena di dalam bayangan penglihatanku, mas Anjar juga ada kok!!" kata Yusva.
"Maksudmu, antara Tyas atau Juan karena sakit hati lalu membalas dan membuat Sari jadi sakit seperti ini, begitukah??" tanya Anjar.
"Bukan mas...justru bukan mereka yang sakit hati, ya mungkin mereka juga sakit hati tetapi aku yakin Juan atau pun mba Tyas tidak pernah ingin berniat berbuat jahat untuk membalas perkataan kak Sari, karena aku tau orang seperti apa mereka itu, tetapi justru sahabat Juan yang tak nampak mata itulah yang merasa sakit hati!!" jelas Yusva.
"Maksudmu??" kata Anjar masih tak mengerti.
"Begini mas, Juan itu punya sahabat yang berbeda alam dengan kita alias hantu...dan hantu kecil sahabat Juan itu sangat menyayangi Juan begitu pula sebaliknya, sehingga mungkin saja mendengar hinaan Sari pada sahabatnya, justru hantu kecil itulah yang merasa sakit hati dan membuat dia marah."
"Saranku jika mas Anjar ingin kak Sari sembuh dari sakit hilang ingatannya, temuilah Juan dan kak Tyas, minta maaflah pada mereka dan ceritakan seperti yang aku katakan ini, semoga Juan bisa mengatakan pada sahabatnya untuk memaafkan kak Sari!!" saran Yusva.
"Tapi Yusva, apakah Juan dan Tyas mau memaafkan kami?? sedangkan kesalahan kami begitu besar padanya!!" kata Anjar.
"Kan mas Anjar belum mencoba melakukannya!!" kata Yusva lagi.
"Baiklah Yusva, mas akan coba melakukannya demi Ansar!!" kata Anjar.
"Semoga jika bisa sembuh nanti Sari bisa mengubah tabiat buruknya!!" kata Anjar.
**************
"Dek....ayah, ibu dan Vallen sudah ada di bandara, mas mau menjemput mereka dulu ya!!" kata Alfath pada Sasha yang sedang sibuk memasak di dapur di bantu oleh ibunya dan bi Titin. Sementara Alma menemani Fathir dan Afifah bermain.
Sasha sibuk menyiapkan masakan untuk menyambut kedua mertuanya itu dan adik angkat suaminya.
"Iya mas, hati-hati!!" kata Sasha.
"Ayah mau kemana??" tanya Alma yang sekarang sudah mengubah panggilannya dari papah menjadi ayah.
"Ayah mau menjemput kakek dan nenek di bandara, Alma jaga adik di rumah...jangan rewel biar kerjaan unda cepat selesai ya...!!" kata Alfath pada putrinya itu.
"Oke yah!!" kata Alma.
"Ya Allah...semoga ayah dan ibu akan menerima Alma juga sebagai cucunya, kasihan putriku itu !!" batin Alfath yang selama tinggal bersama dengan Sasha, putrinya sangat membantu menjaga kedua adiknya padahal usianya belum genap 5 tahun.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Lanjut ke next berikutnya reader tercinta jangan lupa selalu dukungannya🙏🙏