Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 28 Sakit


__ADS_3

Alfath dan Rani melewati wanita mungil yang sedang sholat itu dan masuk kembali ke ruangannya.


"Alhamdulillah...."


Sang suami selalu mengajarkan, "bagaimanapun keadaannya kita sebagai manusia itu mesti bersyukur!!" itulah kalimat yang sering diajarkan oleh Yusuf pada istrinya itu.


********


Alfath sedang menunggu Rani pergi ketoilet kantor di mobilnya yang masih terparkir di halaman gedung.


Sebuah motor matic tepat berhenti di sampingnya. Alfath awalnya tidak begitu peduli karena dia pikir paling ojek online sedang menjemput penumpangnya.


Sesaat dilihatnya orang yang disangka tukang ojek itu membuka helm nya lalu menelpon.


"Lho itu kan pria yang aku temui kemarin di tukang Siomay!!" gumam Alfath.


Tak lama dari dalam Sasha berlari-lari kecil menghampiri suaminya, meraih tangan suaminya dan meletakan di dahinya.


""Sayang...sudah lama menunggu??" tanya Sasha.


"Ngga kok...ini mau langsung ke kampus?? kamu ngga capek??" tanya Yusuf.


"Ya capek...tapi mau gimana lagi!!" jawab Sasha lalu duduk di belakang suaminya dan langsung memeluk erat.


"Kangen!!"


Tawa sepasang suami istri itu tampak bahagia. Dan semua itu tak luput dari perhatian Alfath.


"Kenapa aku kok cemburu dengan kebersamaan mereka, ya?? rasanya hatiku tidak rela melihat mereka berdua tampak mesra sekali...padahal mereka menikah sebelum wanita itu bekerja sebagai karyawanku.


"Hei beib...kenapa sih akhir-akhir ini kamu kulihat sering melamun?? ada apa sih denganmu??" tany Rani.


"Aku hanya lelah Ran, ngga apa-apa kok!!" kata Alfath.


******


"Sha besok hari sabtu giliran kamu yang turun lembur ya!!" kata bu Cindy.


"Tapi kan Sasha kerja belum ada sebulan bu?? bagaimana nanti jika kerjaan saya ada yang keliru??" tanya Sasha kurang yakin.


"Kamu tenang aja, kamu lemburnya di ruangan pak Alfath jadi jika ada yang salah atau kurang jelas, bisa langsung kamu tanyakan pada beliau." Katabu Cindi lagi.


"Aduhhh padahal hari sabtu gini pengen ngumpul sama keluarga...eh malah disuruh lembur !!" batin Sasha agak kesal sama bos nya itu.


"Sha...jangan lupa besok ya...kamu yang turun lembur sabtu ini!!" kata pak Alfath sebelum dia pulang tadi sore.


"Maaf ya mas, kayaknya Sasha besok ngga ikut piknik keluarga deh...karena Sasha harus lembur!!" kata Sasha.


"Iya ngga apa-apa...lain kali kan bisa, ngga seru juga tanpa istrinya mas!!" sahut Yusuf.


*******


"Aduh...banyak banget tugas yang harus aku kerjakan sih??" kata Sasha agak kesal sama Alfath.


Sasha tampak serius dengan tugasnya sampai dia tidak menyadari mata Alfath selalu lekat memandangnya.


"Kenapa aku seperti tak asing dengan wajah itu?? tapi aku kenal di mana dengan dia??" pikir Alfath.


Tak terasa jam menunjukan pukul 12 siang.


"Ah...akhirnya selesai!!" kata Sasha senang.


Selama berjam-jam itu juga mereka ada di dalam kebisuan tak ada yang bicara walaupun mulut Alfath sudah gatal ingin bicara tetapi karena dilihatnya Sasha tengah serius mengerjakan laporannya bahkan wanita itu tak ada sedikitpun menatapnya.


"Kamu mau makan siang?" tawar Alfath.


"Ngga usah pak terima kasih, saya mau langsung sholat dzuhur dan pulang, saya tidak terbiasa makan sendiri diluar tanpa suami saya!!" kata Sasha.


Alfath berdecih...entah sejak kapan tapi tiga bulan terakhir ini dia malah semakin betah berada dekat wanita berhijab itu.

__ADS_1


"Kamu tidak nyaman dengan saya ya...sejak tadi bahkan kamu tidak bicara sepatah katapun semenjak kamu tiba di ruangan ini!!" kata Alfath menatap Sasha berharap Sasha juga mau menatapnya.


Sasha tersenyum.


"Tidak ada alasan apapun buat saya untuk tidak menyukai bapak, hanya saja tugas saya lembur di sini untuk mengerjakan kewajiban saya bukan untuk mengobral omongan yang ngga bermutu."


"Tugas saya adalah bekerja setelah selesai ya saya pulang!!" kata Sasha.


Ddrrttt...dddrrrttt


πŸ“±"Assalamualaikum..."


πŸ“±"Iy mas, adek sudah selesai kok...mas sudah di mana??"


πŸ“±"Mas sudah di depan, mas tunggu, cepetan ya!!"


"Pak, saya duluan ya...suami saya sudah nunggu tuh!!" lalu Sasha dengan langkah lebar meninggalkan Alfath.


*****


Tak terasa pernikahan Sasha dan Yusuf sudah hampir menginjak satu tahun. Usia keduanya juga sudah memasuki dua puluh tahun.


"Mas...kita kok belum juga dikaruniai sama Allah momongan ya??" tanya Sasha suatu pagi saat akan menyiapkan sarapan pagi.


"Mas??"


Sasha lihat wajah Yusuf pucat pasi. Memang kemarin suaminya itu sepulang kuliah sempat mengeluh kalau badannya panas dingin, kepalanya sakit, dan tulang-tulang di tubuhnya terasa bertanggalan.


Memang dua hari kemarin suaminya ikut seminar dan berbaur dengan banyak orang dari berbagai daerah.


"Dek, nafas mas sesak sekali!!" katanya sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit.


Sasha panik melihat keadaan suaminya seperti itu.


"Yah...ayah....!!"


Pak Wiryo yang mendengar panggilan panik menantunya cepat datang ke ruang makan.


Sasha menelpon ayahnya untuk menjemput kemari.


πŸ“±"Ayah...Sasha minta tolong...mas Yusuf mengalami sesak nafas mau dibawa kerumah sakit tapi di sini tidak ada kendaraan.


πŸ“±"Ayah akan jemput kamu kesana, bersama Tyas, dia kan calon perawat, semoga dia bisa memberikan pertolongan dulu sebelum tiba di rumah sakit.


Suara telepon terputus. Pak Wiryo mengurut sekitar leher dan bahu Yusuf dengan minyak angin.


Tak lama Ayah Sasha datang bersama Tyas dan Anjar.


"Coba kalian minggir dulu biar Tyas memeriksanya.


Lalu Tyas memeriksa dan tak lupa menutup mulutnya dengan masker sambil bertanya pada Sasha apa saja gejala yang dialami oleh Yusuf.


"Mba Sasha...apa penciuman dan indra perasa Yusuf mengalami gangguan??" tanya sepupu Sasha itu.


"Sepertinya begitu Yas...karena sejak kemarin mas Yusuf selalu bilang masakanku ngga ada rasa padahal menirut lidah aku dan ayah pas-pas aja!!"


Tyas manggut-manggut.


"Aku bukan dokter, aku baru calon perawat tetapi jika dilihat dari keluhan Yusuf yang seperti itu, kemungkinan dia terkena virus corona.


"Apakah Yusuf punya penyakit bawaan, pak??" tanya Tyas pada pak Wiryo.


"Sejak kecil Yusuf mengidap penyakit asma!!" ucap pak Wiryo.


"Sebaiknya cepat kita bawa kerumah sakit, sebelum tambah berbahaya keadaannya!!" ucap Tyas.


Akhirnya Yusuf dilarikan kerumah sakit dengan mobil milik mertuanya.


Sampai di IGD keadaan Yusuf bertambah parah sehingga mengharuskan dia untuk dimasukan kedalam ruang isolsasi.

__ADS_1


Sasha terus menangisi keadaan suaminya.


"Sha...tenang dulu ya!!" kata ibu Ratna setelah mendengar menantunya memang positif terkena virus corona.


"Bagaimana Sasha bisa tenang bu, kalau suami Sasha tergeletak di dalam sana dan tak bisa dijenguk??" kata Shasa sesunggukan.


Sementara di perusahaan....


"Cindy...apa sudah ada kabar dari Sasha?? ngga biasa-biasanya jam segini dia belum tiba di kantor??" tanya pak Alfath.


Tak lama....


Tok...tok...tok


Masuk...


Anjar masuk keruangan Alfath.


"Pak...saya mau menyampaikan mungkin Sasha dalam beberapa hari kedepan mau mengajukan cuti sebab suaminya dirawat di rumah sakit!!"


"Suaminya sakit apa, Njar...??" tanya Alfath.


"Terserang virus corona pak, dan sekarang harus dirawat di ruangan isolasi.


"Kasihan Shasa..." kata bu Cindy.


Dia tau betul bagaimana rasanya masuk diruangan isolasi kurang lebih dua minggu lamanya saat dulu dia juga terkena virus yang mematikan itu.


"Pak..." lirih Cindy.


"Waktu itu ibu saya meninggal terkena virus tersebut yang langsung menyerang pernapasannya..." kata Cindy prihatin.


Alfath hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Cindy barusan.


"Terus bagaimana keadaan Sasha sekarang??" tanya Alfath.


"Sasha dan seluruh keluarganya sekarang sedang di rapid test takut mereka juga kemungkinan akan tertular." Kata Anjar menjelaskan keadaan Sasha sekeluarga sekarang.


"Tampaknya kamu khawatir sekali dengan keadaannya, beib!!" kata Rani.


"Wajar aku khawatir, Ran...Shasa itu karyawanku!!" jawab Alfath kesal dengan tanggapan Rani.


Setiap hari Alfath menanyakan keaadaan Sasha hingga hari kesepuluh datanglah berita mengejutkan dari Anjar kalau Yusuf Darmawan suami dari Sasha Hafiza meninggal dunia.


****Flashback on****


"Mba Sasha...sebenarnya mas Yusuf sudah sembuh dari serangan covid 19 tetapi memang dua hari kondisinya sering drop!!" kata dokter yang menanganinya.


"Mas Yusuf akan dipindahkan keruangan ICU hari ini, tapi setidaknya mas Yusuf sudah bisa dijenguk walaupun harus bergantian!!" kata dokter.


Siang itu Sasha sedang menemani suaminya di ruangan ICU. Kondisinya sudah lebih baikan.


"Sayang...!!" kata Yusuf sambil memegang tangan Sasha istrinya.


"Mas kangen sama adek...adek ngga kangen sama mas??" tanyanya agak terputus-putus.


"Ya kangenlah mas...istri mana yang ngga kangen sama suaminya apalagi terpisah hampir delapan hari lamanya." Kata Shasa.


"Adek bukan hanya kangen tapi juga khawatir pada keadaan mas Yusuf!!" kata Shasa sambil mengusap air matanya.


"Adek kenapa nangis?? jangan nangis sayang...mas ngga mau istri mas sedih!!" kata Yusuf sambil mengusap air mata istrinya dengan susah payah.


*


*


****Bersambung......


Akankah penyakit Yusuf bisa disembuhkan??

__ADS_1


Like, komen, vote, favorit dan rate nya readerπŸ™πŸ™


__ADS_2